<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Tradisi &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/tradisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Sep 2025 12:19:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Tradisi &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Tradisi Jamasan Jimat Kalisalak, Momen Yang Ditunggu Para Petani</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-80168/tradisi-jamasan-jimat-kalisalak-momen-yang-ditunggu-para-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Assep Pratama Hidayah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 12:19:54 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-80168/tradisi-jamasan-jimat-kalisalak-momen-yang-ditunggu-para-petani</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS, CILACAP.INFO &#8211; Masyarakat tumpah ruah menyaksikan upacara Tradisi Jamasan Pusaka Mataram (Penjamasan Jimat) yang digelar di Desa Wisata Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada Sabtu, 06/09/2025 pagi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Masyarakat tumpah ruah menyaksikan upacara Tradisi Jamasan Pusaka Mataram (Penjamasan Jimat) yang digelar di Desa Wisata Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada Sabtu, 06/09/2025 pagi.</p>
<p>Upacara tersebut merupakan rangkaian acara pada Kalisalak Culture Festival 2025. Upacara Jamasan Pusaka ini diadakan setiap tanggal 12 Bulan Maulud.</p>
<p>Pantauan cilacap.info, prosesi jamasan diawali dengan kirab yang dimulai dari Pendopo Rumah Adat Desa Kalisalak pukul 08.30 WIB menuju Langgar Jimat yang berada di Jalan Jimat Kalisalak.</p>
<p>Rombongan kirab membawa pusaka berupa prapen jamasan, dan air suci yang diambil dari mata air di penjuru Desa Kalisalak.</p>
<p>Kirab diikuti oleh kerabat Jimat, Bregodo (pasukan perang), barisan putri domas yang membawa uba rampe, pembawa tandu tempat mrapen (pembakar dupa) dan unsur pemerintahan setempat, serta pasukan kesenian.</p>
<p>Diiringi gending jawa, benda pusaka dijamas. Setelah selesai dijamas, benda pusaka tersebut dihitung dan dicatat kemudian disimpan kembali untuk dijamas kembali di tahun mendatang.</p>
<p>Keunikan dari tradisi ini adalah berdasarkan catatan keadaan benda pusaka dapat berubah-ubah, dimaknai sebagai pertanda akan keadaan di masa depan.</p>
<p>Informasi yang dihimpun cilacap.info, benda pusaka bekong (periuk) yang dinanti masyarakat terutama para petani mengalami perubahan yakni tahun 2023-2024 kondisinya kering. Sedangkan tahun 2025 kondisinya basah.</p>
<p>Salah seorang petani asal Kebasen akrab disapa Mbah Tumarjo (73) mengungkapkan tradisi tersebut merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh petani untuk melihat keadaan bekong.</p>
<p>Menurutnya banyak rekan petani yang penasaran terhadap kondisi bekong. Bekong basah atau kering itu bisa untuk prediksi keadaan cuaca kedepannya.</p>
<p>&#8220;Orang tani pada nunggu yang dicari bekongnya kalau bekongnya basah tandanya mau ada banyak hujan, tapi kalau kering ya masa ketiga lawas, itu ceritanya orang tua,&#8221; ungkapnya kepada cilacap.info Selasa, 09/09/2025.</p>
<p>Menurutnya kondisi musim sekarang susah untuk diprediksi. Kendati demikian ia tetap berpatokan dengan pranata mangsa saat masuk musim tanam. Disisi lain kondisi bekong basah tetap dijadikan acuan dalam prediksi cuaca kedepannya.</p>
<p>&#8220;Ya sekarang musimnya susah, kemarau tapi hujan. Bekongnya basah ya banyak hujan. Pakai pranata mangsa ya masih, alhamdulilah pas hitungannya,&#8221; ujar pria sepuh kelahiran 1952.</p>
<p>Ia berpesan untuk tetap bersyukur berapapun hasil panen dan apapun musimnya itu rezeki dari Tuhan.</p>
<p>&#8220;Intinya ya semua sudah kehendak Gusti Alloh, tetap bersyukur, nerimo pandum,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui berbagai benda pusaka yang diyakini peninggalan kerajaan mataram Sunan Amangkurat I yang bertahta pada tahun 1646 &#8211; 1677 M.</p>
<p>Benda pusaka tersebut seperti peralatan rumah tangga, pakaian, peralatan sehari-hari, senjata, tombak, keris tanpa wrangka dan Pustaka Kuno.</p>
<p>Pada hari sebelumnya Jumat, 05/09/2025 malam dilaksanakan kegiatan diantaranya kesenian begalan, ebeg, karawitan, dan lengger banyumasan. (Asep)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/09/Rombongan-putri-domas-saat-kirab-tradisi-penjamasan-jimat-di-Desa-Wisata-Kalisalak-Kebasen-06-September-2025.-Foto-Asep-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Rombongan putri domas saat kirab tradisi penjamasan jimat di Desa Wisata Kalisalak Kebasen 06 September 2025 (Foto Asep)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/09/Rombongan-putri-domas-saat-kirab-tradisi-penjamasan-jimat-di-Desa-Wisata-Kalisalak-Kebasen-06-September-2025.-Foto-Asep-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Rombongan putri domas saat kirab tradisi penjamasan jimat di Desa Wisata Kalisalak Kebasen 06 September 2025 (Foto Asep)]]></media:description>
													<media:copyright>Assep Pratama Hidayah</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Tradisi Nyekar, Ladang Rejeki Bagi Penjual Bunga</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71847/tradisi-nyekar-ladang-rejeki-bagi-penjual-bunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Assep Pratama Hidayah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 03:46:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71847/tradisi-nyekar-ladang-rejeki-bagi-penjual-bunga</guid>

					<description><![CDATA[SAMPANG, CILACAP.INFO – Tradisi nyekar atau ziarah bagi masyarakat merupakan kegiatan mengunjungi makam orang tua, keluarga, maupun sanak saudara untuk mendoakan dan menabur bunga. Nyekar paling sering dilakukan saat menyambut Bulan Ramadan atau saat Hari Raya Idul Fitri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMPANG, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> – Tradisi nyekar atau ziarah bagi masyarakat merupakan kegiatan mengunjungi makam orang tua, keluarga, maupun sanak saudara untuk mendoakan dan menabur bunga. Nyekar paling sering dilakukan saat menyambut Bulan Ramadan atau saat Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p>Masyarakat yang melakukan aktivitas nyekar sering membawa bunga untuk ditabur ke makam. Hal ini menjadi peluang rejeki bagi para penjual bunga. Seperti penjual bunga yang berjualan di Pasar Sampang Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Sri (68), warga Dusun Karang Anyar mengatakan dirinya jualan bunga di Pasar Sampang Cilacap sudah jualan tiap hari, saat mendekati Bulan Ramadan pendapatannya bisa sampai 50 hingga 70 ribu per hari karena banyak masyarakat yang membeli bunga untuk nyekar.</p>
<p>&#8220;Pendapatan jualan bunga per hari bisa dapat 50 ribu sampai 70 ribu tapi pas mendekati puasa banyak yang jualan,&#8221; katanya saat ditemui cilacap.info pada Jumat, 28/02/2025 di Tangga Masuk Pasar Sampang Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Erna (36), warga Sampang menyampaikan pendapatan dari jualan bunga untuk nyekar tergantung dari harga bunga karena dirinya jualan bunga bukan milik sendiri.</p>
<p>&#8220;Tergantung harga kembang, ini saya beli bukan punya sendiri, tergantung harganya berapa jualnya berapa, tergantung jualannya sepi atau enggaknya si mas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ia mengatakan jualan bunga hanya saat musim nyekar saja seperti saat mendekati puasa, lebaran, serta hari Kamis Wage dan Jumat Kliwon.</p>
<p>&#8220;Kalau saya jualan Cuma musiman puasa dan mau lebaran, enggak harian, tapi jualan juga pas hari Kamis Wage dan Jumat Kliwon,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Terlepas dari hukum halal, haram, dan bid’ahnya, banyak masyarakat yang melakukan tradisi ini dimaksudkan untuk memberikan hadiah do’a kepada keluarga yang sudah meninggal dan menabur bunga saat momen tertentu sebagai ungkapan balas budi jasa semasa hidup dan menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup akan datangnya kematian. (Asep)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/28/Para-penjual-bunga-di-Pasar-Sampang-Cilacap-saat-menjual-daganganya-di-tangga-pintu-masuk-pasar.-Foto-Asep--1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Para penjual bunga di Pasar Sampang Cilacap saat menjual daganganya di tangga pintu masuk pasar Foto Asep]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/28/Para-penjual-bunga-di-Pasar-Sampang-Cilacap-saat-menjual-daganganya-di-tangga-pintu-masuk-pasar.-Foto-Asep--100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Para penjual bunga di Pasar Sampang Cilacap saat menjual daganganya di tangga pintu masuk pasar Foto Asep]]></media:description>
													<media:copyright>Assep Pratama Hidayah</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Wujud Rasa Syukur, Warga Karang Delima Banyumas Gelar Acara Budaya Sedekah Bumi</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59578/wujud-rasa-syukur-warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 15:57:17 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pekuncen]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59578/wujud-rasa-syukur-warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS, CILACAP.INFO &#8211; sebagai wujud wasa syukur, warga Karang Delima Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menggelar acara budaya sedekah bumi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUMAS</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; sebagai wujud wasa syukur, warga Karang Delima Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menggelar acara budaya sedekah bumi.</p>
<p>Terlihat dalam kegiatan ini sejumlah warga Dusun Karang Delima Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen terlihat sibuk. Mereka saling bergotong royong bersama warga di dusun yang terletak di perbukitan Kabupaten Banyumas bagian barat.</p>
<p>Kegitan nguri-nguri budaya dan warisan leluhur tersebut adalah untuk melestarikan tradisi Sedekah Bumi dan acara dilaksanakan pada Senin, 27 Mei 2024 pagi.</p>
<p>Tradisi ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan warga di Bulan Apit atau Dzulqo’dah, bulan di antara dua lebaran Syawal dan Idul Adha.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi tradisi rutin warga, sebagai wujud ungkapan syukur dan terimakasih kepada bumi yang telah menjadi tempat hidup, makan minum, bertani, buang air, mandi dan lainnya.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tradisi sedekah bumi para sesepuh dan tokoh adat setempat, anggota Babinsa dan Babinkamtibmas, perwakilan perangkat desa, dan para warga setempat. Sejak pagi puluhan warga sangat antusian untuk melaksanakan arak-arakan gunungan hasil bumi.</p>
<p>Kepala RW 4, Sultonik mengatakan, tradisi ini merupakan tradisi yang digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa Syukur</p>
<p>&#8220;jadi kegiatan sedekah bumi ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya dibulan apit, dan hajatnya untuk berbakti atas rasa Syukur kepada Allah SWT.&#8221; Katanya kepada (redaksi).</p>
<p>Selain itu, dilaksanakan juga upacara pemotongan kambing sebagai sesaji.
&#8220;setelah rombongan arak-arakan gunungan sampai balai RW, dilanjut dengan kegiatan pemotongan kambing yang dipimpin oleh bapak Taris.&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kegiatan lainnya guna memeriahkan sedekah bumi ini diantaranya lengger, tongprek, drumband dan gendingan</p>
<p>Para warga khususnya lelaki terlihat memakai kopiah dan iket kepala. Puncak acara sedekah bumi adalah makan bersama yang diawali dengan membaca tahlil dan doa selamat untuk bumi seisinya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/27/warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[warga karang delima banyumas gelar acara budaya sedekah bumi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/27/warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[warga karang delima banyumas gelar acara budaya sedekah bumi]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Adipala Melaksanakan Pengamanan Arak-Arakan Gunungan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59501/babinsa-bunton-melaksanakan-pengamanan-arak-arakan-gunungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2024 18:14:25 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kodim 0703 Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 08 Adipala]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59501/babinsa-bunton-melaksanakan-pengamanan-arak-arakan-gunungan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Serka Kuswanto, Babinsa Bunton, bersama Bhabinkamtibmas, melaksanakan pengamanan dalam acara arak-arakan Gunungan yang diadakan dalam rangka tradisi Memetri Bumi di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Kamis (23/05/2024).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Serka Kuswanto, Babinsa Bunton, bersama Bhabinkamtibmas, melaksanakan pengamanan dalam acara arak-arakan Gunungan yang diadakan dalam rangka tradisi Memetri Bumi di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Kamis (23/05/2024).</p>
<p>Arak-arakan Gunungan merupakan bagian dari upacara adat Memetri Bumi, yang merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi yang melimpah serta harapan akan keberkahan di masa mendatang. Prosesi ini diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pengangkatan gunungan yang berisi hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, dan aneka hasil panen lainnya.</p>
<p>Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap keamanan dan kelancaran acara, Serka Kuswanto bersama Bhabinkamtibmas memastikan situasi tetap kondusif. Mereka juga berkoordinasi dengan panitia penyelenggara untuk mengatur jalannya prosesi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.</p>
<p>&#8220;Kami sangat senang bisa mendukung kegiatan adat seperti ini. Selain menjaga tradisi, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Pengamanan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak,&#8221; ujar Babinsa.</p>
<p>Selain pengamanan, Serka Kuswanto dan Bhabinkamtibmas juga aktif memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung. Mereka juga memonitor arus lalu lintas di sekitar lokasi acara untuk mencegah kemacetan dan memastikan akses darurat tetap terbuka.</p>
<p>Acara arak-arakan Gunungan berakhir dengan pembagian hasil bumi kepada warga sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat kebersamaan. Partisipasi aktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam acara ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan panitia penyelenggara.</p>
<p>&#8220;Dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat berarti bagi kelancaran acara ini. Kami berharap tradisi Memetri Bumi dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial budaya masyarakat Bunton,&#8221; ungkap Sudin selaku Kades Bunton.</p>
<p>Dengan suksesnya acara ini, diharapkan tradisi Memetri Bumi terus menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang, serta menjadi momen penting dalam memperkuat solidaritas dan gotong royong di masyarakat. (ss)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/25/babinsa-bunton-melaksanakan-pengamanan-arak-arakan-gunungan-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[babinsa bunton melaksanakan pengamanan arak arakan gunungan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/25/babinsa-bunton-melaksanakan-pengamanan-arak-arakan-gunungan-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[babinsa bunton melaksanakan pengamanan arak arakan gunungan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Keunikan Tradisi Syuroan di Cigintung Wanareja Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-32084/keunikan-tradisi-syuroan-di-cigintung-wanareja-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2020 17:20:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanareja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-32084/keunikan-tradisi-syuroan-di-cigintung-wanareja-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Ada yang unik di sebuah dusun di Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (jateng). Jum&#8217;at, 11 September 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ada yang unik di sebuah dusun di Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (jateng). Jum&#8217;at, 11 September 2020.</p>
<p>Terlihat dari kejauhan ketika kaki melintas di dusun bernama Cigintung, Desa Adimulya. Tampak banyak masyarakat sedang berkumpul.</p>
<p>Rupanya, acara tersebut adalah acara Tasyakuran dan juga peresmian jalan yang baru dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Adimulya.</p>
<p>Acara tersebut digelar sesuai protokoler, yakni dengan penyemprotan disinfektan.</p>
<p>Turut serta hadir dalam kegiatan tersebut, segenap unsur dari Pemerintah Kecamatan Wanareja, Pol PP Polsek Wanareja, Kades Adimulya.</p>
<p>Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat, Kiai Daldiri ketika dimintai keterangan, ia mengatakan bahwa acara tersebut adalah acara syukuran atas persemian jalan.</p>
<p>&#8220;Kebetulan persemian jalan ini, juga bertepatan dengan bulan syuro, sehingga acara tasyakuran ini digelar dan juga dengan pembagian berkat untuk masyarakat dengan wadah yang terbuat dari bambu.&#8221; Ucap Kiai Daldiri.</p>
<p>Ia menjelaskan, bahwa wadah terbuat dari bambu itu sebagai bentuk nguri-nguri budaya leluhur (merawat tradisi atau warisan leluhur).</p>
<p>Selain daripada itu, wadah yang terbuat dari bambu tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar bisa memanfaatkan alam, salahsatunya yakni sebagai sumber ekonomi.</p>
<p>&#8220;Masyarakat terkini, sudah banyak yang beralih dari bambu ke plastik, oleh sebab itu dengan adanya hal seperti ini, nantinya dapat membantu perekonomian para pengrajin bambu.&#8221; Jelasnya.</p>
<p>Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Adimulya, Masdin mengatakan, bahwa jalan yang telah rampung di aspal itu, yakni sepanjang 570 meter.</p>
<p>Adapun, masih kata dia, pengerjaan itu memakan waktu selama 8 hari. &#8220;Dengan telah rampungnya jalan ini, maka kami dari Pemdes Adimulya dengan menggandeng masyarakat setempat, menggelar acara syukuran.&#8221; Kata Masdin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/IMG-20200911-WA0002-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tradisi Bobok Bumbung di Wanareja]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/IMG-20200911-WA0002-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tradisi Bobok Bumbung di Wanareja]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
