<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Sejarah &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 06:11:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Sejarah &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Hari Lahir Kota Majenang Ditetapkan 3 Februari</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-86297/hari-lahir-kota-majenang-ditetapkan-3-februari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 00:03:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-86297/hari-lahir-kota-majenang-ditetapkan-3-februari</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Dihadiri sejumlah Tokoh dari Pejabat Kabupaten, Pejabat Kecamatan Majenang, Kepala Desa se-Kecamatan Majenang, Budayawan, Pemerhati Budaya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Akademisi, hari lahir kota Majenang ditetapkan, Minggu, 01 Februari 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dihadiri sejumlah Tokoh dari Pejabat Kabupaten, Pejabat Kecamatan Majenang, Kepala Desa se-Kecamatan Majenang, Budayawan, Pemerhati Budaya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Akademisi, hari lahir kota Majenang ditetapkan, Minggu, 01 Februari 2026.</p>
<p>Adapun acara ini bertajuk &#8220;Rembug Dulur Nerapaken Laire Kota Majenang&#8221; yang dimulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai di Pendopo Alun-Alun Kecamatan Majenang.</p>
<p>Pada kesempatan ini, acara diawali dengan dialog publik yang disampaikan oleh Iwan Fadilla (Akademisi), Raden Sunarno (Tokoh Masyarakat), Ceceng Rusmana (Sejarawan).</p>
<p>Dialog tersebut berlangsung dengan santai namun lumayan tegang karena adanya perbedaan pendapat yang membuat acara tersebut seperti tidak selesai-selesai.</p>
<p>Namun akhirnya, penetepan hari lahir Kota Majenang memiliki titik temu yang disepakati oleh sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir dengan diterbitkannya berita acara.</p>
<p>Dalam berita acara tersebut, bahwasanya Hari Lahir Kota Majenang yakni 3 Februari, hal ini didasari dari bukti sejarah adanya Kota Majenang pada 3 Februari 1879.</p>
<p>Dilihat dari sejarah, bahwasanya pada tanggal, bulan dan tahun itu, Majenang menjadi kota controleur yang membawahi Majenang dan Sidareja dan juga bertepatan dengan keluarnya staatsblad Kolonial Belanda.</p>
<p>Anggota DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi mengatakan, penetapan hari lahir Kota Majenang yang jatuh pada 3 Februari ini, harapan kita Majenang ini benar-benar menjadi Kota yang besar, kota yang memberi manfaat bagi masyarakatnya.</p>
<p>&#8220;Kesejahteraan seperti harapan dulu yaitu wilayah barat dan kita sebagai pintu gerbang yang berbatasan dengan jawa barat, maka Kota Majenang harus maju dan harapan kita semua kedepan harus benar-benar terwujud,&#8221; ungkap Didi.</p>
<p>Menurut Didi, karena sejarah Kabupaten Cilacap ini bermula dari Dayeuhluhur dan Majenang. &#8220;Maka harapan kita semua, seperti harapan dari para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat bahwa Majenang harus mekar dengan pusat pemerintahannya di Kota Majenang ini,&#8221; paparnya. </p>
<p>Sementara itu, Camat Majenang Aji Pramono, S.STP, M.M, mengatakan mengenai tindak lanjut dari adanya berita acara penetapan hari lahir Kota Majenang, bahwa nantinya berita acara ini akan diserahkan kepada Bupati.</p>
<p>&#8220;Berita acara ini nantinya akan kami serahkan kepada Bupati, dan kami sampaikan dari adanya kegiatan ini bahwa masyarakat menginginkan keputusan dan persetujuan penetapan hari lahir Kota Majenang,&#8221; ucap Camat.</p>
<p>Camat menambahkan, adapun keputusan selanjutnya bergantung kepada Beliau (Bapak Bupati). &#8220;Jadi tindaklanjutnya nanti mau bagaimana dan apakah akan dilakukan tindaklanjut lebih lanjut dan membutuhkan naskah akademik untuk menguatkan, kita tunggu nanti dari Bapak Bupati,&#8221; pungkasnya</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/02/1000655255-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Rembug Dulur Nerapaken Laire Kota Majenang, Minggu, 1 Februari 2026]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/02/1000655255-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Rembug Dulur Nerapaken Laire Kota Majenang, Minggu, 1 Februari 2026]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik Miliki Banyak Pintu, Unik, dan Monumental</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 09:26:29 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut situs terbesar di Jawa Tengah dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">situs terbesar di Jawa Tengah</a> dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.</p>
<p>Situs prasejarah ini juga disebut monumental, pasalnya situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini memiliki banyak pintu masuk, juga adanya batu ukir, batu relief berpasangan, di sisi kanan dan sisi kiri situs.</p>
<p>&#8220;Saya lihat, dan tidak ada di wilayah lain, di Jawa Tengah, adapun di Kabupaten Karanganyar itu satu, di sekitar kawasan tersebut yang kemudian ditemukan Candi Cetho dan Candi Sukuh, itu dulunya merupakan punden berundak, sama,&#8221;</p>
<p>&#8220;Bedanya, Situs Mandala Mata Bumi ini pintu masuknya banyak, ini unik, suatu hal yang istimewa, dan menjadi keunikan utama, adanya batu berelief, dua batu, berdiri di sisi kanan dan kiri, berpasang-pasangan, ini monumental, dan saya tidak menemukan di tempat lain,&#8221; terang ahli arkeologi Kementerian Kebudayaan, Wahyu Broto Raharjo SS.M.Hum usai melakukan observasi, peninjauan lapangan sekaligus kajian ilmiah bersama tim, pada Selasa, (23/12/2025).</p>
<p>Tenaga ahli arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dengan wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut mengemukakan bahwa situs prasejarah Mandala Mata Bumi ini jelas merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilindungi undang-undang sebagai benda cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Dari segi regulasi, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengamanatkan perlindungan, pelestarian, pengembangan serta pemanfaatannya untuk melestarikan warisan budaya bangsa dalam rangka memperkuat identitas kepribadian bangsa, dan umat manusia,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, dalam Undang-undang Cagar Budaya, dengan kriteria-kriteria yang disebutkan, bahwa benda yang bernilai sejarah budaya bangsa, dan berusia minimal 50 tahun, maka situs Mandala Mata Bumi, sudah pasti, dan jelas lebih dari itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia pun menjelaskan bahwa punden berundak pada situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini sebagai warisan budaya peninggalan purbakala telah berlangsung jauh sebelum adanya agama-agama.</p>
<p>&#8220;Budaya punden berundak sudah ada di Nusantara, di Indonesia, jauh sebelum ada agama-agama,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa punden berundak adalah struktur pemujaan kuno yang dibangun oleh masyarakat tradisi megalitik, masa Neolitikum, sekitar 2500–1500 Sebelum Masehi.</p>
<p>&#8220;Tradisi itu berlangsung lalu berkembang di Indonesia jauh sebelum masuknya pengaruh agama, Hindu, Buddha, Kristen, maupun Islam yang datang belakangan ke Nusantara,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adapun fungsi utama punden berundak terkait erat dengan kepercayaan lokal, animisme dan dinamisme, yang merupakan <em>local genuine,</em> sistem kepercayaan orang asli Nusantara, bukan agama dalam pengertian sekarang.</p>
<p>&#8220;Fungsi punden berundak digunakan sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Masyarakat prasejarah percaya bahwa arwah leluhur bersemayam di tempat yang tinggi (gunung atau bukit), sehingga mereka membangun struktur bertingkat sebagai media komunikasi ritualnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika agama-agama masuk ke Nusantara, konsep bangunan berundak ini kemudian berasimilasi, untuk selanjutnya berpadu dengan unsur-unsur arsitektur keagamaan baru.</p>
<p>Dia mencontohkan, Budha-Hindu, bahkan Islam sekalipun, dengan candi-candi seperti Candi Borobudur, Prambanan, Masjid Menara Kudus, Masjid Indrapuri Aceh dan lainnya itu memiliki struktur yang menyerupai punden berundak, menunjukkan adanya kesinambungan budaya dari masa prasejarah ke masa sejarah.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, adanya punden berundak beserta stuktur kawasannya, dan unsur lainnya, kompleksitas arsitektur, dan adanya batu relief, adalah bukti fisik adanya sistem kepercayaan dan peradaban yang berkembang di masa lalu, jaman prasejarah di Gunung Subang ini, situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini ada dan berkembang, jauh sebelum &#8216;agama-agama formal&#8217; datang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, adapun terkait adanya dugaan perkampungan purba yang berkaitan dengan situs megalitik ini belum tereksplorasi secara menyeluruh,</p>
<p>&#8220;Sehingga kawasan warisan budaya purbakala ini harus dipahami sebagai satu kesatuan lanskap budaya yang kompleks dengan layar kebudayaannya yang luas, bukan hanya satu titik atau satu struktur saja,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui bahwa situs megalitik yang kaya nilai tradisi budaya dan unik, bahkan keutuhannya masih terjaga hingga kini. <a href="https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda">Situs Mandala Mata Bumi berada di puncak pegunungan Subang dengan ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut, dengan luasan sekitar 150 Ha, berada di kawasan hutan primer wilayah Desa Kuta Agung.</a></p>
<p>Selain situs tertutup oleh vegetasi hutan yang lebat, keberadaannya yang tidak biasa, hampir tidak tersentuh aktivitas manusia selama berabad-abad, demikian akses menuju lokasi pun betapa ekstrem, dan begitu sangat sulit, maka sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.</p>
<p>Pemandu lokal tidak hanya memberikan jasa layanan pendampingan atau informasi sejarah, tetapi juga konteks budaya dan adat istiadat setempat yang penting untuk dihormati saat mengunjungi situs sakral ini. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pembinaan Seni Budaya Desa Panimbang secara Berkesinambungan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-68902/pembinaan-seni-budaya-desa-panimbang-secara-berkesinambungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 10:03:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cimanggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-68902/pembinaan-seni-budaya-desa-panimbang-secara-berkesinambungan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah Desa Panimbang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan pembinaan seni budaya Desa Panimbang Berkesinambungan bagi grup kesenian dan kebudayaan yang ada di wilayah Desa setempat pada Hari Sabtu, 28 Desember 2024.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah Desa Panimbang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan pembinaan seni budaya Desa Panimbang Berkesinambungan bagi grup kesenian dan kebudayaan yang ada di wilayah Desa setempat pada Hari Sabtu, 28 Desember 2024.</p>
<p>Kegiatan yang dihelat di Aula Balai Desa Panimbang berlangsung khidmat, dimulai pada pukul 08.30 WIB, dihadiri 101 peserta, terdiri dari berbagai unsur dan latar belakang profesi seni maupun disiplin ilmu budaya yakni dari para bapung dari unsur tokoh masyarakat, seniman, penggiat budaya, jurnalis desa dan tokoh pemuda kreatif desa.</p>
<p>Acara pembinaan dibuka dengan membaca do’a bersama dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Panimbang, Camat Majenang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Kabupaten Cilacap dilanjutkan acara inti pembinaan oleh dua narasumber dari Budayawan, Aktivis Pegiat Desa Nusantara sekaligus Pendamping Desa yakni Gus IHA dan Ceceng Rusmana Ki Lambang Wijayakusuma.</p>
<p>Kepala Desa Panimbang Jatmiko menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dalam kegiatan ini. Pasalnya aspek seni budaya lambat laun terpinggirkan oleh kekuatan modernitas, maka Kebijakan Desa Panimbang terus upayakan pembinaan melestariannya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini untuk menghidupkan (nguri-nguri) seni budaya desa yang sudah mulai terpinggirkan oleh modernitas, dan pembinaan pada pelaku seni budaya desa tentang bagimana menjaga budayanya.&#8221; terangnya</p>
<p>Selanjutnya dirinya mengungkapkan bahwa prinsip dari kelompok kebudayaan dan kesenian adalah dengan adanya pengurus yang solid dan mampu mengelola, mengembangkan kelompok seni budaya dengan baik. </p>
<p>&#8220;Pemerintah Desa Panimbang selalu mendukung gerakan-gerakan kesenian dan kebudayaan. Baik personal senimannya maupun kelompok-kelompok keseniannya, baik yang tradisional maupun yang kontemporer termasuk kelompok orkes, orgen tunggal,&#8221; terangnya</p>
<p>Melalui pembinaan ini, lanjutnya semoga dapat memberikan semangat untuk terus melestarikan kebudayaan desa.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pembinaan ini merupakan ajang peningkatan kapasitas bagi seniman maupun budayawan yang terhimpun dalam kelompok seni budaya. Saya berharap semoga memberikan berkah dan semangat bagi pemajuan kebudayaan desa panimbang yang selalu berkesinambungan.&#8221; Pungkasnya.</p>
<p>Camat Cimanggu Bambang Tutuko SSos MSi mengapresiasi atas inisiasi Pemdes Panimbang karena tidak semua desa memperhatikan atas budaya desanya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini membuktikan bahwa objek seni guna pemajuan kebudayaan desa Panimbang siap mengembang dan maju. Maka harapan saya perlu secara terus menerus diuri-uri melalui pembinaan terutama generasi muda untuk seni budaya yang berkelanjutan.&#8221; katanya.</p>
<p>Disampaiakan bahwa Desa Panimbang merupakan salah satu dari 15 desa di Kecamatan Cimanggu dalam desa ini nilai budaya tradisi, musik klasik, maupun modern, tumbuh berkembang hal itu menunjukkan identitas masing-masing daerah.</p>
<p>&#8220;Saya menghimbau silahkan desa mengembangkan seni budaya desanya. Maka agar kelompok ini maju tidak lepas dari perhatian pembinaan pemdesnya.&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Menurutnya aspek seni budaya di beberapa desa belum tersentuh oleh program pemerintah desa.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu warga desa panimbang patut mensyukuri punya pemdes yang perhatian pada insan seni maupun kelompok masyarakat seni, maka upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan terus ditingkatkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka Pemdes Panimbang seterusnya dapat menghimpun insan seni dan membuka layanan mereka untuk berorganisasi. Organosasi sebi adalah penting guna wadah komunikasi dan edukasi masyarakat. Selain dapat menghibur juga tuntunan masyarakat menjaga budayanya, disamping neningkatkan profesi seni. Semoga memberi berkah dan mberkaih.&#8221; pungkasnya</p>
<p>Selanjutnya Kepala Bidang Kebudayaan Dinas PDK Kab. Cilacap Ahmad Fatoni memaparkan terkait legalitas organisasi seni budaya di Kabupaten Cilacap maka harus melakulan registrasi atau pendaftaran kepada Pemerintah melaluo Dinas yang dipimpinnya. </p>
<p>&#8220;Adapun registrasi kelompok seni budaya ini merupakan hal mutlak yang memastikan data bahwa kelompok seni budaya yang terdaftar mendapat perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.&#8221; Tegasnya</p>
<p>&#8220;Hal itu sesuai amanat regulasi yakni Undang Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017.&#8221; Lanjutnya </p>
<p>Dikatakan terkait tata cara maupun mekanisme pendaftaran sangat gampang. Yakni Pemohon memberikan berkas surat formulir pendaftaran kepada Kepala Dinas PDK Kab. Cilacap dengan mengetahui Kepala Desa, Camat setempat. </p>
<p>&#8220;Berkas formulir pendaftaran dilampiri Foto berwarna ukuran 3X4 dan fotokopi KTP Ketua kelompok/organisasi Seni serta struktur kepengurusan kelompok seni mulai ketua, sedikitnya 10 anggota. Maka silahkan menghubungi pamong budaya setempat maupun desa, atau langsung ke Kantor Dinas PDK Cilacap. Mengenai pelayanan ini juga bisa melalui mall pelayanan yang berada di terminal Cilacap lantai 2.&#8221; Pungkasnya</p>
<p>Selanjutnya Gus IHA memaparkan bahwa kebudayaan desa merupakan sistem sosial yang berbasis pada nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi di masyarakat desa. </p>
<p>Dikatakan bahwa sistem ini, meliputi segala bentuk kegiatan sosial, keagamaan, dan juga ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Partisipasi warga masyarakat dan desa adalah syarat mutlak dalam perumusan rencana dan upaya pemajuan kebudayaan desa, yang terwujud dalam empat langkah strategis: upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.&#8221; Katanya</p>
<p>Setiap upaya melayani kebutuhan yang spesifik. Perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bertujuan memperkuat unsur-unsur dalam ekosistem kebudayaan.</p>
<p>&#8220;Maka kegiatan pembinaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam ekosistem kebudayaan. Maka keempat langkah tersebut di atas saling terhubung dan tak dapat dipisahkan.&#8221; tegasnya.</p>
<p>Adapun Narasumber kedua Ceceng Rusmana yang akrab dipanggil Ki Lambang lebih memaparkan cerita panimbang di masa lalu, dari periode pajajaran hingga ke periode kemerdekaan.</p>
<p>&#8220;Adapun sejarah desa termasuk asal usul desa panimbang dalam naskah kuno dimulai dari seorang Keturunan Ki Gede Panimbang Larang yang merupakan Keturunan Pajajaran dikenal dengan Raksa Mandala, berguru kepada Syekh Cikawung, di Muara Sungai Cikawung. Pada Tahun 1652, saat wilayah ini telah menjadi bagian dari Mataram dan Masuk Ke wilayah Ngabehi Dayaluhur.&#8221; Terangnya.</p>
<p>Simpulan dari menilik data naskah dalam sejarah pada tahun itu, menuturkan bahwa kedatang dengan selamat pada Senin Pon 27 Jumadil akhir tahun itu. Disambut dengan isak tangis keluarganya.
dan tanggal 27 Jumadil akhir dalam beberapa versi disebutkan :</p>
<p>1. Hari ditemukannya kuburan Ki Raksa Manggala Sepuh.
2. Hari Ki Raksa Manggala Anom menghadap Raja Di Taman.
3. Hari Kedatangan Ki Raksa Manggala ke Panimbang.
4. Hari Syukuran Kedatangan Ke Panimbang.
Dari semua versi tersebut yang paling masuk akal adalah hari
kedatangannya kepada keluarganya.)</p>
<p>Sekdes Panimbang Ian Sugiarto Aji selaku koordinator kegiatan mengatakan bahwa pembinaan seni budaya berlangsung interaktif dan peserta menghendaki perlu diputuskan hari jadi desa Panimbang. </p>
<p>&#8220;Atas dasar itu kami, pemdes Panimbang menyampaikan adapun penentuan keputusan Hari Jadi Desa Panimbang akan diputuskan nanti saat dalam acara musyawarah desa dalam waktu dekat ini.&#8221; katanya </p>
<p>Peserta pembinaan pun menyetujui selanjutnya acara pembinaan pun ditutup dengan doa bersama dan diakhiri dengan foto bersama. </p>
<p>&#8220;Semoga dengan adanya pembinaan seni budaya dalam rangka pemajuan kebudayaan desa ini kegiatan ini, seluruh peserta dapat memetik pembelajaran. Salam Budaya.&#8221; Pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/12/29/1000307261-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[kegiatan pembinaan seni budaya Desa Panimbang Berkesinambungan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/12/29/1000307261-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[kegiatan pembinaan seni budaya Desa Panimbang Berkesinambungan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Kelam Wilayah yang Dijuluki Tanah Kafir di Cipari Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-33173/kisah-kelam-wilayah-yang-dijuluki-tanah-kafir-di-cipari-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 10:42:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cipari]]></category>
		<category><![CDATA[Gerwani]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-33173/kisah-kelam-wilayah-yang-dijuluki-tanah-kafir-di-cipari-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Dari 24 Kecamatan di Cilacap, ada salah satu kecamatan di ujung paling barat, agak ke selatan kecamatan ini bernama Cipari. Awal kata Ci identik dan merujuk ke bahasa sunda. Ci berdasarkan pemaknaan dari orang sunda ialah sungai atau air sedangkan Pari adalah padi, jadi Cipari bisa berarti air dan padi atau sungai dan padi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dari 24 Kecamatan di Cilacap, ada salah satu kecamatan di ujung paling barat, agak ke selatan kecamatan ini bernama Cipari. Awal kata Ci identik dan merujuk ke bahasa sunda. Ci berdasarkan pemaknaan dari orang sunda ialah sungai atau air sedangkan Pari adalah padi, jadi Cipari bisa berarti air dan padi atau sungai dan padi.</p>
<p>Nama Cipari ini ternyata benar adanya, seperti apa yang dilakukan penduduk mayoritasnya yang merupakan petani. Tidak hanya seputar pertanian padi dengan sawah yang membentang luas. Namun cipari juga dilintasi sungai Citanduy yang merupakan sungai yang melintasi 4 Kabupaten di jawa barat, yakni Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran serta Cilacap Jawa Tengah.</p>
<p>Menilik asal-usul cipari, kisah dan riwayat, seperti asal mula adanya tempat wisata air panas dan munculnya air panas secara alami. Ternyata di cipari juga ada kisah tentang &#8220;Tanah Kafir&#8221;.</p>
<p>Secara bahasa, sebutan tanah kafir memang cukup mebuat orang kesal, apalagi orang yang tinggal di wilayah tersebut. Selain itu tanah merupakan buminya Tuhan, bagaimana bisa disebut demikian?</p>
<p>Ternyata sebutan tanah kafir di Cipari ini merujuk kesuatu lokasi, dimana pada lokasi yang merupakan perkebunan karet itu ada sejarah kelam.</p>
<p>Dilansir <strong>Liputan6.com</strong>, Tanah tempat dimana kuburan massal PKI itu yakni ada sekitar 200 ubin luasnya. Dimana diceritakan para saksi mata dari sejarah yang mereka alami, bahwasanya kini bekas-bekas kuburan para PKI itu sudah tidak seperti kuburan.</p>
<p>Kuburan yang terletak di sebuah bukit itu ditumbuhi oleh pohon-pohon karet milik sebuah perkebunan yang justru tidak mengakui.</p>
<p>Karena tidak ada yang mengakui, maka tanah itu digunakan warga masyarakat yang berani dengan dimanfaatkan untuk ditanami palawija dan lain-lain.</p>
<h2>Tak Hanya jadi Kuburan PKI, di Tanah Kafir Cipari juga Jadi Tempat Penguburan Gerwani</h2>
<p>Masih ditanah seluas 200 Ubin yang terlantar itu, ditanah itu selain anggota yang dituduh PKI yang dikubur juga terdapat tempat penguburan Gerwani.</p>
<p>Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) yang merupakan organisasi kaum wanita itu dibunuh dan juga dikubur ditanah kafir cipari cilacap.</p>
<p>Para aktivis gerwani itu dibunuh lantaran gerakan tersebut merupakan gerakan terlarang, organisasi ini dahulu muncul pada tahun 1950 &#8211; 1960&#8217;an.</p>
<p>Pada masa itu, Gerwani itu bukannya organisasi kecil, melainkan anggotanya ada sekitar 650 ribuan orang.</p>
<p>Dilansir <strong>Lokadata.id</strong> (Dulunya Beritagar.id), bahwasanya para saksi penguburan kelompok PKI dan Gerwani itu masih hidup.</p>
<p>Saksi mata kala itu masih muda masih berusia 15&#8217;an tahun saat masa-masa para Anggota yang dituduh PKI dan Gerwani dibunuh.</p>
<p>Saat kejadian itu, yakni sekitar tahun 1965, dimana para saksi mata itu merupakan pekerja kuli harian di perkebunan karet.</p>
<p>Bahkan mereka menyaksikan betul dan mengetahui jika makam-makam itu adalah kuburan massal para anggota terlarang seperti PKI dan Gerwani.</p>
<p>Pasalnya para saksi mata itu malah penggali kuburan dan juga penutup kuburan para anggota PKI dan Gerwani.</p>
<p>Mereka para saksi menuturkan, jika mereka hanya bekerja diperkebunan tersebut menjadi kuli harian. Jadi mau tidak mau dia harus menuruti sang atasan.</p>
<p>&#8220;Ketika sersan memerintahkan untuk menggali kubur, saya hanya menurutinya, meski tidak diberitahukan untuk apa lubang-lubang ini.&#8221; Ujar saksi menceritakan kala dirinya menggali lubang-lubang itu dahulu.</p>
<p>Para saksi tak salah menyebutkan lokasi pemakaman para anggota PKI dan Gerwani yang disebut Tanah Kafir yang berada di Cipari Cilacap itu.</p>
<p>Mereka ingat betul tanda-tanda pada setiap kuburan, pasalnya ditandai dengan ditanami pohon. &#8220;Saya ingat betul lokasi ini, jika di atas bukit itu, itu adalah kuburan gerwani, sedangkan tanda-tanda pada setiap galian juga masih ada seperti pohon bambu kuning.&#8221; Kata saksi mata dan sejarah pemakaman massal para pemberontak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/lokasi-tanah-kafir-tempat-penguburan-pki-dan-gerwani-di-cipari-cilacap-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[lokasi tanah kafir tempat penguburan pki dan gerwani di cipari cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/lokasi-tanah-kafir-tempat-penguburan-pki-dan-gerwani-di-cipari-cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[lokasi tanah kafir tempat penguburan pki dan gerwani di cipari cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sejarah Awal Mula Masuknya Tarekat atau Thoriqoh ke Indonesia</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-33168/sejarah-awal-mula-masuknya-tarekat-atau-thoriqoh-ke-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 10:36:01 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Thoriqoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-33168/sejarah-awal-mula-masuknya-tarekat-atau-thoriqoh-ke-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Seiring kepulangan santri Jawa yang telah selesai belajar di tanah suci, menjelang akhir abad delapan belas, berbagai thariqah telah tersebar luas di nusantara. Sepeninggal Nabi SAW, fitnah besar terjadi di separuh terakhir masa pemerintahan Al-Khulafaur Rasyidun, dan semakin menghebat pada masa daulah Bani Umayyah, di mana sistem pemerintahan telah mirip dengan kerajaan. Penguasa memiliki kekuasaan yang tak terbatas, yang cenderung lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka, keluarga atau kelompoknya dan mengalahkan kepentingan rakyat kebanyakan. Dan akhirnya berujung pada munculnya &#8220;pemberontakan&#8221; yang digerakkan oleh golongan khawarij, syiah, dan zuhhad.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Seiring kepulangan santri Jawa yang telah selesai belajar di tanah suci, menjelang akhir abad delapan belas, berbagai thariqah telah tersebar luas di nusantara. Sepeninggal Nabi SAW, fitnah besar terjadi di separuh terakhir masa pemerintahan Al-Khulafaur Rasyidun, dan semakin menghebat pada masa daulah Bani Umayyah, di mana sistem pemerintahan telah mirip dengan kerajaan. Penguasa memiliki kekuasaan yang tak terbatas, yang cenderung lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka, keluarga atau kelompoknya dan mengalahkan kepentingan rakyat kebanyakan. Dan akhirnya berujung pada munculnya &#8220;pemberontakan&#8221; yang digerakkan oleh golongan khawarij, syiah, dan zuhhad.</p>
<p>Dua golongan pertama memberontak dengan motivasi politik: merebut kekuasaan dan jabatan. Sementara golongan terakhir melakukan &#8220;pemberontakan&#8221; untuk mengingatkan para penguasa agar kembali kepada ajaran agama dan kembali memakmurkan kehidupan rohani. Mereka berpendapat bahwa kehidupan rohani yang terjaga dan terpelihara dengan baik akan dapat memadamkan api fitnah, iri dengki dan dendam.</p>
<p>Fitnah yang muncul dari iri dan dengki yang lahir karena perasaan hubbud dunya wa karahiyatul maut (terlalu cinta pada kehidupan duniawi dan takut mati) itu pula yang belakangan mereka yakini telah menghancur leburkan Daulat Bani Umayyah dan Daulat Bani Abbasiyyah. Meski keduanya pernah termasyhur sebagai merupakan pemerintahan yang terbesar di dunia,dengan wilayah kekuasaan yang terbentang dari daratan Asia dan Afrika di bagian timur sampai daratan Spanyol Eropa di bagian barat.</p>
<p>Gerakan para Zuhhad pada mulanya merupakan kegiatan sebagian kaum muslimin yang semata- mata berusaha mengendalikan jiwa mereka dan menempuh cara hidup unuk mencapai ridlo Allah Swt, agar tidak terpengaruh dan terpedaya oleh tipuan dan godaan duniawi (materi). Lama kelamaan cara kehidupan rohani yang mereka tempuh berkembang menjadi alat unuk mencapai tujuan yang lebih murni, Bahkan lebih mendalam, yaitu mencapai hakekat ketuhanan dan ma&#8217;rifat (mengenal) kepada Allah yang sebenar-benarnya, melalui riyadhah (laku pihatin), mujahadah (perjuangan batin yang sungguh-sungguh), mukasyafah (tersingkapnya tabir antara dirinya dan Allah), musyahadah (penyaksian terhadap keberadaan Allah).</p>
<p>Dengan isilah lain, laku batin yang mereka tempuh dimulai dengan takhalli (mengosongkan hati dari sifat-sifat tercela), lalu tahalli (menghiasi hati dengan sifat yang terpuji), lalu tajalli (mendapatkan pencerahan dari Allah SWT). Tata caa kehidupan rohani tersebut kemudian tumbuh berkembang di kalangan masarakat muslim, yang akhirnya menjadi disiplin keilmuan tersendiri, yang dikenal dengan ilmu Tashawuf atau sufisme.</p>
<p>Bersamaan munculnya Tasawuf di akhir abad kedua hijriah, lahir juga istilah thariqah yang perlahan mulai menemukan bentuknya sebagai sebuah sistem dan metodologi yang terdiri dari sekumpulan aqidah, akhlak, dan seperangkat aturan terentu bagi kaum sufi. Thariqah Shufiyyah, metode kaum sufi, saat itu menjadi penyeimbang terhadap Thariqah Arbabil Aql wal fikr, metode penalaran kelompok orang yang menggunakan akal dan pikiran. Thariqah yang pertama lebih menekankan pada dzauq (rasa) sedangkan yang kedua lebih menekankan pada burhan (bukti nyata /empiris). Istilah thariqah juga digunakan untuk menyebut suatu pembimbingan pribadi dan perilaku yang dilakukan oleh seorang guru musyid kepada muridnya. Pengertian terakhir inilah yang lebih banyak difahami orang banyak ketika mendengar kata thariqah atau tarekat.</p>
<p>Pada perkembangan berikutnya, berkembang perbedaan metode laku batin yang diamalkan dan diajarkan para tokoh sufi kepada muridnya, yang disebabkan perbadaan pengalaman dan rasa antar masing-masing tokoh, meski tujuan akhir mereka semua tetap sama: menggapai ridha dan cinta Allah SWT. Perbedaan metode itulah yang akhirnya memunculkan aliran-aliran thariqah yang namanya diambil dari tokoh-tokoh sentral aliran tersebut, seperti Qadiriyah, Rifa&#8217;iyyah, Syadziliyyah, Dasuqiyyah/Barahamiyyah, Zainiyyah, Tijaniyyah, Naqsabandiyyah, Alawiyyah dan lain sebagainya.</p>
<p>Mursyid Thariqah</p>
<p>Mursyid adalah sebutan untuk seorang guru pembimbing thariqah yang telah memperoleh izin dan ijazah dari guru mursyid di atasnya, yang terus bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW sebagai Shahibuth Thariqah, untuk men-talqin-kan dzikir atau wirid thariqah kepada orang-orang yang datang meminta bimbingannya (murid). Dalam thariqah Tijaniyyah, sebutan untuk mursyid adalah muqaddam.</p>
<p>Mursyid mempunyai kedudukan yang penting dalam ilmu thariqah. Karena ia tidak saja pembimbing yang mengawasi murid-muridnya dalam kehidupan lahiriah sehari-hari agar tidak menyimpang dari ajaran Islam dan terjerumus dalam kemaksiatan, tetapi ia juga merupakan pemimpin kerohanian bagi para muridnya agar bisa wushul (terhubung) dengan Allah SWT. Karena ia merupakan washilah (perantara) antara si murid dengan Allah Swt. Demikian keyakinan yang terdapat dikalangan ahli thariqah.</p>
<p>Oleh karena itu, jabatan ini tidak boleh dipangku oleh sembarang orang, sekalipun pengetahuannya tentang ilmu thariqah cukup lengkap. Tetapi yang terpenting ia harus memiliki kebersihan rohani dan kehidupan batin yang tulus dan suci. Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdy, salah seorang tokoh Thariqah Naqsyabandiyah yang bermazhab Syafi&#8217;i, menyatakan, yang dinamakan Syaikh/Mursyid adalah orang yang sudah mencapai maqom Rijalul Kamal, seorang yang sudah sempurna suluk/lakunya dalam syari&#8217;at dan hakikat menurut Al Qur&#8217;an, sunnah dan ijma&#8217;. Hal yang demikian itu baru terjadi sesudah sempurna pengajarannya dari seorang mursyid yang mempunyai maqam (kedudukan) yang lebih tinggi darinya, yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah Muhammad SAW, yang bersumber dari Allah SWT dengan melakukan ikatan-ikatan janji dan wasiat (bai&#8217;at) dan memperoleh izin maupun ijazah untuk menyampaikan ajaran suluk dzikir itu kepada orang lain.</p>
<p>Seorang mursyid yang mu&#8217;tabar, diakui keabsahanya, itu tidak boleh diangkat dari seorang yang bodoh, yang hanya ingin menduduki jabatan itu karena nafsu. Mursyid merupakan penghubung antara para muridnya dengan Allah SWT, juga merupakan pintu yang harus dilalui oleh setiap muridnya untuk menuju kepada Allah SWT. Seorang syaikh/mursyid yang tidak mempunyai mursyid yang benar di atasnya, menurut Al-Kurdy, maka mursyidnya adalah syetan. Seseorang tidak boleh melakukan irsyad (bimbingan) dzikir kepada orang lain kecuali setelah memperoleh pengajaran yang sempurna dan mendapat izin atau ijazah dari guru mursyid di atasnya yang berhak dan mempunyai silsilah yang benar sampai kepada Rasulullah SAW.</p>
<p>Sementara Syaikh Abdul Qadir Jailani, sebagaimana dikutip oleh Syaikh Ja&#8217;far bin Abdul Karim Al-Barzanji, menetapkan syarat menjadi mursyid lebih luas lagi: memiliki keilmuan standar para ulama, kearifan para ahli hikmah, dan wawasan serta nalar politik seperti para politisi.</p>
<p>Pra syarat yang cukup berat ini menunjukkan bahwa selain membimbing dalam urusan agama, seorang mursyid juga menjadi penasehat bagi murid-muridnya dalam hampir seluruh aspek kehidupannya: politik, ekonomi, budaya, sosial dan pendidikan.</p>
<p>Di luar urusan pendidikan dan kapasitas personal, kalangan thariqah juga meyakini, bahwa terpilihnya seorang sufi menjadi guru mursyid adalah anugerah sekaligus ujian hidup yang luar biasa. Karena itu pemilihan seseorang mursyid bukan sekedar hasil pemikiran dan ijtihad dari gurunya, melainkan hasil petunjuk dari Allah Ta&#8217;ala dan Rasulullah, sebagai pemilik dan guru sejati ilmu thariqah. Karena pengangkatannya bersumber dari petunjuk atau isyarah yang diberikan Allah, kemursyidan seseorang sufi biasanya diketahui secara spiritual oleh mursyid-mursyid mu&#8217;tabar lain di thariqahnya.</p>
<p>Selain penjagaan otentisitas sanad kemursyidan melalui jalur spiritual, upaya penjagaan lahiriah juga diupayakan para guru mursyid dengan selalu menghadirkan empat orang saksi dalam prosesi pengangkatan seorang murid menjadi mursyid, dan belakangan dengan surat keterangan tertulis. Ini semua dalam rangka menghindari fitnah-fitnah atau pengakuan palsu mengenai kemursyidan seseorang, yang berpotensi merugikan umat Islam yang ingin mempelajari dan mengikuti thariqah shufiyyah.</p>
<p>Karena prosesnya yang diyakini murni bersumber dari petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW itu pula proses regenerasi kemursyidan tidak berjalan dengan mudah dan terus mengalir secara otomatis. Jika ada seorang ulama yang menjadi mursyid, tidak otomatis bisa diharapkan anaknya akan menggantikannya sebagai mursyid kelak sepeninggal sang ayah. Juga tidak dengan mudah diharapkan, jika ada seorang mursyid yang memiliki banyak murid maka akan dengan mudah mengangangkat banyak pengganti. Karena itu tak jarang, seorang mursyid yang sangat terkenal sampai wafatnya tidak mengangkat mursyid baru atau mursyid penggantinya, sehingga garis kemursyidannya pun terputus.</p>
<p>Selain Mursyid atau Muqaddam, yang berhak mengajarkan thariqah, menerima bai&#8217;at dan mengangkat mursyid baru, dalam tradisi thariqah –termasuk Syadziliyyah—di Indonesia juga dikenal sebutan Khalifah dan Badal Mursyid. Khalifah adalah seorang sufi yang mendapat ijazah untuk mengajarkan thariqah dan menerima pembai&#8217;atan, kepada umat Islam, tetapi tidak berhak mengangkat mursyid baru. Sedangkan Badal adalah seorang sufi, murid senior dari seorang mursyid, yang membantu proses pengajaran thariqah dan menerima pemba&#8217;aiatan atas nama dan dengan ijin mursyid. Jadi badal tidak berhak membuka pembai&#8217;atan dan pengajaran sendiri, secara mandiri. Ketika seorang guru mursyid wafat dan tidak mengangkat pengganti, maka demi keberlangsungan suluknya, para murid diharuskan melanjutkan pelajaran, bai&#8217;at dan suluknya kepada guru mursyid lain.</p>
<p>Sejarah thariqah di Indonesia diyakini sama tuanya dengan sejarah masuknya Islam ke nusantara itu sendiri. Proses islamisasi nusantara secara besar-besaran terjadi pada penghujung abad 14 atau awal abad 15, bersamaan dengan masa keemasan perkembangan tasawuf akhlaqi yang ditandai dengan munculnya aliran-aliran thariqah di Timur Tengah.</p>
<p>Fase itu sendiri telah dimulai sejak Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (wafat 1111 M) merumuskan konsep tasawuf moderat yang memadukan keseimbangan unsur akhlaq, syariat, dan filsafat. Konsep itu diterima secara terbuka oleh kaum fuqaha yang sebelumnya menentang habis-habisan ajaran tasawuf falsafi yang kontroversial.</p>
<p>Setelah Al-Ghazali sukses dengan konsep tasawuf moderatnya yang dianggap selaras dengan syariat, berturut-turut muncul tokoh-tokoh sufi yang mendirikan zawiyyah pengajaran tasawuf akhlaqi di berbagai tempat. Sebut saja Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (wafat 1166 M), yang ajaran tasawufnya menjadi dasar Thariqah Qadiriyyah. Ada juga Syaikh Najmudin Kubra (wafat 1221 M), sufi Asia Tengah pendiri Thariqah Kubrawiyyah! Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili (wafat 1258), pendiri Thariqah Syadziliyyah asal Maghribi, Afrika Utara! Ahmad Ar-Rifa&#8217;i (wafat 1320) yang mendirikan Thariqah Rifa&#8217;iyyah. Selain itu, awal abad keempat belas juga menjadi fase pertumbuhan Thariqah Naqsyabandiyyah yang didirikan oleh Syaikh Muhammad Bahauddin An-Naqsyabandi (wafat 1389) dan Thariqah Syathariyyah yang didirikan Syaikh Abdullah Asy-Syaththari (wafat 1428 M). Kedua thariqah tersebut belakangan menjadi yang thariqah besar yang memiliki banyak pengikut di tanah air.</p>
<p>Para sejarawan barat meyakini, Islam bercorak sufistik itulah yang membuat penduduk nusantara yang semula beragama Hindu dan Buddha menjadi sangat tertarik. Tradisi dua agama asal India yang kaya dengan dimensi metafisik dan spiritualitas itu dianggap lebih dekat dan lebih mudah beradaptasi dengan tradisi thariqah yang dibawa para wali. Sayangnya dokumen sejarah islam sebelum abad 17 cukup sulit dilacak. Meski begitu, beberapa catatan tradisional di keraton-keraton sedikit banyak bercerita tentang aktivitas thariqah di kalangan keluarga istana raja-raja muslim.</p>
<p>Salah satu referensi keterkaitan para wali dengan dunia thariqah adalah Serat Banten Rante-rante, sejarah Banten kuno. Dalam karya sastra yang ditulis di awal berdirinya kesultanan Banten itu disebutkan, pada fase belajarnya Sunan Gunung Jati pernah melakukan perjalanan ke tanah Suci dan berjumpa dengan Syaikh Najmuddin Kubra dan Syaikh Abu Hasan Asy- Syadzili. Dari kedua tokoh berlainan masa itu sang sunan konon memperoleh ijazah kemursyidan Thariqah Kubrawiyyah dan Syadziliyyah. Meski jika mengacu pada data kronologi sejarah tentu saja pertemuan fisik antara Sunan Gunung Jati yang hidup di abad 16 dengan Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili yang wafat di abad 13, apalagi dengan Syaikh Najmudin Kubra yang wafat pada tahun 1221 M, tidaklah mungkin.</p>
<p>Terlepas dari kebenaran cerita pertemuan Sunan Gunung Jati dengan dua pendiri thariqah dalam Serat Banten Rante-rante, pendiri Kesultanan Cirebon itu diyakini sebagai orang pertama yang membawa Thariqah Kubrawiyyah dan Syadziliyyah ke tanah Jawa. Thariqah lain yang masuk nusantara pada periode awal adalah Thariqah Qadiriyyah, Syaththariyyah dan Rifa&#8217;iyyah. Ketiga thariqah tersebut masuk ke Sumatra sepanjang abad 16 dan 17 secara susul menyusul.</p>
<p>Setelah era Syaikh Al-Qusyasyi dan Al-Kurani, pada abad 18, tokoh ulama sufi yang menjadi tujuan belajar utama santri Jawa adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Karim As-Sammani (wafat 1775 M), penjaga makam Rasulullah SAW, yang produktif menulis dan mengajarkan perpaduan ajaran thariqah Khalwatiyyah, Qadiriyyah, Naqsyabandiyyah dan Syadziliyyah. Sufi yang dikenal banyak memiliki karamah itu juga menyusun sebuah ratib dan mengajarkan metode berzikir baru yang belakangan dikenal sebagai wirid Thariqah Sammaniyyah.</p>
<p>Seiring kepulangan santri Jawa yang telah selesai belajar di tanah suci, menjelang akhir abad delapan belas, berbagai thariqah telah tersebar luas di nusantara. Setiap daerah memiliki kekhasan thariqahnya sendiri, sesuai yang dianut petinggi agama setempat. Beberapa daerah juga memiliki tradisi yang merupakan perpaduan dari berbagai thariqah terkenal.</p>
<p>Jejak Thariqah Qadiriyyah dan Rifa&#8217;iyyah, misalnya, bisa dikenali lewat kesenian debus yang tersebar mulai di berbagai kesultanan seperti Aceh, Kedah, Perak, Minangkabau, Banten, Cirebon, Maluku, dan Sulawesi Selatan. Bahkan kesenian yang mengedepankan aspek kesaktian itu juga dikenal di komunitas Melayu di Cape Town, Afrika Selatan, yang mungkin mendapatkannya dari Syaikh Yusuf Al-Makassari dan murid-muridnya.</p>
<p>Selain dua thariqah tersebut, debus juga dijadikan media penyebaran dan perjuangan Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN), tarekat baru yang didirikan oleh ulama sufi Makkah asal Kalimantan Barat, Syaikh Ahmad Khatib As-Sambasi (wafat 1878). Sufi besar itu mempunyai tiga orang khalifah (asisten, yang kelak bisa menggantikan sebagai guru utama), yakni Syaikh Abdul Karim Banten, Syaikh Tholhah Cirebon dan Syaikh Ahmad Hasbullah Madura (tinggal di Makkah).</p>
<p>Thariqah Alawiyyah sendiri diasas oleh Al Faqih Al Muqaddam Muhammad bin Ali Ba&#8217;alawi (574 H/1178M-653H/1255 M Tarim-Yaman) .Ada dua jalur keilmuan dan thariqah yang diambilnya. Pertama ia mengambilnya dari jejak leluhurnya yakni lewat ayah, kakek dan terus bersambung sampai Rasulullah SAW. Jalur yang kedua ia mengambil dari ulama sufi, yakni Syaikh Abu Madyan Syu&#8217;aib dimana sanad mata rantai keilmuannya juga akhirnya sambung sinambung sampai Rasulullah SAW. di Kemudian hari, keluarga Ba&#8217;alawi ini sebagian ada masuk ke wilayah Nusantara seiring gelombang penyebaran Islam ke bumi Nusantara. Apalagi saat itu, Nusantara menjadi objek kunjungan dagang, melalui Bandar Malaka.</p>
<p>Thariqah besar lain yang ikut mewarnai khazanah muslim nusantara adalah Thariqah Tijaniyyah yang didirikan oleh Syaikh Ahmad At-Tijani (1737 – 1815) Sufi dari Afrika Utara. Karena usianya yang masih muda, thariqah ini baru masuk Indonesia setelah tahun 1920an, melalui Jawa Barat. Pembawanya adalah Syaikh Ali bin Abdullah At-Thayyib Al-Azhari, ulama pengembara kelahiran Makkah.</p>
<p>Selain thariqah-thariqah yang sudah disebut di muka, ada lagi beberapa thariqah yang masuk ke nusantara di seputar abad 19-20. Seperti Nama Al-Idrisiyyah dinisbatkan kepada salah seorang Mursyid Al-Idrisiyyah yang bernama Syekh Ahmad bin Idris Ali Al-Masyisyi Al-Yamlakhi Al-Hasani. (1760 – 1837), salah seorang Mujaddid (Neo Sufisme) yang berasal dari Maroko (Maghribi). Idris, yang kepadanya dinisbatkan nama tarekat ini adalah nama ayah dari pendirinya. Syekh Ahmad bin Idris dikenal sebagai sosok Ulama yang berhasil memadukan dua aspek lahir (syari&#8217;at) dan batin (hakikat). Ia juga dikenal sebagai pembaharu dalam dunia tasawuf dari penyelewengan kaum kebatinan seperti tahayul, khurafat, dll.</p>
<p>Tarekat Sanusiyyah dibawa ke Indonesia oleh Asy-Syekh Al-Akbar Abdul Fattah tahun 1932. Dia menerimanya dari Syekh Ahmad Syarif As-Sanusi (1875-1933) di Jabal Qubais (Mekkah) dan berguru selama 4 tahun. Kemudian dengan beberapa alasan Asy-Syekh Al-Akbar Abdul Fattah mengganti nama tarekatnya menjadi Tarekat Idrisiyyah.Sejak masuknya ke Indonesia pada masa penjajahan, Tarekat ini sudah mengalami 4 kepemimpinan. Saat ini tampuk pimpinan tarekat dipegang oleh Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag. Dalam masa kepemimpinannya Al-Idrisiyyah telah berkembang hingga memiliki 50 Zawiyah yang tersebar pada 12 Propinsi di Indonesia.</p>
<p>Yang paling besar tentu saja Thariqah Naqsyabandiyyah Chalidiyyah (TNC), hasil pembaruan dari thariqah Naqsyabandiyyah yang dilakukan oleh Maulana Khalid Al-Mujaddid Al-Baghdadi. Thariqah ini, menurut berbagai sumber yang dikutip Martin Van Bruinessen, dalam buku Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, masuk nusantara untuk kali pertama melalui Syaikh Ismail Al-Minangkabawi, yang mengajar di Singapura, di abad 19. Melalui tokoh mendapat ijazah dari Syaikh Abdullah Barzanjani (khalifah Maula Khalid) itu TNK-pun menyebar ke Kerajaan Riau, Kerajaan Minang kemudian seluruh tanah air.</p>
<p>Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah semakin berkembang pesat di tanah air melalui jamaah haji sejak Syaikh Sulaiman Zuhdi, khalifah thariqah tersebut membuka zawiyyah di Jabal Abi Qubais, Makkah Al-Mukarramah. Untuk wilayah Jawa, misalnya, Syaikh Sulaiman menunjuk tiga khalifah: Syaikh Abdullah Kepatihan (Tegal), Syaikh Muhammad Ilyas Sokaraja (Banyumas), dan Syaikh Muhammad Hadi, Girikusumo (Salatiga).</p>
<p>Setidaknya ada 45 Thariqah NU yang berstandar, yakni Thariqah yang Mu&#8217;tabarah. Hanya mereka yang memenuhi standar saja yang diperkenankan masuk menjadi Banom NU dalam JATMAN, Jamiyyah Ahluth Thariqah Al Mu&#8217;tabarah Al Nahdliyyah.</p>
<p>Seperti apa standar Thariqah versi NU? KH Aziz Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar pernah melakukan penelitian tentang aliran Thariqah di Indonesia. Kesimpulan yang didapat! keberadaan Thariqah di tanah air ini ada sekitar ribuan. Jumlah itu dianggap wajar seiring dengan dinamika yang mengelilinginya.</p>
<p>Secara singkat, Kiai Aziz mengemukakan bahwa kriteria ke mu&#8217;tabaran sebuah Thariqah adalah dapat dilihat dari sanad para Mursyidnya yang muttashil sampai kepada Rasulullah SAW. Demikian pula yang tidak bisa ditawar adalah ajaran yang disampaikan harus berpedoman pada pakem NU! yakni dalam fiqh mengikuti salah satu imam empat. Dalam aqidah mengikuti Imam Asy&#8217;ari dan Maturidi.</p>
<p>Jika di andaikan sebuah rumah, maka Thariqat adalah pondasi paling bawah yang menjadi dasar bangunan besar Nahdlatul ulama. Kemudian pesantren, di lapis kedua, dari struktur bangunan organisasi kemasyarakatan NU. &#8220;Karena masuknya Islam ke bumi Nusantara, di awali dengan masuknya thariqat, jadi thariqat adalah peletak dasar bangunan NU. Kekuatan inilah yang menjadikan NU mengakar di tengah-tengah jama&#8217;ah dan jamiyyahnya,&#8221; demikian diungkapkan Ro&#8217;is A&#8217;am Jam&#8217;iyyah Ahli Thariqah Al-Mu&#8217;Tabarah An Nahdliyah, KH. Habib Luthfiy Ali bin Yahya.</p>
<p>Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa agama Islam di berbagai belahan dunia berkembang berkat jasa para ulama yang kemudian dikenal sebagai Wali Allah, seperti di India, Afrika Utara dan Afrika Selatan Bahkan di Indonesia. di Aceh terkenal dengan serambi Mekkah, suatu gelar yang diberikan untuk menggambarkan betapa pesatnya kemajuan Ilmu-ilmu Islam di daerah itu, seperti Syekh Nuruddin Ar Raniri, Syekh Abdurrauf Singkly, Syekh Syamsuddin Sumatrani, dan masih banyak lagi! sebagai orang-orang yang sangat berjasa dalam pengembangan Islam di sana. Demikian pula di Jawa, terkenal dengan Walisongonya sebagai ulama yang berjasa dalam pengembangan Islam. Dan masih banyak lagi yang dapat disebutkan hanya untuk menjelaskan bahwa ulama-ulama tasawuflah yang banyak jasa dan pengorbanannya dalam pengembangan Islam di dunia. Karena dimanapun tempat mereka berada, walaupun berbeda adat dan budaya maupun bahasa mereka berbaur dengan masyarakat dengan hati dan jiwa suci sehingga dengan mudahlah ajaran Allah dan Rasul-Nya difahami.</p>
<p>&#8220;Jadi sufisme atau dalam Islam diberi nama tasawuf, bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dengan Tuhan. Intisari sufisme, adalah kesadaran akan adanya komunikasi rohaniah antara manusia dengan Tuhan lewat jalan kontemplasi. Jalan kontemplasi tersebut, dalam dunia tasawuf dikenal dengan istilah tarekat,&#8221; urai habib yang memiliki puluhan juta jama&#8217;aah ini. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-berdoa-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi berdoa]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-berdoa-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi berdoa]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
