<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Rubuha &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/rubuha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jul 2024 00:42:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Rubuha &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Kadispertan Cilacap : Pembuatan Rubuha Masih Swadaya Masyarakat dan Petani</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-61446/kadispertan-cilacap-pembuatan-rubuha-masih-swadaya-masyarakat-dan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 00:42:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Rubuha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-61446/kadispertan-cilacap-pembuatan-rubuha-masih-swadaya-masyarakat-dan-petani</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Penerbitan berita mengenai Rubuha di Cilacap empat hari yang lalu di www.cilacap.info rupanya direaksi oleh sebagian masyarakat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penerbitan berita mengenai Rubuha di Cilacap empat hari yang lalu di www.cilacap.info rupanya direaksi oleh sebagian masyarakat.</p>
<p>Pasalnya pasca tayang artikel terkait keberadaan Rubuha (Rumah Burung Hatu) di Cilacap di situs ini, salah seorang warga asal Dusun Kedungwringin, Desa Tinggarjaya Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap mengajukan pertanyaan di LaporGub.</p>
<p>Mengetahui hal ini, lantas awak redaksi cilacap.info mencoba untuk menghubungi Kadispertan Cilacap dan menanyakan sebagaimana yang ditulis salah seorang warga Cilacap di LaporGub.</p>
<p>Yakni apakah ada bantuan agar bisa mendapatkan pengadaan bantuan Rumah Burung Hantu (Rubuha). Pasalnya para petani di wilayah Dusun Kedungwringin, Desa Tinggarjaya Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap tidak dapat membasmi secara total hama tikus meski telah dilakukan berbagai upaya.</p>
<p>Langkah yang sudah dilakukan oleh Masyarakat sekitar yaitu dengan mengundang kelompok pecinta senapan angin untuk membasmi hama tikus.</p>
<p>Dalam hal ini, sekitar ±300 ekor Tikus berhasil dilumpuhkan, namun sisa koloni Tikus masih tetap saja ada. Maka dari itu, adakah bantuan RUBUHA dari Dispertan Cilacap untuk Persawahan di Daerah tersebut?</p>
<p>&#8220;Pengadaan Rumah Burung Hantu sampai saat ini belum ada alokasi. Jadi semua masih swadaya masyarakat / petani. Pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 kemarin juga dilaksanakan secara Swadaya semua. Sehingga mendorong para petani untuk mandiri,&#8221; kata Ir Susilan selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap kepada Cilacap.info.</p>
<p>Susilan juga menilai, bahwa penggunaan senapan angin untuk membasmi hama Tikus, meski membantu akan tetapi dapat membahayakan.</p>
<p>&#8220;Membasmi tikus dengan menggunakan senapan angin meski membantu petani dalam mengatasi hama Tikus, akan tetapi sangat berbahaya, dan kami takutkan salah sasaran. Ketimbang menggunakan senapan angin, kita lebih merekomendasikan gropyokan dengan menggunakan belerang di empos,&#8221; tegas Susilan.</p>
<p>Adapun metode membasmi hama Tikus dengan belerang di empos, yakni dengan cara pengomporan dengan menggunakan belerang.</p>
<p>&#8220;Namun, stok belerang yang Dinas miliki sudah habis dan baru diusulkan lagi, semoga lekas dikabulkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dalam metode Belerang di Empos guna membasmi hama Tikus, adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>A. Alat dan bahan</strong>
<strong>1.Alat:</strong>
a.kompor/emposan tikus
b.tabung gas 3 kg
c.korek api
<strong>2.Bahan</strong>
a.Belerang/potongan kecil ban bekas
b.sekam padi/bekas gergajian kayu</p>
<p><strong>B.Langkah/Cara Kerja</strong>
1.Cari lubang aktif sarang tikus.
2.Taruh belerang/potongan ban bekas dicampur dg sekam padi/serbuk gergajian didepan lubang aktif tikus.
3.Empos dengan kompor tikus.
4.Jaga lubang embusan tikus yg lain, bila hama tikus keluar. Langsung digebuk
4.Tutup lubang embusan tikus yg lain dan lubang emposan dg tanah basah bila pengemposan satu lubang tikus selesai.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/17/Babinsa-Koramil-Kroya-dan-Petani-Gropyokan-basmi-hama-Tikus.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Babinsa Koramil Kroya dan Petani Gropyokan basmi hama Tikus]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/17/Babinsa-Koramil-Kroya-dan-Petani-Gropyokan-basmi-hama-Tikus-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Babinsa Koramil Kroya dan Petani Gropyokan basmi hama Tikus]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kadispertan Cilacap: 133 Rubuha Baru di Cilacap Terpasang untuk Atasi Hama Tikus</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-61290/kadispertan-cilacap-133-rubuha-baru-di-cilacap-terpasang-untuk-atasi-hama-tikus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 09:03:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Rubuha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-61290/kadispertan-cilacap-133-rubuha-baru-di-cilacap-terpasang-untuk-atasi-hama-tikus</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Tikus sawah atau Ratus agentiventer merupakan hama yang sangat menakutkan bagi para petani. Hewan pengerat ini mematahkan semangat dan harapan para petani untuk memanen padinya, karena dapat menurunkan tingkat produksi padi 40 &#8211; 70 persen. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tikus sawah atau Ratus agentiventer merupakan hama yang sangat menakutkan bagi para petani. Hewan pengerat ini mematahkan semangat dan harapan para petani untuk memanen padinya, karena dapat menurunkan tingkat produksi padi 40 &#8211; 70 persen. </p>
<p>Bahkan &#8216;kenakalan tikus&#8217; berimbas mengancam negara ini pada kelangkaan pangan nasional. </p>
<p>Maka tindakan preventif sebagai upaya pengendalian hama tikus sawah menjadi perhatian khusus dengan bantuan burung hantu (Tyto Alba) sebagai predator alami hama tikus sawah. </p>
<p>Tyto Alba jenis Serak Jawa yang dikenal juga dengan nama Burung Hantu Barn adalah hewan nocturnal yang sangat setia dengan pasangan serta tempat tinggalnya. </p>
<p>Burung Hantu ini pun tak bisa bisa membuat sarang sendiri, mereka bersarang di lubang-lubang pohon besar atau di rumah-rumah kosong yang jauh dari lokasi persawahan.</p>
<p>Agar mereka dapat bersarang di dekat persawahan, maka dibuatkanlah sarang sederhana dari bambu dan kotak kayu bekas di tengah persawahan, yang dikenal dengan nama RUBUHA (Rumah Burung Hantu).</p>
<p>Maka Fungsi utama Rubuha yaitu supaya ada upaya konservasi burung hantu sehingga melalui rumah yang disediakan itu ada proses perkembangbiakan. Anakan burung hantu bisa dikembangbiakan dan burung hantu (Tyto Alba) populasinya terjaga.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian (Kadispertan) Kabupaten Cilacap Susilan menyampaikan sejumlah 133 bangunan baru Rumah Burung Hantu (Rubuha) terpasang secara massal pada Sabtu, (13/07/2024)</p>
<p>&#8220;Rubuha dimulai bangun sejak tahun 2015. Sejak bangunan awal (Exsisting) sejumlah 709 Rubuha telah berdiri. Maka jika ditambahkan dengan Rubuha yang baru 133 maka sejumlah 842 Rubuha ada di Kabupaten Cilacap dan itu tersebar di 24 Kecamatan.&#8221; terangnya saat dikonfirmasi Cilacap.Info Sabtu, (13/07/2024)</p>
<p>Secara rinci disampaikan bahwa pertama dari bantuan Dispertan Propinsi Jateng pada 2015, lalu 2017 ada bantuan dari APBD yang sekarang pada rusak tiang, masih rencana dibuat lagi rubuhannya.</p>
<p>&#8220;Adapun yang rusak sebanyak 264 Rubuha, sementara yang dalam kondisi baik 578 Rubuha.&#8221;
Menurutnya Agar Rubuha kuat dan tidak mudah roboh, tiang harus terbuat dari Besi besar dan pondasi cor beton sehingga tidak mudah roboh di tanah persawahan yang lembek.</p>
<p>Lebih lanjut Kadispertan Cilacap Susilan Bin Danoeri Eka D yang juga Demisioner Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Cilacap masa khidmat 2018-2024 mengungkapkan kondisi tersebut masih sangat jauh dari ideal di banding dengan luasnya areal sawah di Kabupaten Cilacap yang mencapai 66 ribu Ha lebih.</p>
<p>Dia menambahkan bahwa membuatkan sarang sang predator tikus sawah seperti Rumah Burung Hantu (Rubuha) ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bagaimana membuat Rubuha yang efektif dan mau ditempati.</p>
<p>Tiang harus terbuat dari beton dengan pondasi cakar ayam sehingga tidak mudah roboh di tanah persawahan yang lembek. Tingginya 4 meter dari permukaan tanah untuk memudahkan Serak Jawa mengintai dan membawa pulang hasil buruannya dengan mudah.</p>
<p>Tyto Alba adalah satwa malam yang istirahat pada siang hari. Kandangnya pun dibuat dari kayu dilapisi kawat streaming kemudian dilapisi semen, agar tidak panas di siang hari.</p>
<p>Pintu masuknya pun harus menghadap ke utara atau selatan, sehingga menghalangi sinar matahari masuk. Satwa ini tidak senang kena sinar matahari.</p>
<p>&#8220;Agar terhindar dari gangguan manusia dan kebisingan, penempatan Rubuha juga harus strategis di tengah sawah dengan jarak antara satu dengan yang lainnya antara 50-75 meter sehingga daerah teritorial perburuannya terbagi rata,&#8221; katanya.</p>
<p>Di Desa Maos Kidul, ada 70 Rubuha menjadi sarang bagi 140 ekor Serak Jawa guna mengamankan teritorial persawahan dari serangan gerombolan tikus.</p>
<p>Seekor Serak jawa mampu mengawal lebih kurang 3 hektare sawah, ini berarti kurang lebih 300 hektare sawah dapat terbebas dari serangan tikus.</p>
<p>Setelah dua kali musim panen, Desa Maos Kidul merupakan merupakan desa yang mempunyai produktivitas padi tertinggi di Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Terakhir dia berharap dengan banyaknya populasi burung hantu (tyto alba) populasi tikus bisa dikendalikan dan burung hantu bisa jadi sahabat petani yang baik </p>
<p>&#8220;Tyto Alba tidak untuk diburu apalagi dikerdilkan biarkan hidup si Tyto Alba dengan nyaman. Maka produksi padi bisa melimpah.&#8221; terangnya.</p>
<p>Persawahnnya aman dari serangan hama tikus. Tentu saja salah satu penyebabnya adalah  adanya Rubuha dalam jumlah yang ideal di areal persawahan tersebut. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/13/ilustrasi-Rubuha.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi Rubuha]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/13/ilustrasi-Rubuha-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi Rubuha]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Rubuha Upaya Preventif Penanggulangan Bencana Kelangkaan Pangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-61287/rubuha-upaya-preventif-penanggulangan-bencana-kelangkaan-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 06:16:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Rubuha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-61287/rubuha-upaya-preventif-penanggulangan-bencana-kelangkaan-pangan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Tikus menjadi salah satu musuh petani padi yang sangat merugikan hasil pangan, karena dapat mengurangi hasil produksi padi hingga mencapai 70 % kerusakannya. Maka rubuha sebagai upaya preventif penanggulangan bencana kelangkaan pangan tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tikus menjadi salah satu musuh petani padi yang sangat merugikan hasil pangan, karena dapat mengurangi hasil produksi padi hingga mencapai 70 % kerusakannya. Maka rubuha sebagai upaya preventif penanggulangan bencana kelangkaan pangan tersebut.</p>
<p>Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Dr. Ir. Suwandi, M.Si saat memberikan arahan terkait dengan jalannya kegiatan GERMAS RUBUHA (Gerakan Massal Pembuatan Rumah Burung Hantu) yang dihelat oleh Kementan secara daring melalui zoomiting pada Sabtu, (13/07/2024).</p>
<p>&#8220;Posisi saya kini di pasuruan sudah disampaikan kepala dinas tadi bahwa agenda penting hari ini adalah rubuha. Alhamdulillah petani disini sudah sadar terkait penggunaan rubuha mulai 2012 silam.&#8221; katanya</p>
<p>Dia menyampaikan bahwa Sabtu ini serentak seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua memasang rubuha. </p>
<p>&#8220;Hal ini dilaksanakan utamanya untuk mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) RI terkait percepatan Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Luas Tambah Tanam (LTT) menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi darurat pangan.&#8221;</p>
<p>Dikatakan Kementan terus mendorong peningkatan produksi padi guna menjamin kelangsungan pasokan beras serta mengantisipasi darurat pangan. </p>
<p>&#8220;Selain meningkatkan produksi tanaman pangan dan meningkatkan pendapatan petani, tujuan dari program ini juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Dan penting adalah merubah perilaku untuk menjaga kelestarian alam.&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut dia menyampaikan kepada Kepala Dinas, Kepala Desa, dan PPL untuk melakukan edukasi guna menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sawah. </p>
<p>&#8220;Pertama adalah mensosialisasikan tidak boleh memburu burung hantu, dan kedua adalah larangan penggunaan listrik sebagai perangkap tikus.&#8221; Tegasnya.</p>
<p>Terkait dengan Rumah Burung Hantu, pada kesempatan itu salah satu petani Pasuruan bernama Rosyid memberikan testimoni.</p>
<p>&#8220;Berawal dari gagal panen, mulai dari 2012 petani mendirikan rubuha yang awalnya hanya 3. Setelah diamati ternyata efektif sehingga pada 2017 dilakukan pembangunan dan sekarang jumlahnya ada 23 rubuha. Hasilnya memang bagus sehingga sampai sekarang petani bisa merasakan dan menikmati hasil panen&#8221;. ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Wanareja Triyugo Istianto mengapresiasi giat Germas Rubuha Kementan menurutnya sebagai upaya preventif untuk mengendalikan hama tikus </p>
<p>&#8220;Tindakan ini merupakan upaya Preventif yakni dengan cara menyediakan rumah burung hantu (Rubuha) Tyto Alba sebagai musuh alami hama tikus.&#8221; tegasnya</p>
<p>Menurutnya kegiatan pengendalian selama ini diketahui belum sistematis dan terorganisir maupun terkoordinasi dengan baik, dan tidak berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan kedepan kelompok tani maupun masyarakat petani bisa memanfaatkan secara optimal untuk mengorganisasi tindakan pengendalian, idealnya setiap 5 Ha Sawah ada 1 Rubuha. Maka pembuatan Rubuha ini memudahkan burung hantu berburu tikus di sawah.&#8221; ungkapnya disela-sela pemasangan Rubuha di area persawahan Desa Sidamulya, Wanareja, Cilacap. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/13/Gerakan-Massal-Pembuatan-Rumah-Burung-Hantu-guna-Penanggulangan-Bencana-Kelangkaan-Pangan-Nasional.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Gerakan Massal Pembuatan Rumah Burung Hantu guna Penanggulangan Bencana Kelangkaan Pangan Nasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/13/Gerakan-Massal-Pembuatan-Rumah-Burung-Hantu-guna-Penanggulangan-Bencana-Kelangkaan-Pangan-Nasional-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Gerakan Massal Pembuatan Rumah Burung Hantu guna Penanggulangan Bencana Kelangkaan Pangan Nasional]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
