<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Pesantren &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/pesantren/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2025 13:06:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Pesantren &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Perjalanan Spiritualitas di Tempat Belajar Al-Madani</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84161/perjalanan-spiritualitas-di-tempat-belajar-al-madani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 13:06:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84161/perjalanan-spiritualitas-di-tempat-belajar-al-madani</guid>

					<description><![CDATA[Pondok Pesantren Al-Madani telah menjadi tempat yang unik bagi sejumlah santri dalam menjalani pengalaman spiritual yang intens. Dengan lingkungan yang positif dan suasana yang nyaman, pondok ini menyediakan ruang bagi santri untuk menyelami dan mengerti ajaran agama secara lebih serius dan mengajarkan mereka. Di sini, setiap diisi dengan kegiatan pendidikan yang teratur, mulai dari membaca Al-Quran hingga diskusi tentang beragam aspek ilmu agama.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://ponpesalmadani.com/">Pondok Pesantren Al-Madani</a> telah menjadi tempat yang unik bagi sejumlah santri dalam menjalani pengalaman spiritual yang intens. Dengan lingkungan yang positif dan suasana yang nyaman, pondok ini menyediakan ruang bagi santri untuk menyelami dan mengerti ajaran agama secara lebih serius dan mengajarkan mereka. Di sini, setiap diisi dengan kegiatan pendidikan yang teratur, mulai dari membaca Al-Quran hingga diskusi tentang beragam aspek ilmu agama.</p>
<p>Masyarakat di pesantren tersebut juga sangatlah mendukung proses spiritual masing-masing santri. Interaksi antara sesama santri dan pembimbing pesantren menghasilkan rasa solidaritas yang kental. Hal ini membantu para santri untuk saling mendukung dalam menghadapi tantangan spiritual mereka dan memperkuat iman. Di Pesantren Al-Madani, setiap pengalaman yang dilalui bukan hanya menjadi bagian dari jalur belajar, tetapi juga merupakan langkah penting dalam perjalanan menuju kedewasaan spiritual.</p>
<h3 id="mengenalmemahamimengetahui-pesantren-al-madani">Mengetahui Pesantren Al-Madani</h3>
<p>Pesantren Al-Madani adalah salah satu pondok pesantren yang sangat terkemuka di Indonesia. Terletak di lingkungan bernuansa asri, lokasi ini merupakan pilihan beberapa orang tua untuk mengajar anak-anak putra-putri dalam nilai-nilai agama dan moral. Dengan kurikulum yang berfokus pada pendidikan Islam, pesantren ini menawarkan pelajaran bervariasi komprehensif mulai dari Al-Quran, hadis, sampai ilmu fiqih yang mendalam.</p>
<p>Di Pesantren Al-Madani, para santri dilatih untuk tidak hanya sekadar menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkan moral dan karakter yang baik. Sebagai bagian dari proses pendidikan, aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah, pengajian, dan perdebatan keagamaan adalah rutinitas harian. Hal ini membantu santri untuk meningkatkan iman dan mengembangkan kualitas spiritual mereka dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Komunitas di pesantren ini sangat mendukung atmosfer pembelajaran yang kondusif. Dengan keberadaan hubungan yang antara santri, pengasuh, dan pengajar, setiap individu merasa diterima dan dihargai. Pesantren Al-Madani berkomitmen untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cepat cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat, siap menjadi pribadi yang bagi masyarakat.</p>
<h3 id="kegiatan-spiritualkeagamaan-di-pesantrenpondok-pesantren-al-madani">Kegiatan spiritual di Pesantren Al-Madani</h3>
<p>Kegiatan keagamaan di Pesantren Al-Madani menjadi salah satu aspek penting dalam membentuk karakter dan kepribadian santri. Setiap hari, santri menjalani kegiatan ibadah yang terstruktur, yang diawali dengan shalat lima waktu berjamaah hingga pengajian al-Qur&#8217;an. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antar santri. Dalam suasana yang penuh bimbingan, santri diundang untuk menyelami ilmu Islam dari segi mendalam dan aplikatif.</p>
<p>Selain ibadah pokok, Pesantren Al-Madani juga mengadakan kegiatan spiritual tambahan seperti tadarus, dzikir, dan forum ilmu. Kegiatan-kegiatan tersebut diadakan setiap pekannya melibatkan semua santri dan pengarahan pesantren. Tadarus al-Qur&#8217;an menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu, di mana santri bisa saling mendengarkan dan menyempurnakan bacaan mereka sendiri. Forum ilmu menghadirkan berbagai narasumber yang menyampaikan wawasan baru serta pemahaman yang lebih dalam tentang Islam.</p>
<p>Pentingnya kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Al-Madani juga nampak dari upaya para pengasuh untuk menanamkan nilai-nilai yang baik pada santri. Program-program seperti khalaqah dan renungan spiritual disusun untuk membantu santri introspeksi diri dan memperbaiki hubungan mereka dengan Tuhan. Kegiatan ini menawarkan peluang bagi santri untuk berpikir dan berkomitmen pada peningkatan diri, sehingga pengalaman spiritual yang diperoleh di pesantren menjadi landasan kuat dalam menghadapi kehidupan sehari-hari mereka.</p>
<h3 id="dampakpengaruh-pengalamanpenghayatan-spiritualrohani">Dampak Pengalaman Spiritual</h3>
<p>Pengalaman spiritual yang diperoleh di pesantren Al-Madani memberikan dampak efek yang signifikan bagi santri. Sejumlah santri merasakan kedamaian dan ketenangan jiwa usai melalui berbagai kegiatan berfokus pada memfokuskan pada penguatan spiritual. Tahapan pembelajaran yang terkait dengan pemahaman nilai-nilai agama membuat mereka lebih akrab dengan Tuhan, yang membangkitkan rasa syukur serta ketenangan di diri mereka.</p>
<p>Selain itu, pondok pesantren Al-Madani pun melatih santri agar lebih lagi disiplin serta teratur dalam pelaksanaan aktivitas sehari-hari. Melalui rutinitas ibadah dan kajian, santri belajar agar memprioritaskan waktu dan mengatur hidup dengan lebih yang baik. Disiplin ini tak hanya berdampak pada aspek rohani, namun juga menghasilkan dampak positif pada studi serta kehidupan sosial mereka.</p>
<p>Dampak lainnya adalah terbentuknya karakter yang kuat di kalangan santri. Kesadaran terhadap tanggung jawab dan kepedulian pada sesama berkembang seiring dalam progres spiritual yang mereka rasakan. Hal ini menciptakan individu yang tidak hanya paham mengenai pengetahuan agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, menjadikan mereka sebagai agen perubahan berhasil positif di dalam lingkungan sekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/18/1000620322.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ponpes Al-Madani]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/18/1000620322-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ponpes Al-Madani]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>37 Santri Ponpes Modern Darul Ulum Cilacap menjadi Duta Dai Ramadhan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-52425/37-santri-ponpes-modern-darul-ulum-cilacap-menjadi-duta-dai-ramadhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Mar 2023 21:02:39 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[DAI]]></category>
		<category><![CDATA[Mubaligh]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-52425/37-santri-ponpes-modern-darul-ulum-cilacap-menjadi-duta-dai-ramadhan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Mudir Pondok Pesantren Modern MBS Darul Ulum Majenang, Cilacap melepas 37 santri yang akan menjadi duta dai Ramadan di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas, Selasa (28/03/2023).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Mudir Pondok Pesantren Modern MBS Darul Ulum Majenang, Cilacap melepas 37 santri yang akan menjadi duta dai Ramadan di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas, Selasa (28/03/2023).</p>
<p>Wadir Ma’had mengatakan bahwa Program Duta Dai Ramadhan adalah salah satu program tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern (Muhammadiyah Boarding School) Darul Ulum Majenang Cilacap.</p>
<p>Jasmadi, S.Pd.I. Mengatakan bahwa Program ini merupakan wujud pengabdian santri kepada masyarakat dan persyarikatan.</p>
<p>Adapun pada tahun 1444 H/2023 M, MBS Darul Ulum Majenang Cilacap mendelegasikan sebanyak 37 santri putra dan santri putri.</p>
<p>Mereka akan berdakwah selama bulan Ramadhan sejak tanggal 28 Maret s/d 11 April 2023 di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>&#8220;Di Kabupaten Cilacap, para santri akan membantu pergerakan dakwah di PCM Majenang, PCM Cipari, PCM Caruy, PCM Sidareja, PCM Cimanggu, PCM Kedungreja, PCM Gandrungmangu, dan PCM Kroya. Sedangkan di Kabupaten Banyumas, mereka akan berdakwah di PCM Lumbir,&#8221; Ungkap Mahasiswa Magister PAI Universitas Muhammadiyah Purwokerto.</p>
<p>Sementara itu, Kiai Aly Syahbana, SE, MM berpesan kepada para santri yang akan menjadi duta dai atau Mubaligh Hijrah Ramadhan bahwa mereka adalah para santri pilihan melalui tahapan seleksi yang ketat.</p>
<p>&#8220;Kalian adalah santri pilihan yang telah dipilih melalui seleksi yang begitu ketat untuk menjalanan tugas mulia ini,&#8221; Ucap Kiai Aly Syahbana, SE, MM.</p>
<p>Beliau menambahkan bahwa ada 5 tugas penting yang harus diingat oleh para Dai ini:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, jagalah nama baik Pesantren dengan selalu mengedepankan sopan santun dalam berucap dan bertingkah laku.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jadikan tempat tugas mulia kalian sebagai wadah menempa diri dan melatih kedewasaan dalam mengasah pikir, mengolah rasa, menyambung silaturrahmi dan melatih kesabaran dengan ketekunan, dan kehati-hatian.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, tugas mulia ini adalah kawah yang akan menggodok kedewasaan kalian dalam berpikir dan bertindak, maka gunakan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, terus berbuat baik dengan menampilkan wajah dan sikap santri yang peka terhadap dunia sekitarnya.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, &#8220;jangan mudah putus asa, tapi teruskan tunjukan contoh-contoh yang baik dalam berucap, dan bertindak sebagai perlambang santri teladan pembawa risalah Islam yang mulia,&#8221; Tegas Mudir MBS Darul Ulum Majenang Cilacap.</p>
<p>Pelapasan 37 santri MBS Darul Ulum Majenang yang menjadi duta dai dalam Program Pekan Dakwah yang akan bertindak sebagai mubaligh hijrah selama 15 hari, mulai 28 Maret-11 April 2023 tersebut dilakukan oleh Mudir, Kiai Aly Syahbana, SE, MM di halaman pesantren.</p>
<p>Hadir dalam acara pelepasan tersebut, Wadir Kema’hadan sekaligus Kepala MA (Ustadz Jasmadi, S.Pd.I), Wadir Tarbiyah (Ustadz Haryono, M.Pd), Kepala MTs (Ustadz Drs.Bambang Yuntono) dan seluruh dewan asatidz serta ratusan santri MBS Darul Ulum Majenang, Cilacap, terang Ustadz Haryono, M.Pd selaku Wadir Tarbiyah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/03/28/Pelapasan-37-Santri-MBS-Darul-Ulum-Majenang-oleh-Mudir.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pelapasan 37 Santri MBS Darul Ulum Majenang oleh Mudir]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/03/28/Pelapasan-37-Santri-MBS-Darul-Ulum-Majenang-oleh-Mudir-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pelapasan 37 Santri MBS Darul Ulum Majenang oleh Mudir]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ramadhan ini, Pontren Modern MBS Zam-Zam terjunkan 210 Dai di Banyumas</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-52380/ramadhan-ini-pontren-modern-mbs-zam-zam-terjunkan-210-dai-di-banyumas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 17:47:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Mubaligh]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-52380/ramadhan-ini-pontren-modern-mbs-zam-zam-terjunkan-210-dai-di-banyumas</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Siaran Pers, Senin, 27 Maret 2023, Mudir sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Modern MBS Zam-zam Cilongok, Banyumas melepas 210 santri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUMAS</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Siaran Pers, Senin, 27 Maret 2023, Mudir sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Modern MBS Zam-zam Cilongok, Banyumas melepas 210 santri.</p>
<p>Pelepasan ratusan santri ini akan menjadi duta dai Ramadhan di 22 titik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kabupaten Banyumas.</p>
<p>Adapun acara serah terima berlangsung hikmat di Masjid Baitul Matien Cilongok, pada Sabtu (25/03/2023) kemarin.</p>
<p>Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok atau yang biasa dikenal MBS Zam-Zam mengirimkan sebanyak 210 santri sebagai duta dalam kegiatan Pekan Dakwah Tahun 2023.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 210 santri ini akan ditempatkan di 22 (dua puluh dua) titik Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah (PRM dan PRA) yang tersebar di delapan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Banyumas selama dua pekan. Yakni mulai tanggal 25 Maret-8 April 2023 mendatang,&#8221; Ungkap Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd selaku Mudir.</p>
<p>&#8220;Program Pekan Dakwah ini merupakan penjabaran dari visi misi pesantren yang salah satunya adalah menyiapkan kader persyarikatan, kader bangsa dan negara, termasuk di antaranya dengan melakukan pembelajaran langsung di masyarakat melalui kegiatan Pekan dakwah,&#8221; ujar Mudir.</p>
<p>Mudir berharap, dengan dikirimnya kurang lebih 210 santri ini, dapat menjadikan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ditempati para santri tersebut menjadi semakin maju dan berkembang setelah anak-anak kembali ke pondok.</p>
<p>210 santri yang menjadi duta pekan dakwah ramadhan merupakan para santri pilihan yang telah dibekali bukan hanya untuk menjadi imam dan khatib/penceramah saja.</p>
<p>Akan tetapi juga menjadi penggerak dan motivator untuk menghidupkan ranting yang barangkali kondisinya kurang semangat atau sebelumnya tidak ada amal usaha dalam bentuk TPQ/ TPA atau yang lain, kemudian itu dapat diwujudkan.</p>
<p>&#8220;Ini sangat penting, Mengingat di Muhammadiyah terjadi krisis atau kekurangan kader, baik dai, muballigh atau ustadz yang memiliki kapasitas memadai. Hal itu disampaikan sebagai harapan sekaligus wujud i’tikad kuat untuk terwujudnya cita-cita besar, mengingat kondisi di lapangan banyak AUM seperti Masjid ternyata dimakmurkan bukan oleh kadernya sendiri. Hal itu merupakan krisis yang memprihatinkan dan harus diselesaikan segera agar tidak ada lagi masalah di kemudian hari,&#8221; Ujar Alumni Magister PAI UMP ini.</p>
<p>Mudir juga menegaskan bahwa kegiatan Pekan Dakwah tahun 2023 yang dilaksanakan MBS Zam-Zam selama dua pekan ini nantinya akan ditutup dengan ifthor jama’i, bekerja sama dengan Kantor Layanan Lazismu MBS Zam-Zam, dengan menyediakan nasi kotak sebanyak 5000 buah yang akan dibagikan juga dengan kegiatan lain dengan masyarakat di sekitar MBS Zam-Zam di wilayah Cilongok.</p>
<p>Hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Ketua Badan Pembina MBS Zam-Zam sekaligus Ketua PC Muhammadiyah, Bapak H. Casiwan HS., Wakil Ketua PDM, Drs. H. Agus Miftah, serta segenap jajaran Pimpinan MBS Zam-Zam, Kepala SMA dan SMP MBS Zam-Zam serta PR Muhammadiyah dan Aisyiyah dari delapan PCM se Banyumas (Tarqum Aziz).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/03/26/Pelepasan-210-santri-MBS-Zam-zam-sebagai-Duta-Dai-Ramadhan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pelepasan 210 santri MBS Zam zam sebagai Duta Dai Ramadhan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/03/26/Pelepasan-210-santri-MBS-Zam-zam-sebagai-Duta-Dai-Ramadhan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pelepasan 210 santri MBS Zam zam sebagai Duta Dai Ramadhan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pesantren Modern MBS Bumiayu terus bersinergi dengan Pemerintah</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51785/pj-bupati-brebes-berharap-pesantren-modern-mbs-bumiayu-terus-bersinergi-dengan-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2023 09:38:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51785/pj-bupati-brebes-berharap-pesantren-modern-mbs-bumiayu-terus-bersinergi-dengan-pemerintah</guid>

					<description><![CDATA[BREBES,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pimpinan Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu melakukan audiensi dengan PJ. Bupati Brebes H. Urip Syihabudin, S.H., M.H di ruang kerja bupati yang didampingi Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Brebes, Caridah, M.Pd, Rabu (22/02/2023).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pimpinan Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu melakukan audiensi dengan PJ. Bupati Brebes H. Urip Syihabudin, S.H., M.H di ruang kerja bupati yang didampingi Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Brebes, Caridah, M.Pd, Rabu (22/02/2023).</p>
<p>Kehadiran Rombongan Pimpinan Pesantren Modern MBS Bumiayu yang terdiri dari H.Kusen dan Masrukhi, BE (Ketua dan Sekretaris PRM Bumiayu), H. Abdul Karim Naqib (Penggagas dan Perintis MBS), M.Faqih Maftuh, S.Ag, M.Pd dan Suedi, S.Ag., S.Kom, M.Pd (Wakil Ketua dan Sekretaris BPP MBS), Kiai Sutriyono, S.Ag (Mudir MBS) dan Is Abdurrahman (Sekretaris Mudir) disambut ramah oleh Pj.Bupati, H. Urip Syihabudin, S.H., M.H dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Brebes, Caridah, M.Pd, ungkap Masrukhi, BE selaku Sekretaris PRM Bumiayu.</p>
<p>Mudir MBS Bumiayu melaporkan kepada Pj. Bupati dan Kadin Dikpora Brebes bahwa MBS Bumiayu kini telah memasuki usia yang ke delapan.</p>
<p>Adapun jenjang pendidikan yang dikelola adalah SMP dan SMA yang kini telah memiliki sebanyak 417 santri putra dan putri, ungkap Kiai Sutriyono, S.Ag.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Badan Pembina Pesantren (BPP) MBS Bumiayu menyampaikan bahwa MBS Bumiayu selalu siap bersinergi untuk membangun SDM unggul religius.</p>
<p>Khususnya bagi para santri sebagai seorang pelajar yang digadang akan menjadi calon pemimpin-pemimpin di masa depan yang tangguh, cerdas, unggul, cerdas dan mumpuni.</p>
<p>Sehingga akan mampu menjadi kader bangsa, umat dan agama yang produktif dan siap berkompetisi di era digital seperti sekarang ini, ungkap Ustadz M.Faqih Maftuh, S.Ag, M.Pd.</p>
<p>&#8220;Kami berharap Bapak Bupati dan Ibu Kadin dapat hadir pada acara Tabligh Akbar dalam rangka Milad MBS Bumiayu yang ke 8. Pesantren Modern MBS Bumiayu yang sekarang berusaha keras membangun asrama dan ruang kelas di Dusun Keramat, Bumiayu seluas 11,7 ribu m2 guna mewadahi santri putra semoga dapat segera terealisasi,&#8221; ungkap Ustadz Suedi, S.Ag, M.Pd selaku Sekretaris BPP MBS Bumiayu. </p>
<p>Pj. Bupati Brebes, H. Urip Syihabudin, S.H., M.H sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kiprah dan peran serta Pesantren Modern MBS Bumiayu yang telah turut serta dan andil yang sangat luar biasa dalam pengelolaan pendidikan di Kabupaten Brebes, ucapnya.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili pemerintah Kabupaten Brebes akan berusaha hadir pada acara yang akan digelar oleh pihak Pesantren Modern MBS Bumiayu. Semoga PPM MBS Bumiayu semakin tumbuh subur dan berkembang cepat, sehingga kiprah dan eksistensinya dalam dunia pendidikan dapat mempercepat IPM Brebes yang masih rendah dan Sebagai basis pendidikan yang bergelut dalam dunia pesantren, tentunya MBS Bumiayu dapat menjadi salah satu media ampuh untuk turut melakukan peningkatan SDM Unggul yang regius dengan iringan sikap yang sopan santun,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Acara audensi dilaksanakan secara santai penuh keakraban tersebut akhirnya ditutup dengan photo bersama antara PJ. Bupati, Kadin Dikpora dan para Pimpinan MBS Bumiayu (Tarqum Aziz).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/23/IMG-20230223-WA0001.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Audiensi dengan PJ. Bupati Brebes di Ruang Kerja Bupati]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/23/IMG-20230223-WA0001-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Audiensi dengan PJ. Bupati Brebes di Ruang Kerja Bupati]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pelantikan Pengurus Qobilah KH Mudzakir Bumiayu</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51587/pelantikan-pengurus-qobilah-kh-mudzakir-bumiayu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 22:55:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiayu]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51587/pelantikan-pengurus-qobilah-kh-mudzakir-bumiayu</guid>

					<description><![CDATA[BREBES,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu, Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd resmi melantik pengurus Gerakan kepanduan Hizbul Wathon (HW) Qobilah KH. Mudzakir Pondok Pesantren Modern MBS Bumiayu, Brebes Periode 2023/2024, Sabtu (11/2/2023).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu, Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd resmi melantik pengurus Gerakan kepanduan Hizbul Wathon (HW) Qobilah KH. Mudzakir Pondok Pesantren Modern MBS Bumiayu, Brebes Periode 2023/2024, Sabtu (11/2/2023).</p>
<p>Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu, Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd mengucapkan selamat dan sukses kepada Pondok Pesantren Modern MBS Bumiayu yang telah sukses menyelenggarakan pelantikan pengurus HW Qobilah KH Maudzakir SMP dan SMA MBS Bumiayu secara serentak.</p>
<p>&#8220;Semoga para pengurus HW dapat menjalankan amanah roda kepemimpinan ini satu tahun ke depan dengan penuh tanggungjawab yang berdedikasi tinggi melalui progesifitas gerakan Hizbul Wathon sebagai salah satu media dakwah para santri Muhammadiyah yang berkemajuan secara massif kepada lingkungannya.&#8221; Kata Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ramanda Bambang Wahyu Supriyanto, M.Pd selaku Pembina HW Putra mengatakan bahwa Pengurus Qobilah KH Mudzakir HW Putra PPM MBS Bumiayu yang dilantik oleh Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu adalah:</p>
<p>Kepengurusan HW Putra SMA MBS Bumiayu terdiri dari Rois Nurhidayat (Alumni SMP Muhammadiyah Ajibarang Banyumas) sebagai ketua.</p>
<p>Askar Muwahhid Al-Amtsal (Alumni MTs Ahmad Dahlan Tegal) sebagai Sekretaris dan Rifatussalaf Lazuardi Al-Ghufari (Alumni SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo Jawa Timur) sebagai Bendahara.</p>
<p>Dan dibantu dengan tiga bidang yakni Bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Satria Adha Arif Nugroho (Bekasi, Jawa Barat) dan Falah Fahimal Ma&#8217;na (Sirampog, Brebes).</p>
<p>Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Fayas Isma Firdaus (Karanglewas, Banyumas) dan Arjuna Aulia Ramadhan (Bekasi, Jawa Barat) dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Akmal Muthi (Wanasari, Brebes) dan Adnan Burhanudin Farhan (Wanasari, Brebes).</p>
<p>Kepengurusan HW Putra SMP MBS Bumiayu terdiri dari Kafkan Aula Wahyu (VIII B-Alumni SDN 03 Brebes) sebagai ketua, Albar Darwisy Hanifa (VIII B-Alumni MIM Kranggan Pekuncen Banyumas) sebagai Sekretaris.</p>
<p>Dan Haidar Yaafi&#8217; Nawwaf (VIII A-Alumni MIM Sikampuh Kroya Cilacap) sebagai Bendahara dibantu dengan tiga bidang yakni bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Muhammad Bintang Ramadhan (VIII A-Alumni SDN 01 Pangebatan Bantarkawung Brebes).</p>
<p>Haikal Adnan Hafizh (VII A-Alumni SD Muhammadiyah Kemantran Kramat Tegal). Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Muhammad Hafiz Al-Ahsani (VIII B-Alumni SDN 2 Bantarkawung Brebes) dan Abdul Ghoni Al-Muttaqin (VII A-Alumni SDN Pagojengan 01 Paguyangan Brebes).</p>
<p>Dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Fadel Muhammad Nur Aditya (VIII A-Alumni MI Muhammadiyah Larangan Brebes) dan Muhammad Adrian Haq (VII A-Alumni SD Muhammadiyah 1 Comal Pemalang).
 
Sementara itu, Ibunda Yuli Mulyani, S.Pd selaku Pembina HW Putri menyebutkan bahwa Pengurus Qobilah KH.Mudzakir HW Putri PPM MBS Bumiayu yang dilantik oleh dilantik Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu adalah:</p>
<p>Kepengurusan HW Putri SMA MBS Bumiayu terdiri dari Tsuroya Azka Sabila (XI IPA 1-Alumni SMPN 1 Salem Brebes) sebagai ketua.</p>
<p>Fara Ameylia (XI IPA 1-Alumni MTs Muhammadiyah 1 Sirampog Brebes) sebagai Sekretaris dan Kamilia Farha Imani (X IPA 1-Alumni MTs Ibnu Abbas Pekalongan) sebagai Bendahara dibantu dengan tiga bidang yakni Bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Salsabila Tiara Putri Ramadhan (X IPA 1-Alumni SMP MBS Wanasari Brebes) asal Cikeusik Pandeglang, Banten.</p>
<p>Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Anindya Nasywa Edies K (X IPA 1-Alumni SMP MBS Zam Zam Cilongok Banyumas) asal Bumiayu, Brebes Jawa Tengah dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Ghina Nurdzihni Izza Azhari (XI IPA 1-Alumni SMP N 1 Lemahabang Cirebon) asal Lemahabang, Cirebon Jawa Barat.</p>
<p>Kepengurusan HW Putri SMP MBS Bumiayu terdiri dari Jauza Fatin Widodo (Alumni SD Muhammadiyah Ketanggungan Brebes) sebagai ketua, Azwa Aqilah Azzahra (Alumni SDN 19 Bintan Timur Kepri) sebagai Sekretaris.</p>
<p>Naura Ghina Rifqiyani (Alumni MIM Linggapura Tonjong Brebes) sebagai Bendahara dibantu dengan tiga bidang yakni Bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Nayla Isrotul Azizah (VIII C-Alumni SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal).</p>
<p>Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Izza Asma Ghaida (VIII D-Alumni SDM 01 Cileungsi Bogor) dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Rindu Kinasih Maghfiroh (VIII C-Alumni SDM Pesarean Adiwerna Tegal (Tarqum Aziz).</p>
<p><strong>Artikel ini Merupakan Kiriman dari Penulis aslinya kepada Cilacap.info, Sehingga jika ada Kesamaan Konten diberbagai media merupakan hal wajar, terkait Klaim Konten yang dipublish di sini tidak bisa dijadikan klaim bahwa konten ini berasal dari website Anda.</strong>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Pengurus-HW-Putra-yang-dilantik.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pengurus HW Putra yang dilantik]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Pengurus-HW-Putra-yang-dilantik-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pengurus HW Putra yang dilantik]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Angkot Terkikis Zaman, dan Solusi untuk Anak</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-39030/angkot-terkikis-zaman-dan-solusi-untuk-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 22:32:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Fenomena Zaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-39030/angkot-terkikis-zaman-dan-solusi-untuk-anak</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Perubahan zaman amat terasa, dimana angkot (red: angkutan pedesaan) kini trayeknya memendek.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Perubahan zaman amat terasa, dimana angkot (red: angkutan pedesaan) kini trayeknya memendek.</p>
<p>Tak hanya itu, jumlah angkot juga berkurang lantaran penghasilan para sopir menipis karena harus berbagi penumpang dari sekian banyaknya angkot.</p>
<p>Para sopir yang bertahun-tahun menjadi sopir pun ada yang beralih profesi, ada yang memilih berdagang, beternak unggas, jualan mie ayam keliling dan sebagainya demi mencukupi kebutuhan, menafkahi keluarga dan untuk biaya pendidikan anak.</p>
<p>Fenomena ini tak seperti pada tahun 2010 ke bawah yang mana masih dapat dijumpai angkot yang hampir selalu ada penumpang.</p>
<p>Bahkan angkot-angkot itu pun selalu dipenuhi para pelajar pagi-pagi sekali dan di waktu para siswa dan siswi pulang sekolah hkngga ada yang bergelantungan di pintu.</p>
<p>Namun kini fenomena tersebut seperti sudah menjadi kenangan, terkikis perkembangan zaman dimana para pelajar di era kekinian banyak yang membawa sepada motor.</p>
<p>Padahal jika dipikir dengan memberikan anak sepeda motor maka biaya untuk anak sekolah pengeluarannya tinggi.</p>
<p>Bagaimana tidak, dalam ilmu ekonomi maupun matematika dapat dihitung dan diakumulasikan bensin + uang jajan anak.</p>
<p>Sudah enak diberikan fasilitas dari orang tua malah jika salah pergaulan ada yang hingga bolos sekolah, main kesana kemari.</p>
<p>Mungkin jika dipikir lagi dan menanggapi perubahan zaman, alangkah lebih baik memesantrenkan anak.</p>
<p>Pesantren hampir di setiap kecamatan dapat dijumpai, tak hanya itu bahkan berdekatan dengan sekolah baik swasta atau negeri.</p>
<p>Jika rumah dengan sekolah jauh maka dengan masuk pesantren yang dekat dengan sekolah bisa menjadi solusi buat anak.</p>
<p>Selain itu dengan memesantrenkan anak dapat menumbuhkan kepribadian anak menjadi tidak aleman atau manja, dapat memahami ilmu agama islam, berakhlakul karimah yang kelak bermanfaat baik untuk anak itu sendiri, lingkungan dan orang tua nya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-santri.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="394">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi santri]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-santri-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi santri]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Keunikan Model Pendidikan Pesantren</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-28003/keunikan-model-pendidikan-pesantren</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2020 20:31:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-28003/keunikan-model-pendidikan-pesantren</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Aji Setiawan &#8211; Model pendidikan ala pesantren belakangan memang tergerus modernitas jaman. Bahkan banyak orang tua muslim yang semakin enggan menitipkan anaknya ke Pesantren karena dianggap akan menemui madesu (masa depan suram), dan lebih memilih sekolah-sekolah negeri atau bagi mereka yang berduit ke sekolah-sekolah Islam terpadu yang beberapa di antaranya juga mengadopsi system sekolah berasrama (boarding school) yang dilabeli pondok pesantren. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Aji Setiawan &#8211; Model pendidikan ala pesantren belakangan memang tergerus modernitas jaman. Bahkan banyak orang tua muslim yang semakin enggan menitipkan anaknya ke Pesantren karena dianggap akan menemui madesu (masa depan suram), dan lebih memilih sekolah-sekolah negeri atau bagi mereka yang berduit ke sekolah-sekolah Islam terpadu yang beberapa di antaranya juga mengadopsi system sekolah berasrama (boarding school) yang dilabeli pondok pesantren. </p>
<p>Padahal keduanya jelas mengadopsi system pendidikan barat yang tentu akan berbeda dengan kebutuhan bangsa Indonesia. Permintaan pasar yang tinggi terhadap sekolah-sekolah modern, belakangan juga membuat kalangan pesantren goyah dan mulai mengadopsi system sekolah modern ke dalam pesantrennya yang kontan mengikis ruang untuk muatan lokal kepesantrenan.</p>
<p>Perdebatan mengenai keunggulan dan kecocokan sistem pendidikan pesantren dibanding sekolah modern ala Barat dalam membangun karakter bangsa sudah dimulai sejak sebelum kemerdekaan. yang paling keras adalah perdebatan Dr. Soetomo, pendiri Perkoempulan Boedi Oetomo, dengan Sutan Takdir Alisyahbana (STA) dalam Polemik Kebudayaan. Soetomo, meski bukan dari kalangan keluarga pesantren, dengan gigih membela pesantren sebagai sistem pendidikan khas Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumberdaya manusia Indonesia.</p>
<p>Sistem pesantren terbangun dari pergumulan panjang bangsa Nusantara melewati berbagai perubahan zaman, pergantian penguasa dan terbukti bisa terus mempertahankan diri dan sistemnya
Pesantren dianggap sangat layak menjadi pusat pendidikan kebangsaan karena di dalamnya ada lima karakter yang cocok menjadi ideologi kebangsaan kita, yaitu: </p>
<p>Karakter Pertama, memberi pengetahuan bagi murid-muridnya!</p>
<p>Karakter Kedua, member alat untuk berjuang di dunia!</p>
<p>Karakter Ketiga, pendidikan yang bersemangat kebangsaan, cinta kasih pada nusa dan bangsa, khususnya, dan pada dunia dan sesama umat manusia, umumnya! </p>
<p>Karakter Keempat, murid-murid akan menyediakan diri untuk menunjang keperluan umum!</p>
<p>Karakter Kelima, kekuatan batin dididik, kecerdasan rohani diperhatikan dengan sesungguh-sungguhnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya akan dipergunakan untuk keperluan umum.</p>
<p>Karakter kebangsaan, kemanfaatan bagi lingkungan dan inisiator perubahan di masyarakat yang disampaikan Dr. Soetomo hampir seratus tahun lalu ini terbukti sesuai dengan perumusan ulang karakter pendidikan pesantren yang dirumuskan ulang oleh kalangan pesantren belakangan. Buah dari sistem pendidikan pesantren yang secara konsisten dilakukan dari masa ke masa membuat lembaga ini dan alumninya memiliki kecenderungan untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain, bagi masyarakat, bagi bangsa dan bagi semesta.</p>
<p>Proses pembelajaran nilai yang dibangun dalam pendidikan pesantren ini begitu dahsyat karena tumbuh bersama jatuh bangunnya bangsa ini, dan mendarah daging sebagai metodologi berfikir (manhajul fikri) kaum santri, yang terus mewarnai kiprah mereka di mana pun mereka berada dan sampai kapan pun. Ideologisasi dan ketangguhan yang demikian intens dibangun inilah yang menjadi keunggulan pesantren. Bahkan Martin Van Bruinessen menyebut tradisi pendidikan pesantren dengan sebutan tradisi agung (great tradition), karena kedudukannya sebagai transmitter kitab-kitab dan ajaran klasik kepada umat Islam dari generasi ke generasi.</p>
<h2>Genealogi Keilmuan</h2>
<p>Yang seringkali menjadi pertanyaan kemudian adalah dari mana asal sistem pendidikan pesantren? Puluhan –Bahkan mungkin ratusan— peneliti, baik orientalis barat maupun timur dan lokal, mendatangi pesantren untuk mencari jawabannya. Kalangan sendiri tidak banyak yang mampu menjawab secara tepat dan terperinci mengenai jalur pewarisan sistem pendidikan dan keilmuannya.
Banyak versi yang dikemukakan para peneliti dan penulis kepesantrenan, tentang asal muasal bentuk pendidikan ala pesantren. H.J. De Graaf dan Th.G. Pegeaud, misalnya, menduga pesantren merupakan islamisasi dari dua bentuk pendidikan kuno di Jawa, yakni Mandala dan Ashram. Belakangan pendapatan yang sama juga dikemukakan Ahmad Baso, penulis serial Pesantren Studies yang mendasarkan pendapatnya pada Kitab Tantu Panggelaran.</p>
<p>Ada juga pendapat orientalis lain seperti F. Fokken dan B.J.O. Schrieke yang menduga pesantren berasal dari desa-desa perdikan yang oleh raja dibebaskan dari pajak dengan kompensasi tugas mandat tertentu seperti menjaga makam keramat atau mengajarkan agama. Namun pendapat terakhir diragukan oleh Martin mengingat dari 211 desa perdikan di Jawa pada abad 19, hanya ada empat desa yang di dalamnya terdapat pesantren yang dihidupi oleh penghasilan desa. Sementara sebagian besar pesantren lainnya tidak terkait dengan status desa perdikan tersebut.</p>
<p>Para peneliti barat menduga lembaga pesantren seperti yang ada di abad 19-20 belum ada di awal-awal masuknya islam di Nusantara, Bahkan hingga abad ke-17 di Jawa dan abad 18 di Kalimantan dan Sulawesi. Pesantren pertama yang paling lengkap perangkat, besar dan representatif yang tercatat oleh orientalis adalah Pesantren Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur. Pesantren inilah yang diyakini menelurkan alumni yang kemudian menduplikasi sistem pesantren Tegalsari di berbagai tempat, baik daerah asalnya maupun daerah lain tempat mereka berhijrah mendakwahkan agama.</p>
<p>Mungkin yang dimaksud oleh para peneliti barat tersebut adalah pesantren dalam bentuk dan perangkat pengajaran yang komplit dengan standar minimal Pesantren Tegalsari Ponorogo, Jawa Timur di abad 18-19. Sebab Agus Sunyoto dalam Atlas Walisongo-nya sudah menyebut-nyebut Pesantren Syaikh Quro&#8217; di Karawang yang hidup di abad 14 dan Pesantren Syaikh Datuk (Datul) Kahfi di sekitar Gunung Jati dan Gunung Sembung Cirebon pada awal abad 15, yang di antara santrinya antara lain Pangeran Walangsungsang dan Dewi Lara Santang, putri Prabu Siliwangi dari Putri Subanglarang (santri Syaikh Quro&#8217;).</p>
<p>Penulis sendiri memilih berpendapat dengan lebih moderat, yakni, pesantren adalah gabungan berbagai sistem, tradisi pendidikan asli Nusantara dan tradisi keilmuan Islam dari Timur Tengah, yang merupakan hasil pergumulan panjang para penyebar agama islam dengan tradisi dan budaya lokalnya. Penulis mendasarkan pendapat ini pada beberapa hal, yaitu:</p>
<p>a. Tradisi perguruan agama berasrama atau nyantri, di mana para cantrik dan begawan atau pandhita hidup dalam satu komplek, sudah ada sejak jaman pra islam, yang tercermin dalam tradisi mandala, ashram, padepokan dan sebagainya. Namun begitu, para penyebar Islam generasi permulaan adalah para muballigh keliling, yang mengajarkan agamanya dari kampung ke kampung, atau dari masjid ke masjid.</p>
<p>b. Tradisi pengajaran ala pesantren tradisional (ada kiai, santri, masjid, asrama dan pengajian kitab kuning) tidak lazim di Timur Tengah, di mana yang tumbuh dari awal adalah tradisi sekolah formal atau madrasah dan universitas, seperti madarasah Hanafiyah dan Univesitas Nizhamiyyah di Baghdad pada masa Dinasti Seljuk, Perguruan Al-Azhar di Kairo yang berdiri pada masa Dinasti Fatimiyyah, atau Madrasah Shaulatiyyah di Makkah yang didirikan Pemerintah Turki Utsmani sekitar abad 18-19.</p>
<p>c. Tradisi pendidikan mirip pesantren yang ada di Timur Tengah adalah zawiyyah-zawiyyah (perguruan dan perkumpulan tarekat sufi) di mana ada santri yang tinggal untuk waktu tertentu, ada asrama atau rubath, ada majelis dan kegiatan pembelajaran ilmu (atau zikir), ada syaikh yang mengajar dan mengawasi perkembangan pengetahuan dan pengamalan para santri, baik secara langsung maupun melalui para pembantunya (badal/khadam). Pelajaran yang diberikan di zawiyyah lebih banyak yang terkait dengan fiqih dan tauhhid dasar dan lebih banyak tentang tasawuf, berbeda dengan yang diajarkan di madrasah-madrasah timur tengah yang lebih banyak mengeksplorasi ilmu alat, fiqih, tafsir, hadits dan ilmu kalam. Ini juga terlihat dipesantren-pesantren generasi awal yang banyak mengkaji tasawuf.</p>
<p>d. Pesantren baru marak pertumbuhannya di akhir abad 18, bersamaan dengan berbondong-bondongnya orang Jawi naik haji, sebagai dampak positif semakin mudahnya perjalanan ibadah haji. Seperti kita ketahui, sembari berhaji, jamaah asal nusantara biasanya juga bermukim untuk waktu yang cukup lama guna memperdalam ilmu agama. Baik kepada syaikh-syaikh lokal, maupun syaikh-syaikh pendatang dari jawa atau santri-santri senior yang telah lebih dulu bermukim. yang kedua ini lebih banyak, karena kebanyakan santri Jawah memiliki keterbatasan dalam berbahasa Arab. Selain mendalami ilmu-ilmu agama secara umum, kebanyakan santri jawa juga secara khusus mengambil bai&#8217;at satu dua tarekat sufi, dan beberapa di antaranya pulang dengan mengantongi ijazah kemursyidan.
Bukti lain dari kaitan antara tradisi sufi, madrasah formal, dan tradisi pembelajaran asli Indonesia akan penulis paparkan di bagian selanjutnya tentang kurikulum pesantren.</p>
<p>Meski sering kali tidak terumuskan secara spesifik, namun hampir semua pesantren memiliki pola yang sama dalam membangun ranah pendidikannya, proses pembelajarannya, dan hasil yang dituainya Rumusan sederhana ranah pendidikan pesantren yang dilalui oleh pesantren tersebut dan secara umum dilakukan oleh semua pesantren lain di Nusantara. Dalam membangun karakter dan pengetahuan santrinya, pesantren melalui tiga ranah:</p>
<p>Pertama, ranah Faqahah, yakni kecukupan pemahaman agama. di ranah ini pesantren berupaya membangun pengetahuan, pemahaman dan penguasaan para santri atas teks dan dogma-dogma keagamaan Islam. Upaya ini dilakukan melalui proses ta&#8217;lim yang berarti kajian, pendidikan atau proses belajar mengajar. Metode ta&#8217;lim yang ditempuh beragam, mulai dari yang menarik perhatian, serta membangun pemahaman dan keterampilan dasar para santri dalam membaca teks, yang lazim disebut sorogan, sampai yang murni hanya mentransfer pengetahuan dari sang pendidik kepada peserta didik (santri), karena para santri sudah dianggap menguasai keterampilan dasar pembacaan teks, yang dinamakan bandongan. Dari yang menganut sistem tradisional murni (klasikal/non klasikal, tanpa pelajaran umum, atau tanpa ijazah yang diakui negara), sampai yang modern (klasikal, ditambah pelajaran non agama, atau ijazahnya diakui oleh negara).</p>
<p>Di pesantren penulis, misalnya, proses ta&#8217;lim ini dilakukan melalui proses belajar mengajar di Madrasah Diniyyah (dari level elementer atau basic/awwaliyyah hingga intermediate/wustha, Bahkan dibeberapa pesantren lain—advance/aliyah atau ulya atau ma&#8217;had &#8216;ali), pengajian sorogan Al-Quran setiap bakda Maghrib dan Subuh, dan pengajian bandongan kitab kuning setiap ba&#8217;da Isya&#8217;. Selain tentu saja melalui wejangan khusus yang diberikan pengasuh setiap Senin Malam ba&#8217;da Maghrib, usai istighatsah pembacaan Shalawat Nariyah secara berjamaah di serambi Masjid.</p>
<p>Hasil yang diharapkan muncul dari proses ini adalah penguasaan penuh para santri atas dalil (teks-teks) dan dogma keagaamaan yang pada level tertingginya membuat santri bisa merumuskan atau mencari sendiri hukum agama atas suatu permasalahan melalui metode istinbath (penggalian hukum) atau Qiyas (analogi hukum).</p>
<p>Kedua, ranah Thabi&#8217;ah, atau integritas kepribadian. Prosesnya melalui pemeragaan atau pengamalan atas teks dan dogma yang sudah dikuasai, yang dalam ranah keilmuan pesantren lazim dinamakan taslik. Dengan pengawasan kiai pengasuh, baik secara langsung maupun melalui para pembantunya (Ustadz, Pengurus Asrama, dan sebagainya), para santri dilatih mengamalkan ajaran agamanya, sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, sampai menjadi kebiasaan (habits) yang mekanik dan reflektif.</p>
<p>Semua kurikulum dipesantren disusun sedemikian rupa untuk mencapai tujuan besar ilmu yang bermanfaat, dalam arti ilmu yang secara konsisten teramalkan secara pribadi dan bisa memberi manfaat kepada orang lain. Diharapkan dari proses taslik (pengamalan) ini akan lahir sebuah uswah hasanah (keteladanan) dalam beragama yang menginspirasi lingkungan terdekatnya.</p>
<p>Ketiga, ranaah Kafaah, kecakapan yang operatif. Kecakapan ini dibangun melalui proses tatsqif (pembudayaan), yakni dengan membumikan keteladanan yang sudah terbangun secara internal pada lingkungan terdekat. Pada tahap ini pesantren berupaya terus memberikan kemanfaatan bagi lingkungan di sekitarnya secara terlembaga yakni terencana, sistematis, terukur dan konsisten. Dari proses tatsqif ini diharapkan akan ada dua hasil yang tercapai: pertama, kesaksian (baik personal maupun komunal) bahwa dalil-dalil yang dipelajari telah menjadi kenyataan terukur dan bermakna bagi masyarakatnya! kedua, pesantren (kiai dan santri) mendapatkan pengalaman empirik untuk meningkatkan kualitas pengamalan dan pemanfaatan dalil-dalil yang dipelajarinya.(***) mantan wartawan majalah alKisah, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
