<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Penyiaran &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/penyiaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2026 14:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Penyiaran &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Dekati Pendengar Muda, Lembaga Penyiaran Perlu Perkuat Konten Medsos</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-94590/dekati-pendengar-muda-lembaga-penyiaran-perlu-perkuat-konten-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Assep Pratama Hidayah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 14:01:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KPID Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-94590/dekati-pendengar-muda-lembaga-penyiaran-perlu-perkuat-konten-medsos</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS, CILACAP.INFO  &#8211; Media penyiaran konvensional televisi dan radio saat ini perlahan mulai memasuki masa senjakala, namun tidak serta merta harus ditelan secara mentah-mentah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUMAS</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>  &#8211; Media penyiaran konvensional televisi dan radio saat ini perlahan mulai memasuki masa senjakala, namun tidak serta merta harus ditelan secara mentah-mentah.</p>
<p>Senjakala itu hanya untuk mereka yang tidak mau berevolusi dan berekspansi.</p>
<p>“Sudah saatnya radio sekarang berevolusi, berevolusi menjadi ruang interaksi yang lebih luas dan tanpa batas, kalau itu tidak dilakukan, non sense,” kata Dicky Hendro Wicaksono, S. T. station manager Solo Radio saat memaparkan materi strategi berjaya dan bertahan lembaga penyiaran yang diselenggarakan KPID Jawa Tengah pada Rabu, 24/06/2026 di Aston Purwokerto Hotel &#038; Convention Center.</p>
<p>Evolusi dan ekspansi menjadi penting dilakukan karena masa dahulu radio dan televisi dikenal saat mereka memutar knop frekuensi, tapi sekarang radio dan televisi dikenal karena adanya interaksi di media sosial.</p>
<p>“Mulai umur 20 tahun sampai 30 tahun sekarang tidak mendengarkan radio, mereka tahu radio dari mana ? Dari interaksi sosial media,” ungkapnya.</p>
<p>Pentingnya ekspansi dari radio ke media sosial maupun sebaliknya bertujuan untuk mencari pendengar baru.</p>
<p>Disamping itu infrastruktur penunjang mulai dari sumber daya manusia (SDM), multiplatform, pengolahan data harus ditingkatkan.</p>
<p>Istilah publik masa lalu yang bahkan bagi segelintir orang menjadi bahan candaan “Menonton Radio” saat ini menjadi kenyataan.</p>
<p>Bukan pesawat radio yang ditonton melainkan proses siarannya aktivitas produksi radio yang ditonton melalui media sosial.</p>
<p>Menurut Dicky, ekspansi eksternalnya ialah dengan memanfaatkan aset yang dimiliki pemilik radio.</p>
<p>Semisalkan menjadi event organizer (EO) masuk ke komunitas maupun mengunjungi tempat keramaian bahkan pemanfaatan aset lokasi semisal penyewaan tower untuk provider dan sewa ruang dan tempat.</p>
<p>Hal krusial terjadi saat ide evolusi dari tim manajerial berbenturan dengan pemilik radio maupun televisi yang belum ingin berevolusi.</p>
<p>Dalam sesi tanya jawab, dijelaskan Dicky perubahan tidak harus dari pemilik, dari tim paling bawah pun bisa didiskusikan. Kuncinya ialah pemilik lembaga penyiaran harus mau mengembangkan.</p>
<p>“Kalau pemilik memang hitungannya margin dan margin, selama di level manajerial bisa menghitung, sehingga dari situ bisa terbentuk tugas masing-masing tim,” jelas Dicky.</p>
<p>Pada sesi yang sama, Prof. Dr. Suliyanto, S. E., MM akademisi Universitas Jenderal Soedirman menambahkan beberapa langkah awal dapat dimulai dengan cara duduk bersama dan mengomunikasi kepada pemilik seperti potensi dan konsekuensi apa yang didapat jika berubah dan tidak berubah.</p>
<p>“Secara teoritis kita mengubah model bisnis, misal bisnis informasi lokal, kita mengidentifikasi, dan kita fokuskan informasi, maka strategi kita untuk mengembangkan informasi lokal, jangan lupa kita juga senantiasa melakukan boleh dikatakan intelijen pemasaran, jangan sampai nanti sudah ada perubahan pola dari konsumen kita masih menggunakan pola yang lama,” kata Suliyanto. (Asep)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/27/Dicky-Hendro-Wicaksono-saat-memaparkan-materi-pada-kegiatan-peningkatan-SDM-Penyiaran-Foto-Asep--1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dicky Hendro Wicaksono saat memaparkan materi pada kegiatan peningkatan SDM Penyiaran (Foto Asep)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/27/Dicky-Hendro-Wicaksono-saat-memaparkan-materi-pada-kegiatan-peningkatan-SDM-Penyiaran-Foto-Asep--100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dicky Hendro Wicaksono saat memaparkan materi pada kegiatan peningkatan SDM Penyiaran (Foto Asep)]]></media:description>
													<media:copyright>Assep Pratama Hidayah</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KPID Jateng Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Radio dan Televisi</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-94440/kpid-jateng-dorong-peningkatan-kapasitas-sdm-radio-dan-televisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Assep Pratama Hidayah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 14:16:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Konvergensi Media]]></category>
		<category><![CDATA[KPID Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-94440/kpid-jateng-dorong-peningkatan-kapasitas-sdm-radio-dan-televisi</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS, CILACAP.INFO &#8211; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyiaran dengan mengangkat tema “Strategi Berjaya Lembaga Penyiaran di Era Kekinian” pada Rabu, 24/06/2026 bertempat di Aston Purwokerto Hotel &#38; Convention Center.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUMAS</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyiaran dengan mengangkat tema “Strategi Berjaya Lembaga Penyiaran di Era Kekinian” pada Rabu, 24/06/2026 bertempat di Aston Purwokerto Hotel &amp; Convention Center.</p>
<p>Kegiatan diikuti oleh insan penyiaran televisi dan radio di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Brebes bertujuan agar SDM penyiaran terus berinovasi dalam mengikuti arus perkembangan teknologi dengan konvergensi media.</p>
<p>Konvergensi media adalah penggabungan atau integrasi antara media tradisional seperti radio dan televisi dengan media digital seperti internet, media sosial, dan platfrom online lainnya.</p>
<p>Konvergensi media penting dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan eksistensinya di masyarakat di tengah maraknya media baru yang bermunculan.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPID Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahiddin, Komisioner KPID Jawa Tengah bidang isi siaran Anas Syahirul Alim, dan Komisioner KPID Jawa Tengah bidang kelembagaan Hendrik SP Hutabarat.</p>
<p>KPID Jawa Tengah menghadirkan narasumber Prof. Dr. Suliyanto, S. E., MM selaku akademisi Universitas Jenderal Soedirman dan Dicky Hendro Wicaksono, S. T. selaku station manager Solo Radio.</p>
<p>Ketua KPID Jawa Tengah, Muhammad Aulia Assyahidin dalam sambutannya mengomentari hasil survei yang ia baca bahwa pendengar radio hanya mereka yang mengendarai mobil saja, namun kenyatannya banyak dari mereka yang tidak mengendarai mobil masih mendengarkan radio.</p>
<p>“Walaupun angka hasil survei tersebut hanya di 5 kota besar, kami meyakini pasti diluar masih banyak mereka yang tidak tersurvei, secara usia memang pendengar radio diusia 35 tahun ke atas itu betul, tapi kalau survei mengatakan hanya mereka yang mengendarai mobil, banyak dari mereka yang tidak mengendarai mobil tidak masuk survei, kenyataannya mereka mendengarkan radio bahkan 24 jam,”ungkapnya.</p>
<p>“Kami menghadirkan acara ini untuk sama-sama saling bahu membahu menyemangati situasi yang sedang krisis ini, kami mengundang narasumber dari luar dan dalam untuk membuat teman-teman sama dengan kita untuk bersama mendiagnosa dan merumuskan apa yang bisa terjadi,” tambahnya.</p>
<p>Sesi pertama kegiatan diisi oleh Komisioner KPID Jateng Bidang Kelembagaan Hendrik SP Hutabarat memaparkan materi adaptasi SDM dan transformasi multiplatform lembaga penyiaran.</p>
<p>Dalam pemaparannya ia menyampaikan banyak terkait tema tersebut yakni karakteristik penyiaran, perubahan perilaku audiens, tantangan persaingan di era digital, kompetensi SDM masa kini.</p>
<p>Memasuki sesi kedua, pemaparan materi teknik digital marketing di era kekinian oleh Prof. Dr. Suliyanto, S. E., MM.</p>
<p>Di awal pemaparan materi, ia menyampaikan transformasi marketing media penyiaran. Menurutnya, kondisi sekarang terjadi pergeseran konsumsi media karena perkembangan teknologi salah satunya siaran radio bisa ditonton.</p>
<p>Dalam konteks penyiaran konvensional, perkembangan teknologi digital jangan dianggap sebagai ancaman, namun sebagai sarana untuk pemasaran.</p>
<p>&#8220;Kita jangan sampai melawan teknologi, jangan sampai seperti ini saja, pesaing kita sekarang bukan sesama radio, namun pesaing substitusinya, kalau tidak melihat pesaing jauhnya, dalam teori pemasaran terkena penyakit miopia marketing,&#8221; tegas Suliyanto.</p>
<p>Pada sesi ketiga, Dicky Hendro Wicaksono memaparkan materi strategi berjaya dan bertahan lembaga penyiaran.</p>
<p>Mulai dari evolusi radio siaran, pentingnya ekspansi, dukungan infrastruktur penunjang, dan strategi penjualan.</p>
<p>Diakhir sesi, diadakan ruang bagi peserta untuk tanya jawab dan berbagi permasalahan yang dihadapi terkait tema tersebut yang tentunya mendapat jawaban dan solusi dari narasumber. (Asep)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/26/1000779665-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[​KPID Jateng Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Insan Penyiaran TV dan Radio (Foto Asep)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/26/1000779665-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[​KPID Jateng Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Insan Penyiaran TV dan Radio (Foto Asep)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
