<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Nelayan &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/nelayan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2026 22:11:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Nelayan &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Radar Cuaca S-Band Cilacap Ternyata Untuk Lindungi Nelayan dan Pesisir Selatan Jawa</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-96145/radar-cuaca-s-band-cilacap-ternyata-untuk-lindungi-nelayan-dan-pesisir-selatan-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 22:11:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Selatan Jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-96145/radar-cuaca-s-band-cilacap-ternyata-untuk-lindungi-nelayan-dan-pesisir-selatan-jawa</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Fasilitas canggih ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan awan hujan, tingkat curah hujan, pergerakan sistem cuaca, serta potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem dengan cepat dan dalam waktu nyata.</p>
<p>Kehadiran radar ini merupakan langkah strategis dari pemerintah untuk memperkuat sistem pemantauan atmosfer dan layanan peringatan dini terhadap bencana di Indonesia.</p>
<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan respons terhadap kebutuhan penting masyarakat di bagian selatan Pulau Jawa.</p>
<p>Lokasi pemilihan di Cilacap diputuskan karena daerah pesisir ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki aktivitas ekonomi yang sangat padat, mencakup sektor kelautan, perikanan, transportasi, dan industri.</p>
<p>“Radar cuaca S-Band Cilacap menjadi elemen penting dalam meningkatkan layanan informasi cuaca dan peringatan dini. Pesisir selatan Jawa memiliki peranan strategis untuk kegiatan kelautan, perikanan, transportasi, industri, serta kesiapsiagaan terhadap bencana. Semua kegiatan tersebut sangat memerlukan dukungan data cuaca yang tepat dan andal,” ungkap Faisal di Cilacap, Rabu (8/7).</p>
<p>Lebih lanjut, Faisal menekankan pentingnya data cuaca yang akurat dalam mengurangi dampak bencana, seperti peristiwa longsor yang terjadi di kawasan ini tahun lalu. Informasi dari radar yang akurat sangat penting untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di area-area rawan guna mengurangi risiko kerugian materi atau korban jiwa.</p>
<p>Selain dalam mitigasi bencana, pengoperasian radar ini juga berimplikasi langsung pada sektor ekonomi lokal, khususnya industri perikanan di Cilacap yang menyuplai kebutuhan pangan protein hingga daerah sekitarnya dan Jawa Tengah.</p>
<p>Ketersediaan informasi cuaca secara real-time memastikan keselamatan para nelayan saat melaut serta menjaga kelangsungan produktivitas daerah pesisir.</p>
<p>“Potensi perikanan di sini sangat besar, sehingga pengoperasian radar ini diharapkan dapat sepenuhnya mendukung keselamatan operasional nelayan dan masyarakat di daerah pesisir,” tambahnya.</p>
<p>Lebih jauh, radar Cilacap juga memainkan peran penting dalam mendeteksi bibit siklon tropis sejak awal di bagian selatan Indonesia.</p>
<p>Berdasarkan catatan sejarah, wilayah tersebut pernah mengalami dampak langsung dari siklon tropis yang merusak, seperti Siklon Seroja di NTT, serta Siklon Cempaka dan Dahlia di selatan Yogyakarta.</p>
<p>Keberadaan radar S-Band ini berfungsi sebagai benteng deteksi dini agar dampak serupa dapat diantisipasi lebih awal.</p>
<p>Secara nasional, BMKG terus berupaya memperkuat jaringan observasi atmosfer di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Dari total kebutuhan sebanyak 75 radar cuaca untuk mencakup seluruh area udara nusantara, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 unit radar dan berkomitmen untuk meningkatkan jumlahnya secara bertahap setiap tahun.</p>
<p>Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) yang berfokus pada penguatan sistem observasi meteorologi maritim di area strategis.</p>
<p>Melalui proyek MMS-2 ini, BMKG membangun lima radar cuaca baru yang tersebar di Indonesia, termasuk empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta memperbaharui satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk mengoptimalkan cakupan wilayah Jabodetabek.</p>
<p>Plt. Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG, Hartanto, menambahkan bahwa secara teknis, data real-time yang dihasilkan oleh Radar Cuaca S-Band ini akan menjadi pilar utama dalam mendukung layanan prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting).</p>
<p>Sektor kelautan dan perikanan adalah salah satu penerima manfaat terbesar, di mana nelayan dan pelaku pelayaran dapat memperoleh informasi kondisi cuaca yang akurat sebelum melaut.</p>
<p>&#8220;Di sisi lain, pemerintah daerah serta lembaga terkait bencana dapat menggunakan data ini untuk deteksi awal banjir, hujan deras, dan angin kencang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Seluruh proses pembangunan Radar Cuaca S-Band di Cilacap telah melalui tahap-tahap ketat yang terencana, mulai dari survei lokasi, perancangan teknis, pembangunan fisik, instalasi alat, hingga integrasi sistem dan pengujian operasional.</p>
<p>BMKG memastikan bahwa semua proses tersebut memenuhi standar teknis internasional, mengedepankan aspek keselamatan, serta sesuai dengan kebutuhan operasional pengamatan cuaca nasional.</p>
<p>Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada BMKG atas penempatan infrastruktur strategis ini.</p>
<p>Kehadiran radar ini merupakan manifestasi nyata komitmen dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan ketahanan wilayah serta melindungi masyarakat dari bahaya cuaca ekstrem.</p>
<p>Sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah, Cilacap memiliki karakteristik geografis yang sangat kompleks dan beragam.</p>
<p>Daerah ini mencakup area pesisir yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia di selatan, kawasan perkotaan, pusat industri, pelabuhan, sektor pertanian yang menjadi lumbung beras Jawa Tengah, hingga wilayah perbukitan di barat.</p>
<p>&#8220;Karakteristik ini menjadikan Cilacap rentan terhadap perubahan iklim global. Keberadaan radar cuaca ini memberikan manfaat signifikan untuk mendukung berbagai sektor serta berfungsi sebagai instrumen utama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi,&#8221; kata Ammy.</p>
<p>Lebih lanjut, data akurat dari Radar Cuaca S-Band tidak hanya melindungi aktivitas pelayaran dan nelayan di laut, tetapi juga membantu mendeteksi potensi bencana di darat dengan lebih awal.</p>
<p>Informasi yang cepat dan tepat ini berkontribusi langsung dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga dapat mengurangi risiko serta kerugian akibat cuaca ekstrem.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/09/1000793198.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[guna perkuat deteksi dini cuaca ekstrem, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap (dok. BMKG)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/09/1000793198-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[guna perkuat deteksi dini cuaca ekstrem, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap (dok. BMKG)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Nelayan yang Jatuh di Perairan Cilacap Ditemukan Meninggal Dunia</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-94572/nelayan-yang-jatuh-di-perairan-cilacap-ditemukan-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 06:24:16 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[HNSI]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR Gabungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-94572/nelayan-yang-jatuh-di-perairan-cilacap-ditemukan-meninggal-dunia</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO – Upaya pencarian terhadap Tukimin (66) seorang nelayan yang terjatuh dari perahu di perairan Cilacap akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, Sabtu, 27 Juni 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> – Upaya pencarian terhadap Tukimin (66) seorang nelayan yang terjatuh dari perahu di perairan Cilacap akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, Sabtu, 27 Juni 2026.</p>
<p>Korban yang merupakan warga Jalan Lingkar Selatan No. 2, Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi pencarian.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap, Muhamad Abdullah melalui Koordinator Tim SAR Gabungan, Arif Wibowo menerangkan ihwal kronologi bermula.</p>
<p>Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap dari Sugiyamin (HNSI Cilacap) pada Kamis (25/06) pukul 09.00 WIB.</p>
<p>Memasuki hari ketiga operasi SAR, Sabtu (27/06) pukul 06.00 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan terkait penemuan korban di sekitar lokasi pencarian.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Rescue segera bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan assessment dan evakuasi.</p>
<p>Pada pukul 06.48 WIB, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 7°43&#8217;27.2&#8243;S 109°01&#8217;32.2&#8243;E atau sekitar 1,1 km ke arah utara dari lokasi kejadian.</p>
<p>Selanjutnya korban dievakuasi menuju RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>&#8220;Dengan ditemukannya korban Operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergitas selama pelaksanaan operasi,&#8221; ungkap Arif Wibowo selaku Koordinator Tim SAR Gabungan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/27/1000780229.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[tim SAR gabungan temukan Tukimin, Nelayan yang jatuh di perairan Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/27/1000780229-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[tim SAR gabungan temukan Tukimin, Nelayan yang jatuh di perairan Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Basarnas Cilacap Lakukan Pencarian Terhadap Nelayan yang Jatuh di Laut</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-94421/basarnas-cilacap-lakukan-pencarian-terhadap-nelayan-yang-jatuh-di-laut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 12:21:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[HNSI]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-94421/basarnas-cilacap-lakukan-pencarian-terhadap-nelayan-yang-jatuh-di-laut</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap melaksanakan operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari perahu di Perairan Cilacap, Kamis, 25 Juni 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap melaksanakan operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari perahu di Perairan Cilacap, Kamis, 25 Juni 2026.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap, Muhamad Abdullah menyampaikan, informasi kejadian ini diterima berawal pada hari Kamis (25/06) pukul 09.00 WIB dari Sugiyamin selaku perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap. </p>
<p>&#8220;Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar pukul 08.00 WIB korban terjatuh dari perahu saat berada di perairan Cilacap dan hingga saat ini belum ditemukan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Adapun Korban diketahui bernama Tukimin (66), warga Jalan Lingkar Selatan No. 2, Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Lokasi kejadian berada pada koordinat 7°43&#8217;59.33&#8243;S 109°1&#8217;51.15&#8243;E dengan jarak sekitar 0,51 nm dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 09.15 WIB Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.</p>
<p>&#8220;Tim tiba di lokasi sekitar pukul 09.24 WIB dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang telah berada di sekitar lokasi,&#8221; ucap Abdullah.</p>
<p>Operasi SAR dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu nelayan dan sarana SAR air yang tersedia.</p>
<p>Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan HNSI Cilacap dan nelayan setempat guna memperluas informasi serta membantu proses pencarian korban.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian terpantau berawan dan relatif mendukung jalannya operasi SAR,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/25/1000778832.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Basarnas Cilacap melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang terjatuh dari kapal di perairan Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/25/1000778832-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Basarnas Cilacap melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang terjatuh dari kapal di perairan Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dihantam Ombak, 5 Orang Nelayan Terlempar ke Pinggir Karang 1 Hilang</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59092/dihantam-ombak-5-orang-nelayan-terlempar-ke-pinggir-karang-1-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 17:06:16 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59092/dihantam-ombak-5-orang-nelayan-terlempar-ke-pinggir-karang-1-hilang</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; 5 (lima) orang nelayan asal Cilacap menjadi korban keganasan Ombak Laut Selatan dan terpental jatuh di pinggir karang. Dalam kejadian ini 1 nelayan hilang dan 4 orang lainnya berhasil selamat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 5 (lima) orang nelayan asal Cilacap menjadi korban keganasan Ombak Laut Selatan dan terpental jatuh di pinggir karang. Dalam kejadian ini 1 nelayan hilang dan 4 orang lainnya berhasil selamat.</p>
<p>&#8220;Informasi kejadian tersebut diterima oleh Basarnas Kantor SAR Cilacap pada Senin, 29 April 2024 sore dan kejadian tepatnya terjadi di Perairan Selatan Nusakambangan Kabupaten Cilacap.&#8221; Kata Adah Sudarsa selaku Kepala Kantor SAR Cilacap.</p>
<p>Adah menerangkan menganai kronologi itu bemula bahwa menurut informasi, pada pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB korban Bersama 2 orang rekannya berangkat dari dermaga Kaliyasa Sentolo Kawat.</p>
<p>&#8220;Jadi pada pukul 08.00 WIB, Perahu dalam keadaan terbalik terhantam ombak. Sekitar 30 menit berselang, korban masih berpegangan ke perahu oleh rekannya, namun Korban kembali terhempas ombak.&#8221; Kata Adah.</p>
<p>Sementara itu, 4 Korban lainnya terlempar ke pinggir karang dan selamat. selanjutnya keempat korban melaporkan kejadian tersebut ke Satuan Pol Airud.</p>
<p>Adapun identitas korban belum ditemukan bernama Hadi Mustofa (41) asal Sidakaya, Cilacap. Sementara empat lainnya selamat diantaranya Gembira Harahap (54) asal Sidakaya, Rizki Andri Arizal (30) asal Sidakaya, Saryono (49) asal Sidakaya, dan Anton (39) asal Purwareja.</p>
<p>Sementara upaya yang telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Cilacap, TNI AL Cilacap, Satuan Pol Airud Cilacap, keluarga dan masyarakat sekitar adalah dengan berkoordinasi dengan unsur terkait, keluarga, dan korban selamat serta melakukan penyisiran di permukaan air dengan Rigid Inflatable Boat (RIB) 06 milik Basarnas di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Namun hingga pukul 19.00 WIB, pencarian belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan kembali pencarian pada Selasa, 30 Aoril 2024 pukul 07.00 WIB.&#8221; Tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/04/30/Basarnas-Cilacap-sisir-lokasi-nelayan-jatuh-dari-kapal-dihantam-ombak.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Basarnas Cilacap sisir lokasi nelayan jatuh dari kapal dihantam ombak]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/04/30/Basarnas-Cilacap-sisir-lokasi-nelayan-jatuh-dari-kapal-dihantam-ombak-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Basarnas Cilacap sisir lokasi nelayan jatuh dari kapal dihantam ombak]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Basarnas Cilacap Nyatakan Kapal Kilat Maju Jaya-7 beserta 10 ABK Hilang</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58536/basarnas-cilacap-nyatakan-kapal-kilat-maju-jaya-7-beserta-10-abk-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 17:59:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Lakalaut]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58536/basarnas-cilacap-nyatakan-kapal-kilat-maju-jaya-7-beserta-10-abk-hilang</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; 7 hari pencarian 10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7 yang hilang tidak kunjung ditemukan, Basarnas Cilacap tutup operasi pencarian dan nyatakan hilang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 7 hari pencarian 10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7 yang hilang tidak kunjung ditemukan, Basarnas Cilacap tutup operasi pencarian dan nyatakan hilang.</p>
<p>Kabasarnas Cilacap, Adah Sudarsa dalam keterangannya menyampaikan, bahwa pencarian terhadap 10 ABK asal Pemalang ditutup merupakan standar dan prosedur operasional.</p>
<p>&#8220;Jadi berdasarkan prosedur operasional kami yakni maksimal dilakukan pencarian selama tujuh hari. Namun setelah dilakukan upaya pencarian secara maksimal selama tujuh hari tidak membuahkan hasil, maka operasi SAR dinyatakan ditutup.&#8221; Terang Adah, Kamis (21/03/2024).</p>
<p>Adah menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian, dan pada Kamis, 21 Maret 2024 Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran tepian Pantai Cilacap hingga sampai Pantai Purworejo dengan dibagi menjadi 3 SRU.</p>
<p>SRU 1 melakukan penyisiran darat menggunakan Rescue Trail sejauh 10 KM dari Pantai Teluk Penyu sampai dengan Pantai Menganti.</p>
<p>Sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran di tepian Pantai Lembuhpurwo sampai dengan Pantai Jetis sejauh 25 KM dengan rescue trail dan dibantu drone thermal untuk melihat dari ketinggian.</p>
<p>Dan SRU 3 melakukan penyisiran darat dari USS Congot sejauh 10 KM sampai dengan Pantai Glagah Indah.</p>
<p>&#8220;Adapun upaya yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada hari ketujuh, yakni melakukan pemantauan ke arah laut baik dari tepian pantai maupun dari ketinggian bukit yang ada di sepanjang pantai selatan. Selain itu Tim SAR Gabungan menerbangkan Drone Thermal ke arah laut untuk membantu secara visual apabila diketemukannya tanda-tanda terdapat Kapal Kilat Maju Jaya-7.&#8221; Jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Adah menyampaikan bahwa selama pencarian tersebut Tim SAR Gabungan juga telah menginformasikan kepada para Nelayan, masyarakat dan Potensi SAR mengenai kecelakaan kapal tersebut. Yakni apabila mengetahui atau melihat keberadaan kapal tersebut agar menginformasikan kepada Tim SAR Gabungan.</p>
<p>&#8220;Upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sudah semaksimal mungkin sampai hari ketujuh baik diperairan maupun di tepian Pantai Cilacap hingga Purworejo. Tetapi kapal dan 10 ABK masih belum diketemukan dan dinyatakan HILANG ma ka secara resmi Operasi SAR dinyatakan dintutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan kekesatuannya masing-masing.&#8221; Pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/22/img_1711043794504.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[proses pencarian hari ke-7 ke-10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/22/img_1711043794504-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[proses pencarian hari ke-7 ke-10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7 asal Pemalang Masih Belum Ditemukan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58474/10-abk-kapal-kilat-maju-jaya-7-asal-pemalang-masih-belum-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 12:31:50 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[ABK]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58474/10-abk-kapal-kilat-maju-jaya-7-asal-pemalang-masih-belum-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; 10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7 yang berasal dari Kabupaten Pemalang Jawa Tengah hingga Selasa, 19 Maret 2024 masih belum ditemukan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7 yang berasal dari Kabupaten Pemalang Jawa Tengah hingga Selasa, 19 Maret 2024 masih belum ditemukan.</p>
<p>Sebelumnya dikabarkan, Kapal yang membawa kesepuluh ABK tersebut sempat berlayar bersama tiga kapal lainnya, namun dikarenakan terjadi badai pada saat itu, sehingga tiga kapal menepi.</p>
<p>Sementara itu Kapal Kilat Maju Jaya-7 tidak diketahui keberadaanya dan hilang kontak di perairan Cilacap atau di perairan Samudra Hindia.</p>
<p>Pihak perusahaan kemudian mengabarkan perihal tersebut pada Rabu (13/03) sekitar pukul 15.00 WIB ke Kantor Basarnas Cilacap.</p>
<p>Kabasarnas Cilacap, Adah Sudarsa dalam keterangannya menyebut, Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan melakukan penyisiran disejumlah tempat.</p>
<p>&#8220;Kami hingga Selasa hari ini masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 10 ABK Kapal Kilat Maju Jaya-7, namun masih belum membuahkan hasil.&#8221; Ujarnya.</p>
<p>Adah mengatakan terdapat faktor juga yang mempengaruhi pencarian tersebut terkendala, yakni cuaca yang tidak menentu, area pencarian yang luas dan keterbatasan Alut untuk mencapai lokasi.</p>
<p>&#8220;Meski terdapat kendala, Kami tetap melanjutkan upaya pencarian dan penyisiran dengan menambah luas area melalui e-broadcast yang dilakukan oleh BCC dan melakukan koordinasi kepada JRCC Australia melalui BCC.&#8221; Terangnya.</p>
<p>Menurutnya, upaya pada Selasa (19/03) yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB yaitu membagi Tim Rescuer menjadi 5 SRU, yang mana SRU 1 Melakukan penyisiran di permukaan air dengan RIB 06 sejauh 10 NM dari PLTU Karangkandri ke arah LKP dengan Heading 179°.</p>
<p>Sedangkan SRU 2 Melakukan penyisiran darat menggunakan ATV sejauh 10 KM dari Pantai Teluk Penyu ke Pantai Menganti.</p>
<p>SRU 3 Melakukan penyisiran darat menggunakan rescue trail sejauh 25 KM dari Pantai Petanahan, Pantai Setrojenar, Pantai Mliwis dan Pantai Laguna Lembuhpurwo dan pemantauan udara dengan menggunakan Drone Thermal.</p>
<p>SRU 4 Melakukan penyisiran darat menggunakan 2 Unit rescue trail USS Congot sejauh 10 KM dari Pantai Jatimalang, Pantai Jatikontal, Pantai Congot dan Pantai Glagah Indah.</p>
<p>&#8220;Dan SRU 5 Melakukan Penyisiran dari Pantai Tebing Parangndog hingga Pantai Baron, Kab.Gunung Kidul, dengan jarak 25 km.&#8221; Paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/19/Tim-SAR-Gabungan-Laukukan-Pemantauan-Kapal-Kilat-Maju-Jaya-7-di-sejumlah-Perairan.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tim SAR Gabungan Laukukan Pemantauan Kapal Kilat Maju Jaya 7 di sejumlah Perairan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/19/Tim-SAR-Gabungan-Laukukan-Pemantauan-Kapal-Kilat-Maju-Jaya-7-di-sejumlah-Perairan-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tim SAR Gabungan Laukukan Pemantauan Kapal Kilat Maju Jaya 7 di sejumlah Perairan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kapal Nelayan dengan 10 ABK Hilang Kontak di Samudra Hindia</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58455/kapal-nelayan-dengan-10-abk-hilang-kontak-di-samudra-hindia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 16:23:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58455/kapal-nelayan-dengan-10-abk-hilang-kontak-di-samudra-hindia</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kapal nelayan berisikan 10 Anak Buah Kapal (ABK) hilang kontak di Samudra Hindia, dan saat ini tengah dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kapal nelayan berisikan 10 Anak Buah Kapal (ABK) hilang kontak di Samudra Hindia, dan saat ini tengah dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.</p>
<p>Kabasarnas Cilacap, Adah Sudarsa dalam keterangannya mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan satu tim rescue untuk melaksanakan pencarian terhadap Kapal Kiat Maju Jaya-7 yang membawa 10 ABK tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami telah melakukan upaya pencarian terhadap Kapal Nelayan yang berisikan 10 ABK tersebut dengan menerjunkan sejumlah personel dengan membagi 3 RSU dan dengan dilengkapi peralatan pendukung.&#8221; Kata Adah, Sabtu (16/03/2024).</p>
<p>Adah menjelaskan terkait informasi hilangnya Kapal tersebut bermula dari pihak perusahaan Kapal Nelayan pada Rabu (13/03) sekitar pukul 15.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Informasi Hilangnya Kapal Kiat Maju Jaya-7 itu bermula adanya laporan dari pihak perusahaan pemilik Kapal Nelayan tersebut.&#8221; Kata Adah.</p>
<p>Adapun dalam keterangan yang didapatkan pihak Basarnas Cilacap, awalnya 4 kapal melaju secara beriringan, namun karena cuaca buruk keempat kapal tersebut kembali ke Dermaga Cimiring Cilacap.</p>
<p>Ketika keempat kapal tersebut melakukan perjalanan kembali, di tengah perjalanan terdapat badai, sehingga tiga dari keempat kapal tersebut bersandar ke Dermaga Pacitan menunggu badai reda.</p>
<p>Berdasarkan data ketiga kapal tersebut, yakni 1. Kapal Makmur Jaya-20 dengan Nahkoda Sumaryo, 2. Kapal Makin Jaya-2 Nahkoda Raino, 3. Kapal Maju Jaya-28 Nahkoda Tarmuji.</p>
<p>Sedangkan satu Kapal Kiat Maju Jaya-7 yang dinahkodai oleh Waidin hingga saat ini tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.</p>
<p>Dalam Kapal Kiat Maju Jaya-7 yang terdiri dari 10 ABK yang berasal dari Pemalang itu di antaranya: Waidin (39), Ahmad Mutajar (24) Pemalang, Angga Trio (21), Gunawan (22), Heri Setiaji (27), Ichya Umidin (23), M Ripto (25), Syarifuddin (25), Waroji (41), dan Zaenal (29).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/16/Basarnas-Cilacap-lakukan-pencarian-kapal-nelayan-yang-hilang-kontak.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Basarnas Cilacap lakukan pencarian kapal nelayan yang hilang kontak]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/16/Basarnas-Cilacap-lakukan-pencarian-kapal-nelayan-yang-hilang-kontak-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Basarnas Cilacap lakukan pencarian kapal nelayan yang hilang kontak]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cari Ikan di Dermaga Sodong Nusakambangan, Nelayan Tenggelam</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58319/cari-ikan-di-dermaga-sodong-nusakambangan-nelayan-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 02:44:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58319/cari-ikan-di-dermaga-sodong-nusakambangan-nelayan-tenggelam</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Nelayan asal Jalan Sirkaya No 50 RT 005 RW 009 Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap terjatuh dari perahu dan tenggelam saat mencari ikan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Nelayan asal Jalan Sirkaya No 50 RT 005 RW 009 Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap terjatuh dari perahu dan tenggelam saat mencari ikan.</p>
<p>Kabasarnas Cilacap, Adah Sudarsa mengatakan Korban adalah Sugito berusia 50 tahun yang merupakan seorang warga asal Cilacap Selatan.</p>
<p>&#8220;Terkait informasi bahwa ada seorang nelayan yang terjatuh dan tenggelam di Dermaga Sodong Nusakambangan, kami dari Basarnas Cilacap telah menerjunkan sejumlah personel dengan dilengkapi peralatan pendukung pencarian.&#8221; Kata Adah.</p>
<p>Sementara hingga kini, sejumlah unsur Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Cilacap, Polairud Cilacap, SAR MTA, Nelayan, dan Masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap nelayan tersebut. </p>
<p>&#8220;Adapun peralatan utama yang digunakan diantaranya Rescue Car Carrier, Rubber Boat, Underwater Search Device, Peralatan SAR Air, Perlengkapan Medis, Drone Thermal, dan Alat Komunikasi.&#8221; Tambahnya.</p>
<p>Sedang informasi yang diterima dari Polairud, bahwa kronologi dan pelaporan adanya Nelayan yang terjatuh dari perahu dan tenggelam, bermula dari seorang yang tengah pemancing.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi yang kami terima dari Polairud Cilacap, seorang nelayan tersebut saat itu sedang mencari ikan di Dermaga Sodong Nusakambangan pada Senin (04/03) pukul 12.41 WIB. Namun korban terjatuh dan tenggelam pada pukul 15.30 WIB dan hanya tinggal perahu saja, sehingga diketahui oleh pemancing. Kemudian melaporkan ke pihak terkait.&#8221; Pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/05/Basarnas-Cilacap-melakukan-proses-pencarian-nelayan-tenggelam-di-Dermaga-Sodong-Nusakambangan.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Basarnas Cilacap melakukan proses pencarian nelayan tenggelam di Dermaga Sodong Nusakambangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/05/Basarnas-Cilacap-melakukan-proses-pencarian-nelayan-tenggelam-di-Dermaga-Sodong-Nusakambangan-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Basarnas Cilacap melakukan proses pencarian nelayan tenggelam di Dermaga Sodong Nusakambangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Korban Kedua Kapal Terbalik di Glempangpasir Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-57216/korban-kedua-kapal-terbalik-di-glempangpasir-ditemukan-tersangkut-jaring-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 17:56:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adipala]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-57216/korban-kedua-kapal-terbalik-di-glempangpasir-ditemukan-tersangkut-jaring-nelayan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pada hari kedua pencarian terhadap nelayan yang jatuh ke laut akibat perahu terbalik di Pantai Glempangpasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap akhirnya korban ke-2 ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu, 20 Desember 2023 pagi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pada hari kedua pencarian terhadap nelayan yang jatuh ke laut akibat perahu terbalik di Pantai Glempangpasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap akhirnya korban ke-2 ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu, 20 Desember 2023 pagi.</p>
<p>Kabasarnas Cilacap, Adah Sudarsa mengatakan, saat melakukan penyisiran di atas permukaan air, Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi dari nelayan sekitar bahwa ditemukan adanya jenazah yang tersangkut jaring nelayan. Adapun lokasi penemuan itu berada di sekitar Perairan Sodong dengan jarak 2 KM ke arah timur dari lokasi kejadian. </p>
<p>&#8220;Selanjutnya pada pukul 12.20 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban bernama Nurohman (31) dalam keadaan meninggal dunia. Korban selanjutnya di bawa ke RSUD Cilacap untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.&#8221; Terang Adah.</p>
<p>Diketahui jenazah tersebut merupakan korban kedua dari kecelakaan kapal terbalik di Pantai Glempangpasir bernama Nurohman (31) asal Desa Bandengan RT 01 RW 01 Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.</p>
<p>Sedangkan korban pertama yang juga ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 19 Desember 2023 bernama Karyoto (42), warga asal Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Adapun unsur SAR yang terlibat di antaranya: Basarnas Kantor SAR Cilacap, SAR MTA, SAR Arnavat, Relawan Sentolo Kawat, Bagana, HNSI, keluarga dan masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Dengan telah ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR dapat kembali ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.&#8221; Pungkas Adah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/21/korban-kedua-perahu-terbalik-di-perairan-glempangpasir-berhasil-dievakuasi.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[korban kedua perahu terbalik di perairan glempangpasir berhasil dievakuasi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/21/korban-kedua-perahu-terbalik-di-perairan-glempangpasir-berhasil-dievakuasi-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[korban kedua perahu terbalik di perairan glempangpasir berhasil dievakuasi]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kapal Terbalik 2 Nelayan Terjatuh di Perairan Pantai Glempang Pasir Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-57208/kapal-terbalik-2-nelayan-terjatuh-di-perairan-pantai-glempang-pasir-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 19:21:45 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adipala]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-57208/kapal-terbalik-2-nelayan-terjatuh-di-perairan-pantai-glempang-pasir-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap (KPP) mendapatkan informasi terkait adanya Kecelakaan Kapal 2 orang nelayan yang terjatuh dari perahu di Perairan Pantai Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap (KPP) mendapatkan informasi terkait adanya Kecelakaan Kapal 2 orang nelayan yang terjatuh dari perahu di Perairan Pantai Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. </p>
<p>Kabasarnas Cilacap, Adah Sudarsa menerangkan, kabar tersebut diberitahukan bermula pada Selasa, 19 Desember 2023 oleh warga yang sedang menjaring ikan di tepian pantai Glempang Pasir. Lantas pada saat itu Ia curiga melihat adanya perahu yang berada di pecahan ombak.</p>
<p>Saat disoroti dengan lampu senter oleh warga terlihat 2 orang sedang bergantungan di pinggiran perahu, saat di terjang ombak kembali 2 orang korban hilang. Warga sempat melakukan pencarian di tepian pantai namun belum berhasil, akhirnya saksi menghubungi Basarnas Cilacap untuk melakukan pencarian korban.</p>
<p>&#8220;Pada pukul 23.20 WIB, TIM SAR Gabungan berhasil menemukan korban pertama atas nama Karyoto (42) warga Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap dalam keadaan meninggal dunia terapung di permukaan air sekitaran lokasi kejadian. Jasad korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Adipala 2 untuk mendapatkan penanganan. Selanjutnya TIM SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban kedua di tepian pantai dan pemantauan menggunakan Drone Thermal untuk menemukan korban.&#8221; Kata Adah.</p>
<p>Sementara itu Korban yang lainnya kata Adah Sudrsa masih dalam pencarian yakni atas nama Nurohman (31) warga Desa Bandengan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon</p>
<p>&#8220;Dalam pencarian ini, kami memberangkatkan satu tim rescue ke lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian terhadap korban. Namun hingga pukul 23.50 WIB pencarian korban kedua masih NIHIL, sehingga TIM SAR Gabungan menghentikan Operasi Pencarian dan akan dilanjutkan kembali pada besok pagi, Rabu (20/12) pukul 07.00 WIB.&#8221; Kata Adah.</p>
<p>Adapun dalam pencarian tersebut, alut yang digunakan di antaranya 1 Unit Rescue Car Type 2, 1 Unit Rescue Carrier, 1 Unit Perahu Karet, 3 Set Palsar Air Lengkap, 1 Set Aqua Eye, 3 Set Alkom, 1 Set Drone Mavic 3 Thermal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/20/satu-korban-perahu-terbalik-di-glempang-pasir-berhasil-dievakuasi-tim-sar-gabungan.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[satu korban perahu terbalik di glempang pasir berhasil dievakuasi tim sar gabungan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/20/satu-korban-perahu-terbalik-di-glempang-pasir-berhasil-dievakuasi-tim-sar-gabungan-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[satu korban perahu terbalik di glempang pasir berhasil dievakuasi tim sar gabungan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
