<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Mitigasi Penyakit &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/mitigasi-penyakit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Dec 2023 07:10:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Mitigasi Penyakit &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Mengenal Resistensi Obat Tuberkulosis</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-57121/mengenal-resistensi-obat-tuberkulosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 06:54:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-57121/mengenal-resistensi-obat-tuberkulosis</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; 12 Desember 2023, Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri TB atau dikenal sebagai <em>Mycobacterium Tuberculosis</em>. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi terdapat pula yang menyerang organ tubuh lainnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 12 Desember 2023, Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri TB atau dikenal sebagai <em>Mycobacterium Tuberculosis</em>. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi terdapat pula yang menyerang organ tubuh lainnya.</p>
<p>TB paru adalah penyakit yang dapat menular melalui udara (<em>airborne disease</em>). Bakteri TB menular dari orang ke orang melalui percikan dahak (<em>droplet</em>) ketika penderita TB paru aktif batuk, bersin, bicara atau tertawa.</p>
<p>Bakteri TB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh, bakteri ini dapat tertidur lama selama beberapa tahun (Kemenkes RI, 2012).</p>
<p>Gejala umum yang ditimbulkan oleh TB adalah batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu, batuk darah atau dahak, sakit dada, mudah lelah dan lemah, demam, panas dingin, keringat saat malam, dan kehilangan nafsu makan. Kurangnya pengetahuan tentang gejala TB membuat pasien merasa kurang paham dalam melakukan pengobatan ketika muncul gejala-gejala tersebut.</p>
<p>Menurut data WHO tahun 2022, angka kematian akibat TB pada tahun 2021 juga mencapai angka yang sangat tinggi, setidaknya 1,6 juta orang yang meninggal akibat TB dan meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 1,3 juta orang.</p>
<p>Beberapa negara telah berhasil mengurangi beban TB dengan tingkat yang signifikan, namun Indonesia masih menempati posisi kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India. Pada tahun 2021, diperkirakan terdapat sekitar 969.000 kasus TB di Indonesia, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17% dari tahun 2020.</p>
<p>Salah satu upaya dalam menanggulangi TB adalah pengobatan yang dikonsumsi selama periode 6 hingga 12 bulan. Obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan TB paru mengandung agen antituberkulosis, yakni antibiotik yang dirancang khusus untuk mengatasi infeksi bakteri TB.</p>
<p>Pengobatan ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan. Permasalahan muncul ketika penggunaan obat yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan pedoman pengobatan dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan terhadap obat itu sendiri.</p>
<p>Jika pengobatan tidak dilakukan sesuai prosedur, hal ini menjadi rantai penyakit yang tidak terputus sehingga sangat berisiko menularkan kepada orang terdekat termasuk keluarga. Selain itu, kondisi yang semakin parah akan menimbulkan komplikasi atau bahkan dapat menyebabkan kematian.</p>
<p>Proses pengobatan yang berlangsung lama, membuat pasien merasa bosan dan tidak jarang sebagian dari mereka berhenti minum obat saat merasa sudah sedikit membaik. Walaupun masa pengobatan belum selesai, hal tersebut menyebabkan waktu pengobatan yang terhenti dan menimbulkan resisten obat tuberkulosis terhadap pasien atau biasa disebut tuberkulosis resisten obat.</p>
<p>Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) adalah kondisi dimana bakteri sudah kebal terhadap obat lini 1 (periode pengobatan 6 bulan), sehingga pasien harus mendapatkan kombinasi obat lini 2 dengan periode waktu pengobatan yang lebih lama (9-12 bulan).</p>
<p>Berdasarkan Global TB Report 2020, diperkirakan terdapat 24.000 kasus TB-RO di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah ini, berdasarkan data rutin program Nasional Penanggulangan TB, pada tahun 2019 baru ditemukan 11.463 kasus TB-RO, atau terdapat perbedaan 52,5% dari perkiraan kasus yang ada.</p>
<p>Dari 11.463 kasus tersebut, hanya 5.531 atau 48,3% pasien yang sudah memulai pengobatan, dengan angka keberhasilan pengobatan berkisar di antara 49-51% dan angka putus pengobatan 24% sampai dengan 26% per tahun. Angka putus pengobatan ini terbilang tinggi, mengingat hasil cakupan keberhasilan yang dicapai masih jauh dari target keberhasilan pengobatan global yaitu sebesar 86%.</p>
<p>Tingginya angka putus pengobatan menjadi salah satu indikator rendahnya kepatuhan pasien untuk menyelesaikan pengobatan. Ketua Yayasan Pejuang Tangguh (PETA) menyatakan bahwa kesadaran diri pasien akan kesehatannya sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi TB-RO untuk menjaga atau mencegah penularan lebih lanjut kepada orang-orang yang disekitar.</p>
<p>Selain itu, efek samping dari obat yang timbul sangat beragam sehingga perlunya peran keluarga sebagai orang terdekat pasien untuk selalu mendukung dan menemani proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh sepenuhnya.</p>
<p>Dukungan keluarga dalam mendampingi pasien terapi TB-RO dimulai dari ikut dalam proses konsultasi rutin dan sosialisasi. Selain itu, keluarga serta organisasi atau LSM juga ikut mengawasi kepatuhan pasien dalam pengobatannya Sehingga, sangat penting untuk menjalin kerja sama lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan serta organisasi terkait dalam menjalankan program-program guna mendukung pasien TB-RO.</p>
<p><strong>Referensi</strong> </p>
<p>1. Kementerian Kesehatan RI. (2012). Petunjuk Teknis Tata Laksana Klinis Ko-Infeksi TB-HIV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.</p>
<p>2. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat 2020. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.</p>
<p>3. World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. Geneva: World Health Organization; 2022. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.</p>
<p>4. <a href="https://www.antaranews.com/berita/2228206/mengenal-tbc-resisten-obat-dan-kendala-penanganan" rel="noopener nofollow" target="_blank">Mengenal TBC resisten obat dan kendala penanganan</a> [diakses pada 17 Oktober 2023 pukul 14.03]</p>
<p>5. <a href="https://www.instagram.com/p/CKXqUr_AJm_/?img_index=2" rel="noopener nofollow" target="_blank">Instagram: @tbc.indonesia</a> [diakses pada 17 Oktober 2023 pukul 15.08]</p>
<p><strong>Oleh: Alifia Hanika Geren, Ratih Dwi Puspitasari (Universitas Indonesia)</strong> .</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/12/penanganan-dan-pencegahan-tuberkulosis-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[penanganan dan pencegahan tuberkulosis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/12/penanganan-dan-pencegahan-tuberkulosis-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[penanganan dan pencegahan tuberkulosis (sumber: Instagram/TB Indonesia)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sequis Ingatkan untuk Mitigasi Risiko Penyakit Pernapasan dengan Asuransi kesehatan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-56761/sequis-ingatkan-untuk-mitigasi-risiko-penyakit-pernapasan-dengan-asuransi-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 15:44:15 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sequis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-56761/sequis-ingatkan-untuk-mitigasi-risiko-penyakit-pernapasan-dengan-asuransi-kesehatan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Sejak awal November 2023, Jakarta dan sekitarnya mulai diguyur hujan setelah lebih dari 6 bulan mengalami musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sejak awal November 2023, Jakarta dan sekitarnya mulai diguyur hujan setelah lebih dari 6 bulan mengalami musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.</p>
<p>Namun demikian, walau sedang transisi dari musim kemarau ke musim penghujan, BMKG memprediksi El Nino moderat baru akan berakhir pada Februari 2024. Ini artinya, masih ada kecenderungan cuaca panas dan kering sehingga kita masih harus tetap waspada akan bahaya yang disebabkan oleh polusi udara.</p>
<p>Hal ini karena polusi udara lebih terasa pada musim kemarau. Polusi udara dapat memicu penyakit pernapasan, yakni terganggunya kerja saluran napas atas, seperti sinus dan hidung. Kemudian saluran napas bawah, seperti bronkus dan paru-paru.</p>
<p>Namun saat pancaroba, bukan berarti bebas sakit karena pada saat peralihan musim, kekebalan tubuh justru rentan terganggu terutama mengancam saluran pernapasan dan saluran pencernaan sebab perubahan temperatur suhu udara yang mendadak dapat memicu virus dan bakteri berkembang biak lebih cepat.</p>
<p>Deputy Head of Health Claim Sequis dr. Citra Roosmiati mendorong keluarga Indonesia memberi perhatian pada isu gangguan saluran pernapasan yang bisa saja terjadi pada anggota keluarga karena dapat memengaruhi kualitas hidup, aktivitas fisik dan sosial menjadi terbatas.</p>
<p>Hal yang dapat kita lakukan adalah melakukan pencegahan dan segera berikan pengobatan medis jika sudah terserang penyakit.</p>
<p>Tindakan pencegahan di antaranya dengan memperbaiki gaya hidup ke arah lebih sehat agar imunitas tubuh lebih terjaga. Caranya dengan menjaga makanan seimbang, konsumsi air putih, konsumsi vitamin, mengurangi atau menghindari paparan asap rokok atau vape dan menggunakan masker untuk aktivitas di luar ruangan.</p>
<p>Tindakan lebih luas dengan tidak membakar sampah di pemukiman padat penduduk atau lokasi lainnya karena cuaca sangat panas dan kering yang ekstrim berpotensi membuat kebakaran menjadi lebih luas serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu sistem pernafasan, dan rawat kendaraan secara berkala agar mesin tetap baik guna membantu mengurangi emisi karbon.</p>
<p>Gangguan pernapasan jika terus terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit pernapasan kronis, seperti asma, bronkitis kronis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).</p>
<p>&#8220;Gejala yang ditunjukkan akibat infeksi saluran pernapasan bisa diamati secara kasat mata, seperti batuk kering atau berdahak yang cukup mengganggu, hidung tersumbat hingga penuh lendir dan bengkak sehingga sulit bernapas lewat hidung karena infeksi menyerang sinus, sulit menelan karena ada sensasi terbakar atau rasa sakit di tenggorokan, suara menjadi serak bahkan hilang, mengalami sakit kepala dan demam, terasa nyeri pada otot dan sendi, mengalami demam dan lemas karena tubuh berjuang melawan infeksi. Pada beberapa orang mengalami kesulitan bernafas, dan memiliki keluhan bagian pencernaan, seperti nafsu makan menurun, rasa mual, muntah dan diare&#8221;, sebut dr. Citra.</p>
<p>Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala di atas maka untuk mencegah kondisi agar tidak semakin memburuk, dr Citra menyarankan untuk melakukan konsultasi kepada ahli agar kondisi kesehatan dapat dievaluasi, mendapatkan penanganan dan perawatan segera yang sesuai.</p>
<p>Risiko terkena penyakit saluran pernapasan yang semakin tinggi selalu dibayangi biaya kesehatan yang sangat mahal. Kondisi ini sama halnya dengan kekhawatiran pada biaya pengobatan penyakit kritis.</p>
<p>Ini berarti perlu kesadaran untuk melindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan demi meringankan beban pengeluaran keluarga. </p>
<p>Manfaat asuransi kesehatan sudah terbukti saat pandemi covid-19. Demikian juga saat ini, ditengah kualitas udara yang buruk dan memasuki musim pancaroba, sangat penting memitigasi finansial dari risiko penyakit pernapasan dengan asuransi kesehatan.</p>
<p>Pernyataan ini diperkuat dari paparan pembayaran klaim dan manfaat kesehatan yang dilakukan Sequis terkait penyakit saluran pernafasan hingga Oktober 2023 (year to date) sebesar Rp24,837 miliar untuk lebih dari 2000 kasus.</p>
<p>&#8220;Mengingat tingginya biaya perawatan kesehatan dan tidaklah mudah mendapatkan asuransi kesehatan jika sudah ada penyakit bawaan sementara tubuh kita sangat mudah terkena penyakit saluran pernafasan maka kami mendorong masyarakat agar memitigasi kesehatan dan finansial keluarganya dengan asuransi kesehatan,&#8221; sebut Head of Health Strategic Business Unit Sequis Mitchell Nathaniel.</p>
<p>Lebih lanjut sebut Mitchell, asuransi kesehatan akan sangat membantu pasien bisa segera mendapatkan perawatan medis berkualitas tanpa terkendala akses.</p>
<p>Selain itu, finansial keluarga akan tetap terjaga karena biaya perawatan rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan asuransi sesuai perjanjian polis.</p>
<p>Demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan asuransi kesehatan, Sequis tengah menggenjot produk asuransi kesehatan Sequis Q Infinite MedCare Rider X Booster (IMCX) dengan mengadakan program Sequis Xtra Perlindungan Anak sebagai bentuk preventif dari penyakit pernapasan.</p>
<p>&#8220;Sequis Xtra Perlindungan Anak adalah pemberian vaksinasi flu, suntik vitamin B atau vitamin C atau rontgen dada yang dapat dipilih nasabah untuk melindungi anaknya yang menjadi Tertanggung (usia 18 tahun ke bawah). Program preventif ini berlaku untuk Polis dengan asuransi kesehatan tambahan yang terbit pada 15 November &#8211; 15 Januari 2024,&#8221; sebut Mitchell.</p>
<p>Program Sequis Xtra Perlindungan Anak diharapkan dapat menjadi stimulus bagi keluarga Indonesia untuk melakukan mitigasi kesehatan dan finansial dari risiko penyakit pernapasan.Terutama pada anak karena sangat rentan terkena penyakit saluran pernapasan. </p>
<p>Anda dapat melakukan tindakan preventif melalui Sequis Xtra Perlindungan Anak dan dapat segera memberikan pengobatan jika terserang penyakit ini karena sudah memiliki asuransi kesehatan IMCX sehingga anak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas bersama anggota keluarga lainnya.</p>
<p>Produk asuransi kesehatan IMCX saat ini menjadi andalan nasabah Sequis. Terbukti dari nilai klaim dan manfaat kesehatan yang telah dibayarkan Sequis melalui produk ini sebesar Rp67,447 miliar hingga Oktober 2023 (year to date) untuk lebih dari 6000 kasus.</p>
<p>Produk asuransi kesehatan IMCX menyediakan manfaat rawat inap, rawat jalan, manfaat khusus, dan manfaat tambahan yang melindungi Tertanggung dari risiko penyakit dan kematian. Terdapat perlindungan terhadap penyakit kritis dengan nilai proteksi hingga Rp90 miliar. Nilai ini akan secara otomatis diperbarui dengan jumlah yang sama setiap tahun. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/21/sequis-ingatkan-untuk-mitigasi-risiko-penyakit-pernapasan-dengan-asuransi-kesehatan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[sequis ingatkan untuk mitigasi risiko penyakit pernapasan dengan asuransi kesehatan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/21/sequis-ingatkan-untuk-mitigasi-risiko-penyakit-pernapasan-dengan-asuransi-kesehatan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[sequis ingatkan untuk mitigasi risiko penyakit pernapasan dengan asuransi kesehatan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
