<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Media &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/media/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Oct 2024 09:38:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Media &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>School of Design BINUS UNIVERSITY Eksplorasi Teknologi melalui Media dan Desain Spasial</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-65845/school-of-design-binus-university-eksplorasi-teknologi-melalui-media-dan-desain-spasial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 09:38:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[binus university]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-65845/school-of-design-binus-university-eksplorasi-teknologi-melalui-media-dan-desain-spasial</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Batas antara dunia nyata dan virtual semakin memudar seiring kemajuan teknologi yang pesat. Media digital kini memengaruhi cara kita berkomunikasi dan menciptakan dunia di sekitar kita, membuka peluang baru dalam desain ruang yang lebih mendalam dan interaktif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Batas antara dunia nyata dan virtual semakin memudar seiring kemajuan teknologi yang pesat. Media digital kini memengaruhi cara kita berkomunikasi dan menciptakan dunia di sekitar kita, membuka peluang baru dalam desain ruang yang lebih mendalam dan interaktif.</p>
<p>School of Design BINUS University mempersembahkan 2024 Media X Space: Across Asia, yang berlangsung pada 19-30 Oktober 2024 di Creativite Art Space, Cilandak. Acara ini bertujuan membangun jembatan antara estetika, teknologi, dan masyarakat melalui instalasi seni yang interaktif.</p>
<p>Event ini menawarkan pengalaman mendalam yang menampilkan interaksi antara ruang fisik dan virtual, mendorong kolaborasi kreatif yang inklusif. Peserta diajak untuk mengeksplorasi teknologi terbaru dalam media dan desain spasial yang memberdayakan publik.</p>
<p>Dean of School of Design BINUS University, Danendro Adi, S.Sn., M.Arts, berharap acara ini dapat memperkuat ekosistem desain di Indonesia dan membuka peluang karier global bagi desainer. Dengan dukungan berbagai pihak, generasi desainer yang kreatif dan inovatif diharapkan muncul dari acara ini.</p>
<p>Tujuan utama 2024 Media X Space: Across Asia adalah menciptakan ruang pertukaran ide dan eksplorasi kreatif antara teknologi, media, dan desain. Acara ini juga menghubungkan seniman, desainer, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan ruang yang inklusif dan berdaya.</p>
<p>Selain pameran internasional, ada program pendukung yang dapat diikuti secara onsite dan online, seperti Arts and Design Talks serta workshop dari seniman dan akademisi seperti Ahyun Cho, Jackson Tan, dan Sarah Rachman pada 20-25 Oktober 2024. Seluruh program tidak berbayar dan terbuka untuk umum.</p>
<p>BINUS University kembali menunjukkan komitmennya terhadap inovasi pendidikan dengan menyelenggarakan 2024 Media X Space: Across Asia. Acara ini mengajak masyarakat untuk berpikir kreatif, menghargai teknologi, dan memanfaatkan desain guna menciptakan dunia yang lebih inklusif dan inspiratif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/10/29/School-of-Design-BINUS-UNIVERSITY-Eksplorasi-Teknologi-melalui-Media-dan-Desain-Spasial-2.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dokumentasi Berita (Sumber: BINUS Media &amp; Publishing)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/10/29/School-of-Design-BINUS-UNIVERSITY-Eksplorasi-Teknologi-melalui-Media-dan-Desain-Spasial-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dokumentasi Berita (Sumber: BINUS Media &amp; Publishing)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Teken MoU dengan Beritasatu.com, Cilacap.info Siap Menjadi Network</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58651/teken-mou-dengan-beritasatu-com-cilacap-info-siap-menjadi-network</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 15:32:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Satu]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58651/teken-mou-dengan-beritasatu-com-cilacap-info-siap-menjadi-network</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Sebagai media daring yang tergolong baru, demikian juga mengenai pembentukan badan hukum pers yang belum lama didirikan, Cilacap.info berusaha melakukan branding agar jangkauan situs lebih luas dan tidak hanya lokal.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sebagai media daring yang tergolong baru, demikian juga mengenai pembentukan badan hukum pers yang belum lama didirikan, Cilacap.info berusaha melakukan branding agar jangkauan situs lebih luas dan tidak hanya lokal.</p>
<p>Berbagai upaya pun telah kami coba lakukan selain optimasi situs dan memunculkannya diberbagai mesin pencarian, terutama di kanal news, juga kami berusaha dengan bergabung menjadi network (jaringan) dari media nasional Berita Satu.</p>
<p>Puji syukur bagi kami, perjalanan yang memang dibutuhkan pengorbanan, perjuangan serta relasi. Tanpa relasi mungkin kami tidak memiliki rekomendasi untuk menjadi bagian dari network berita satu.</p>
<p>Meski belum diumumkan sebagai Network Beritasatu.com, tapi dengan surat yang akan kami kirimkan, saya selaku Direktur mengucapkan terima kasih kepada CEO <a href="https://katasulsel.com">Katasulsel.com</a>, Edy Basri., S.H dan Pemred Beritasatu.com, Sukri Rahmatullah.</p>
<p>Tanpa mereka mungkin situs kami tidak rekomended untuk menjadi bagian dari network media nasional berita satu.</p>
<p>Dari MoU yang telah kami baca, kekayaan artikel dan pertukaran informasi menjadi hal yang sangat bermanfaat, sebab pembaca nantinya akan menemukan beragam informasi.</p>
<p>Selain kekayaan informasi, tentu kami akan lebih mengedepankan aspek produk jurnalisme berkualitas sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).</p>
<p>Kemudian dari sisi Search Engine Optimization tentu ada pengaruhnya apalagi dari media nasional sekaliber Beritasatu, sebab kami mengetahui bahwa DR (Domain Rating) akan naik berdasarkan pengalaman kami menjadi partner Line Today dan Buddyku sebelumnya.</p>
<p>Usai keduanya tutup, kami mendapati domain rating www.cilacap.info dari 54 turun signifikan menjadi 35.</p>
<p>Padahal banyak dari pemasar iklan dengan metode content placement yang sangat memperhatikan DR Ahrefs, selain Domain Authority milik Moz.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/08/ilustrasi-mitra-rekanan-dalam-bisnis.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi mitra rekanan dalam bisnis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/03/08/ilustrasi-mitra-rekanan-dalam-bisnis-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi mitra rekanan dalam bisnis (dok. Pixabay)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bawa Nama dan Gunakan Foto Hitler yang Anti Yahudi Kena Copyright</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-56962/bawa-nama-dan-gunakan-foto-hitler-yang-anti-yahudi-kena-copyright</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 02:13:39 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adolf Hitler]]></category>
		<category><![CDATA[Lisensi Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-56962/bawa-nama-dan-gunakan-foto-hitler-yang-anti-yahudi-kena-copyright</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Konflik negara Israel yang merupakan wilayah mayoritas orang atau kaum Yahudi yang kini tengah berseteru dengan Hamas menarik untuk diberitakan, tak hanya itu bahkan yang menyangkut dengan kaum Yahudi bisa pula dibahas oleh media.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Konflik negara Israel yang merupakan wilayah mayoritas orang atau kaum Yahudi yang kini tengah berseteru dengan Hamas menarik untuk diberitakan, tak hanya itu bahkan yang menyangkut dengan kaum Yahudi bisa pula dibahas oleh media.</p>
<p>Seperti seorang Tokoh Nazi dari Jerman, Adolf Hitler yang banyak dari media mancanegara mengatakan bahwa ia sangat anti dengan Yahudi.</p>
<p>Alih-alih mengabarkan sisi lain sejarah yang lalu tentang Hitler dan Yahudi di mana kini juga tengah terjadi konflik antara Israel dan Hamas, media bisa membuat narasi dan artikel menyangkut ini guna menarik minat pembaca.</p>
<p>Namun dari suatu artikel yang ditulis oleh seorang konten kreator media, tiba-tiba ada email masuk yang menyatakan bahwa gambar yang digunakan adalah milik kliennya.</p>
<p>Sehingga media yang mengabarkan tentang Hitler dan Yahudi itu terkena denda sebesar sekian euro, atau jika tidak membayar maka ia akan memprosesnya secara hukum. di sini ada kesan lucu, mengapa?</p>
<p>Sebab Konten Kreator di sebuah media itu selalu mengambil foto atau gambar dari layanan bebas lisensi, namun tiba-tiba ada yang mengklaim itu dan menjatuhkan denda.</p>
<p>Setiap hari ada email masuk dari perusahaan hosting gambar yang menyatakan bagaimana keberlanjutan atas foto tersebut, maka karena seperti spam dan meskipun bukan saya yang menulis artikel tersebut, tapi karena saya yang pegang email media online maka saya membalasnya dengan detail.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mungkin Anda mengklaim sebuah foto yang kami ambil dari layanan unduh foto dan gambar gratis bebas lisensi kemudian Anda klaim sebagai karya Anda dan meminta denda kepada kami. Jangan mengambil keuntungan dari issue yang sedang tren dengan memeras meskipun Anda adalah layanan hosting gambar yang legal di negara Anda. Sebagai bukti kami lampirkan url gambar yang Anda sebut dan kami download kemudian cari dan cocokan melalui mesin telusur bahwa kami mengunduhnya dari layanan gambar gratis. Dan hasilnya banyak media yang menggunakannya dan itu merupakan foto dari layanan unduh gambar gratis bebas lisensi.&#8221; Ujar saya.</p>
<p>Kemudian esoknya terdapat email balasan bahwa pihaknya akan menutup permasalahan tersebut dan menyatakan bahwa permasalahan telah selesai, ia juga meminta maaf atas kekeliruannya.</p>
<p>Namum di hari esoknya dan hari berikutnya terdapat email kembali agar kita membayar denda, lantas saya menjawab kembali dengan mengirimkan tangkapan layar bahwa permasalahan telah dinyatakan selesai, kenapa ada email masuk kembali agar kami membayar denda.</p>
<p>Setelah itu sudah tidak ada email kembali dari layanan hosting gambar tersebut yang kami merasa justru seperti spam yang dikirim setiap hari.</p>
<p>Dari sini mengapa kita hendaknya ketika menggunakan gambar/foto ilustrasi sebaiknya menggunakan gambar gratis yang bebas lisensi, sehingga tidak mudah diperas atas dalih klaim hak cipta. Juga agar terhindar dari yang namanya klaim hak cipta suatu foto/gambar, dan jika ada yang klaim, mudah juga bagi kita untuk menjelaskan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/04/img_1701655879112.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi Adolf Hitler]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/04/img_1701655879112-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi Adolf Hitler (Pic: Pixabay)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kenapa Video Hot Syakirah Membanjiri Mesin Pencarian?</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53354/kenapa-video-hot-syakirah-membanjiri-mesin-pencarian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2023 00:03:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53354/kenapa-video-hot-syakirah-membanjiri-mesin-pencarian</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Video Hot (Panas) Syakirah membanjiri mesin pencarian hari demi hari dari beberapa minggu yang lalu, bahkan media mainstream turut meramaikan perihal tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Video Hot (Panas) Syakirah membanjiri mesin pencarian hari demi hari dari beberapa minggu yang lalu, bahkan media mainstream turut meramaikan perihal tersebut.</p>
<p>Mungkin sebagian orang bertanya, Mengapa media mainstream banyak yang ikut meramaikan video panas yang tengah viral? Jawaban dan alasannya karena sedang populer dan banyak dicari oleh orang-orang di internet.</p>
<p>Sehingga Media Siber atau Daring turut serta mengulas konten yang tengah banyak dicari tujuannya agar orang-orang mengunjungi website-website mereka.</p>
<p>Jika kita membahas tentang Media Online, Media Online bisa mendapatkan penghasilan dari iklan baik melalui kerja sama dengan pemerintah maupun dengan memasang penayangan iklan seperti Adsense. Sehingga penghasilan media online bisa dikatakan double.</p>
<p>Belum cukup sampai sebatas itu, bahkan jika kita menilik website-website top malah penayangan iklan di lamannya sangat banyak dan menganggu pembaca dengan banyaknya Pop-up yang muncul. Tujuannya sekali lagi agar pembaca mengeklik iklan.</p>
<p>Perlu diketahui bahwasanya View Iklan Adsense dengan orang yang mengelik Iklan, rate adsensenya lebih besar orang yang mengeklik, oleh sebab itu tidak peduli meskipun iklan yang tampil di situsnya mengganggu karena yang terpenting adalah cuan.</p>
<p>Dari adsense inilah mulanya mengapa media-media top-top itu saling menargetkan kata kunci yang tengah populer dan banyak dicari agar lamannya selain banyak dikunjungi juga mendapat benefit dari Iklan Adsense.</p>
<p>Bagi sebagian warganet mungkin ada yang menganggap konten-konten populer itu tidak mendidik, ada juga yang beranggapan sampai segitunya suatu media mencari view.</p>
<p>Namun bagi raksasa media tidak peduli, sebab ada beberapa faktor yang menjadikan mereka demikian, seperti agar ranking website tidak turun atau demi agar bisa mencari ranking.</p>
<p>Perlu diketahui bahwasanya Ranking website itu dihitung berdasarkan jumlah kunjungan bahkan ada toolnya ada indikatornya. Dimana semakin banyak kunjungan maka posisi dan ranking suatu website akan naik, atau agar tetap menempati posisi itu sehingga tidak turun dan tergeser oleh yang lain.</p>
<p>Hal tersebut mungkin tidak biasa dan tidak elok sebab seyogyanya media seharusnya dapat mendidik anak-anak muda. Namun jika dikatakan seperti itu tidak benar juga, sebab media besar seperti itu juga banyak memproduksi konten yang positif yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat atau pembaca.</p>
<p>So kita menganggapnya biasa, sebab bisa jadi jika saya atau anda memiliki media top serupa akan seperti itu juga. Disamping Iklan juga kemungkinan karena banyaknya memiliki awak redaksi sehingga penghasilannya itu juga akan dialokasikan untuk jurnalis dan awak media agar mereka dibayar dan sejahtera.</p>
<p>So Positif Thinking saja.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/01/28/ilustrasi-stop-konten-negatif.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi stop konten negatif]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/01/28/ilustrasi-stop-konten-negatif-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi stop konten negatif]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Creator Copy Paste dan Law Attitude</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-32846/creator-copy-paste-dan-law-attitude</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 12:45:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kreator]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-32846/creator-copy-paste-dan-law-attitude</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Semua orang di dunia ini memiliki potensi dan bakat sekalipun bakatnya itu adalah copy paste, begitu juga seorang creator Media Sosial (medsos).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Semua orang di dunia ini memiliki potensi dan bakat sekalipun bakatnya itu adalah copy paste, begitu juga seorang creator Media Sosial (medsos).</p>
<p>Menilik fenomena media sosial terkini, yang namanya konten kreator kian bertebaran dan membanggakan diri mereka meskipun itu tidak semua. Bahkan ada juga yang tidak memiliki karya dari mereka sendiri melainkan copy paste.</p>
<p>Bahkan jurnalis pun seperti tidak ada apa-apanya dibanding mereka, hal itu pernah saya rasakan dari mulai cibiran dan semacamnya.</p>
<p>Creator yang suka copy paste seperti Copas blog dari Media Siber, blogger lain, media UGC tanpa sumber, hal ini akan dijauhi oleh blogger lainnya, dan pernah juga saya jumpai, salah satu blogger copas blog orang lain, seperti milik blog Mastrigus yang di copas oleh salah satu blogger.</p>
<p>Blogger tersebut jika dilihat dari akunnya rendah attitude dan kerap menyepelekan lainnya, dan Bahkan ketika diminta jangan copas, dia malah melanjutkan hal itu seolah ngga punya salah.</p>
<p>Apalagi jika mengejek jurnalis yang memang melakukan tugasnya sesuai kode etik, ada berita A1 dan dapat dipertanggung jawabkan seperti mencemooh, bisa saja justru sang kreator dipenjara.</p>
<p>Mungkin kreator yang seperti itu mengira tidak mungkin dan tidak akan sampai seperti itu, benarkah demikian. Anji sang vokalis Band saja ketika menjadi Citizen Journalism harus berhadapan dengan hukum dan tidak dapat mengadu ke Dewan Pers.</p>
<p>Pasalnya Citizen Journalism bisa dilakukan siapa saja, namun terkait etika bermedia juga harus dijunjung tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/stop-copy-paste.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[stop copy paste]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/stop-copy-paste-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[stop copy paste]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Tantangan Media Pasca Pandemi</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-28854/tantangan-media-pasca-pandemi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2020 22:08:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-28854/tantangan-media-pasca-pandemi</guid>

					<description><![CDATA[PURBALINGGA, Oleh: Aji Setiawan &#8211; Menjelang masa berakhirnya Pandemi Covid-19 perlu diungkapkan kondisi kebebasan pers di Indonesia pada tahun 2020 dan sekaligus memasuki masa tahapan pendataan pemilih Pilkada 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA, Oleh: Aji Setiawan &#8211; Menjelang masa berakhirnya Pandemi Covid-19 perlu diungkapkan kondisi kebebasan pers di Indonesia pada tahun 2020 dan sekaligus memasuki masa tahapan pendataan pemilih Pilkada 2020.</p>
<p>Ada tiga hal yang membuat kebebasan pers di Indonesia tidak tumbuh. Pertama adalah sistem yang korup yang membuat lembaga negara tak berfungsi dengan baik</p>
<p>Kalau sistemnya korup di mana negara tidak akan menoleh kepentingan secara interest, kepentingan sesaat, tidak akan mungkin ada kebebasan pers. Dalam situasi seperti itu jangan diharapkan akan ada lahir regulasi-regulasi yang akan melindungi kebebasan pers.</p>
<p>Kita lihat konteks sekarang bagaimana sikap DPR dan pemerintah ngotot merevisi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang isinya kita anggap mempertahankan pasal-pasal lama yang bisa memenjarakan wartawan.</p>
<p>Kedua, kemiskinan yang menjerat kalangan wartawan. Kebebasan pers di Indonesia, sulit tumbuh jika kesejahteraan wartawan memprihatinkan. Bahkan sampai jelang dini hari tadi saya berdiskusi dengan banyak media online,tentang kesulitan meraih ceruk iklan dan pasar media di saat Pandemi.</p>
<p>Mau tidak mau, media online, terbit gratis dan tidak bisa bekerja sama dengan partai politik untuk memuluskan kandidat calon bupati dalam Pilkada. Ingat, tugas jurnalis adalah berdasar fakta bukan uang yang bicara dan kuasa.</p>
<p>Jika gaji wartawan tidak cukup. Dia tidak akan punya waktu yang cukup banyak berkonsentrasi menghasilkan karya jurnalistik yang baik. Konsentrasinya akan terpecah dengan membuat berita yang bagus dengan makanan bagus di atas meja dengan ada uang untuk membayar sekolah anak-anaknya.</p>
<p>Jadi dengan situasi seperti itu, kemiskinan akan berpengaruh terhadap kebebasan pers. Karena itu mengapa kesejahteraan adalah tema yang penting kalau kita berbicara kebebasan pers.</p>
<p>Hal terakhir yang memengaruhi kebebasan pers di Indonesia adalah iklim ketakutan. Wartawan sering menghadapi ancaman, dan itu tidak hanya berwujud ancaman fisik.</p>
<p>Dalam kasus di Indonesia yang kami lihat berdasarkan monitoring, dunia pers saat ini malah berada dalam ancaman dari berbagai sisi, dari regulasi wartawan berhadapan dengan KUHP dan UU ITE. Dua pasal yang banyak dikritik karena dengan sangat mudah memenjarakan wartawan.</p>
<p>Kekerasan terhadap wartawan diperparah oleh tradisi impunitas di Indonesia sehingga pelakunya tidak diadili dengan semestinya.</p>
<p>Jangankan wartawan dipukul. Wartawan mati saja dalam kasus Udin sampai sekarang tidak ketahuan siapa pelakunya. Itu tradisi impunitas yang membuat bagaimana kebebasan pers mau hidup dalam situasi tersebut. Itu beberapa kondisi yang membuat kebebasan pers di Indonesia ini benar-benar dalam tantangan.</p>
<p>Kasus kekerasan menjadi perhatian besar dunia pers lndonesia. Perlu diungkapkan, pelaku kekerasan terhadap wartawan sepanjang tahun 2019 umumnya polisi. Fakta itu tergambar dalam aksi demonstrasi Mei 2019 yang menolak hasil pemilihan presiden, serta demo menolak RKUHP dan revisi Undang-Undang KPK.</p>
<p>Sebagian besar ya motifnya polisi marah karena wartawan merekam polisi melakukan kekerasan. Padahal itu bagian kontrol sosial yang dilakukan oleh pers karena melakukan kekerasan bukan hanya kepada wartawan dan warga sipil. Itu kenapa kami tidak terlalu heran ketika kasus kekerasan itu banyak yang tidak diproses karena tradisi impunitas di kalangan penegak hukum Indonesia.</p>
<p>Menanggapi laporan lembaga pemantau Reporters Without Borders (RSF) yang menunjukkan indeks kebebasan pers Indonesia naik ke peringkat 119 pada 2020 dari posisi 124 pada tahun sebelumnya, perubahan itu mencerminkan kemajuan kebebasan pers di Indonesia</p>
<p>Cerminan kemajuan kebebasan pers belum tentu, kalau melihat apa yang terjadi selama 2019 situasi di dalam negeri tidak membaik. Kalau indeks Indonesia tahun ini naik mungkin bukan karena kita membaik di dalam negeri tapi situasi di luar negeri yang lebih buruk.</p>
<p>Dengan demikian secara keseluruhan kemerdekaan pers di Indonesia sudah mulai membaik. Hanya saja, masih ada beberapa faktor yang menghambat kemajuannya.</p>
<p>Kemudian kesejahteraan juga masih menjadi persoalan, dan pendidikan. Tapi kami juga temukan dibeberapa wilayah seperti di Papua dari 34 provinsi masih terbawah, ini beberapa persoalan yang dihadapi. Maka dalam indeks pers itu bisa ditemui apa yang sebenarnya menjadi persoalan pers di Indonesia dan apa yang harus diperbaiki.</p>
<p>Hanya dengan integritas, kemandirian dan profesionalitas pers bisa menegaskan independensinya untuk menjalankan tugas mulia yakni menyuarakan kebenaran.(***) </p>
<p>Penulis adalah mantan Ketua PWI-Reformasi Korda Dista Yogyakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membuat Media Online Kala Dikenal dan Tanpa Campur Tangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-26856/membuat-media-online-kala-dikenal-dan-tanpa-campur-tangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2020 12:43:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-26856/membuat-media-online-kala-dikenal-dan-tanpa-campur-tangan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Banyak orang membuat media online sedari nol sedari belum dikenal, mereka membuat media online cyber resmi karena keuntungannya. Yakni dari mulai kerja sama pemberitaan maupun iklan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Banyak orang membuat media online sedari nol sedari belum dikenal, mereka membuat media online cyber resmi karena keuntungannya. Yakni dari mulai kerja sama pemberitaan maupun iklan.</p>
<p>Namun lain halnya ketika membuat media online katakanlah media online tersebut sudah cukup dikenal, padahal artikel keseluruhan di bawah 2000 artikel. Sedang yang lainnya sudah puluhan ribu artikel.</p>
<p>Namun rating dan rankingnya terbilang cukup baik dan sejajar. Teknik pengoptimalan SEO memang sangat diperlukan dalam media online. Sehingga artikel tersebut tidak sia-sia.</p>
<p>Tahun lalu dari Serikat Media Cyber Indonesia (SMSI) atau AMSI kalau tidak salah, bahwa ia mengatakan, kontributor daerah untuk membuat media sendiri.</p>
<p>Sebagai kontributor media online resmi dan blogger, saya tahu apa yang harus saya lakukan. Yakni dari mulai optimasi dan merubah sedikit tampilan tema agar terlihat beda dari yang lainnya meski tema nya sama.</p>
<p>Saya tidak pernah berfikir bahwa suatu laman bisa bersaing dengan laman lainnya apalagi berusaha untuk menyaingi. yang saya fikir apa yang bisa saya tulis hari ini, karena seorang blogger juga punya insting untuk menulis dengan kesabaran.</p>
<p>Saya pernah memiliki laman yang cukup baik dan laman niche tutorial dan bisnis online yang waktu itu rankingnya cukup baik untuk blog biasa. Mungkin waktu itu sedikit orang yang memiliki website.</p>
<p>Saya memakai domain web.id yang merupakan second level domain waktu itu dan cukup baik lebih baik dari laman yang saya buat lainnya. Sehingga saya berfikir antara domain lainnya agar populer ternyata peran pentingnya adalah SEO atau pengoptimalan.</p>
<p>Semakin anda memperlakukan domain apa saja dengan kualitas, maka domain apa saja bisa bersaing di ranah internet khususnya mesin pencari.</p>
<h2>Citizen Journalism di era Demokrasi</h2>
<p>Citizen journalism di era demokrasi mempunyai peran dalam menyampaikan suatu informasi, dan yang terpenting adalah keakuratan dan pastinya bukan hoax.</p>
<p>Namun terkadang citizen journalism dikesampingkan karena beranggapan bukan laman resmi berbadan Persero, tidak sedikit juga yang mengatakan hal itu kepada pihak &#8211; pihak terkait.</p>
<p>Lucunya dari mereka ini justru yang mengelola akun media sosial yang bisa dikatakan bukan berbadan hukum. Mereka adalah citizen journalism juga. Tapi entah sebab apa mereka tidak berkaca diri, entah karena faktor ghuluw (berlebihan) dalam berorganisasi atau takut jika laman lain tumbuh besar atau memang mainnya kurang jauh.</p>
<p>Disinilah citizen journalism dihadapkan beberapa faktor, yakni tidak kepercayaan orang lain sehingga orang tidak mahu mengirimkan berita meskipun dalam publikasi tidak meminta uang.</p>
<p>Netizen adalah raja karena mereka adalah pembaca di suatu laman, namun netizen juga ada yang hanya membaca judul tanpa mengetahui di dalam isi, dari mana beritanya, kapan, dimana kejadiannya.</p>
<p>Lantas mereka langsung menjudge hoax, berita bohong, padahal indonesia negara hukum, siapa saja yang menyebar hoax bakal kena undang-undang.</p>
<p>Tak hanya itu, anggapan terkait laman radikal, Bahkan juga turut disebarkan ke linimasa media sosial.</p>
<p>Dampaknya tentu saja, orang enggan mengunjungi laman, namun saya harus berfikir jernih dan dengan kepala dingin.</p>
<p>Disamping itu, abaikan hal tersebut dan tidak perlu berdebat panjang lebar yang akan membuang waktu, tenaga dan pikiran, namun teruslah berkreativitas.</p>
<p>Ketika banyak orang sedikit mengunjungi laman karena dampak yang mereka judge, justru kita berfikir tidak penting. Teruslah berfikir positif.</p>
<p>Alhamdulillah, sehingga laman tersebut naik peringkatnya hari demi hari meski tidak dari berita bisa datang dari tutorial.</p>
<p>Perlu diketahui, bahwa media online sekarang membutuhkan peran serta masyarakat dalam publikasi, sehingga ada kanal tersendiri yakni citizen journalism (jurnalisme warga).</p>
<h2>Melangkah Membuat Media Online Butuh Modal</h2>
<p>Membuat media online resmi tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit, apalagi jika anda jurnalis media.</p>
<p>Jika anda mengatakan berapa modalnya kepada pemilik media tentu saja mereka akan mengatakan modalnya besar, sehingga membuat media online jadi diurungkan.</p>
<p>Saya memiliki teman seorang blogger dan seorang IT Media Online, peran sertanya mampu membuat media online tersebut tumbuh besar.</p>
<p>Ketika saya sharing, dia mengatakan tentang membuat media online cyber resmi dan modalnya, selain itu ia juga memovitasi untuk hal tersebut.</p>
<p>Namun berapa modalnya intinya butuh modal, dan modal kami adalah kekuatan niat dan tekad meskipun dianggap lelucon dan sentilan receh.</p>
<p>Namun kami membuatnya Insya Allah bukan tanpa hutang Bank, Pegadaian, dan Tanpa Campur Tangan Pihak ke 3 baik lembaga atau sebagainya.</p>
<p>Ini memang sulit, namun beginilah, mau orang tidak percaya tidaklah penting, Insya Allah akan ada waktunya, tinggal tunggu saatnya nanti.</p>
<p>Tidak lupa Diawali Bismillah, kekuatan tekad dan Niat, Insya Allah kita buat media cyber resmi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cara Menghapus Foto di Instagram</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-24035/cara-menghapus-foto-di-instagram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2020 03:01:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-24035/cara-menghapus-foto-di-instagram</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Banyak orang yang mencari cara supaya unggahan foto di instagram via browser bisa dihapus, namun tak terdapat tulisan delete.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Banyak orang yang mencari cara supaya unggahan foto di instagram via browser bisa dihapus, namun tak terdapat tulisan delete.</p>
<p>Nampaknya instagram telah menghilangkan menu delete, pasalnya kami juga kesulitan menghapus foto di instagram dari browser baik dengan handphone maupun laptop.</p>
<p>Namun beberapa pekan terakhir ini, kami mencoba membuka instagram dan melihat-lihat foto-foto yang telah diunggah pada profil instagram.</p>
<p>Ketika mencoba mengklik salah satu foto dan mengklik titik 3 (tiga) di pojok kanan atas, rupanya sekarang telah ada menu delete.</p>
<p>Caranya cukup mudah seperti yang telah diterangkan di atas, yakni masuk atau login pada akun instagram kamu 》 masuk atau klik profil 》 pilih foto yang akan dihapus 》 klik ••• menu di pojok kanan atas 》 dan delete.</p>
<p>Belum diketahui kenapa tidak ada menu delete sebelumnya pada instagram ketika kami mengaksesnya via browser dan hal itu juga terjadi dibeberapa akun instagram kami.</p>
<p>Namun kini sudah ada menu tersebut, dan cukup mudah untuk menghapus unggahan-unggahan foto di instagram.</p>
<p>Namun anehnya tulisan delete itu muncul ketika kami mengunggah sebuah gambar di instagram.</p>
<p>Kami memang jarang mengunggah gambar di instagram, sampai usernamenya kami rubah tidak pernah mengunggah gambar.</p>
<p>Tentunya kami juga mencari cara bagaimana menghapus unggahan foto di instagram di penelusuran google hingga video youtube. Namun tetap saja tidak terdapat di akun kami tulisan delete walaupun foto tersebut telah diklik.</p>
<p>Apakah anda juga mengalaminya, jika sama mengalami hal serupa tidak bisa menghapus foto di instagram karena lama tidak mengunggah foto Bahkan hingga ganti username, maka cobalah unggah satu gambar seperti yang kami lakukan.</p>
<p>Setelah itu klik profil kamu dan klik foto lalu menu, jika terdapat menu delete kami ucapkan selamat.</p>
<p>Namun justru ada kendala baru, tidak adanya menu edit foto yang telah diunggah ketika diakses via browser.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Lucu, Jurnalis Media Cyber memangnya Tidak Boleh Jadi Citizen Journalism</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-21880/kisah-lucu-jurnalis-media-cyber-memangnya-tidak-boleh-jadi-citizen-journalism</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2020 01:47:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-21880/kisah-lucu-jurnalis-media-cyber-memangnya-tidak-boleh-jadi-citizen-journalism</guid>

					<description><![CDATA[Saya kira mempublish berita selama dalam koridor tak merugikan orang lain maka tak mengapa, bukan hanya di media cyber saja.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira mempublish berita selama dalam koridor tak merugikan orang lain maka tak mengapa, bukan hanya di media cyber saja.</p>
<p>Apa hanya di Cilacap yang begitu awam di dunia blogger atau dunia website sehingga hal itu terasa fenomena baru.</p>
<p>Di malang ada Jurnalmalang, sebuah portal citizen journalism, di cilacap ada cilacap.info.</p>
<p>Seorang Blogger dan Citizen Journalism mampu membuat berita 5 W 1 H layaknya jurnalis di media terverifikasi dewan pers. Hanya saja memang bukan jurnalis di media resmi.</p>
<p>Ada sebuah kisah lucu yang kami terima di fanpage, yang entah itu benar dari pihak keluarga (korban).</p>
<p>Dia menyuruh kami menghapus foto yang katakanlah tidak menunjukan foto anggota badan melainkan yang ada hanyalah foto kemacetan.</p>
<p>Lalu menyuruh kami untuk menghapus, maka kami menghapusnya.</p>
<p>Sebelumnya, dia menanyakan pada kami, terkait postingan dan menganggap kami di sebuah group fp tidak ada jurnalisnya di media resmi.</p>
<p>Padahal, ada ex Journalist, Ex Radio, dan ada yang merupakan jurnalis media cyber terverifikasi dewan pers.</p>
<p>Bagaimana mungkin admin FP di suruh mengenalkan data diri bahwa ada di media cyber.</p>
<p>Dan suatu hal lagi, Jurnalis memangnya tidak boleh jadi Citizen Journalism atau Blogger.</p>
<p>Padahal ada banyak journalist pos di media citizen journalism seperti kompasiana. Atau buat blog sendiri seperti kang Romeltea yang diketahui pernah jadi wartawan Pikiran Rakyat.</p>
<p>Bahkan ada juga jurnalis atau wartawan yang memang awalnya seorang blogger.</p>
<p>Diketahui, blogger juga tak kalah keren dalam membuat artikel, seperti artikel misteri, atau membuat berita dalam sudut pandang berbeda. Bahkan menangkal hoax, seperti blog enigma blogger.</p>
<p>Sedikit bercerita, Misal di Cipularang ada sebuah peristiwa, maka ngga salah juga ada media yang memanfaatkan ke viralan jalan tersebut dengan sudut pandang berbeda. Contohnya kisah seram cipularang.</p>
<p>Tak sedikit padahal artikel seram malah ada di blog terlebih dahulu atau di forum-forum, Bahkan media sosial.</p>
<p>Suatu hal yang aneh itu jika hal itu dipublish di media resmi maka ngga dihapus ngga apa, tapi di media sosial atau blog tak boleh.</p>
<p>Padahal tak ada nama, inisial, anggota tubuh pun tak ada.</p>
<p>Kalau di media resmi meski diwartakan sepenake dewek, tanpa blur dan bernama lalu ada apakah dengan dia yang dia media sosial, mereka yang di blog malah tau aturan.</p>
<p>Suatu hal yang trending terkadang difokuskan oleh para pemilik media, entah itu media online cyber resmi atau blog biasa.</p>
<p>Bahkan tak sedikit suatu media resmi mewartakan yang seharusnya dengan norma dan etika, seperti menyamarkan nama apabila orang tersebut bunuh diri dan mengeblurnya.</p>
<p>Namun ada media yang justru masa bodo dengan itu, Bahkan nama dicantumin di suatu media hingga alamatnya lengkap.</p>
<p>Bahkan tak sedikit dari berita tersebut dikomentari, bahwa nulis berita namanya tanpa inisial. Namun hal itu terus berlanjut seolah tak peduli.</p>
<p>Suatu hal lagi, kami tak pernah menyebut FP, web dengan menamakan diri sebagai media resmi, namun media citizen journalism yang sedang berproses.</p>
<p>Hal itu sangat jelas, Bahkan ada about, ada tulisan di media sosial yang jika di scroll ada banyak sekali tulisan yang menerangkan tentang sebuah akun media sosial, tentang web, dan non komersil.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pandang Blogger, Media Cyber, Pegiat Medsos</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-21733/pandang-blogger-media-cyber-pegiat-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 10:07:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-21733/pandang-blogger-media-cyber-pegiat-medsos</guid>

					<description><![CDATA[Citizen Blogger &#8211; Para blogger (Orang yang melakukan aktivitas ngeblog) di indonesia ramai-ramai menyatakan ketidak sukaan kepada situs macam portal berita berjaring.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Citizen Blogger &#8211; Para blogger (Orang yang melakukan aktivitas ngeblog) di indonesia ramai-ramai menyatakan ketidak sukaan kepada situs macam portal berita berjaring.</p>
<p>Bahkan blogger blogger ternama di indonesia juga ikut memuat artikel tentang situs berita berjaring.</p>
<p>Mereka geram lantaran Nice yang biasa mereka pakai untuk kata kunci SEO telah dipenuhi oleh laman macam situs berita. Bahkan keywordnya dipenuhi oleh situs berita hingga subdomain-subdomainnya.</p>
<p>Ketika para Blogger geram, lain halnya dengan para pemilik akun seperti Fanpage Facebook. Mereka justru menshare artikel dari situs berita berjaring.</p>
<p>Mungkin dikirinya web Cyber yang lain tak kredibel dan dianggap abal-abal, kecil dan tak bermutu oleh para pemilik akun medsos. Padahal justru pemilik Fanpage yang seperti ini yang abal-abal.</p>
<p>Banyak akun Fanpage yang malah tak tahu menahu kode-kode jurnalistik, Bahkan sebuah berita politik ada tanda artikel bayaran mereka share. Asalkan ada berita hari itu yang menarik dari media berjaring.</p>
<p>Sebagian blogger dan media cyber juga tampaknya geram kepada para pemilik medsos yang hanya ikutan-ikutan share suatu hal yang sedang hangat dari situs media berjaring.</p>
<p>Apa yang mereka bagikan, membuat media besar tambah besar dan juga tambah uang dari iklan google (google adsense).</p>
<p>Bukannya iri dengan mereka, hanya saja Tak jarang di antara jurnalis pun miris dengan fenomena demikian.</p>
<p>Berkembangnya media cyber, menuntut para jurnalis atau kontributornya untuk berlomba-lomba memuat berita lebih cepat.</p>
<p>Meskipun mereka tak ada di tempat dan tidak bernarasumber.</p>
<p>Bermodalkan Kaidah jurnalistik, dan agar tak dianggap plagiat maka digunakanlah Teknik parafrase.</p>
<p>Sebuah teknik menulis berita yang anti plagiat, meski isinya sama namun gaya bahasanya berbeda.</p>
<p>Disinilah kegeraman para jurnalis, bukan kesesama jurnalis atau kontributor melainkan pada pegiat medsos.</p>
<p>Para pegiat medsos tak tau isi dalam artikel, mereka hanya mengkopinya saja dan masa bodo dengan isi, yang terpenting ada issue yang menarik.</p>
<h2>Pegiat Medsos Bunglon</h2>
<p>Istilah pegiat media sosial satu ini begitu unik, dimana secara pribasi pemiliknya adalah oposisi.</p>
<p>Oposisi ini tentunya dalam hal perpolitikan, secara pribadi ia tak suka kubu tertentu, Bahkan sangat berlebihan.</p>
<p>Namun untuk meningkatkan rating, maka harus ngebunglon terlebih dahulu.</p>
<p>Pernah ada suatu berita proyek jalan, dimana ada 2 media berbeda yang mempublish artikel berbeda.</p>
<p>Yaitu antara senangnya masyarakat dan ketidak sukaan, pasalnya di media 1 mengatakan masyarakat senang, namun yang satu lagi tertulis masyarakat tak senang. Pasalnya centian pada proyek jalan itu dikurangi.</p>
<p>Pegiat media sosial ini justru copas berita apa yang hari itu ada, dan copas dari media yang menyatakan masyarakat senang.</p>
<p>Padahal oposisi biasanya tak menyukai hal-hal yang dirasa kurang baik. Disinilah terlihat bahwa pegiat media sosial minim membaca, masa bodo dengan isi artikel. Tak ingin tahu dan tak mau tahu tentang jurnalistik.</p>
<p>Pegiat media sosial jenis ini amat kentara kebunglonannya, seperti halnya jika ada sebuah banom ormas sedang trending, ia enggan mensharenya. Padahal lagi hangat, walau itu informasi yang bersifat baik atau buruk.</p>
<p>Oposisi, hal yang berbau klenik biasanya pengikut golongan tertentu tak menyukai hal itu.</p>
<p>Namun sekali lagi, yang seperti ini harus mbunglon terlebih dahulu guna menarik perhatian follower.</p>
<p>Tak menyukai keberagaman ya harus mbunglon dahulu, seperti dikatakan di atas untuk menjaring atu memikat pengikut.</p>
<h2>Publikasi Artikel Media Cyber ada di Media Sosial Lain</h2>
<p>Media Cyber tentunya akan semakin senang jika artikelnya dibagikan oleh para pemilik fanpage, namun sumbernya pun jangan dihilangkan. Mengapa demikian?</p>
<p>Untuk mencari follower dan mendapatkannya, mereka para pemilik fanpage memanfaatkan sebuah berita.</p>
<p>Dari berita-berita itulah mereka mendapatkan follower, maka mereka juga harus tahu diri, follower yang ia dapat dari mana kalau bukan dari copy paste berita.</p>
<p>Maka agar saling menguntungkan, dengan itu pegiat media sosial jangan menghilangkan sumber.</p>
<p>Apalagi jika fanpage yang pro politik berlebihan, sudah buat issue, issuenya pun hanya dari bersumber di internet, sudah begitu sumbernya dihilangkan.</p>
<p>Semakin menunjukan, bahwa pegiat media sosial macam ini yang dengan memanfaatkan fanpage, bahwa sangat buruk.</p>
<p>Tak salah jika ada yang mengatakan, bahwa media sosial merupakan produk jurnalistik ngawur.</p>
<p>Hal ini yang justru mematikan peran media cyber, dimana media harian yang punya koran kurang diminati dan beralih ke cyber.</p>
<p>Justru dimedia cyber artikelnya Bahkan jumlah visitornya sedikit, dan lebih diminati di media sosial macam fanpage facebook.</p>
<p>Sudah begitu artikelnya tak menuju ke website media cyber.</p>
<h2>Blogger dianggap Abal-Abal</h2>
<p>Tak jarang blogger dianggap abal-abal, meskipun ia lebih kreatif dibanding pegiat medsos yang hanya repost dan copas.</p>
<p>Blogger acap kali disepelekan dan ditanyakan tentang badan hukum sebuah media. Ujarnya mereka para pegiat medsos punya badan hukum, sehingga tak berkaca atau bercermin diri.</p>
<p>Diketahui, Blogger ini merupakan produk jurnalisme warga, Bahkan jurnalisme warga (Citizen Journalisme) bermula dari blogger.</p>
<p>Sedangkan tak sedikit, media cyber bermula dari Citizen Journalism, dan ada kaidahnya juga.</p>
<p>Bahkan tak jarang dan cukup banyak juga blogger jadi rujukan dalam dunia website. Baik itu artikel Wisata, tutorial, Bahkan jurnalistik dan lain-lain.</p>
<p>Menilik blogger tentang dunia motor, iwanbanaran, ia pernah websitenya ada di laman currator Babe News. Dimana laman tersebut berita-beritanya merupakan aggregator dari media.</p>
<p>Iwanbanaran kesal, karena artikelnya ada di laman tersebut, kala kesal dan ia buatkan artikel ada beberapa komentar juga menanyakan badan hukum blog iwanbanaran.</p>
<p>Yang menanyakan hal itu sepertinya bukan blogger, Bahkan seperti tak tahu lebih jauh apa itu website dan kegunaanya, siapa saja yang berhak mempunyai website.</p>
<p>Diketahui, bahwasanya Semua orang berhak membuat website, tak hanya CV atau Persero saja yang berhak membuat website, blogger, perseorangan, kelompok (perkumpulan) juga berhak.</p>
<p>Terkait badan hukum, hal itu apabila ia ingin menjadikannya usaha, dan dalam hal ini tentunya di komersilkan.</p>
<p>Blogger juga punya kaidah, jika blogger juga sesuai kaidah dan kode etik blogger.</p>
<h2>Blogger dianggap Mata Duitan</h2>
<p>Fenomena kekonyolan para pegiat medsos, blogger dianggap mata duitan, hal ini adalah nyata.</p>
<p>Dimana, seorang blogger dianggap mata duitan dan dianggap menyiarkan berita yang selalu dikaitkan dengan uang.</p>
<p>Uang yang dimaksud di sini bukan adsense atau iklan dari google, melainkan uang dari berita yang diberikan narasumber. Benarkah? Tentu saja hal itu tidak benar.</p>
<p>Justru yang mata duitan mereka, sudah tak ada kreatifnya, iklan produk dari sponsor membanjiri kanal laman fanpage.</p>
<p>Kala blogger non komersil justru pegiat media sosial menjadikan akun nya komersil.</p>
<p>Padahal tawaran sponsor cukup banyak blogger dibanding para pegiat media sosial.</p>
<p><H2>Iri Pada Blogger</h2>
<p>Lucu dan Mengapa harus iri kepada blogger, wong blogger saja punya teknik dan memahami SEO.</p>
<p>Jika website seorang blogger besar itu karena perjuangan. Selain itu blogger juga memanfaatkan media sosial sehingga tidak hanya ada di mesin telusur.</p>
<p>Ketika artikel di Media sosial tidak bisa menjangkau seluruh mesin telusur, maka website punya peran penting.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
