<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Luwu Utara &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/luwu-utara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jun 2024 07:55:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Luwu Utara &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Ini Dia Lokasi Mubes II Kerukunan Keluarga Luwu Timur Digelar 9 Juni 2024</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59842/ini-dia-lokasi-mubes-ii-kerukunan-keluarga-luwu-timur-digelar-9-juni-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 07:55:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59842/ini-dia-lokasi-mubes-ii-kerukunan-keluarga-luwu-timur-digelar-9-juni-2024</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Musyawarah Besar (Mubes) II paguyuban Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) akan digelar pada Minggu, 9 Juni 2024 di Hotel MaxOne Makassar.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Musyawarah Besar (Mubes) II paguyuban Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) akan digelar pada Minggu, 9 Juni 2024 di Hotel MaxOne Makassar.</p>
<p>Kepastian tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Nur Muin usai rapat koordinasi bersama Steering Committee (SC) Mubes II KKLT di Kedai Bilal Makassar, Rabu (05/06/2024).</p>
<p>&#8220;Iya, (Mubes KKLT) sudah dijadwalkan, tempat juga sudah dibooking. Insya Allah dilaksanakan pada hari Minggu 9 Juni 2024, mulai pukul 13.00 WITA di Hotel MaxOne Jalan Taman Makam Pahlawan Makassar, &#8221; kata Aco, sapaan karib Muhammad Nur Muin.</p>
<p>Ditambahkan Aco, saat ini panitia tengah merampungkan persiapan teknis pelaksanaan Mubes yang menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi di organisasi KKLT tersebut.</p>
<p>&#8220;Insya Allah persiapan panitia sudah 80 persen. Saat ini kami akan pastikan undangan bisa tersebar dengan baik kepada warga diapsora Luwu Timur yang ada di Makassar dan sekitarnya, &#8221; tambahnya.</p>
<p>Aco juga bilang, bahwa Mubes KKLT nanti juga bakal mengundang Bupati Luwu Timur untuk hadir dan membuka acara secara resmi.</p>
<p>&#8220;Tentu kita mengundang Pemkab Luwu Timur, dalam hal ini Pak Bupati Budiman untuk hadir membuka acara tersebut, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Steering Committee (SC) Mubes II KKLT Asri Tadda mengatakan bahwa Mubes KKLT boleh diikuti oleh semua warga asal Luwu Timur yang saat ini berdomisli di Makassar dan sekitarnya.</p>
<p>&#8220;Kita mengajak warga asal Lutim yang berdomisli di Makassar dan sekitarnya untuk hadir di Mubes nanti. Ada banyak hal strategis yang akan kita bahas, termasuk memilih Ketua KKLT yang baru, &#8221; kata Asri.</p>
<p>Hanya saja warga Lutim yang hendak mengikuti forum Mubes diminta untuk mendaftarkan diri di Panitia Pelaksana.</p>
<p>&#8220;Supaya tercatat baik dan bisa diantisipasi perihal akomodasinya, maka setiap peserta Mubes nanti terlebih dahulu daftarkan dirinya ke panitia, &#8221; jelasnya.</p>
<p>Asri berharap, Mubes II KKLT yang mengangkat tema &#8220;Revitalisasi Organisasi, Membangun SDM Unggul untuk Kejayaan Luwu Timur&#8221; berjalan dengan lancar.</p>
<p>&#8220;Semoga Mubes ini lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk eksistensi paguyuban warga asal Bumi Batara Guru yang ada di Makassar dan sekitarnya, &#8221; harapnya.</p>
<p>Dari informasi yang didapatkan media ini, bagi warga asal Lutim yang ingin menjadi peserta Mubes II KKLT dapat menghubungi panitia melalui telepon atau WhatsApp ke nomor 0813-4220-1488. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/06/06/ini-dia-lokasi-mubes-ii-kerukunan-keluarga-luwu-timur-digelar-9-juni-2024.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ini dia lokasi mubes ii kerukunan keluarga luwu timur digelar 9 juni 2024]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/06/06/ini-dia-lokasi-mubes-ii-kerukunan-keluarga-luwu-timur-digelar-9-juni-2024-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ini dia lokasi mubes ii kerukunan keluarga luwu timur digelar 9 juni 2024]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bupati IDP Kunjungi Lokasi Banjir Malangke Barat, Bahtiar Manadjeng: Semoga Bukan Hanya Seremonial</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59635/bupati-idp-kunjungi-lokasi-banjir-malangke-barat-bahtiar-manadjeng-semoga-bukan-hanya-seremonial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 01:06:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59635/bupati-idp-kunjungi-lokasi-banjir-malangke-barat-bahtiar-manadjeng-semoga-bukan-hanya-seremonial</guid>

					<description><![CDATA[LUWU UTARA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) akhirnya turun langsung ke lokasi banjir yang melanda Desa Pombakka Kecamatan Malangke Barat, Selasa (28/05/2024) kemarin.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUWU UTARA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) akhirnya turun langsung ke lokasi banjir yang melanda Desa Pombakka Kecamatan Malangke Barat, Selasa (28/05/2024) kemarin.</p>
<p>Menggunakan perahu katinting, Indah menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) meninjau banjir akibat tanggul sungai Rongkong yang jebol.</p>
<p>Kedatangan orang nomor satu Lutra di wilayah yang telah terendam banjir sebulan lalu, menuai respon dari sejumlah pihak.</p>
<p>Salah satunya dari Bahtiar Manadjeng, tokoh pemuda Malangke Barat yang selama ini dikenal kritis menyuarakan keprihatian atas banjir berkepanjangan di daerahnya.</p>
<p>&#8220;Saya mengapresiasi kunjungan Bupati di lokasi Banjir Kecamatan Malangke Barat, walaupun sangat lambat,&#8221; kata Batti, sapaan karibnya ketika dihubungi Rabu (29/05/2024).</p>
<p>Hanya saja Batti berharap agar kunjungan ini sebaiknya bukan hanya seremonial belaka. </p>
<p>&#8220;(Semoga) bukan hanya seremonial dengan membawa beberapa paket sembako, tapi datang membawa solusi dengan mendorong secepat mungkin perbaikan tanggul jebol yang terjadi di beberapa titik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Apa yang diharapkan Batti sebenarnya cukup beralasan. Pasalnya, banjir yang merendam Desa Pombakka sudah sering terjadi dan penyebab utamanya akibat jebolnya tanggung pengaman aliran sungai Rongkong.</p>
<p>Asdar, warga Desa Pombakka kepada media ini mengatakan, banjir di desanya merendam sebagian besar rumah warga.</p>
<p>“Satu desa terdampak, mulai dari petani kebun maupun tambak. Semua terendam banjir,” kata Asdar, Rabu (15/05/2024) lalu.</p>
<p>Ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga 1,5 meter. Tidak sedikit warga yang terdampak banjir di sana memilih untuk mengungsi ke rumah keluarga mereka.</p>
<p>Menurut Asdar, di Desa Pombakka terdapat sekitar 400-an kepala keluarga yang terdampak banjir sejak dua pekan terakhir.</p>
<p>“Sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah tentang penanganan banjir yang melanda Desa Pombakka,” keluhnya.</p>
<p>Asdar bilang, banjir memang hampir setiap tahun terjadi di desanya. Tetapi kali ini adalah yang terparah daripada tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Karena sudah beberapa kali jebol tanggul, barusan begini (air banjir) sampai di dalam rumah,” ungkap Asdar.</p>
<p>Karena kejadian yang terus berulang kata Asdar, warga di Desa Pombakka pun selalu menyampaikan kepada pemerintah setempat untuk segera memperbaiki tanggul di desanya.</p>
<p>“Setiap Musrembang desa, tetap kami usulkan perbaikan tanggul sepanjang kurang lebih 18 kilometer yang ada di Desa Pombakka. Tapi sampai saat ini tidak ada sedikitpun yang tersentuh,” ungkap Asdar kembali.</p>
<p>“Tentu kami masyarakat sangat berharap kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pusat agar ada perhatian khusus dengan tanggul yang ada di Desa Pombakka,” tutupnya.</p>
<p>Puluhan Desa</p>
<p>Selain Pombakka, di Kecamatan Malangke Barat juga ada Desa Wara, Limbong Wara, dan Cenning yang ikut terendam.</p>
<p>Sama dengan di Kecamatan Malangke Barat, di Baebunta Selatan, Luwu Utara terdapat tiga desa yang terendam banjir akibat luapan Sungai Rongkong, yakni Desa Lawewe, Lembang-lembang dan Beringin Jaya.</p>
<p>“Yang terparah saat ini Kecamatan Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Itu desa yang saya sebut sudah terendam selama tiga bulan,” kata Rauf, seorang warga di Desa Lawewe yang juga ikut terdampak banjir.</p>
<p>Kepala Desa Lembang-Lembang, Arwin Ansar mengatakan, jika di wilayahnya juga terendam banjir juga akibat tanggul yang jebol.</p>
<p>Sampai sekarang, banjir masih meluap ke pemukiman dan menggenangi lahan serta kebun milik warga. “Kejadian banjir dari tanggal 26 Maret 2024 sampai saat ini,” katanya.</p>
<p>Seorang warga terdampak yang menolak disebut identitasnya juga mengatakan, banjir yang terjadi membuat aktivitas warga lumpuh.</p>
<p>“Karena selain merendam pemukiman juga merendam lahan pertanian dan perkebunan warga,” katanya. “Pemerintah hanya melakukan assesment dan bantuan sembako, tetapi penyebab banjir belum ditangani”.</p>
<p>Di Kecamatan Malangke, juga ada beberapa desa yang terendam banjir sampai saat ini. Antara lain adalah Desa Pute Mata, Tolada, Giri Kusuma, Pettalandung, Pattimang, dan Malangke.</p>
<p>“Debit air Sungai Rongkong makin meningkat akibat intensitas hujan meningkat ditambah pendangkalan sungai karena banyaknya tumpukan sedimen, terutama pasir. Tanggul penahan Sungai Rongkong, Sungai Masamba dan Sungai Baliase yang jebol di beberapa titik,” kata warga yang terdampak.</p>
<p>Menurut Rauf dan Asdar, banjir yang terjadi di desa mereka bukan baru kali ini saja. “Banjir ini bukan baru keberadaannya, sudah berpuluh-puluh tahun,” kata Rauf.</p>
<p>“Pemerintah (ikut membantu), Alhamdulillah. Tapi itu bukan solusi, solusi utama yaitu penanganan Sungai Rongkong,” katanya lagi.</p>
<p>Rauf mengatakan di Desa Lawewe, warga masih tetap bertahan di lokasi banjir. Tetapi tanaman mereka sebagai sumber pencaharian sudah tidak ada.</p>
<p>“Tanaman sudah mati karena mayoritas masyarakat petani. Masyarakat tinggal menunggu keajaiban (dari) Allah,” pasrahnya.</p>
<p>Derita Warga</p>
<p>Tak terhitung kerugian warga akibat bencana ekologis yang kerap terjadi dan berlangsung dalam waktu lama.</p>
<p>“Kalau kami di Desa Lawewe tidak tahu harus bilang apa lagi karena selama kurang lebih 3 bulan air tidak lagi meninggalkan pemukiman warga,” ungkap Haddas Kudese, tokoh pemuda Desa Lawewe Kecamatan Baebunta Selatan, Selasa, 14 Mei 2024.</p>
<p>Hal tak jauh berbeda dijelaskan oleh Sekretaris Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.</p>
<p>Dikatakan Masriadi, banjir yang terjadi disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Rongkong sejak 26 Maret 2024 lalu.</p>
<p>“Banjirnya sudah lama, sejak 26 Maret. Sebagian besar masyarakat kami mengungsi ke luar desa, namun masih ada juga yang harus tinggal menunggui rumah meski tergenang air,” jelasnya.</p>
<p>Serupa yang terjadi di Desa Tolada Kecamatan Malangke dimana banjir juga merendam rumah warga, sekolah dan masjid serta lahan pertanian dengan ketinggian antara 50 hingga 70 sentimeter.</p>
<p>“Sekitar 2.000 hektar lahan milik warga tidak dapat digarap selama kurun 4 tahun terakhir, termasuk sawah, kebun sawit, jeruk nipis, jagung dan empang air tawar,” ungkap Herwin, tokoh pemuda setempat.</p>
<p>Banjir kronis di Luwu Utara disebabkan oleh luapan sungai-sungai besar di daerah itu.</p>
<p>Pada sejumlah titik, tanggul pengaman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) akhirnya jebol akibat debit air yang sangat tinggi.</p>
<p>“Jika hujan deras di bagian hulu, bisa dipastikan air sungai malah sudah melewati ketinggian tanggul lalu merendam seluruh desa di sekitarnya,” tambah Herwin.</p>
<p>Tidak Sederhana</p>
<p>Musibah banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini mendapat perhatian dari banyak pihak.</p>
<p>Tak terkecuali dari Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Dr Abdul Talib Mustafa.</p>
<p>Menurut Talib, banjir di Luwu Utara bukan masalah yang sederhana dan perlu penanganan yang sifatnya menyeluruh dan jangka panjang.</p>
<p>“Ini masalahnya tidak sederhana. Fakta seperti ini menjadi masalah yang kompleks bagi semua penduduk yang bermukim di semua daerah aliran sungai (DAS) Lutra, plus sarana produksi mereka seperti sawah, kebun, peternakan, dan sebagainya,” kata Talib, Senin, 13 Mei 2024 lalu.</p>
<p>Karena itu maka diperlukan penanganan yang menyeluruh dan jangka panjang untuk masalah ini.</p>
<p>“Paling tidak kepada mereka yang bakal jadi Bupati dan Wakil Bupati di Lutra ke depan harus sabar, konsern dan berjejaring penyelesaian masalah ini,” jelas dia.</p>
<p>Talib menambahkan, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani bencana banjir di Luwu Utara antara lain dengan melakukan studi dan pemetaan wilayah-wilayah yang rentan mengalami banjir.</p>
<p>“Yang kedua adalah pembuatan desain penanganan DAS yang terintegrasi dengan wilayah pengembangan pemukiman dan ekonomi baru di Luwu Utara,” tegasnya.</p>
<p>Talib menganjurkan agar jika sudah jadi, maka desain penanganan DAS Lutra harus sering diajukan ke jajaran Kementerian terkait.</p>
<p>“Lobby ke DPR RI khususnya kepada komisi terkait juga penting dilakukan untuk menjual gagasan ini,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, akademisi Universitas Indonesia Timur itu juga menganjurkan agar pemerintah setempat sudah harus mempersiapkan pemukiman sementara bagi penduduk terdampak.</p>
<p>“Persiapkan (juga) pemukiman sementara di wilayah-wilayah yang akan dikembangkan bagi penduduk terdampak,” tutupnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/30/bupati-idp-kunjungi-lokasi-banjir-malangke-barat-bahtiar-manadjeng-semoga-bukan-hanya-seremonial.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[bupati idp kunjungi lokasi banjir malangke barat bahtiar manadjeng semoga bukan hanya seremonial]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/30/bupati-idp-kunjungi-lokasi-banjir-malangke-barat-bahtiar-manadjeng-semoga-bukan-hanya-seremonial-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[bupati idp kunjungi lokasi banjir malangke barat bahtiar manadjeng semoga bukan hanya seremonial]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KKLR Sulsel Bagikan 1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pombakka Malangke Barat Luwu Utara</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59535/kklr-sulsel-bagikan-1-ton-beras-untuk-warga-terdampak-banjir-di-desa-pombakka-malangke-barat-luwu-utara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 15:57:01 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bantuan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[KKLR]]></category>
		<category><![CDATA[Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59535/kklr-sulsel-bagikan-1-ton-beras-untuk-warga-terdampak-banjir-di-desa-pombakka-malangke-barat-luwu-utara</guid>

					<description><![CDATA[LUWU UTARA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Program KKLR Sulsel Peduli dari Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyasar warga terdampak banjir di Kabupaten Luwu Utara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUWU UTARA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Program KKLR Sulsel Peduli dari Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyasar warga terdampak banjir di Kabupaten Luwu Utara.</p>
<p>Kali ini, tim KKLR Sulsel Peduli mendatangi Desa Pombakka Kecamatan Malangke Barat membawa bantuan berupa 1 ton beras, Sabtu, 25 Mei 2024.</p>
<p>Desa Pombakka merupakan salah satu daerah yang sudah berbulan-bulan terendam banjir akibat luapan sungai Rongkong.</p>
<p>Tim KKLR Sulsel Peduli dipimpin oleh Bendahara BPW KKLR Sulsel Baharman Supri. Bantuan beras diserahkan kepada Kepala Desa Pombakka Akhiruddin.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, beras 1 ton sudah kita antar langsung di kediaman Kepala Desa Pombakka, diterima langsung oleh Pak Desa dibantu oleh sejumlah warga,&#8221; kata Baharman melalui keterangan tertulis kepada media.</p>
<p>Dikatakan Baharman, selanjutnya distribusi beras kepada warga terdampak banjir akan dilakukan oleh pihak Pemerintah Desa Pombakka.</p>
<p>&#8220;Pihak Desa yang akan bagikan kepada warga, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kepala keluarga,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa Pombakka Akhiruddin menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dari KKLR Sulsel.</p>
<p>&#8220;Atas nama warga Desa Pombakka, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada KKLR Sulsel atas bantuan beras yang diberikan,&#8221; ucap Akhiruddin.</p>
<p>Diungkapkan Akhiruddin, jumlah warga desanya yang terdampak langsung oleh banjir mencapai 292 Kepala Keluarga (KK).</p>
<p>&#8220;(Sebenarnya) 347 KK warga Pombakka kena dampak banjir ini, tapi yang terdampak secara langsung ada 292 KK,&#8221; beber dia.</p>
<p>Sebelumnya, pada Selasa (14/05/2024) lalu, KKLR Sulsel telah menyalurkan 1 ton beras di wilayah Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan yang juga terendam banjir selama beberapa pekan.</p>
<p><strong>Tutup Open Donasi</strong></p>
<p>Secara terpisah, Ketua BPW KKLR Sulsel Ir Hasbi Syamsu Ali mengatakan bantuan yang didistribusikan ke Desa Pombakka sekaligus menutup open donasi yang digelar sejak awal Mei 2024 lalu.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, KKLR Sulsel telah merampungkan pendistribusian bantuan dari para donatur kepada warga korban banjir, baik di Kabupaten Luwu maupun di Luwu Utara. Jadi per hari ini open donasi kita tutup secara resmi,&#8221; kata Hasbi saat dihubungi di Malili, Luwu Timur (25/05).</p>
<p>Dikatakan Hasbi, program KKLR Sulsel Peduli telah membuka mata publik bahwa bencana banjir bukan hanya terjadi di Luwu saja, tetapi juga di Luwu Utara.</p>
<p>&#8220;Kita akhirnya tahu, bahwa ternyata banjir bukan hanya di Luwu saja. Di Luwu Utara, rumah dan kebun warga terendam banjir sudah berbulan-bulan. Ternyata daerah kita di Luwu Raya sebenarnya sangat rentan bencana terutama banjir dan longsor,&#8221; ucap Hasbi.</p>
<p>Karenanya, Hasbi berharap segera ada solusi konkrit dari semua pihak terkait untuk meringankan beban warga terdampak bencana baik di Luwu maupun Luwu Utara.</p>
<p>&#8220;Iya, harus segera ada solusi konkrit untuk bencana ini. Semua pihak perlu duduk bersama mencari solusi komprehensif agar (bencana) tidak lagi terulang, minimal dampaknya bisa diantisipasi di masa mendatang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut Hasbi bilang, program KKLR Sulsel Peduli yang dilaksanakan organisasi yang dipimpinnya setidaknya bisa sedikit meringankan beban warga terdampak.</p>
<p>&#8220;Apa yang dilakukan KKLR Sulsel tentu tidak menuntaskan akar masalah, juga tidaklah seberapa. Tapi ini bagian dari kepedulian kita terhadap sesama yang sedang butuh bantuan, apalagi di kampung kita sendiri,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Universitas Hasanuddin itu kemudian menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam program tersebut.</p>
<p>&#8220;Atas nama KKLR Sulsel, kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari para donatur hingga ke tim yang turun langsung ke lapangan. Semoga semua yang kita lakukan ini bernilai ibadah. Amiin,&#8221; ucapnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/25/img_1716652442499.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KKLR Sulsel Bagikan 1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pombakka Malangke Barat Luwu Utara]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/25/img_1716652442499-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[KKLR Sulsel Bagikan 1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pombakka Malangke Barat Luwu Utara]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KKLR Sulsel Terima Donasi dari 2 Organisasi Mahasiswa Unhas, Akan Disalurkan untuk Korban Banjir di Lutra</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59458/kklr-sulsel-terima-donasi-dari-2-organisasi-mahasiswa-unhas-akan-disalurkan-untuk-korban-banjir-di-lutra</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 00:56:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Donasi]]></category>
		<category><![CDATA[KKLR]]></category>
		<category><![CDATA[Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59458/kklr-sulsel-terima-donasi-dari-2-organisasi-mahasiswa-unhas-akan-disalurkan-untuk-korban-banjir-di-lutra</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kepedulian masyarakat terhadap bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu masih cukup tinggi. Tak terkecuali dari kalangan mahasiswa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kepedulian masyarakat terhadap bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu masih cukup tinggi. Tak terkecuali dari kalangan mahasiswa.</p>
<p>Setelah sebelumnya dari Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, maka pada hari ini, Selasa (21/05/2024), dua organisasi kemahasiswaan di Unhas kembali menitipkan donasi yang mereka kumpulkan kepada Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan.</p>
<p>Kedua organisasi tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Unhas (HMS FT-UH) dan Forum Mahasiswa Hukum Administrasi Negara (FORMAHAN) Fakultas Hukum Unhas.</p>
<p>Donasi dari HMS FT-UH diserahkan oleh Koordinator Pengabdian Masyarakat Daud Ibrahim dan disaksikan Ketua Demisioner HMS FT-UH Muhammad Farel Ardan.</p>
<p>Sementara donasi berupa uang tunai, pakaian layak pakai dan mie instan dari FORMAHAN diserahkan oleh Koordinator Departemen Peduli Muhammad Furqan M. Arsy disaksikan Ketua FORMAHAN Ananda Faturrahman Al Gifary.</p>
<p>Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda yang didampingi Biro Kesekretariatan Adil Mubarak menerima langsung donasi dari kelompok mahasiswa tersebut di Adiva Cafe, Tamalanrea.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah hari ini adik-adik kita mahasiswa dari Teknik Sipil dan Hukum Administrasi Negara Unhas mempercayakan kepada KKLR Sulsel untuk menyalurkan donasi dan bantuan materil yang mereka kumpulkan,&#8221; kata Asri.</p>
<p>Asri yang pernah menjadi Ketua BEM di Fakultas Kedokteran Unhas itu bilang, kepedulian mahasiswa terhadap korban bencana seperti yang ditunjukkan dengan mengumpulkan donasi, sangat patut diapresiasi. </p>
<p>&#8220;Ini luar biasa, karena di tengah-tengah kesibukan akademiknya, mereka masih memiliki perhatian tinggi kepada masalah sosial yang menimpa rakyat. Bukan soal jumlahnya, tetapi ini soal nilai dan kepedulian pada sesama,&#8221; ucap Asri.</p>
<p>Selanjutnya donasi berupa uang tunai, pakaian layak pakai dan mie instan yang dititipkan akan didistribusikan dalam program KKLR Sulsel Peduli yang saat ini tengah berjalan.</p>
<p>&#8220;Iya, akan segera disalurkan dalam Program KKLR Sulsel Peduli, baik untuk korban banjir di Kabupaten Luwu maupun di Luwu Utara yang juga sangat membutuhkan,&#8221; sebut Asri.</p>
<p>Sementara itu di tempat terpisah Ketua BPW KKLR Sulsel Ir Hasbi Syamsu Ali juga mengapresiasi mahasiswa yang mempercayakan donasinya untuk disalurkan melalui Program KKLR Sulsel Peduli.</p>
<p>&#8220;Apresiasi dan penghargaan kami sampaikan kepada adik-adik mahasiswa yang sudah percaya pada kami untuk menyalurkan bantuan yang dikumpulkan. Insya Allah kita akan distribusikan dengan sebaik-baiknya,&#8221; kata Hasbi.</p>
<p>Dijelaskannya, Program KKLR Sulsel Peduli masih berjalan dan pekan depan direncanakan akan menyalurkan lagi bantuan berupa beras kepada warga korban banjir di Luwu Utara.</p>
<p>&#8220;Insya Allah jalan terus sesuai dengan donasi terkumpul dan kesanggupan yang dimiliki. Pekan depan mudah-mudahan sudah bisa kita drop lagi 1 ton beras ke beberapa titik di Luwu Utara,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/22/kklr-sulsel-terima-donasi-dari-2-organisasi-mahasiswa-unhas-akan-disalurkan-untuk-korban-banjir-di-lutra.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[kklr sulsel terima donasi dari 2 organisasi mahasiswa unhas akan disalurkan untuk korban banjir di lutra]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/22/kklr-sulsel-terima-donasi-dari-2-organisasi-mahasiswa-unhas-akan-disalurkan-untuk-korban-banjir-di-lutra-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[kklr sulsel terima donasi dari 2 organisasi mahasiswa unhas akan disalurkan untuk korban banjir di lutra]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Menyedihkan! Begini Derita Warga Luwu Utara Akibat Bencana Banjir Berkepanjangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59330/menyedihkan-begini-derita-warga-luwu-utara-akibat-bencana-banjir-berkepanjangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 23:40:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59330/menyedihkan-begini-derita-warga-luwu-utara-akibat-bencana-banjir-berkepanjangan</guid>

					<description><![CDATA[LUWU UTARA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Warga Desa Lawewe Kecamatan Baebunta Selatan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) saat ini sangat resah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUWU UTARA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Warga Desa Lawewe Kecamatan Baebunta Selatan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) saat ini sangat resah.</p>
<p>Bagaimana tidak, banjir yang merendam pemukiman warga sudah berlangsung cukup lama.</p>
<p>Hal tersebut terungkap dalam perbincangan di group WA Peduli Banjir Tana Luwu, Selasa, 14 Mei 2024.</p>
<p>&#8220;Kalau kami di Desa Lawewe tidak tahu harus bilang apa lagi karena selama kurang lebih 3 bulan air tidak lagi meninggalkan pemukiman warga,&#8221; ungkap Haddas Kudese, pemuda setempat.</p>
<p>Menurut Haddas, banjir yang melanda kampung halamannya menggenangi sekitar 70 persen pemukiman warga dan merendam sekitar 85 persen lahan pertanian warga.</p>
<p>&#8220;(Maka) bisa dibayangkan bagaimana keresahan masyarakat saat ini,&#8221; kata Haddas sembari memberikan emoticon tanda bersedih.</p>
<p>Hal serupa dikemukakan oleh Andi Asdar, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara.</p>
<p>Dia melaporkan bahwa banjir juga melanda Desa Pombakka selama beberapa pekan terakhir dan melumpuhkan aktifitas warga.</p>
<p>&#8220;(Makanya) Desa Pombakka ini sangat butuh perhatian, khususnya untuk penanganan tanggul yang ada,&#8221; kata Asdar.</p>
<p>Tanggul yang dimaksud Asdar adalah yang membentengi pemukiman warga dari aliran sungai Rongkong yang belakangan ini memiliki debit air yang lebih besar.</p>
<p>&#8220;Pertahanan Desa Pombakka hanya tanggul. Kapan tanggulnya jebol maka kami masyarakat (akan) kehilangan mata pencarian (akibat banjir),&#8221; bebernya.</p>
<p>Hal tak jauh berbeda dijelaskan oleh Sekretaris Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.</p>
<p>Dikatakan Masriadi, banjir yang terjadi disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Rongkong sejak 26 Maret 2024 lalu.</p>
<p>&#8220;Banjirnya sudah lama, sejak 26 Maret. Sebagian besar masyarakat kami mengungsi ke luar desa, namun masih ada juga yang harus tinggal menunggui rumah meski tergenang air,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut Masriadi, warga sudah beberapa kali meminta kepada pemerintah agar persoalan tanggul bisa segera dituntaskan, namun tak urung ada kejelasan hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;Bahkan sudah pernah ada orang Balai yang datang meninjau. Tapi kata mereka, sulit untuk melakukan perbaikan jika genangan air masih tinggi. Mungkin terkait mobilitas alat berat ya,&#8221; gumannya.</p>
<p><strong>Puluhan Desa</strong></p>
<p>Baik Desa Lawewe, Desa Lembang-Lembang maupun Desa Pombakka hanyalah sedikit dari puluhan desa yang saat ini masih terendam banjir di Lutra.</p>
<p>Dari informasi yang berhasil dihimpun, saat ini banjir di Luwu Utara menggenangi Desa Lewewe, Desa Lembang- Lembang, Desa Muktisari dan Desa Beringin Jaya di Kecamatan Baebunta Selatan.</p>
<p>Kemudian di Kecamatan Malangke Barat banjir merendam sebagian besar wilayah Desa Pombakka, Desa Wara dan Desa Limbong Wara.</p>
<p>Sementara di Kecamatan Malangke, setidaknya 7 desa ikut terdampak, yakni Desa Tolada, Desa Girikusuma, Desa Putemata, Desa Pettalandung, Desa Tingkara, Desa Malangke dan Desa Pattimang.</p>
<p>Tak terhitung kerugian warga akibat bencana ekologis yang kerap terjadi dan berlangsung dalam waktu lama. Sayangnya belum ada solusi kongkrit dari pemerintah dan pihak terkait.</p>
<p><strong>Perhatian Publik</strong></p>
<p>Musibah banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini mendapat perhatian dari banyak pihak.</p>
<p>Tak terkecuali dari Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Dr Abdul Talib Mustafa.</p>
<p>Menurut Talib, banjir di Luwu Utara bukan masalah yang sederhana dan perlu penanganan yang sifatnya menyeluruh dan jangka panjang.</p>
<p>&#8220;Ini masalahnya tidak sederhana. Fakta seperti ini menjadi masalah yang kompleks bagi semua penduduk yang bermukim di semua daerah aliran sungai (DAS) Lutra, plus sarana produksi mereka seperti sawah, kebun, peternakan, dan sebagainya,&#8221; kata Talib, Senin, 13 Mei 2024.</p>
<p>Karena itu maka diperlukan penanganan yang menyeluruh dan jangka panjang untuk masalah ini.</p>
<p>&#8220;Paling tidak kepada mereka yang bakal jadi Bupati dan Wakil Bupati di Lutra ke depan harus sabar, konsern dan berjejaring penyelesaian masalah ini,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Talib menambahkan, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani bencana banjir di Luwu Utara antara lain dengan melakukan studi dan pemetaan wilayah-wilayah yang rentan mengalami banjir.</p>
<p>&#8220;Yang kedua adalah pembuatan desain penanganan DAS yang terintegrasi dengan wilayah pengembangan pemukiman dan ekonomi baru di Luwu Utara,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Talib menganjurkan agar jika sudah jadi, maka desain penanganan DAS Lutra harus sering diajukan ke jajaran Kementerian terkait.</p>
<p>&#8220;Lobby ke DPR RI khususnya kepada komisi terkait juga penting dilakukan untuk menjual gagasan ini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain itu, akademisi Universitas Indonesia Timur itu juga menganjurkan agar pemerintah setempat sudah harus mempersiapkan pemukiman sementara bagi penduduk terdampak.</p>
<p>&#8220;Persiapkan (juga) pemukiman sementara di wilayah-wilayah yang akan dikembangkan bagi penduduk terdampak,&#8221; tutupnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/15/kondisi-bencana-banjir-berkepanjangan-di-luwu-utara.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[kondisi bencana banjir berkepanjangan di luwu utara]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/15/kondisi-bencana-banjir-berkepanjangan-di-luwu-utara-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[kondisi bencana banjir berkepanjangan di luwu utara]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KKLR Sulsel Salurkan Beras 1 Ton untuk Warga Terdampak Banjir di Luwu Utara</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59320/kklr-sulsel-salurkan-beras-1-ton-untuk-warga-terdampak-banjir-di-luwu-utara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 18:02:39 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[KKLR]]></category>
		<category><![CDATA[Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59320/kklr-sulsel-salurkan-beras-1-ton-untuk-warga-terdampak-banjir-di-luwu-utara</guid>

					<description><![CDATA[LUWU UTARA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Organisasi paguyuban Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 1 ton kepada warga terdampak banjir.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUWU UTARA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Organisasi paguyuban Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 1 ton kepada warga terdampak banjir.</p>
<p>Kali ini bantuan yang merupakan bagian dari program KKLR Sulsel Peduli itu diserahkan kepada warga terdampak banjir di Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Selasa, 14 Mei 2024.</p>
<p>Tim yang dipimpin Wakil Bendahara BPW KKLR Sulsel Baharman Supri didampingi pengurus Departemen Kesejahteraan Sosial Darsan Dappy diterima oleh Sekretaris Desa Lembang-Lembang Masriadi disaksikan oleh sejumlah warga.</p>
<p>&#8220;Atas nama KKLR Sulsel, kami serahkan bantuan ini kepada masyarakat di Lembang-Lembang. Meskipun mungkin tidak banyak, tapi semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi yang menerimanya,&#8221; kata Baharman.</p>
<p>Baharman juga mengatakan bahwa KKLR Sulsel juga merasa perlu untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilakukan agar banjir yang menimpa masyarakat bisa segera ditangani dengan baik.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan setelah ini ada langkah lebih kongkrit yang bisa kita lakukan, tentunya dengan kolaborasi semua stakeholder yang ada,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Sekretaris Desa Lembang-Lembang Masriadi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada KKLR Sulsel atas bantuan yang diberikan.</p>
<p>&#8220;Kami ucapkan terima kasih kepada KKLR Sulsel yang sudah berkenan memberikan bantuan beras kepada warga kami yang sudah sekian lama menderita akibat banjir,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dikatakan Masriadi, banjir yang terjadi disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Rongkong sejak 26 Maret 2024 lalu.</p>
<p>&#8220;Banjirnya sudah lama, sejak 26 Maret. Sebagian besar masyarakat kami mengungsi ke luar desa, namun masih ada juga yang harus tinggal menunggui rumah meski tergenang air,&#8221; beber dia.</p>
<p>Menurut Masriadi, warga sudah beberapa kali meminta kepada pemerintah agar persoalan tanggul bisa segera dituntaskan, namun tak urung ada kejelasan hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;Bahkan sudah pernah ada orang Balai yang datang meninjau. Tapi kata mereka, sulit untuk melakukan perbaikan jika genangan air masih tinggi. Mungkin terkait mobilitas alat berat ya,&#8221; gumannya.</p>
<p>Karena itu dirinya berharap, KKLR Sulsel dan pihak-pihak terkait yang lain dapat membantu mereka memperbaiki kembali tanggul yang jebol.</p>
<p>&#8220;Tanggul (yang jebol) harus diperbaiki agar banjir bisa surut. Dan itu butuh alat berat excavator, minimal 3 unit. Kalau cuman 1 unit kayaknya tidak efektif,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dihubungi terpisah, Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan Ir. Hasbi Syamsu Ali mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan perhatian serius kepada setiap bentuk bencana yang melanda wilayah Luwu Raya.</p>
<p>&#8220;Pasti kita sangat peduli karena ini adalah kampung halaman kita. Sebelumnya kita turun ke bencana banjir di Luwu, dan sekarang kita menyasar Luwu Utara yang ternyata dampak banjirnya juga sangat luar biasa,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Hanya saja, kata Hasbi, sebagai organisasi paguyuban, kekuatan KKLR tentu tidaklah sebanding dengan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah.</p>
<p>&#8220;KKLR ini hanya organisasi kekerabatan, sifatnya kekeluargaan. Tentu saja pemerintah yang seharusnya paling bisa melakukan banyak hal dibanding kami,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Namun demikian, Hasbi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus terlibat membantu masyarakat yang terdampak bencana. </p>
<p>&#8220;Insya Allah kita akan terus terlibat sesuai dengan kemampuan yang ada. Kita percaya ada banyak orang-orang baik yang mau membantu sesamanya yang sedang membutuhkan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Untuk diketahui, saat ini banjir di Luwu Utara menggenangi sejumlah desa di tiga wilayah Kecamatan, diantaranya Desa Lewewe, Desa Lembang- Lembang, Desa Muktisari dan Desa Beringin Jaya di Kecamatan Baebunta Selatan.</p>
<p>Kemudian di Kecamatan Malangke Barat banjir merendam sebagian besar wilayah Desa Pombakka, Desa Wara dan Desa Limbong Wara.</p>
<p>Sementara di Kecamatan Malangke, setidaknya 7 desa ikut terdampak, yakni Desa Tolada, Desa Girikusuma, Desa Putemata, Desa Pettalandung, Desa Tingkara, Desa Malangke dan Desa Pattimang. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/15/kklr-sulsel-salurkan-beras-1-ton-untuk-warga-terdampak-banjir-di-luwu-utara.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[kklr sulsel salurkan beras 1 ton untuk warga terdampak banjir di luwu utara]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/15/kklr-sulsel-salurkan-beras-1-ton-untuk-warga-terdampak-banjir-di-luwu-utara-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[kklr sulsel salurkan beras 1 ton untuk warga terdampak banjir di luwu utara]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
