<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Kuliner Purbalingga &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/kuliner-purbalingga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:26:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Kuliner Purbalingga &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Mencicipi Sate Ayam Blater yang Asli Legendaris di Purbalingga</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-36249/mencicipi-sate-ayam-blater-yang-asli-legendaris-di-purbalingga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 08:03:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kuliner Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Mukbang]]></category>
		<category><![CDATA[Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Sate Ayam Blater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-36249/mencicipi-sate-ayam-blater-yang-asli-legendaris-di-purbalingga</guid>

					<description><![CDATA[PURBALINGGA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211;  &#8211; Sate ayam khas dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga sudah menjadi kuliner khas Purbalingga. Hampir seluruh lapisan masyarakat akrab dengan kuliner ini. Dari kebutuhan kuliner pribadi yang bersifat harian maupun untuk acara khusus seperti hajatan biasa menggunakan sate ayam Blater sebagai hidangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURBALINGGA, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; </strong> &#8211; Sate ayam khas dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga sudah menjadi kuliner khas Purbalingga. Hampir seluruh lapisan masyarakat akrab dengan kuliner ini. Dari kebutuhan kuliner pribadi yang bersifat harian maupun untuk acara khusus seperti hajatan biasa menggunakan sate ayam Blater sebagai hidangan.</p>
<p>Bahkan instansi pemerintahan pun banyak yang menggunakan kuliner ini untuk acara rapat dan kegiatan lainnya dalam bentuk paket sate dan lontong dalam dus.</p>
<p>Keberadaan sate Blater ini mampu menopang perputaran roda perekonomian setempat. baik mereka yang melalkukan usaha, juga jika dalam omset yang cukup besar bisa menyerap tenaga kerja karena pasti jika membuat sate dalam jumlah banyak tidak mungkin dikerjakan sendiri. Salah satunya bapak Sukirman, warga RT O1 RW 01, Desa Blater, Kalimanah,Purbalingga Jawa Tengah.</p>
<p>Bersama sang istri, Sri Amah memulai usaha sate Blater sejak tahun 1997. Ia merupakan generasi ketiga dari Sate Ayam Blater. Awal mula sate Blater menurut Sukirman, ia peroleh dari generasi pertama yakni kakek dan ayahnya (Sri Amah/istrinya-red) yang bernama Kartadja.</p>
<p>Sang kakek berjualan sate ayam sekitar tahun 70-an. Dari sang kakek inilah muncul generasi kedua yakni Ahmad Suripto (Surip Sate Blater) yang pada kurun 1980-2009. Keberadaan sate Blater makin meluas dan berkembang banyak bermunculan sate Blater.</p>
<p>Kini Sukirman menempati kios warisan Ayahnya dari 2009. Sate Blater terkenal enak dan tahan sampai 2 hari.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah tiga hari, rasanya lain. Tapi sampai dua hari masih terasa enak,&#8221; kata Sukirman.</p>
<p>Rahasia awetnya sate Blater yang sangat menggiurkan lidah dan mengundang siapa saja ingin datang langsung ke Blater. Sate ayam Blater terkenal awet bukan dari bahan pengawet, tapi dari bahan alami bumbu rahasia sate ayam ditambah rempah seperti kunyit, jahe dll.</p>
<p>&#8220;Cara pengolahan yang benar, bisa membuat awet,&#8221; kata Kang Kirman. Sementara kakaknya berjualan di pasar.&#8221;Kakak saya, Mas Yayo berjualan di pasar,&#8221; kisah Sukirman lebih lanju.</p>
<p>Namun itu tidak masalah. Sekalipun banyak pedagang sate Blater, Sukirman yang kini juga sebagai ketua Paguyuban Pedagang Sate Blater, &#8220;Mugi Lestari&#8221; mengaku dengan adanya paguyuban ini saling guyup rukun, temu kangen dan saling mendorong pertumbuhan UMKM yang ada di Blater.</p>
<p>&#8220;Dengan dinaskop kemarin dapat bantuan 14 unit gerobak sate keliling, &#8221; lanjut Kang Kirman. Selain itu sejak tahun 2005, juga bekerja sama dengan UKK (Upaya Kesehatan Kerja) Puskesmas Kalimanah berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan anggota.Untuk pemesanan sate Blater bisa hubungi Sukirman (+62 895-4124-22675)/ (082137817663). (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Sate-Ayam-Blaster-Purbalingga.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Sate Ayam Blater Purbalingga]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Sate-Ayam-Blaster-Purbalingga-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Sate Ayam Blater Purbalingga]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bikin Ngiler, Mukbang Kuliner Soto So Daun Mlinjo Bojong Purbalingga yang Enak</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-36236/bikin-ngiler-mukbang-kuliner-soto-so-daun-mlinjo-bojong-purbalingga-yang-enak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 05:55:58 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kuliner Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Mukbang]]></category>
		<category><![CDATA[Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Soto So Mlinjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-36236/bikin-ngiler-mukbang-kuliner-soto-so-daun-mlinjo-bojong-purbalingga-yang-enak</guid>

					<description><![CDATA[PURBALINGGA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211;  &#8211; Ketika menyebut soto khas Purbalingga, tentu tak bakal tertinggal soto yang satu ini. Bukan hanya rasanya yang mantap, tapi keunikan daun melinjo atau dalam bahasa jawanya disebut ‘so’ yang dimakan bersama dengan soto tak mudah untuk dilupakan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURBALINGGA, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; </strong> &#8211; Ketika menyebut soto khas Purbalingga, tentu tak bakal tertinggal soto yang satu ini. Bukan hanya rasanya yang mantap, tapi keunikan daun melinjo atau dalam bahasa jawanya disebut ‘so’ yang dimakan bersama dengan soto tak mudah untuk dilupakan.</p>
<p>Penyajiannya daun so dipisahkan dalam mangkuk sendiri. Jadi jika Anda tak suka, tak perlu harus melahapnya. Tapi bagi penggemar kuliner unik, daun so ini benar-benar membuat acara santap-menyantap menjadi semakin dahsyat. Daun so membuat rasa soto makin kuat, segar dan gurih.</p>
<p>Seorang pengunjung dari Jakarta, Endro mengaku selalu terngiang-ngiang lezatnya Soto So Bojong. Tapi, menurutnya, baru kali ini dia menemukan soto yang begitu unik, sekaligus enak.</p>
<p>&#8220;Kuahnya enak, pake daun jadi unik, lebih sehat hahaha,&#8221; ujarnya seraya tertawa lepas. Dia berjanji, jika suatu ketika datang lagi ke Purbalingga akan memuaskan lidahnya dengan menyantap nikmat dan uniknya Soto So Bojong.</p>
<p>Ide mencampurkan soto dengan daun so tak lain dari pemikiran Slamet, si empunya usaha Soto So Bojong. Warga RT 3/2 Kelurahan Bojong Kecamatan Purbalingga ini semula menjual soto biasa. Dia selalu ingin orang teringat pada soto racikannya. Diapun meyakini, sesuatu yang berbeda tentu tak mudah orang melupakannya.</p>
<p>Jadilah banyak orang menyebut Sroto ini dengan Sroto Bu Slamet Bojong.</p>
<p>Setelah melalui pemikiran yang panjang, secara tak sengaja dia memperhatikan sayur asem yang dibuat istrinya. Daun so membuat sayur asem semakin kaya rasa. Lalu terbetik ide, bagaimana jika soto dagangannya dicampur dengan so.</p>
<p>Ternyata ide ini cukup brilian. Banyak orang menjadi gandrung dengan soto racikannya yang unik itu. Slametpun memantapkan diri berdagang Soto So sejak tahun 1974 di depan Kantor Kelurahan Bojong. Tak butuh waktu lama, Soto So Bojong semakin dikenal luas.</p>
<p>Dengan berbagai pertimbangan, mulai tahun 1997, Slamet memberanikan diri membuka warung di rumahnya sendiri yang berada sekitar 200 meter di belakang kantor Kelurahan Bojong. Meski lokasinya berada di sebuah jalan desa, hal ini tak menyurutkan niat orang memburu Soto So olahannya. Bahkan, warung ini juga banyak dikunjungi tamu-tamu dari luar kota.</p>
<p>Bumbu dan komposisi Soto So sama seperti soto banyumasan umumnya. Semangkuk soto disajikan terpisah dengan semangkuk daun so, semangkuk sambal kacang dan sepiring mendoan atau tahu berontak. Hmm….nikmatnya pooll…</p>
<p>Mulai penasaran kan? Silahkan datang saja ke Warung Soto So Bojong milik Pak Slamet. yang penting, datanglah antara jam 09.00 hingga jam 14.00 WIB dan hindari datang di hari Jumat. Sebab, Slamet memang libur di hari Jumat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Soto-So-Daun-Mlinjo-Purbalingga.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Soto So Daun Mlinjo Purbalingga]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Soto-So-Daun-Mlinjo-Purbalingga-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Soto So Daun Mlinjo Purbalingga]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mengembangkan Wisata Kuliner Purbalingga</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-23534/mengembangkan-wisata-kuliner-purbalingga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2020 21:43:17 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Barlingmascakeb]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Purbalingga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-23534/mengembangkan-wisata-kuliner-purbalingga</guid>

					<description><![CDATA[PURBALINGGA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; INDONESIA memiliki segudang potensi wisata kuliner nusantara yang bisa dikembangkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURBALINGGA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; INDONESIA memiliki segudang potensi wisata kuliner nusantara yang bisa dikembangkan.</p>
<p>Sayangnya, akhir-akhir ini pengembangan pariwisata lebih terfokus pada destinasi alam atau buatan. Sementara potensi kuliner daerah yang tidak kalah luar biasa masih diabaikan dan dianggap remeh.</p>
<p>Padahal ada daerah di Indonesia yang memiliki keterbatasan destinasi wisata. di sisi lain, potensi kuliner daerah sangat luar biasa, tapi tak pernah dikembangkan apalagi disentuh, jadi seolah-olah pariwisata ya alam, atau buatan saja.</p>
<p>Wisata kuliner di seluruh Indonesia selalu diremahkan. Dicontohkan Semarang. Ibu Kota Jawa Tengah itu memiliki destinasi wisata yang terbatas.</p>
<p>Namun jika daftar kuliner di Semarang diberikan pada wisatawan untuk dicoba satu per satu, saya yakin, tiga hari tiga malam pun wisatawan tidak akan selesai mencicipi makanan yang ada.</p>
<p>Masakan Nusantara, memiliki ciri khas yang berbeda di masing-masing tempat. Keberagaman kuliner ini menjadi potensi luar biasa yang bisa dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata.</p>
<p>Misalkan, antara masakan Bali dan Yogyakarta saja berbeda. Masakan Yogyakarta cenderung manis, sedangkan masakan Bali cenderung asin dengan bumbu rempah yang khas.</p>
<p>Di Bali orang selalu masak pakai jahe, cengekeh, dan pangle. Itu yang memberikan aroma berbeda. Jauh berbeda dari masakan Jawa. Coba lihat saja Mangut dan Betutu, kan jelas beda.</p>
<p>Karena itu, kuliner nusantara tidak bisa maju di negeri sendiri, karena selama ini masih diremehkan oleh stakeholder pariwisata Indonesia.</p>
<p>Kondisi ini pun semakin diperparah dengan kebiasaan sekolah tata boga Indonesia yang malah mengajarkan masakan asing, utamanya Prancis. Sementara masakan lokal sendiri tidak pernah dipelajari.</p>
<p>Akhirnya disuruh bikin soto tidak bisa. Disuruh bikin pecel malah cemplak (tidak berasa). Berkali-kali saya disuruh mencicipi makanan Indonesia tidak ada benar, padahal di Bali ada orang asing yang benar-benar pandai memasak masakan Indonesia.</p>
<p>Setiap daerah pasti mempunyai potensi wisata yang ada. Bahkan tak hanya itu saja, potensi alam, budaya, kesenian dan sebuah peninggalan terkadang perlu kita perhatikan, seiring karena hal-ha tersebut saling melengkapi elemen dalam wisata.</p>
<p>Membiarkan saja, itu tidak akan berarti akan membuat sebuah perubahan. Adapun cara-cara mengembangkan Potensi Wisata Kuliner daerah dengan : mengenali dulu potensi yang ada secara bersama, mengajak (seluruh anggota / warga) agar mereka sadar akan potensi yang mereka punyai, mengkomunikasikan dengan beberapa pihak terkait, mempublikasikan baik secara langsung ataupun dengan media, mengelola dan management oleh orang-orang yang memahami / sadar akan kebutuhan wisata, melakukan monitoring terhadap segala sesuatunya.</p>
<p>Nah, itu dia sebuah cara untuk mengembangkan potensi wisata daerah, berdasarkan &#8220;quot dari para pendiri wisata daerah&#8221;.</p>
<h2>Potensi Purbalingga</h2>
<p>Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah berada di antara cekungan-cekungan dari beberapa rangkaian pegunungan yang ada di sekitarnya. di sebelah Utara merupakan rangkaian pegunungan dari Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng, sedangkan bagian selatan merupakan Depresi Serayu yang dialiri oleh dua sungai besar yaitu kali dan anak sungainya yaitu Kali Pekacangan.</p>
<p>Dari Kali Pekacangan ini bertemu anak Sungai Klawing dan akhirnya bermuara menjadi satu menjadi Sungai Serayu. Saat ini potensi batu akik Sungai Klawing sedang booming, setelah pesona batu pancawarna dan Nagasui menjadi juara internasional di Majalah Gamstone.</p>
<p>Selain potensi batu Pancawarna Klawing, ada juga potensi batu akik Bahkan batu warna yang ada di Kecamatan Karanganyar, Mrebet, Karangmoncol, dan Rembang serta sepanjang Sungai Pekacangan.</p>
<p>Ibu Kota Kabupaten Purbalingga yakni Purbalingga yang berada di sekitar 21 km sebelah Timur Laut Purwokerto. di Kabupaten Purbalingga ada terdapat banyak industri, seperti industri bulu mata dan wig serta industri knalpot sebagai alternatif suku cadang murah.</p>
<p>Selain terdapat banyak industri, ada pula beberapa tempat wisata di Purbalingga yang terkenal sampai ke luar daerah Purbalingga semacam Objek Wisata Owabong (Bojongsari), Gua Lawa (Karangreja), Monumen Jenderal Soedirman (Rembang), dan lain-lain.</p>
<p>Namun selain objek wisata yang sudah menasional itu, ada potensi wisata yang belum digarap secara serius, yakni wisata kuliner khas Purbalingga.</p>
<p>Menggagas lahirnya wisata kuliner di Purbalingga dengan dikemas berbagai macam keunikan dan keunggulan (baik kompetitif dan defiratif) yang ada, adalah salah satu pekerjaan rumah pemerintah untuk dapat membuka lapangan kerja baru di Purbalingga.</p>
<p>Wisata kuliner juga akan dapat menyentuh langsung perekonomian rakyat Purbalingga. Maka, wisata kuliner adalah gagasan yang harus dipikirkan dengan baik oleh seluruh stakeholder di Purbalingga.</p>
<p>Wisata kuliner menjadi semakin diminati banyak orang. Menggagas wisata kuliner di Purbalingga dapat mengangkat lebih tinggi lagi destinasi wisata di Purbalingga.</p>
<p>Di samping itu, wisata kuliner juga dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun nasional Bahkan internasional. Hal tersebut tentu akan membawa dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat Purbalingga. Wisata kuliner juga akan berakibat pada tumbuh dan berkembangnya ekonomi masyarakat Purbalingga.</p>
<p>Adalah dipandang perlu untuk menakar potensi dan promosi kuliner (makanan) lokal Purbalingga sehingga mampu menyedot wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional untuk mencicipi panganan lokal.</p>
<p>Makanan yang paling dikenal di Purbalingga adalah mendoan, ini adalah makanan yang dibuat dari tempe kedelai.</p>
<p>Istimewanya, pembuatan mendoan diproses mulai dari saat membuat tempenya, jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe.</p>
<p>Tempe mendoan adalah tempe tipis yang dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe ini diberi tepung yang dibumbu garam, ketumbar dan daun bawang. Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak, bila digoreng agak lama akan menjadi tempe &#8220;muledi&#8221; yang sedikit agak liat. Lebih lama lagi sampai kering maka disebut tempe &#8220;keripik&#8221;.</p>
<p>Purbalingga juga dikenal sebagai tempat pabrik permen Davos Slamet, yang memproduksi permen Davos sejak tahun 1931, permen ini sangat dikenal sejak zaman dulu.</p>
<p>Oleh-oleh istimewa lainnya apalagi kalau bukan kacang mirasa. Penampilannya bolehlah gosong dan mirip kacang kulit khas pedesaan. Tapi rasanya? Banyak orang ketagihan untuk membelinya dan membawanya sebagai oleh-oleh.</p>
<p>Berbeda dengan kacang kulit pabrikan, kacang mirasa dibuat dengan cara merendamnya pada air sehari semalam. Keesokan harinya dilumuri garam dan dibiarkan dalam bak selama sehari semalam juga.</p>
<p>Besoknya baru direndam air lagi selama sehari semalam. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari, baru setelah kering disangrai dengan pasir. Jadilah kacang khas Purbalingga yang renyah dan ‘kemlithik’.</p>
<p>Sroto (nama sebutan soto untuk wilayah Purbalingga dan Banyumas) juga terkenal. Perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang yang pedas legit, menggunakan ketupat bukan nasi, serta ditaburi suwiran daging dan remasan krupuk.</p>
<p>Beda Sroto Sokaraja dengan Sroto Purbalingga juga bisa dilihat dari kerupuknya. Umumnya Sroto Sokaraja menggunakan krupuk warna warni, sedangkan Sroto Purbalingga menggunakan krupuk merah putih.</p>
<p>Sroto Purbalingga yang kesohor terutama sroto kriyiknya. di sini setelah daging ayam disuwir untuk sroto maka &#8220;rongkong&#8221;nya (tulang dada) digoreng kering dan disajikan sebagai lauk sroto. Rasanya garing dan kriyik-kriyik, itu sebabnya disebut sroto kriyik.</p>
<p>Selain sroto kriyik, ada juga sroto so yang tak kalah nikmat. Sroto So ini mirip pada umumnya sroto khas Purbalingga, hanya saja ada tambahan daun melinjo atau yang biasa disebut ‘so’ yang menambah cita rasa unik makanan berkuah ini, lokasinya sekitar 4 KM dari pusat kota yaitu berada di desa Bojong. Sroto khas lainnya biasa disebut sesuai lokasinya, seperti Sroto Bancar dan Sroto Jatisaba.</p>
<p>Ada lagi makanan khas yang sering diburu orang ketika bertandang ke Purbalingga, yaitu buntil. Buntil ini dibuat dari kukusan daun keladi, daun pepaya atau daun singkong yang diisi parutan kelapa dicampur ikan teri, diberi bumbu bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, dan sebagainya.</p>
<p>Cara penyajiannya, buntil disiram kuah pedas berbahan utama santan dan cabai merah, lengkap dengan cabai rawit dibiarkan utuh, tidak diiris. Sangat nikmat dimakan saat hangat dengan nasi yang baru tanak.</p>
<p>Untuk oleh-oleh, sebaiknya beli buntil yang tidak bersantan, karena bisa tahan sampai seminggu. Buntil hampir selalu tersedia di setiap pasar pagi di berbagai pelosok Kabupaten Purbalingga.</p>
<p>Namun yang paling terkenal Buntil Pasar Kutasari. Untuk mendapatkan semangkuk buntil di Pasar Kutasari, orang rela mengantre sejak pagi.</p>
<p>Sate Blater juga bisa menjadi menu pilihan lain yang khas dari Purbalingga. Disebut Sate Blater karena asal muasal sate ini dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Meski sama-sama sate ayam, Sate Blater sedikit berbeda dengan sate madura atau sate ayam lainnya. Perbedaannya terletak pada cara memasaknya.</p>
<p>Jika pada umumnya sate dibakar saat daging masih mentah, kalau sate Blater sebelum dibakar harus direndam dalam bumbu rahasia racikan khas orang-orang Desa Blater, dan saat dibakarpun masih berkali-kali dilumuri bumbu yang sama.</p>
<p>Sehingga cita rasanya memang sangat terasa hingga gigitan terakhir. Proses memasak yang berbeda, membuat sate ini juga kuat disimpan hingga tiga hari. Bahkan jika disimpan di lemari pendingin bisa lebih lama lagi.</p>
<p>Selain makanan, Purbalingga juga dikenal dengan es duriannya yang selalu membuat kangen. Meskipun saat ini banyak yang meniru, tidak ada yang menandingi rasa khas es durian Tugu Bancar racikan Pak Kasdi.</p>
<p>Di dalam semangkuk es durian, daging buah durian disiram gula merah cair dan santan kelapa segar, ditambah serutan es batu hingga menggunung.</p>
<p>Tak berhenti sampai disitu, gunungan es durian itu masih disiram susu kental manis dan sesendok cokelat panas.</p>
<p>Ada juga kue Nopia, asalnya juga dari Purbalingga, sekitar tahun 50-an keluarga Ting Lie Liang memulai usaha bikin penganan nopia yang juga disebut telor gajah.</p>
<p>Bentuknya putih dari tepung terigu berisi gula Jawa. Ada juga nopia mini yang biasa disebut mino. Baik nopia maupun mino tersedia dalam berbagai rasa, seperti rasa durian, rasa nana, rasa stroberi dan yang rasanya paling unik rasa bawang merah.</p>
<p>Jajan makanan tradisional lainnnya adalah wajik dan jenang Kedungjati. Sekitar 16 kilometer dari pusat kota ke arah timur berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga.</p>
<p>Panganan yang terbuat dari campuran beras ketan, gula kelapa dan parutan gula kelapa bercita rasa manis ini juga bisa menjadi oleh-oleh untuk keluarga.</p>
<p>Masih di Kecamatan Bukateja, 1,5 kilometer arah selatan, tepatnya dari perempatan Brak Kembangan ke barat ada Ondol Teya, Desa Tidu.</p>
<p>Ondol yang terbuat dari parutan ketela dicampur bumbu rempah dan dibentuk bulatan sebesar bakso kemudian digoreng garing ini banyak diminati oleh masyarakat, selain murah, enak dan gurih juga bisa tahan sampai seminggu, pantas untuk dibawa sebagai oleh-oleh khas dari Purbalingga.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
