<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos KKN &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/kkn/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2026 07:11:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos KKN &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>&#8220;Catat Cerdas, Usaha Naik Kelas&#8221;: Kunci UMKM Klumprit Naik Kelas Melalui Literasi Keuangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-98391/catat-cerdas-usaha-naik-kelas-kunci-umkm-klumprit-naik-kelas-melalui-literasi-keuangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 07:11:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nusawungu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-98391/catat-cerdas-usaha-naik-kelas-kunci-umkm-klumprit-naik-kelas-melalui-literasi-keuangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Desa Klumprit, yang berada di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dikenal sebagai salah satu desa dengan aktivitas usaha rumahan yang cukup padat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Desa Klumprit, yang berada di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dikenal sebagai salah satu desa dengan aktivitas usaha rumahan yang cukup padat.</p>
<p>Beragam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebar di tujuh dusun, mulai dari anyaman bambu, batik tulis, konveksi, hingga olahan makanan seperti minuman jahe dan telur asin bakar.</p>
<p>Keragaman usaha ini menjadikan Desa Klumprit sebagai salah satu sentra ekonomi kreatif pedesaan yang cukup potensial di Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai.</p>
<p>Sebagian besar pelaku usaha masih mencampurkan uang usaha dengan kebutuhan rumah tangga tanpa pencatatan yang jelas, sehingga banyak di antara mereka yang sulit mengetahui secara pasti apakah usahanya memperoleh keuntungan atau justru mengalami kerugian.</p>
<p>Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University yang bertugas di Desa Klumprit melaksanakan program “Peningkatan Literasi Keuangan Pelaku Usaha”.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dan masyarakat Desa Klumprit mengenai pengelolaan keuangan usaha secara sederhana namun tepat guna.</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan Dr. Linda Karlina Sari, S.Stat., M.Si., yang merupakan dosen Sekolah Bisnis IPB University, sebagai narasumber yang memberikan pemaparan mengenai dasar-dasar pengelolaan keuangan usaha kepada para pelaku UMKM di Desa Klumprit.</p>
<p>Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa langkah paling mendasar yang perlu dibiasakan oleh pelaku usaha adalah memisahkan uang usaha dari uang pribadi, serta mencatat setiap transaksi secara konsisten.</p>
<p>Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi dasar penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara akurat dan mengambil keputusan usaha yang lebih tepat.</p>
<p>Sebagai penunjang kegiatan, tim mahasiswa turut menyusun sebuah modul pelatihan berjudul “Catat Cerdas, Usaha Naik Kelas” yang dibagikan kepada seluruh peserta.</p>
<p>Modul ini disusun sebagai panduan praktis bagi pelaku usaha untuk mulai mengelola keuangan usahanya secara mandiri, sehingga dapat terus digunakan sebagai bahan referensi meskipun kegiatan pelatihan telah berakhir.</p>
<p>Program ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi para pelaku UMKM di Desa Klumprit. Dengan kebiasaan mencatat keuangan usaha secara rutin, pelaku usaha dapat mengetahui secara pasti kondisi modal, pemasukan, dan pengeluaran usahanya, sehingga keputusan usaha yang diambil pun menjadi lebih terukur.</p>
<p>Kemampuan ini juga menjadi bekal penting ketika pelaku usaha ingin mengembangkan usahanya, misalnya dalam menentukan harga jual yang tepat.</p>
<p>Selain bermanfaat bagi pelaku usaha secara individu, program ini juga sejalan dengan upaya penguatan ekonomi desa secara lebih luas. Pelaku usaha yang tertib dalam mengelola keuangan akan lebih mudah berkembang dan bertahan, sehingga pada akhirnya turut mendukung perekonomian Desa Klumprit secara keseluruhan.</p>
<p>Bagi mahasiswa KKNT sendiri, kegiatan ini menjadi sarana untuk menerapkan ilmu secara langsung di tengah masyarakat sekaligus belajar memahami kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan.</p>
<p>Melalui program Peningkatan Literasi Keuangan Pelaku Usaha ini, mahasiswa KKNT IPB berharap para pelaku UMKM di Desa Klumprit dapat semakin percaya diri dan tertib dalam mengelola keuangan usahanya, sehingga keberlangsungan usaha yang mereka jalankan dapat terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/08/1000819954.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA["Catat Cerdas, Usaha Naik Kelas": Kunci UMKM Klumprit Naik Kelas Melalui Literasi Keuangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/08/1000819954-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA["Catat Cerdas, Usaha Naik Kelas": Kunci UMKM Klumprit Naik Kelas Melalui Literasi Keuangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KKN INSIMA Berdampak XVI: Akselerasi Transformasi Desa Mandiri Berlandaskan Visi Islam Humanis</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-96504/kkn-insima-berdampak-xvi-akselerasi-transformasi-desa-mandiri-berlandaskan-visi-islam-humanis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 10:36:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[INSIMA Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-96504/kkn-insima-berdampak-xvi-akselerasi-transformasi-desa-mandiri-berlandaskan-visi-islam-humanis</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Mengukuhkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang profesional, progresif, dan unggul, Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang secara resmi melepas 114 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XVI pada Selasa (14/7).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Mengukuhkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang profesional, progresif, dan unggul, Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang secara resmi melepas 114 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XVI pada Selasa (14/7).</p>
<p>Pelepasan yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mengaplikasikan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus menebarkan nilai-nilai kajian Islam humanis ke tengah masyarakat.</p>
<p>Rombongan mahasiswa KKN secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap yang diwakili langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari, S.T., M.Si.</p>
<p>Mengusung jargon “KKN INSIMA Berdampak”, agenda pengabdian tahun ini menonjolkan tema sentral: Transformasi Desa Mandiri: Integrasi Ekonomi Kreatif, Teknologi Inovatif, dan Literasi Berkelanjutan.</p>
<p>Dalam amanatnya, Rektor INSIMA menegaskan bahwa tema ini merupakan manifestasi langsung dari visi progresif dan humanis kampus. Mahasiswa tidak lagi diterjunkan untuk menjadi pengamat pasif.</p>
<p>Sebaliknya, mereka dituntut hadir secara profesional membawa instrumen digital, menawarkan gagasan ekonomi kreatif, serta merajut program literasi yang berdampak nyata bagi kemandirian desa.</p>
<p>Rektor juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menunjukkan karakter berakhlak mulia, adaptif, dan inovatif demi menjaga muruah almamater.</p>
<p>Menurut laporan Ketua LPPM INSIMA, Pipit Muliyah, 114 peserta KKN tersebut berasal dari enam program studi unggulan: Pendidikan Agama Islam (64 mahasiswa), Ekonomi Syariah (23 mahasiswa), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (12 mahasiswa), Manajemen Bisnis Syariah (7 mahasiswa), Hukum Keluarga Islam (4 mahasiswa), serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (4 mahasiswa).</p>
<p>Masa pengabdian reguler akan berlangsung selama 46 hari, mulai 15 Juli hingga 25 Agustus 2026, yang tersebar di sembilan desa. Wilayah jangkauan meliputi Desa Madura, Bantar, Sidasari, Kaliwungu, Cisumur, Kamulyan, dan Sarwadadi (Kabupaten Cilacap), serta Desa Salem dan Bentarsari (Kabupaten Brebes).</p>
<p>Selain itu, misi keunggulan global INSIMA juga diwujudkan melalui penerjunan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan Broga dan Pantai Dalam, Malaysia.</p>
<p>Apresiasi tinggi datang dari Pemkab Cilacap. Mewakili Bupati, Tri Komala Dewi S.STP., M.Si. dari Bapperida Bidang Riset dan Inovasi berpesan agar mahasiswa memanfaatkan ajang ini untuk berinteraksi membedah problematika warga.</p>
<p>Pemerintah mengharapkan mahasiswa mampu merumuskan rekomendasi dan solusi aplikatif, seraya memupuk jiwa sosial, kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat gotong royong.</p>
<p>Guna menjamin mutu pengabdian yang progresif, pihak pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap signifikansi program kerja mahasiswa, kedisiplinan, serta kekuatan kolaborasi yang terjalin dengan warga.</p>
<p>Di akhir masa KKN, mahasiswa ditargetkan melahirkan luaran produk inovatif dan karya revitalisasi desa yang sejalan dengan cita-cita besar INSIMA membangun masyarakat beradab dan sejahtera.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/1000798304-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KKN INSIMA Berdampak XVI: Akselerasi Transformasi Desa Mandiri Berlandaskan Visi Islam Humanis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/1000798304-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[KKN INSIMA Berdampak XVI: Akselerasi Transformasi Desa Mandiri Berlandaskan Visi Islam Humanis]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN UMP Kelompok 114 Desa Slarang Kembangkan BULELON dan BonLe</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-79756/mahasiswa-kkn-ump-kelompok-114-desa-slarang-kembangkan-bulelon-dan-bonle</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 19:50:52 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kesugihan]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[UMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-79756/mahasiswa-kkn-ump-kelompok-114-desa-slarang-kembangkan-bulelon-dan-bonle</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; 18 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kelompok 114 yang ditempatkan di Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, melaksanakan program inovasi ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dua program unggulan: BULELON (Budidaya Lele dalam Galon) dan BonLe (Abon Lele).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 18 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kelompok 114 yang ditempatkan di Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, melaksanakan program inovasi ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dua program unggulan: <strong>BULELON</strong> (Budidaya Lele dalam Galon) dan <strong>BonLe</strong> (Abon Lele).</p>
<p>Program inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan keterbatasan lahan serta kebutuhan masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal. Mahasiswa KKN UMP Desa Slarang berupaya mengedukasi masyarakat bahwa pemanfaatan sumber daya yang sederhana dapat memberikan manfaat ganda, baik dalam aspek pangan maupun ekonomi.</p>
<p>BULELON merupakan metode budidaya lele dengan memanfaatkan galon bekas yang telah dimodifikasi. Galon berkapasitas 20 liter ini dapat menampung sekitar 9 ekor benih lele ukuran kecil.</p>
<p>Dengan perawatan yang baik, lele dapat dipanen dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan dengan bobot rata-rata 200–250 gram per ekor. Galon juga dilengkapi saluran pembuangan yang mempermudah proses pengurasan air, sehingga lebih efisien dan praktis bagi masyarakat.</p>
<p>Selain menghasilkan ikan, bagian atas galon dimanfaatkan untuk sistem hidroponik sederhana. Masyarakat dapat menanam sayuran seperti kangkung, bayam, atau sawi, yang bisa dipanen setiap 2–3 minggu sekali.</p>
<p>Kombinasi ini menghadirkan konsep <em>aquaponik mini</em> yang cocok diterapkan di lahan sempit, baik di pedesaan maupun perkotaan.</p>
<p>Penanggung Jawab Proker Unggulan BULELON, Demas, menjelaskan bahwa BULELON merupakan inovasi sederhana yang dirancang agar bisa diaplikasikan oleh masyarakat luas.</p>
<p><em>&#8220;BULELON sangat cocok diterapkan di desa maupun di perkotaan dengan lahan terbatas. Harapannya, masyarakat bisa mempraktikkan langsung metode ini untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga,&#8221;</em> ungkapnya.</p>
<p>Selain fokus pada budidaya lele, mahasiswa KKN UMP Desa Slarang juga memberikan pelatihan pengolahan hasil panen lele menjadi produk bernilai jual tinggi. Melalui pelatihan tersebut lahirlah produk abon lele yang diberi nama BonLe.</p>
<p>Dalam pelatihan, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah daging lele menjadi abon, tetapi juga teknik pengemasan modern sehingga produk siap dipasarkan.</p>
<img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full" title="WhatsApp Image 2025 09 01 at 02 17 01 (1) (1) (1)" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/01/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-02.17.01-1-1-1.jpeg" alt="Sinergi Inovasi dan Pemberdayaan demi Wujudkan Ketahanan Pangan serta Ekonomi Kreatif Desa Slarang" width="1200" height="728" /><p class="image-caption">Sinergi Inovasi dan Pemberdayaan demi Wujudkan Ketahanan Pangan serta Ekonomi Kreatif Desa Slarang: Mahasiswa KKN UMP Kelompok 114 Desa Slarang Kembangkan BULELON (Budidaya Lele dalam Galon) dan BonLe (Abon Lele)</p>
<p>Secara teknis, 1 kilogram lele segar dapat menghasilkan sekitar 300–400 gram BonLe. Produk ini memiliki daya simpan hingga 2 bulan jika dikemas dengan baik menggunakan kemasan kedap udara.</p>
<p>Pelatihan pengemasan yang diberikan mahasiswa KKN diharapkan mampu membantu warga menghasilkan produk olahan yang higienis, menarik, dan bernilai jual lebih tinggi.</p>
<p>Bagi masyarakat Desa Slarang, pelatihan ini merupakan pengalaman baru. Sebelum adanya program ini, warga belum pernah melihat maupun merasakan abon lele, bahkan tidak mengetahui proses produksinya. Kehadiran BonLe membuka wawasan bahwa ikan lele memiliki potensi lebih besar jika diolah dengan inovasi yang tepat.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan, Bu Yati, mengaku sangat antusias dengan adanya program BonLe. <em>&#8220;Kami baru tahu ternyata lele bisa dijadikan abon. Rasanya enak, tahan lama, dan kemasannya juga menarik. Kalau dipasarkan, saya yakin bisa menjadi usaha baru bagi warga,&#8221;</em> ujarnya.</p>
<p>Kepala Dusun Winong, Desa Slarang, Pak Rasikun, turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UMP. <em>&#8220;Inovasi BULELON dan pelatihan BonLe ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. </em><em>Selain memanfaatkan lahan sempit, warga juga mendapat keterampilan baru untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil ternak lele. Kami berharap program ini bisa berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk berwirausaha,&#8221;</em> ucapnya.</p>
<p>Melalui kedua program unggulan ini, mahasiswa KKN UMP kelompok 114 tidak hanya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga memberikan bekal keterampilan kewirausahaan bagi masyarakat.</p>
<p>Kombinasi antara budidaya inovatif BULELON dan produk olahan BonLe diharapkan dapat menjadi icon baru Desa Slarang dalam bidang ketahanan pangan sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.</p>
<p>Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN UMP menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat.</p>
<p>Sinergi antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan yang dilakukan di Desa Slarang menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/01/mahasiswa-kkn-ump-kelompok-114-desa-slarang-kembangkan-bulelon-dan-bonle-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[mahasiswa kkn ump kelompok 114 desa slarang kembangkan bulelon dan bonle]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/01/mahasiswa-kkn-ump-kelompok-114-desa-slarang-kembangkan-bulelon-dan-bonle-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[mahasiswa kkn ump kelompok 114 desa slarang kembangkan bulelon dan bonle]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi 3R di MTs At-Taubah: Upaya Nyata Membangun Kesadaran Lingkungan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71702/sosialisasi-3r-di-mts-at-taubah-upaya-nyata-membangun-kesadaran-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 00:21:30 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Peradaban Bumiayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71702/sosialisasi-3r-di-mts-at-taubah-upaya-nyata-membangun-kesadaran-lingkungan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP &#8211; Pada hari Sabtu, 1 Februari, dari pukul 07.30 hingga 11.00, MTs At-Taubah di Desa Pesahangan menjadi saksi sebuah kegiatan yang sangat penting bagi lingkungan dan masa depan generasi muda. Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diadakan di sekolah ini bukan sekadar sebuah acara seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam menanamkan kesadaran ekologis di kalangan siswa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP &#8211; Pada hari Sabtu, 1 Februari, dari pukul 07.30 hingga 11.00, MTs At-Taubah di Desa Pesahangan menjadi saksi sebuah kegiatan yang sangat penting bagi lingkungan dan masa depan generasi muda. Sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diadakan di sekolah ini bukan sekadar sebuah acara seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam menanamkan kesadaran ekologis di kalangan siswa.</p>
<p>Dalam era modern yang semakin diwarnai oleh permasalahan lingkungan, konsep 3R menjadi salah satu solusi utama dalam mengurangi dampak negatif sampah terhadap ekosistem. Sayangnya, masih banyak masyarakat, terutama di pedesaan, yang kurang memahami urgensi penerapan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, inisiatif untuk mengadakan sosialisasi 3R di MTs At-Taubah patut diapresiasi.</p>
<p>Kegiatan ini diawali dengan pemaparan tentang pentingnya 3R dalam mengurangi timbunan sampah. Para siswa diberikan wawasan mengenai bagaimana sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Selain itu, mereka juga diajarkan cara memilah sampah sesuai dengan kategori yang benar.</p>
<p>Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Para siswa diajak untuk membuat kerajinan dari barang bekas, seperti botol plastik dan kertas yang sudah tidak terpakai. Melalui kegiatan ini, mereka dapat melihat sendiri bahwa barang yang dianggap sebagai sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna jika diolah dengan kreatif.</p>
<p>Salah satu hal menarik dari sosialisasi ini adalah antusiasme para siswa. Mereka dengan penuh semangat mengikuti setiap sesi, bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami, dan bahkan mengusulkan ide-ide baru terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran lingkungan dapat ditanamkan sejak dini jika diberikan pendekatan yang tepat.</p>
<p>Namun, keberhasilan program ini tidak seharusnya berhenti pada satu acara saja. Perlu adanya tindak lanjut berupa program berkelanjutan agar konsep 3R benar-benar menjadi bagian dari budaya sekolah dan masyarakat sekitar. MTs At-Taubah dapat menginisiasi gerakan rutin seperti bank sampah, lomba daur ulang, atau kerja bakti lingkungan yang melibatkan siswa secara aktif.</p>
<p>Dengan adanya sosialisasi 3R ini, harapan besar tertanam bahwa generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap lingkungan. Jika upaya seperti ini terus digalakkan, bukan tidak mungkin Desa Pesahangan akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah yang lebih baik. Mari kita jadikan 3R sebagai gaya hidup, bukan sekadar slogan!</p>
<p><strong>Fajar Irvan Diantoro (Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, Universitas Peradaban Bumiayu)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-19.10.59-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Sosialisasi 3R di MTs At-Taubah: Upaya Nyata Membangun Kesadaran Lingkungan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-19.10.59-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Sosialisasi 3R di MTs At-Taubah: Upaya Nyata Membangun Kesadaran Lingkungan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pojok Baca Saung Elmu, Upaya Meningkatkan Literasi di Desa Pesahangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71582/pojok-baca-saung-elmu-upaya-meningkatkan-literasi-di-desa-pesahangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 00:16:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cimanggu]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Peradaban Bumiayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71582/pojok-baca-saung-elmu-upaya-meningkatkan-literasi-di-desa-pesahangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Dalam rangka meningkatkan minat baca dan literasi di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban menggagas program Pojok Baca &#8220;Saung Elmu&#8221; di Desa Pesahangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dalam rangka meningkatkan minat baca dan literasi di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban menggagas program Pojok Baca &#8220;Saung Elmu&#8221; di Desa Pesahangan.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam memberikan akses lebih luas terhadap bahan bacaan berkualitas bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.</p>
<p>Dengan adanya Saung Elmu, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mereka.</p>
<p>Minat baca di kalangan masyarakat pedesaan cenderung masih rendah. Faktor utama yang menyebabkan hal ini antara lain keterbatasan akses terhadap bahan bacaan serta kurangnya sarana yang nyaman untuk membaca.</p>
<p>Desa Pesahangan, yang terletak di wilayah pedesaan dengan akses terbatas terhadap perpustakaan atau pusat literasi, menjadi salah satu wilayah yang memerlukan inovasi dalam penguatan budaya literasi.</p>
<p>Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Peradaban berinisiatif untuk menciptakan Pojok Baca &#8220;Saung Elmu&#8221; sebagai solusi dari permasalahan tersebut.</p>
<p>Saung Elmu dirancang sebagai ruang baca sederhana namun nyaman yang menyediakan berbagai macam buku, mulai dari buku pelajaran, cerita anak, hingga buku-buku motivasi dan pengembangan diri.</p>
<p>Program ini tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan literasi seperti sesi membaca bersama, mendongeng, serta diskusi buku.</p>
<p>Dengan pendekatan yang interaktif, anak-anak dan masyarakat diharapkan lebih tertarik untuk terlibat dalam aktivitas membaca.</p>
<p>Mahasiswa KKN Universitas Peradaban bekerja sama dengan perangkat desa dan komunitas setempat dalam pembangunan serta pengelolaan Saung Elmu.</p>
<p>Mereka juga mengajak para donatur untuk berpartisipasi dalam penyediaan buku agar koleksi yang tersedia semakin beragam dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat desa.</p>
<p>Sejak didirikannya Saung Elmu, terlihat adanya peningkatan minat baca di kalangan anak-anak dan remaja di Desa Pesahangan.</p>
<p>Banyak dari mereka yang sebelumnya jarang membaca, kini mulai tertarik menghabiskan waktu di Saung Elmu untuk membaca dan berdiskusi.</p>
<p>Program ini juga mendapat dukungan positif dari masyarakat dan aparat desa yang melihat manfaat besar dari keberadaan pojok baca ini.</p>
<p>Agar program ini tetap berkelanjutan, diharapkan ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, sekolah, serta komunitas literasi.</p>
<p>Dengan adanya pengelolaan yang baik dan tambahan koleksi buku secara berkala, Saung Elmu dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.</p>
<p>Pojok Baca &#8220;Saung Elmu&#8221; di Desa Pesahangan merupakan langkah konkret dalam meningkatkan literasi masyarakat melalui program KKN Universitas Peradaban.</p>
<p>Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan budaya membaca semakin tumbuh dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di desa tersebut.</p>
<p>Keberlanjutan program ini menjadi harapan utama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>Fajar Agung Nugroho (Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Peradaban Bumiayu)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-21.38.47-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pojok Baca "Saung Elmu": Upaya Meningkatkan Literasi di Desa Pesahangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-21.38.47-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pojok Baca "Saung Elmu": Upaya Meningkatkan Literasi di Desa Pesahangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Gelar Program Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Cuci Tangan Yang Benar di Sekolah Dasar Negeri Pesahangan 02</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71698/mahasiswa-kkn-gelar-program-penyuluhan-kesehatan-gigi-dan-mulut-serta-cuci-tangan-yang-benar-di-sekolah-dasar-negeri-pesahangan-02</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 00:14:44 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Peradaban Bumiayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71698/mahasiswa-kkn-gelar-program-penyuluhan-kesehatan-gigi-dan-mulut-serta-cuci-tangan-yang-benar-di-sekolah-dasar-negeri-pesahangan-02</guid>

					<description><![CDATA[Pesahangan, 23 Februari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 44 Universitas Peradaban Desa Pesahangan melaksanakan Program Kerja Kesehatan mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan yang benar di SD Negeri Pesahangan 02. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak usia Sekolah Dasar mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan yang benar.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pesahangan, 23 Februari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 44 Universitas Peradaban Desa Pesahangan melaksanakan Program Kerja Kesehatan mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan yang benar di SD Negeri Pesahangan 02. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak usia Sekolah Dasar mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan yang benar.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pada hari senin, 03 Januari 2025 ini mendapatkan antusias dari Guru, terutama anak-anak SD Negeri Pesahangan 02. Penyuluhan dilakukan dengan metode yang interaktif dan menarik seperti penyampaian materi menggunakan media visual seperti video dan poster, sesi tanya jawab untuk memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bertanya dan berdiskusi kemudian Demonstrasi langsung cara merawat gigi dan mencuci tangan yang benar setelah itu anak-anak diberikan kesempatan untuk praktek menyikat gigi serta cuci tangan yang baik dan benar.</p>
<p>Koordinator program kerja kesehatan (Dara Septiani), mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN yang berperan sebagai agen perubahan dengan memberikan penyuluhan kesehatan. &#8220;<em>kesehatan gigi dan mulut serta kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, kesadaran anak-anak mengenai hal ini perlu ditingkatkan</em>&#8221; ujarnya</p>
<p>Mahasiswa menjelaskan dampak buruk dari kurangnya perawatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, penyakit gusi dan bau mulut, Mahasiswa juga mempraktikan cara menyikat gigi yang efektif, termasuk pemilihan sikat gigi dan pasta gigi yang dianjurkan serta memberikan edukasi mengenai makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan gigi dan mulut, serta makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari.</p>
<p>Selain kesehatan gigi dan mulut, kebersihan tangan juga merupakan faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit. Dalam program kerja ini, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan cara efektif untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab penyakit, mahasiswa juga mempraktikan enam langkah mencuci tangan dengan standar WHO kemudian mahasiswa memberikan edukasi mengenai kapan saja sebaiknya mencuci tangan.</p>
<p>Melalui program kerja ini mahasiswa KKN tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak SD Negeri Pesahangan 02, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka dalam merawat kesehatan gigi dan mulut serta mencuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari serta terciptanya generasi yang lebih sehat dan terhindar dari penyakit.</p>
<p><strong>Dara Septiani (Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas sains dan teknologi, Universitas Peradaban Bumiayu)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-19.19.26-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mahasiswa KKN Gelar Program Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Cuci Tangan Yang Benar di Sekolah Dasar Negeri Pesahangan 02]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-19.19.26-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mahasiswa KKN Gelar Program Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Cuci Tangan Yang Benar di Sekolah Dasar Negeri Pesahangan 02]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Jamu Tradisional Bersama Mahasiswa KKN di Desa Pesahangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71575/pembuatan-jamu-tradisional-bersama-mahasiswa-kkn-di-desa-pesahangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 00:11:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cimanggu]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71575/pembuatan-jamu-tradisional-bersama-mahasiswa-kkn-di-desa-pesahangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP &#8211; Pembuatan Jamu Tradisional, Mahasiswa KKN Desa Pesahangan Berbagi Ilmu dengan Ibu-Ibu Pengajian Rutin<br>
Pada hari Senin tanggal 17 Februari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, mengadakan kegiatan pembuatan jamu tradisional bersama ibu-ibu pengajian rutin di Desa Pesahangan. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang manfaat jamu tradisional serta cara pembuatannya. Berikut cara dan tahapan pembuatan jamu tradisional jamu jahe dan jamu kunyit asam:]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP &#8211; Pembuatan Jamu Tradisional, Mahasiswa KKN Desa Pesahangan Berbagi Ilmu dengan Ibu-Ibu Pengajian Rutin
Pada hari Senin tanggal 17 Februari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, mengadakan kegiatan pembuatan jamu tradisional bersama ibu-ibu pengajian rutin di Desa Pesahangan. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang manfaat jamu tradisional serta cara pembuatannya. Berikut cara dan tahapan pembuatan jamu tradisional jamu jahe dan jamu kunyit asam:</p>
<p>Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan dua jenis jamu tradisional, yaitu jamu jahe serbuk dan kunyit asem. Mereka menjelaskan tentang manfaat dari kedua jenis jamu tersebut, seperti mengobati sakit kepala, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kekebalan tubuh.</p>
<p>Selain itu, mahasiswa KKN juga mempraktikkan cara pembuatan jamu tradisional bersama ibu-ibu pengajian rutin. Mereka menunjukkan langkah-langkah pembuatan jamu, mulai dari mempersiapkan bahan-bahan hingga proses pengolahan.
Ibu-ibu pengajian rutin sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka berharap bahwa dengan mempelajari cara pembuatan jamu tradisional, mereka dapat membuat jamu sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kesehatan keluarga.</p>
<p><strong>Harapan Mahasiswa KKN</strong> </p>
<p>&#8220;Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Pesahangan. Kami juga berharap bahwa pengetahuan tentang jamu tradisional dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,&#8221; kata Eka Kartikawati selaku salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini.</p>
<p>Dengan demikian, kegiatan pembuatan jamu tradisional bersama mahasiswa KKN di Desa Pesahangan dapat menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan lain yang dapat meningkatkan kesehatan dan keharmonisan masyarakat.</p>
<p>Berikut contoh resep jamu tradisional:</p>
<p><strong>1. Persiapan bahan dan peralatan</strong>
Sebelum memulai proses pembuatan jamu, persiapan bahan dan peralatan adalah langkah pertama yang sangat penting. Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan jamu tradisional jahe dan kunyit asam:
1. Jahe segar (sekitar 500 gram)
2. Kunyit segar (sekitar 500 gram)
3. Asam jawa (secukupnya)
4. Gula merah (sebesar 200 gram)
5. Air matang (2 liter)
6. Kemasan botol kaca atau plastik (disarankan yang food grade)
<strong>2. Peralatan yang dibutuhkan antara lain:</strong>
• Pisau atau parutan untuk memotong atau memarut jahe dan kunyit
• Panci untuk merebus
• Saringan untuk memisahkan ampas
• Botol kaca atau plastik untuk kemasan
• Ember atau wadah besar untuk menampung jamu</p>
<p><strong>Eka Kartikawati (Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-22.28.32-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pembuatan Jamu Tradisional Bersama Mahasiswa KKN di Desa Pesahangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-22.28.32-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pembuatan Jamu Tradisional Bersama Mahasiswa KKN di Desa Pesahangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kerja Bakti Membangun Lapangan Voli: Sinergi Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa Pesahangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71692/kerja-bakti-membangun-lapangan-voli-sinergi-mahasiswa-kkn-dan-masyarakat-desa-pesahangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 00:09:02 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Peradaban Bumiayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71692/kerja-bakti-membangun-lapangan-voli-sinergi-mahasiswa-kkn-dan-masyarakat-desa-pesahangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP &#8211; Pada Minggu, 23 Februari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Peradaban menggelar kegiatan kerja bakti bersama masyarakat Desa Pesahangan. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 ini bertujuan untuk membangun lapangan voli sebagai sarana olahraga dan kebersamaan warga. Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua RT, Sekretaris Desa, serta warga desa yang antusias ikut berpartisipasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP &#8211; Pada Minggu, 23 Februari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Peradaban menggelar kegiatan kerja bakti bersama masyarakat Desa Pesahangan. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 ini bertujuan untuk membangun lapangan voli sebagai sarana olahraga dan kebersamaan warga. Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua RT, Sekretaris Desa, serta warga desa yang antusias ikut berpartisipasi.</p>
<p>Kerja bakti ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih mengakar kuat di masyarakat. Mahasiswa dan warga bekerja sama bahu-membahu, mulai dari membersihkan lahan, meratakan tanah, hingga memasang tiang dan garis lapangan. Keikutsertaan perangkat desa juga menjadi bukti dukungan penuh terhadap inisiatif positif ini.</p>
<p>Kegiatan ini memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar membangun fasilitas olahraga. Lapangan voli yang dibangun dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat, mempererat hubungan sosial, serta mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga. Selain itu, kerja bakti ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa KKN dalam memahami realitas sosial, memperkuat hubungan dengan warga, serta mengasah keterampilan dalam berkolaborasi dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.</p>
<p>Namun, keberhasilan kegiatan ini juga perlu ditindaklanjuti dengan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun. Diperlukan komitmen dari masyarakat setempat untuk menjaga dan memanfaatkan lapangan voli ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.</p>
<p>Kegiatan kerja bakti seperti ini seharusnya menjadi contoh bagi mahasiswa KKN di berbagai daerah lainnya. Dengan sinergi antara akademisi dan masyarakat, berbagai kebutuhan di tingkat desa dapat teratasi dengan lebih efektif. Selain memberikan manfaat bagi warga, kegiatan ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Pada akhirnya, kerja bakti pembuatan lapangan voli ini bukan hanya tentang membangun fasilitas fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Ini adalah langkah kecil namun bermakna dalam mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya.</p>
<p><strong>Yoka Lestari (Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Universitas Peradaban Bumiayu)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/IMG-20250223-WA0064-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kerja Bakti Membangun Lapangan Voli: Sinergi Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa Pesahangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/IMG-20250223-WA0064-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kerja Bakti Membangun Lapangan Voli: Sinergi Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa Pesahangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Ikut Mendorong UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan dengan Pembuatan Baner Sebagai Media Pemasaran</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71689/mahasiswa-kkn-universitas-peraaban-ikut-mendorong-umkm-dalam-meningkatkan-penjualan-dengan-pembuatan-baner-sebagai-media-pemasaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 00:04:16 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Peradaban Bumiayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71689/mahasiswa-kkn-universitas-peraaban-ikut-mendorong-umkm-dalam-meningkatkan-penjualan-dengan-pembuatan-baner-sebagai-media-pemasaran</guid>

					<description><![CDATA[Universitas Peradaban Bumiayu kembali mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengangkat tema Penguatan Indeks Pembangunan Manusia Berbasis Aset Dan Potensi Desa, tema ini bertujuan untuk meningkatkan potensi desa, salah satunya dengan program kerja pembuatan banner untuk 5 UMKM di Desa Pesahangan, Kecmatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Peradaban Bumiayu kembali mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengangkat tema Penguatan Indeks Pembangunan Manusia Berbasis Aset Dan Potensi Desa, tema ini bertujuan untuk meningkatkan potensi desa, salah satunya dengan program kerja pembuatan banner untuk 5 UMKM di Desa Pesahangan, Kecmatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Dalam era digital ini seringkali upaya pemasaran hanya di fokuskan pada platform media sosial saja. Padahal, media cetak seperti banner bisa menjadi alat yang efektif untuk menarik audiens.</p>
<p>Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan dari 5 UMKM terpilih yang ada di Desa Pesahangan, karena masih banyak UMKM di Desa Pesahangan yang belum memperhatikan hal tersebut.</p>
<p>5 UMKM yang terpilih ini tidak hanya bergerak di bidang makanan saja tetapi ada yang bergerak di bidang furniture dan jasa seperti foto copy, adapun 5 UMKM tersebut adalah sebagai berikut:
1. warung kopi dan Bengkel (TUMARITIS)
2. Fotocopy &amp; Print ( Yoga Komputer)
3. Sale Pisang (Abah Soleh)
4. Rusyanto Furniture
5. Isi ulang galon (Amy’s Qua)</p>
<p>Selama berjalanya program kerja ini, mahasiswa membuat desain bannerr dan mendiskusikan dengan pelaku UMKM. Dalam banner terdapat informasi mengenai nama UMKM, No telepon, alamat, logo universitas peradaban dan logo KKN kel.44 Desa Pesahangan.</p>
<p>Setelah di setujui oleh ke 5 UMKM ini, banner selanjutnya di cetak dengan ukuran 2&#215;1 dan diserahkan kepada 5 pelaku UMKM serta banner dipasang di depan rumah pemilik UMKM.</p>
<p>Tujuannya untuk diketahui oleh orang sekitar maupun luar desa mengenai 5 UMKM tersebut ketika sudah dipasang banner.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-19.04.03-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu di Rusiyanto Furniture]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/26/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-19.04.03-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu di Rusiyanto Furniture]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Menghidupkan Cahaya Al-Qur&#8217;an di Dusun Pesahangan: Refleksi Program TPQ oleh Mahasiswa KKN Universitas Peradaban</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-71584/menghidupkan-cahaya-al-quran-di-dusun-pesahangan-refleksi-program-tpq-oleh-mahasiswa-kkn-universitas-peradaban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2025 12:01:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cimanggu]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-71584/menghidupkan-cahaya-al-quran-di-dusun-pesahangan-refleksi-program-tpq-oleh-mahasiswa-kkn-universitas-peradaban</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP &#8211; Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai Islam adalah melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Peradaban telah mengambil peran dalam mencerdaskan anak-anak di Dusun Pesahangan, Desa Pesahangan, dengan mengadakan program kerja mengajar ngaji melalui divisi pendidikan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP &#8211; Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai Islam adalah melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Peradaban telah mengambil peran dalam mencerdaskan anak-anak di Dusun Pesahangan, Desa Pesahangan, dengan mengadakan program kerja mengajar ngaji melalui divisi pendidikan.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jum&#8217;at, Minggu dengan jumlah peserta sekitar 20 anak. Materi yang diajarkan meliputi belajar membaca Iqro, Al-Qur&#8217;an, hafalan surat-surat pendek, serta pembelajaran tajwid atau hukum bacaan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan anak-anak yang masih dalam tahap pembelajaran dini.</p>
<p>Di era modern yang penuh tantangan ini, memperkuat pemahaman agama menjadi aspek yang sangat penting. Melalui program TPQ ini, mahasiswa KKN tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak dini. Para peserta didik yang masih belia diberikan bimbingan yang sistematis dan penuh kesabaran, sehingga mereka dapat memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Antusiasme anak-anak di Dusun Pesahangan dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Mereka menunjukkan semangat belajar yang luar biasa dalam mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, serta menghafal surat-surat pendek. Namun, di balik semangat tersebut, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana belajar dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda di antara peserta.</p>
<p>Meski demikian, mahasiswa KKN tetap berupaya memberikan metode pembelajaran yang menarik dan interaktif agar anak-anak tidak merasa bosan. Pendekatan personal juga dilakukan agar setiap peserta mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kemampuannya</p>
<p>Kegiatan mengajar ngaji melalui TPQ yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 44 Universitas Peradaban di Dusun Pesahangan adalah langkah nyata dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur&#8217;an. Dengan segala tantangan yang ada, semangat dan kerja sama antara mahasiswa, anak-anak, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Semoga upaya kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi masa depan mereka, mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berilmu agama yang kuat.</p>
<p>Program semacam ini patut diapresiasi dan terus dikembangkan agar pendidikan agama dapat merata hingga ke pelosok desa. Mari kita dukung upaya mencerdaskan anak bangsa dengan cahaya Al-Qur&#8217;an!</p>
<p><strong>Desy Wulandari (Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Peradaban Bumiayu)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/24/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-12.19.45-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Menghidupkan Cahaya Al-Qur'an di Dusun Pesahangan: Refleksi Program TPQ oleh Mahasiswa KKN Universitas Peradaban]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/24/WhatsApp-Image-2025-02-24-at-12.19.45-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Menghidupkan Cahaya Al-Qur'an di Dusun Pesahangan: Refleksi Program TPQ oleh Mahasiswa KKN Universitas Peradaban]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
