<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Kisah &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/kisah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 May 2023 05:12:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Kisah &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Habib Syech dan Wapres RI Hadiri Haul Syaikh Nawawi Banten ke-130</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53505/habib-syekh-dan-wapres-ri-hadiri-haul-syaikh-nawawi-banten-ke-130</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 17:03:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53505/habib-syekh-dan-wapres-ri-hadiri-haul-syaikh-nawawi-banten-ke-130</guid>

					<description><![CDATA[BANTEN,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Haul Syekh Nawawi Al-Bantani tahun ini masuk ke-130. Rangkaian kegiatan dijadwalkan digelar di Masjid Agung Tanara, Jalan Syekh Nawawi Tanara, Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANTEN</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Haul Syekh Nawawi Al-Bantani tahun ini masuk ke-130. Rangkaian kegiatan dijadwalkan digelar di Masjid Agung Tanara, Jalan Syekh Nawawi Tanara, Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.</p>
<p>Dari informasi yang didapatkan, pada hari Rabu (17/05/2023) malam, selepas maghrib dihelat gema dzikir bersama Jamaah Al-Khidmat Surabaya.</p>
<p>Kemudian pada Kamis (18/05/2023) malam, mulai habis maghrib, ada tablig akbar bersama dai se Banten. Sedangkan pada Jumat (19/05/2023) digelar haul bersama Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang dimulai pukul 19.30 WIB di Pesantren Annawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten.</p>
<p>Sekadar diketahui, dihimpun dari sejumlah sumber, Syekh Nawawi bernama lengkap Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi bin Ali bin Jamad bin Janta bin Masbuqil Al-Bantani Al-Jawi. Syekh Nawawi lahir di Tanara, Serang, Banten, pada 1230 H/1813 M.
 
Ayahnya, Umar bin ʹArabi adalah penghulu kecamatan di Tanara. Beliau mengajar sendiri putera-puteranya (Nawawi, Tamim dan Ahmad) pengetahuan dasar dalam bahasa Arab, fikih, dan tafsir.</p>
<p>Ketiga putera tersebut kemudian melanjutkan pelajarannya kepada Kyai Sahal (masih di daerah Banten). Setelah itu mereka melanjutkan lagi pelajaran di Purwakarta kepada Kyai Yusuf, seorang kyai terkenal yang menarik santri-santri dari daerah-daerah jauh di seluruh Jawa, terutama dari daerah Jawa Barat waktu itu.</p>
<p>Kemudian mereka melakukan ibadah haji sewaktu masih muda. Nawawi waktu itu berumur 15 tahun dan tinggal di Mekah selama 3 tahun.</p>
<p>Rupanya kehidupan intelektual di Mekah sangat menarik hati Nawawi, sebab tidak lama setelah tiba di Banten, ia kemudian belajar lagi ke Mekah dan tinggal di sana seterusnya sampai wafat.</p>
<p>Di Mekah, antara tahun 1830-1860, Nawawi belajar di bawah bimbingan ulama terkenal, antara lain Khatib Sambas, Abdulgani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Nahrawi dan Abdulhamid Daghestani.</p>
<p>Antara 1860-1870 ia mengajar di Masjidil-Haram dalam waktunya yang senggang, sebab antara tahun-tahun tersebut Nawawi sudah secara aktif menulis buku-buku. Tetapi setelah tahun 1870 ia memusatkan aktivitasnya untuk menulis.</p>
<p>Nawawi seorang yang produktif dan berbakat; tulisan-tulisannya meliputi karya pendek yang berisi tentang pedoman-pedoman ibadah sampai kepada tafsir Qur’an yang cukup tebal yang terdiri dari 2 jilid, yang diterbitkan di Mesir tahun 1887.</p>
<p>Terdapat lebih dari 38 karya penting Nawawi. Beberapa contoh karya penting Nawawi yang terbit di Mesir antara lain Syarh al-Ājurumiyyah, terbit 1881, Lubab alBayan (1884). Żariyat al-Yaqin, syarh atas karya Syaikh as-Sanūsī, terbit 1886., Fatḥ alMujīb. Syarḥ Addurr al-Farīd, Syarḥ al-Isra’ wa al-Miʹrāj karya al Barzanjī, Syarḥ atas syair maulid karya al-Barzanjī, Syarḥ tentang syair Asmā’ al-Ḥusnā.</p>
<p>Syarḥ Manasik Haji karangan asy-Syirbinī yang terbit tahun 1880, Syarḥ Sulūk al-Jiddah (1883), Syarḥ Sullam al-Munājah (1884), Tafsir Al-Qur’an, Maraḥ Labid li Kasyfi maʹna Qur’ān Majid, dan dan tiga buah buku lagi yang berisi tentang doktrin-doktrin pokok iman, uraian tentang lima bagian-bagian penting dari hukum Islam dan lima rukun Islam.</p>
<p>Di samping itu Nawawi juga menulis pembahasan secara meluas tentang ushul fikih dan fikih. Seperti nampak dalam contoh-contoh di atas, karya-karya Nawawi hampir semua merupakan pembahasan lebih jauh (Syarh) atas karya pengarang-pengarang besar yang mendahuluinya.</p>
<p>Nawawi menjadi terkenal dan dihormati karena keahliannya menerangkan kata-kata dan kalimat-kalimat Arab yang artinya tidak jelas atau sulit dimengerti yang tertulis dalam syair terkenal yang bernafaskan keagamaan.</p>
<p>Kemasyhuran Nawawi dikenal luas di hampir seluruh Dunia Arab. Karya-karyanya banyak beredar terutama di negara-negara yang menganut mażhab Syafiʹi.</p>
<p>Di Kairo ia sangat terkenal. Buku tafsirnya Maraḥ Labid yang terbit di sana diakui mutunya dan memuat persoalan-persoalan penting sebagai hasil diskusi dan perdebatannya dengan ulama Al-Azhar.</p>
<p>Demikian terkenalnya nama Nawawi sehingga pada sampul tafsir tersebut edisi cetakan Kairo, ia diberi julukan &#8220;Sayyid ulama al-Ḥijaz&#8221; yang artinya, pemimpin para ulama Hijaz
Indonesia Nawawi tentu saja sangat terkenal.</p>
<p>Ia menjadi kebanggaan sebagai seorang putera Indonesia yang keahliannya. Dalam beberapa sampul depan kitab Tafsir Marāḥ Labīd yang diterbitkan di Indonesia dicantumkan juga gelar ini. diakui di Dunia Arab.</p>
<p>Semua buku-buku yang disebutkan di atas secara luas dipelajari di pesantren-pesantren Jawa. Adapun Mengenai karomah Syekh Nawawi, Beliau adalah sosok yang memiliki keistimewaan yang tidak bisa dinalar.</p>
<p>Suatu hari ketika dalam perjalanan, Syekh Nawawi mampir istirahat di sebuah tempat. Kemudian dia adzan karena akan shalat. Setelah adzan, ternyata tidak ada orang yang datang, akhirnya ia qamat lalu shalat sendirian.</p>
<p>Usai salat, Syekh Nawawi kembali melanjutkan perjalanan, tapi ketika menengok ke belakang, ternyata ada seekor ular raksasa dan mulutnya sedang menganga.</p>
<p>Akhirnya diketahui ternyata tadi Syekh Nawawi shalat di dalam mulut ular yang sangat besar itu. Karomah lain Syekh Nawawi adalah ketika makamnya di Ma’la, Arab Saudi, akan dibongkar untuk kepentingan pelebaran jalan.</p>
<p>Saat hendak dibongkar, alat berat yang digunakan membongkar makam, tiba-tiba rusak. Ketika dipaksa dibongkar sampai 5 kali, para pekerja kaget karena ternyata di dalam makam tersebut ada orang yang sedang sujud.</p>
<p>Akhirnya makam tersebut tidak jadi dibongkar, dan dibuatlah jalan layang.
Kisah lainnya saat terjadi kebakaran di sebuah perpustakaan kampus di Mesir.</p>
<p>Semua kitab yang ada di dalam perpustakaan hangus, kecuali satu, yaitu Marah Labid atau Tafsir Munir karya Syekh Nawawi Al-Bantani.</p>
<p>Syekh Nawawi memiliki beberapa karomah. Karomah Syekh Nawawi diperlihatkannya di saat ia mengunjungi Masjid Pekojan, Jakarta.</p>
<p>Masjid yang dibangun oleh Sayyid Utsman bin &#8216;Agil bin Yahya al-&#8216;Alawi (mufti Betawi keturunan Rasulullah) itu ternyata memiliki kiblat yang salah.</p>
<p>Padahal yang menentukan kiblat bagi masjid itu adalah Sayyid Utsman sendiri.
Ketika Syekh Nawawi yang dianggapnya hanya seorang anak remaja tak dikenal menyalahkan penentuan kiblat, Sayyid Utsman sangat terkejut.</p>
<p>Sayyid Utsman tetap berpendirian bahwa kiblat Masjid Pekojan tersebut sudah benar, sementara Syekh Nawawi remaja berpendapat arah kiblat haruslah dibetulkan.</p>
<p>Masing-masing mempertahankan pendapatnya, tidak ada titik temu, Syekh Nawawi remaja menarik lengan baju Sayyid Utsman dan dirapatkan tubuhnya agar bisa saling mendekat. Lalu Syekh Nawawi mengarahkan telunjuk tangannya ke kiblat.</p>
<p>&#8220;Lihatlah Sayyid!, itulah Ka&#8217;bah tempat Kiblat kita. Lihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka&#8217;bah itu terlihat amat jelas? Sementara Kiblat masjid ini agak ke kiri. Maka perlulah kiblatnya digeser ke kanan agar tepat menghadap ke arah Ka&#8217;bah,&#8221;</p>
<p>Perlu ditekankan di sini, walaupun Nawawi tidak mengikuti Khatib Sambas sebagai pemimpin sebuah organisasi tarekat, namun ia tidak melepaskan ikatan intelektual dan spiritualnya dengan Khatib Sambas.</p>
<p>Dengan kata lain, Nawawi tidak menolak praktekpraktek tarekat selama tarekat tersebut tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.</p>
<p>Sikap Nawawi ini yang menyebabkan namanya di Jawa tetap harum sampai sekarang. Beliau wafat di Mekah dan dimakamkan di tanah pekuburan al-Maʹlā di Mekah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/19/Syekh-Nawawi-al-Bantani.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Syekh Nawawi al Bantani]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/19/Syekh-Nawawi-al-Bantani-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Syekh Nawawi al Bantani (Sumber Foto : Youtube/ASKAMZA channel)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Kelam Wilayah yang Dijuluki Tanah Kafir di Cipari Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-33173/kisah-kelam-wilayah-yang-dijuluki-tanah-kafir-di-cipari-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 10:42:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cipari]]></category>
		<category><![CDATA[Gerwani]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-33173/kisah-kelam-wilayah-yang-dijuluki-tanah-kafir-di-cipari-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Dari 24 Kecamatan di Cilacap, ada salah satu kecamatan di ujung paling barat, agak ke selatan kecamatan ini bernama Cipari. Awal kata Ci identik dan merujuk ke bahasa sunda. Ci berdasarkan pemaknaan dari orang sunda ialah sungai atau air sedangkan Pari adalah padi, jadi Cipari bisa berarti air dan padi atau sungai dan padi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dari 24 Kecamatan di Cilacap, ada salah satu kecamatan di ujung paling barat, agak ke selatan kecamatan ini bernama Cipari. Awal kata Ci identik dan merujuk ke bahasa sunda. Ci berdasarkan pemaknaan dari orang sunda ialah sungai atau air sedangkan Pari adalah padi, jadi Cipari bisa berarti air dan padi atau sungai dan padi.</p>
<p>Nama Cipari ini ternyata benar adanya, seperti apa yang dilakukan penduduk mayoritasnya yang merupakan petani. Tidak hanya seputar pertanian padi dengan sawah yang membentang luas. Namun cipari juga dilintasi sungai Citanduy yang merupakan sungai yang melintasi 4 Kabupaten di jawa barat, yakni Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran serta Cilacap Jawa Tengah.</p>
<p>Menilik asal-usul cipari, kisah dan riwayat, seperti asal mula adanya tempat wisata air panas dan munculnya air panas secara alami. Ternyata di cipari juga ada kisah tentang &#8220;Tanah Kafir&#8221;.</p>
<p>Secara bahasa, sebutan tanah kafir memang cukup mebuat orang kesal, apalagi orang yang tinggal di wilayah tersebut. Selain itu tanah merupakan buminya Tuhan, bagaimana bisa disebut demikian?</p>
<p>Ternyata sebutan tanah kafir di Cipari ini merujuk kesuatu lokasi, dimana pada lokasi yang merupakan perkebunan karet itu ada sejarah kelam.</p>
<p>Dilansir <strong>Liputan6.com</strong>, Tanah tempat dimana kuburan massal PKI itu yakni ada sekitar 200 ubin luasnya. Dimana diceritakan para saksi mata dari sejarah yang mereka alami, bahwasanya kini bekas-bekas kuburan para PKI itu sudah tidak seperti kuburan.</p>
<p>Kuburan yang terletak di sebuah bukit itu ditumbuhi oleh pohon-pohon karet milik sebuah perkebunan yang justru tidak mengakui.</p>
<p>Karena tidak ada yang mengakui, maka tanah itu digunakan warga masyarakat yang berani dengan dimanfaatkan untuk ditanami palawija dan lain-lain.</p>
<h2>Tak Hanya jadi Kuburan PKI, di Tanah Kafir Cipari juga Jadi Tempat Penguburan Gerwani</h2>
<p>Masih ditanah seluas 200 Ubin yang terlantar itu, ditanah itu selain anggota yang dituduh PKI yang dikubur juga terdapat tempat penguburan Gerwani.</p>
<p>Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) yang merupakan organisasi kaum wanita itu dibunuh dan juga dikubur ditanah kafir cipari cilacap.</p>
<p>Para aktivis gerwani itu dibunuh lantaran gerakan tersebut merupakan gerakan terlarang, organisasi ini dahulu muncul pada tahun 1950 &#8211; 1960&#8217;an.</p>
<p>Pada masa itu, Gerwani itu bukannya organisasi kecil, melainkan anggotanya ada sekitar 650 ribuan orang.</p>
<p>Dilansir <strong>Lokadata.id</strong> (Dulunya Beritagar.id), bahwasanya para saksi penguburan kelompok PKI dan Gerwani itu masih hidup.</p>
<p>Saksi mata kala itu masih muda masih berusia 15&#8217;an tahun saat masa-masa para Anggota yang dituduh PKI dan Gerwani dibunuh.</p>
<p>Saat kejadian itu, yakni sekitar tahun 1965, dimana para saksi mata itu merupakan pekerja kuli harian di perkebunan karet.</p>
<p>Bahkan mereka menyaksikan betul dan mengetahui jika makam-makam itu adalah kuburan massal para anggota terlarang seperti PKI dan Gerwani.</p>
<p>Pasalnya para saksi mata itu malah penggali kuburan dan juga penutup kuburan para anggota PKI dan Gerwani.</p>
<p>Mereka para saksi menuturkan, jika mereka hanya bekerja diperkebunan tersebut menjadi kuli harian. Jadi mau tidak mau dia harus menuruti sang atasan.</p>
<p>&#8220;Ketika sersan memerintahkan untuk menggali kubur, saya hanya menurutinya, meski tidak diberitahukan untuk apa lubang-lubang ini.&#8221; Ujar saksi menceritakan kala dirinya menggali lubang-lubang itu dahulu.</p>
<p>Para saksi tak salah menyebutkan lokasi pemakaman para anggota PKI dan Gerwani yang disebut Tanah Kafir yang berada di Cipari Cilacap itu.</p>
<p>Mereka ingat betul tanda-tanda pada setiap kuburan, pasalnya ditandai dengan ditanami pohon. &#8220;Saya ingat betul lokasi ini, jika di atas bukit itu, itu adalah kuburan gerwani, sedangkan tanda-tanda pada setiap galian juga masih ada seperti pohon bambu kuning.&#8221; Kata saksi mata dan sejarah pemakaman massal para pemberontak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/lokasi-tanah-kafir-tempat-penguburan-pki-dan-gerwani-di-cipari-cilacap.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[lokasi tanah kafir tempat penguburan pki dan gerwani di cipari cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/lokasi-tanah-kafir-tempat-penguburan-pki-dan-gerwani-di-cipari-cilacap-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[lokasi tanah kafir tempat penguburan pki dan gerwani di cipari cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Satire dalam Berita, Namun Punya Etika</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-28687/satire-dalam-berita-namun-punya-etika</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 23:09:55 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-28687/satire-dalam-berita-namun-punya-etika</guid>

					<description><![CDATA[Opini kehidupan &#8211; Bahasa yang satire dan vulgar kerap dianggap tabu, namun sejatinya bukan berarti membuka aib orang lain. Jangan-jangan malah yang mengatakan seperti itu sedang pura-pura atau malah ikut membacanya. Inilah kehidupan, sebab manusia tak ada yang sempurna terkecuali Baginda Nabi Muhammad SAW.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Opini kehidupan &#8211; Bahasa yang satire dan vulgar kerap dianggap tabu, namun sejatinya bukan berarti membuka aib orang lain. Jangan-jangan malah yang mengatakan seperti itu sedang pura-pura atau malah ikut membacanya. Inilah kehidupan, sebab manusia tak ada yang sempurna terkecuali Baginda Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Suatu kisah, penulis abal-abal yang punya etika, tak serta merta menulis suatu berita tanpa adanya fakta. Ya meskipun mengutip atau mengubah kata.</p>
<p>Penulis itu tidak menulis keburukan orang lain atau membuka aib, itu bararti baru dugaan, menduga, dan Bahkan bisa sebaliknnya justru penulis yang dijebloskan karena mencemarkan.</p>
<p>Penulis punya etika begitu juga ketika ada sebuah kisah kehidupan. Selentingan kecil itu sudah biasa bagi penulis abal-abal seperti saya.</p>
<p>Mas kamu kan penulis, itu di sana ada tempat pelacuran, mas di sana ada dugaan korupsi kades selidiki dan beritakan saja mas. Padahal tidak segampang dan semudah itu.</p>
<p>Penulis enggan mengurusi orang lain mau itu benar atau tidak benar, dan beda lagi jika sebuah kasus sudah dalam penyidikan dan ada bukti serta tersangkanya.</p>
<p>Hegemoni dunia dalam berita, sarkastik, satire bukan berarti tak memiliki etika. Humor dan semacamnya, apabila dibaca oleh orang yang tak suka atau kurang humor dan tegangan juga bisa repot urusannya. Orang semacam itu hanya memiliki keinginannya sendiri, dan hanya bisa mengurusi orang lain, adapun masukan tetap diterima, meski yang memberikan nasihat belum tentu menasihati dirinya.</p>
<p>Orang terlalu berlebihan juga tidak baik, apabila ada pendapat dari orang lain, orang tersebut akan merasa kurang. Seperti mengenai informasi mengenai ucapan kematian.</p>
<p>Loh ko tiba-tiba dibilang sesat, malah justru dianggap seperti kaum yang teriak-teriak anti bid&#8217;ah. Bahkan perbedaan pendapat tidak hanya terjadi di tubuh yang berlainan namun juga di tubuh yang sama. Lah wong dalam kehidupan ini juga berbeda-beda orang wataknya, namun tetap hidup rukun berdampingan.</p>
<p>Begitulah orang di dunia medsos, yang kalau kita tanggapi akan membuang waktu, cukup lihat saja, namun bukan berarti mengabaikan pesannya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Orang yang Tulus dan Biasa, ketika Disakiti dapat Menjelma</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-28679/orang-yang-tulus-dan-biasa-ketika-disakiti-dapat-menjelma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 22:28:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-28679/orang-yang-tulus-dan-biasa-ketika-disakiti-dapat-menjelma</guid>

					<description><![CDATA[Opini kehidupan &#8211; sebetulnya admin tidak ingin curhat, melainkan melihat gambaran media sosial (medsos). Saya melihat kerap kali medsos digunakan untuk curhat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Opini kehidupan &#8211; sebetulnya admin tidak ingin curhat, melainkan melihat gambaran media sosial (medsos). Saya melihat kerap kali medsos digunakan untuk curhat.</p>
<p>Alkisah, saya melihat lika-liku kehidupan di dunia maya, bagaimana orang biasa orang kampung berubah hidupnya ketika memiliki uang. Dulunya hanya sebagai kuli biasa yang ikut orang, wajahnya kulitnya pun tampak hitam terkena paparan matahari.</p>
<p>Kini orang tersebut terlihat cantik, putih karena uang. Saya melihatnya sebetulnya ada rasa sedih dan juga njengekeli (kesel), namun admin tak mau jadi orang munafik yang sok benar.</p>
<p>Mengapa demikian? Ia saya melihat ada rasa sedih sebab di jaman seperti ini, dan pergaulan yang menggila, seseorang bisa ikut terbawa. Saya sedih mungkin karena wanita tersebut sedari kecil sudah tidak memiliki orang tua (Sampun Kepundut).</p>
<p>Mungkin karena tidak adanya orang tua bisa menjadikan seorang seperti itu, namun ada yang memiliki orang tua malah kelakuannya begitu. Kurang didik apa orang tuanya. Atau mungkinkah karena prinsip hidup orang itu ada pada diri-diri masing-masing. Entahlah.</p>
<p>Saya melihat, wanita tersebut kerap tampil seksi dengan banyak akun dengan nama yang sama, namun juga ada yang berbeda. Sebagai penulis abal-abal yang tidak ada yang bayar, saya sedikit mengetahui tulisan-tulisan seseorang.</p>
<p>Bagaimana tidak, ada penyebab kenapa seseorang itu bisa berubah, seperti wanita tersebut. Ketika dilihat foto-foto seksinya yang meski tidak vulgar polos dan masih pakai baju namun ketat dan kerap menonjolkan sesuatu, naluri seorang laki-laki saya tidak munafik. Namun ada rasa kesal dibalik itu, bagaimana tidak, karena merantau ke negeri orang yang semustinya uang hasil jerih payahnya dikumpulkan untuk bersanding bersama keluarga atau untuk persiapan modal, seperti nikahan dll.</p>
<p>Bukan berarti dia tidak mendapatkan seorang pria yang benar tulus, meski dia sudah seperti itu. Boleh jadi hal itu karena wanita terlalu percaya dengan bualan seorang pria, yang membuatnya mau menyerahkan segalanya.</p>
<p>Terlihat, wanita tersebut kerap menampilkan foto seksi namun juga kerap curhat di setiap foto-foto seksinya. Saya justru mengarah dan tertuju pada tulisan-tulisannya.</p>
<p>Bagaimana tidak, lah setiap mengunggah foto, ada beberapa kalimat yang mengartikan sebuah kehancuran, saya tau itu meski tulisannya dibuat satire. Seperti &#8220;kurang apa aku mas&#8221; dan kata-kata sejenis yang mengungkapkan perasaan wanita itu.</p>
<p>Wanita itu kuat, tegar dan sabar ketika ia disakiti, Bahkan seorang wanita bisa dengan cepat menghilangkan rasa sakitnya dengan cara mencari caranya sendiri untuk mengobati luka hatinya.</p>
<p>Saya bukan wanita dan belum berkeluarga, namun saya sedikit mengetahui tabiat wanita. Dari sisi kehidupan, bagaimana wanita itu sabar meski saya kerap melihat orang sudah berumah tangga, istrinya dimarahi suaminya hingga tangannya ikut melampiaskan kekesalan. Namun wanita itu sabar, dan punya caranya sendiri untuk menenangkan.</p>
<p>Mungkin seperti itu, pada wanita yang saya lihat di dunia maya itu, namun yang saya lihat, sepertinya belum berkeluarga dan bukan juga janda. Namun sepertinya seorang pria telah merenggut mahkota dan kesuciannya.</p>
<p>Padahal jika saya melihat berandanya itu, laki-lakinya Bahkan biasa dan tak tampan. Namun segalanya telah diberikan oleh wanita itu begitupun tubuhnya.</p>
<p>Kemudian dia ditinggal oleh orang yang dia cintai dan hingga dia rela memberikan segalanya. Dia ditinggal dengan sang lelaki menikah dengan orang lain. Bagaimana tidak hancur wanita tersebut.</p>
<p>Duh gusti, masa depan wanita dan jejak langkah seseorang bisa berubah karena rasa sakit. Melihat statusnya saya terkadang juga sedih &#8220;aku ini kotor siapa yang mau denganku&#8221; tulisnya.</p>
<p>Namun statusnya tersebut jelas mengundang reaksi seorang laki-laki yang hanya cinta dengan nafsu, apalagi ditambahi foto pemanis yang cemekel.</p>
<p>Saya sebetunya tidak menyibuki diri dan mendadak mengurusi orang lain, apalagi urusan demikian meski banyak yang lewat diberanda yang agak vulgar. Jangankan komentar, kirim pesan pun enggan sebab bukan lelaki pencari nafsu selangkangan. Ada yang lewat dan ada yang vulgar ya mau bagaimana lagi kalau tidak melihatnya wong memang adanya begitu. Enggan juga jadi orang munafik yang sok baik padahal justru lebih buruk daripada itu.</p>
<p>Sebagai pegiat media sosial yang memiliki beberapa fanpage saya tentu saja mengamati termasuk bagaimana reaksi orang. Terkadang ada yang berlagak namun tak taunya ketika dilihat riwayatnya parah juga.</p>
<p>Kembali ke topik di atas, cintailah seseorang dengan penuh tulus, namun ketulusan sejati bukan hanya dari kata-kata dan ngajak sebatas pacaran.</p>
<p>Ikatan suci adalah segalanya, jangan hancurkan sesuatu yang berharga dari seorang wanita. Sebab kalau sudah ditinggalkan, dia bisa apa dan mau apa, ada ikatan juga kagak, hanya bisa pasrah dan Bahkan bisa berubah dengan caranya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sejarah Cilacap, Fakta Keberadaan Makam Surandika Hingga Bupati Majenang</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-23771/sejarah-cilacap-fakta-keberadaan-makam-surandika-hingga-bupati-majenang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2020 01:05:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-23771/sejarah-cilacap-fakta-keberadaan-makam-surandika-hingga-bupati-majenang</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Cerita turun temurun terkait sejarah bisa saja dikatakan dongeng dan tahayul bagi yang tidak mempercayainya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Cerita turun temurun terkait sejarah bisa saja dikatakan dongeng dan tahayul bagi yang tidak mempercayainya.</p>
<p>Taukah kamu sebagai warga yang lahir dan tinggal di Kabupaten Cilacap, Cilacap memiliki 24 kecamatan yang tidak hanya kroya, tidak hanya nusawungu.</p>
<p>Pentingnya mengetahui sejarah yang ada tentang Cilacap agar sejarah itu tidak tergerus oleh zaman dan yang tahu hanya sejarah film telenovela dari 1 episode hingga rampung ngelotok.</p>
<p>Kecamatan Dayeuhluhur merupakan kecamatan yang seluruh masyarakatnya berbahasa sunda dan halus.</p>
<p>Di Kecamatan Dayeuhluhur masih terdapat keturunan raja galuh dan kental akan adat budaya pasundan.</p>
<p>Sedangkan fakta-fakta selanjutnya yaitu makam surandika yang terletak di pemakaman umum di Dusun Panyingkiran Desa Limbangan dekat Desa Malabar Kecamatan Wanareja.</p>
<p>Fakta-Fakta selanjutnya ialah keberadaan makam di Karanglewas Banyumas yang bertuliskan &#8220;Boepati Majenang&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pantai Permisan Wisata di Selatan Nusakambangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-17051/pantai-permisan-wisata-di-selatan-nusakambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2019 12:43:31 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-17051/pantai-permisan-wisata-di-selatan-nusakambangan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; di sebelah selatan dari Pulau Nusakambangan ternyata terdapat sebuah obyek wisata (obwis) bernama Pantai Kopassus atau lebih populer dengan nama Pantai Permisan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; di sebelah selatan dari Pulau Nusakambangan ternyata terdapat sebuah obyek wisata (obwis) bernama Pantai Kopassus atau lebih populer dengan nama Pantai Permisan.</p>
<p>Dihimpun dari Wikipedia, bahwa Pantai Permisan ini merupakan perairan yang masih sangat alami alias masih perawan. Hal itu dikarenakan lokasinya atau tempatnya bisa dikatakan masih jarang dikunjungi oleh wisatawan.</p>
<p>Pantai Kopassus atau Permisan tersebut memiliki pasir pantai yang berwarna putih dan di sana juga terdapat batu-batu karang kecil serta deburan ombak laut selatan yang tinggi. Ombak nya jika mengenai Batu karang yang berbentuk seperti bukit juga bisa memanjakan mata wisatawan.</p>
<p>Di pantai ini, di sebuah bukit batu ada sebuah pedang yang menghujam ke arah bukit batu tersebut dan seperti padang milik TNI, sehingga selain dinamakan Permisan juga dinamakan Pantai Kopassus.</p>
<p>Usut punya usut, ternyata pantai Permisan tersebut adalah tempat penggodokan para prajurit TNI. Hal itu dilakukan para prajurit TNI agar mampu menjaga dan membela keutuhan bangsa dan negara dari gangguan apapun, baik besar atau kecil yang kiranya mengganggu kedaulatan.</p>
<p>Maka, karena Tekad dan kekokohan para prajurit tersebut sehingga dibuatlah simbol dengan salah satu atribut TNI yakni Pisau Komando. Dan pisau itu memang terlihat seperti menghujam ke arah bukit karang.</p>
<p><H2>Pantai Permisan memiliki Sejarah</H2></p>
<p>Masih dihimpun dari Wikipedia. Konon, Jika air di pantai permisan surut, maka akan terlihat berbagai simbol sosial, hal tersebut sebagai bukti adanya Legenda Raja Pakualaman yang mempunyai putri cantik yang terkena wabah penyakit yang bisa sembuh dengan air mata kuda sembrani.</p>
<p>Dalam kisahnya, Sang Raja Pakualam tersebut konon mengirim utusan untuk mendapatkan obat, akan tetapi selalu gagal dan pada akhirnya Sang Putri yang terkena wabah penyakit itu datang sendiri.</p>
<p>Putri itu berangkat ke pantai permisan dan karena kelelahan setelah perjalanan jauh sang putri kemudian beristirahat dan mandi di pantai permisan. Namun pada saat mandi, putri tersebut terseret ombak hingga ketengah laut dan terjepit di antara batu karang sehingga meninggal.</p>
<p>Menurut kisah, peristiwa sang putri itu ada kaitannya dengan Batu Karang berbukit. Dimana jika melihat dari kejauhan ke arah bukit karang itu, maka akan tampak atau terlihat seperti kemaluan wanita. Hal itu mitosnya adalah sang putri yang terjepit dimana hanya terlihat sebagian anggota badannya tanpa busana.</p>
<p><H2>Selain kisah raja dan putrinya ada kisah lain</H2></p>
<p>Pantai permisan dikatakan demikian karena pada jaman dahulu, Datanglah para perompak dan berlabuh ke NUSAKAMBANGAN namun para perampok itu tidak melihat pantai karena pantai itu tidak tampak. Lalu para perompak tersebut kemudian permisi kepada Sang Baurekso Pulau Nusakambangan. Dan barulah pantai ini tampak sehingga disebut permisan.</p>
<p><H2>Akses bagi Wisatawan yang hendak Berkunjung ke Pantai Permisan</H2></p>
<p>Para wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai permisan ini bisa dilalui dengan menyebrang terlebih dahulu ke Pulau Nusakambangan. Rute awal yaitu dari pelabuhan Lomanis. Dan selanjutnya menuju pelabuhan Sodong dengan menggunakan kapal feri.</p>
<p>Usai sampai di pelabuhan, para wisatawan bisa langsung menuju ke Pantai Permisan yaitu dengan menggunakan transportasi darat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/pantai-permisan-atau-pantai-kopassus.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="678"
				height="381">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[pantai permisan atau pantai kopassus]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/pantai-permisan-atau-pantai-kopassus-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[pantai permisan atau pantai kopassus]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah 2 TKI di Negara Berbeda Kenal dan Langsung Pisah Karena Beda Harokah</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-12230/kisah-2-tki-di-negara-berbeda-kenal-dan-langsung-pisah-karena-beda-harokah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2019 22:54:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-12230/kisah-2-tki-di-negara-berbeda-kenal-dan-langsung-pisah-karena-beda-harokah</guid>

					<description><![CDATA[Bercerita tentang TKI sepertinya tidak akan ada habisnya, tidak sedikit TKI menemukan jodoh dari merantau ke luar negeri. Namun kisah yang satu ini cukup unik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bercerita tentang TKI sepertinya tidak akan ada habisnya, tidak sedikit TKI menemukan jodoh dari merantau ke luar negeri. Namun kisah yang satu ini cukup unik.</p>
<p>Simak kisahnya!</p>
<p>Tersebut wanita Bernama IR dan pria bernama MT, keduanya adalah warga dari Kabupaten Cilacap akan tetapi berbeda kecamatan.</p>
<p>MT ini bermula berkenalan dengan IR sebab diperkenalkan oleh paman dan bibi IR. Paman dan Bibi IR ini sudah seperti saudara dengan MT dan sering berkomunikasi.</p>
<p>Pada suatu waktu, MT belum pergi ke negara tujuan, dan dia ditawarkan oleh paman dan bibinya mengenai keponakannya.</p>
<p>Waktu itu Paman dan Bibinya ini mengatan kalau Keponakannya bekerja di negara tetangga yakni Malaysia. Lalu di MT ini dikirim foto keponakannya yang cantik dengan jilbab atau hijab nya yang tampak besar menutupi lekuk tubuhnya.</p>
<p>Memang di IR ini kata paman dan bibinya, selain bekerja dia juga rutin mengikuti pengajian selain itu IR ini juga menyempatkan untuk melanjutkan kuliah.</p>
<p>Pada saat itu MT yang ditawarkan dengan keponakannya justru merasa minder. Menurut MT, IR ini tidak pantas dengannya, sehingga MT mengatakan kepaman dan bibi IR jika dia minder dan mengatakan apakah pantes, pasalnya di MT ini bukannya tidak suka dengan IR apalagi setelah melihat fotonya, MT hanya beranggapan bahwa dirinya hanya ingin wanita yang sederhana, biasa walau pendidikannya tidak tinggi, sebab MT takut ada kesenjangan di antara keduanya.</p>
<p>Pada saat itu hal ini ia biarkan dan lebih berbicara ke hal biasa lewat ponsel dengan paman dan bibi IR.</p>
<p>Pada saat itu di MT ini sudah berada di Saudi Arabia dan di sana di MT ditawarin tentang keponakannya akan tetapi MT mengalihkan hal itu dan bersikukuh bahwa ia minder dan merasa tidak pantas walau pada saat itu di dalam hati MT ini, memang menurutnya sosok IR cantik dan berjilbab bukan jilbab plus celana pensil seperti sekarang. Namun entah jika IR saat bekerja di dalam pabrik. Pasalnya IR di malaysia bekerja di sebuah pabrik, akan tetapi dijumpai di MT di media Sosial IR tidak ada foto yang menunjukan IR memakai Celana panjang atau pensil.</p>
<p>Setelah berselang 1 tahun lebih MT bekerja di negara Arab Saudi dan kontraknya akan habis dan akan kembali ke indonesia, MT ini justru ditawarkan lagi oleh paman dan bibi IR.</p>
<p>Waktu itu MT ini menganggap dan membalas pesan Bibi dan Paman IR dengan nada guyonan. Namun karena tampak serius maka MT ini mengiyakan.</p>
<p>Pada saat itu MT dan IR ini bahasa gaulnya pedekate dalam bahasa lebih kerennya Ta&#8217;ruf. Nah pada saat ta&#8217;aruf itu di MT ini berhubungan hanya melalui bibi dan paman IR begitu juga sebaliknya. Namun ada temannya IR yang jadi perantara komunikasi antara 2 insan manusia ini.</p>
<p>Pada saat itu di MT ini di kirim pesan oleh teman IR jikalau MT harus ikut liqo seperti di IR. MT bukannya menolak akan tetapi MT memang berada jauh dari kota keramaian, MT bekerja 10 jam dan istrihat 2 jam di negara arab saudi selain itu ia bermukim di padang pasir, ia bekerja di arab saudi namun sekitar 2 km lagi sudah memasuki negara qatar.</p>
<p>Setelah MT mengatakan hal demikian kepada teman IR lalu Teman IR mengatakan jika IR ingin pulang akan tetapi langsung dinikahkan tetapi IR meminta izin setelah menikah ia hendak kembali bekerja di Malaysia karena IR ingin merampungkan kuliahnya.</p>
<p>Setelah itu MT menanyakan perihal ini kepada kedua orang tuanya, kata orang tua MT kalau di wanita harus kembali lagi maka kasian di MT. Pasalnya ia harus punya modal buat nikah juga punya modal untuk membiayai istrinya kembali bekerja di malaysia.</p>
<p>Kemudian MT kirimlah pesan itu melalaui paman dan bibi IR. Setelah itu MT jadi mempunyai dua keinginan Pulang atau Melanjutkan bekerja di negara Arab Saudi namun MT akan pindah majikan dan hal itu sudah ditanyakan MT kepada majikannya dan di ijinian dan nikahnya nanti ketika sudah pindah majikan kemudian cuti sembari mengumpulkan biaya untuk nikahan lalu kirim pesan kepada bibi dan paman IR. Akan tetapi IR berkeinginan bahwa MT harus ikut Liqo seperti IR.</p>
<p>Bukannya di MT ini tidak mau ikut liqo akan tetapi waktunya bekerja serta jauh dari kota dan harus mencari asatidz dan di MT berfikiran jika jauh bagaimana ditambah MT ini bekerja tidak musti siang tapi juga bisa diperintahkan untuk masuk malam dan MT harus siap jika ditugaskan di bos.</p>
<p>Namun di IR kemungkinan merasa bahwa MT ini hanya beralasan, selain itu MT ini diketahui IR bahwa MT adalah aswaja berlogo Bintang 9 dan sangat fanatik.</p>
<p>MT memang fanatik N* meski hanya warga namun bukan berarti MT tidak mau dengan kegiatan seperti IR, dan menurut MT jika menjurus kearah khilafiyah maka MT akan abaikan dan tidak diperdulikan kepada asatidz yang mengajarkan liqo itu karena MT beranggapan bahwa kultur di masyarakat jawa ini khasnya seperti itu, MT tidak mau jika pulang dari arab saudi lalu berubah dan menganggap bahwa kegiatan yang dilakukan masyarakat selama ini adalah salah.</p>
<p>Selanjutnya IR mengatakan bahwa jika MT tidak sejalan dengannya atau sekufu maka akan bertentangan, selain itu menurutnya jika sekufu berarti mempunyai arah dan satu tujuan yang sama dalam artian se visi dan se misi, kemudian IR memutuskan untuk menyudahi perihal hubungan antara MT dan IR. Lalu IR sampaikan kepada Paman dan Bibinya.</p>
<p>Hem ada-ada saja ya ges kisahnya.</p>
<p>Perihal nikah seislam hanya berbeda harokah saja ternyata masih diributkan, dan jadi pertentangan. Padahal orang Muhammadiyah banyak juga Menikah dengan orang NU begitupun sebaliknya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
