<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Karhutla &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/karhutla/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jul 2026 05:31:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Karhutla &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Kebakaran Lahan di sepanjang Jalan Tol Pejagan KM 248 Brebes Jadi Peringatan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-97414/kebakaran-lahan-di-sepanjang-jalan-tol-pejagan-km-248-brebes-jadi-peringatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 05:31:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-97414/kebakaran-lahan-di-sepanjang-jalan-tol-pejagan-km-248-brebes-jadi-peringatan</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, pada Kamis (23/7/2026), menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi selama musim kemarau.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, pada Kamis (23/7/2026), menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi selama musim kemarau.</p>
<p>Beruntung, berkat respons cepat personel Sat Samapta Polres Brebes, api berhasil dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.</p>
<p>Peristiwa bermula ketika Tim Patroli Sat Samapta Polres Brebes menerima laporan masyarakat mengenai adanya kebakaran di area persawahan di sekitar ruas tol.</p>
<p>Setibanya di lokasi, petugas mendapati titik api disertai kepulan asap yang berpotensi menyebar dengan cepat akibat cuaca yang panas dan tiupan angin yang cukup kencang.</p>
<p>Kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) kemudian dikerahkan untuk membantu proses pemadaman hingga api berhasil dipadamkan.</p>
<p>Menyikapi kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, sampah, maupun sisa hasil pertanian secara sembarangan.</p>
<p>Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengatakan bahwa berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Tengah kini telah memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026.</p>
<p>Kondisi tersebut dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering, sehingga suhu udara pada siang hari menjadi lebih panas, kelembapan menurun, dan angin bertiup lebih kencang.</p>
<p>&#8220;Kondisi cuaca seperti ini membuat lahan terbuka dan vegetasi kering menjadi sangat mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat ke area lain. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun sebagai langkah mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas,&#8221; ujar Kombes Pol. Artanto. Minggu (26/7)</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan, hasil evaluasi Polda Jawa Tengah menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1 hingga 11 Juli 2026 telah terjadi 16 peristiwa kebakaran lahan di berbagai wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>Sebagian besar kejadian terjadi pada rentang waktu pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, saat suhu udara berada pada titik tertinggi dan hembusan angin cukup kencang sehingga mempercepat penyebaran api.</p>
<p>Data tersebut juga menunjukkan bahwa lahan tebu menjadi objek yang paling rentan mengalami kebakaran, terutama di wilayah Kudus, Pati, Sragen, dan Batang.</p>
<p>Selain itu, kebakaran juga terjadi di lahan kosong, tempat pembuangan sampah, kawasan fasilitas publik, hingga kawasan hutan Perhutani di Karanganyar.</p>
<p>Bahkan, salah satu kejadian di Kabupaten Batang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat kelalaian saat membakar lahan tebu, dengan total kerugian materiil yang tercatat melebihi Rp 649 juta.</p>
<p>Menurut Kombes Pol. Artanto, kejadian di Brebes menjadi bukti bahwa kewaspadaan seluruh pihak sangat dibutuhkan selama musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan personel Polres Brebes mengendalikan api patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita semua dapat mencegah agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanggulangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kabid Humas juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun karena kelalaian, dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya kesehatan akibat asap, kerugian ekonomi, hingga membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kebakaran.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Polda Jawa Tengah telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli pada wilayah dan jam-jam rawan kebakaran, mengoptimalkan deteksi dini terhadap titik api, memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat.</p>
<p>Langkah ini dilakukan agar setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani secepat mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.</p>
<p>Mengakhiri keterangannya, Kombes Pol. Artanto mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.</p>
<p>&#8220;Keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu api membesar. Apabila melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada kepolisian, pemadam kebakaran, atau instansi terkait agar dapat segera ditangani. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat, kita dapat mencegah kebakaran serta menjaga Jawa Tengah tetap aman, nyaman, dan kondusif,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/26/1000808431.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kebakaran Lahan di sepanjang Jalan Tol Pejagan KM 248 Brebes]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/26/1000808431-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kebakaran Lahan di sepanjang Jalan Tol Pejagan KM 248 Brebes]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kriminolog Apresiasi Polda Jateng Intensifkan Mitigasi Karhutla di Musim Kemarau 2026</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-96925/kriminolog-apresiasi-polda-jateng-intensifkan-mitigasi-karhutla-di-musim-kemarau-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 12:44:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminolog]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-96925/kriminolog-apresiasi-polda-jateng-intensifkan-mitigasi-karhutla-di-musim-kemarau-2026</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; Polda Jawa Tengah mencatat ada 16 kebakaran lahan di berbagai wilayah di provinsi Jawa Tengah selama 10 hari pertama Juli 2026. Berbagai peristiwa kebakaran tersebut sebagian besar terjadi pada rentang waktu antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Polda Jawa Tengah mencatat ada 16 kebakaran lahan di berbagai wilayah di provinsi Jawa Tengah selama 10 hari pertama Juli 2026. Berbagai peristiwa kebakaran tersebut sebagian besar terjadi pada rentang waktu antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.</p>
<p>Memasuki puncak musim kemarau 2026, Polda Jawa Tengah memperkuat berbagai langkah mitigasi serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli di wilayah rawan, pemantauan hotspot, edukasi kepada masyarakat, koordinasi lintas instansi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.</p>
<p>Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani mengapresiasi Langkah Polda Jateng tersebut. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang ditempuh tidak lagi berfokus pada pemadaman semata, melainkan mulai mengedepankan aspek pencegahan.</p>
<p>Jika ditinjau dari kajian ilmiah mengenai Integrated Fire Management (IFM) dan kerangka Disaster Risk Reduction (DRR), strategi tersebut layak diapresiasi karena sejalan dengan prinsip bahwa mencegah kebakaran jauh lebih efektif dan lebih murah dibandingkan menangani kebakaran yang sudah meluas.</p>
<p>“Aspek yang paling layak mendapatkan apresiasi adalah perubahan orientasi dari pendekatan yang bersifat reaktif menuju pendekatan preventif. Kehadiran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, pemantauan titik panas atau hotspot, serta peningkatan kesiapsiagaan personel menunjukkan bahwa Polda Jawa Tengah memahami pentingnya membangun kewaspadaan sebelum kebakaran terjadi. Dari perspektif manajemen bencana modern, upaya tersebut merupakan bagian dari fase preparedness dan prevention yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization,” kata Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/07/2026).</p>
<p>Hardiat menambahkan, berdasarkan perspektif green criminology, masih terdapat sejumlah ruang penguatan agar strategi pencegahan menjadi lebih efektif.</p>
<p>Perspektif green criminology mengkaji bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Indonesia dipicu oleh aktivitas manusia, baik karena pembukaan lahan, kelalaian, maupun faktor sosial-ekonomi lainnya.</p>
<p>Dengan demikian, keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada intensitas patroli, tetapi juga pada kemampuan mengubah perilaku masyarakat.</p>
<p>“Edukasi yang berkesinambungan, pemberian alternatif pembukaan lahan tanpa bakar, pemberdayaan kelompok masyarakat peduli api, hingga pendekatan ekonomi kepada petani merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang. Pencegahan yang berpusat pada manusia atau human-centered prevention, justru menjadi salah satu faktor yang banyak direkomendasikan dalam berbagai studi internasional mengenai pengelolaan kebakaran lahan,” imbuh Hardiat.</p>
<p>Hardiat berpendapat, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas mitigasi.</p>
<p>Patroli lapangan dapat dipadukan dengan pemanfaatan data satelit, analisis Fire Weather Index (FWI), pemetaan risiko berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), drone pemantau, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memprediksi wilayah yang memiliki probabilitas tinggi mengalami kebakaran.</p>
<p>Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan aparat memprioritaskan sumber daya pada lokasi yang benar-benar memiliki tingkat risiko tinggi sehingga penggunaan personel menjadi lebih efisien.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/19/1000802403.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi Karhutla]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/19/1000802403-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi Karhutla]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Polda Jateng Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-96206/polda-jateng-tingkatkan-kesiapsiagaan-hadapi-ancaman-kebakaran-hutan-dan-lahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 11:14:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-96206/polda-jateng-tingkatkan-kesiapsiagaan-hadapi-ancaman-kebakaran-hutan-dan-lahan</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; Memasuki puncak musim kemarau, Polda Jawa Tengah mengintensifkan upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Memasuki puncak musim kemarau, Polda Jawa Tengah mengintensifkan upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<p>Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat cuaca yang semakin panas, kering, serta disertai angin yang mempercepat penyebaran api di sejumlah wilayah.</p>
<p>Berdasarkan hasil evaluasi Polda Jateng selama periode 1 hingga 11 Juli 2026, tercatat sebanyak 16 kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mayoritas peristiwa terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB saat suhu udara mencapai puncaknya.</p>
<p>Selain mengakibatkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah, kebakaran lahan juga menelan satu korban jiwa di wilayah Kabupaten Batang yang diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.</p>
<p>Menyikapi kondisi tersebut, Polda Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi sebagai upaya menekan risiko terjadinya karhutla.</p>
<p>Di antaranya dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani, pengelola kawasan hutan, dan masyarakat di wilayah rawan kebakaran, meningkatkan patroli pada kawasan perkebunan, lahan kosong, dan hutan terutama pada jam-jam rawan.</p>
<p>Selain itu, juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, dan pemerintah daerah dalam mempercepat deteksi dini maupun penanganan apabila ditemukan titik api.</p>
<p>Tak hanya itu, Polda Jateng juga menyiagakan personel beserta peralatan pendukung pemadaman, termasuk kendaraan Water Cannon sebagai dukungan pemadaman darurat di lokasi tertentu, serta mengoptimalkan pemantauan titik panas (hotspot) berbasis teknologi untuk mempercepat respons di lapangan.</p>
<p>Upaya tersebut turut dibarengi penegakan hukum terhadap setiap peristiwa kebakaran yang terbukti disebabkan unsur kesengajaan maupun kelalaian.</p>
<p>Dalam keterangannay Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>Menurutnya, meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah menyebar sehingga pencegahan menjadi langkah yang paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran,&#8221; ujar Kombes Pol Artanto dalam keterangan resminya di Mapolda Jateng. Senin (13/7).</p>
<p>Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut dinilai masih menjadi salah satu penyebab munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran dalam skala lebih luas.</p>
<p>&#8220;Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar akibat tiupan angin dan mengancam lahan pertanian, kawasan hutan, bahkan permukiman warga,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area yang dipenuhi rumput atau vegetasi kering, serta lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan api di ruang terbuka.</p>
<p>&#8220;Banyak kebakaran berawal dari kelalaian yang dianggap sepele. Karena itu mari lebih bijak dalam menggunakan api, terutama saat cuaca panas dan kering seperti sekarang ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Artanto mengajak masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian, pemadam kebakaran, maupun pemerintah setempat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.</p>
<p>Menurutnya, laporan yang cepat akan mempercepat penanganan sehingga kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.</p>
<p>&#8220;Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian. Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/13/1000796333-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Karhutla Jadi Ancaman Serius Puncak Musim Kemarau, Polda Jateng Kerahkan Langkah Preventif di Wilayah Rawan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/13/1000796333-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Karhutla Jadi Ancaman Serius Puncak Musim Kemarau, Polda Jateng Kerahkan Langkah Preventif di Wilayah Rawan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pabrik Gula Ludes Terbakar Dampak Karhutla di Kampung Laut</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-56235/pabrik-gula-ludes-terbakar-dampak-karhutla-di-kampung-laut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2023 11:24:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-56235/pabrik-gula-ludes-terbakar-dampak-karhutla-di-kampung-laut</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, satu pabrik gula ikut terdampak dan ludes dilalap si jago merah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, satu pabrik gula ikut terdampak dan ludes dilalap si jago merah.</p>
<p>Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Sabtu (14/10) pukul 09.00 WIB, dalam kejadian ini, tiga alat penggiling tebu yang berada di dalamnya turut terbakar.</p>
<p>Sementara itu berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang dikeluarkan pada pukul 18.16 WIB, dilaporkan bahwa api sempat membakar dua puluh hektare lahan.</p>
<p>Dimana lahan tersebut berada di sekitar pabrik gula yang tepatnya berada di Desa Ujunggagak Kecamatan Kampung Laut. </p>
<p>Pada saat kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap bersama tim gabungan langsung menuju ke lokasi lahan terbakar.</p>
<p>BPBD Cilacap dan bersama masyarakat berjibaku memadamkan api dengan menggunakan jeriken penyemprot air serta memanfaatkan ranting-ranting pepohonan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan padamnya kebakakara pada pukul 15.15 WIB.</p>
<p>BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah, karena saat ini masih dalam musim kemarau, agar lebih waspada dan berhati-hati guna menghindari potensi terjadinya kebakaran.</p>
<p>Antara lain dengan memastikan membuang puntung rokok yang dalam keadaan padam dan hindari meninggalkan pembakaran sampah saat masih menyala.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/10/15/penampakan-pabrik-gula-di-kampung-laut-ludes-terbakar-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[penampakan pabrik gula di kampung laut ludes terbakar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/10/15/penampakan-pabrik-gula-di-kampung-laut-ludes-terbakar-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[penampakan pabrik gula di kampung laut ludes terbakar]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
