<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos INSIMA Majenang &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/insima/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 10:36:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos INSIMA Majenang &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>KKN INSIMA Berdampak XVI: Akselerasi Transformasi Desa Mandiri Berlandaskan Visi Islam Humanis</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-96504/kkn-insima-berdampak-xvi-akselerasi-transformasi-desa-mandiri-berlandaskan-visi-islam-humanis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 10:36:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[INSIMA Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-96504/kkn-insima-berdampak-xvi-akselerasi-transformasi-desa-mandiri-berlandaskan-visi-islam-humanis</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Mengukuhkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang profesional, progresif, dan unggul, Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang secara resmi melepas 114 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XVI pada Selasa (14/7).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Mengukuhkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang profesional, progresif, dan unggul, Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang secara resmi melepas 114 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XVI pada Selasa (14/7).</p>
<p>Pelepasan yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mengaplikasikan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus menebarkan nilai-nilai kajian Islam humanis ke tengah masyarakat.</p>
<p>Rombongan mahasiswa KKN secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap yang diwakili langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari, S.T., M.Si.</p>
<p>Mengusung jargon “KKN INSIMA Berdampak”, agenda pengabdian tahun ini menonjolkan tema sentral: Transformasi Desa Mandiri: Integrasi Ekonomi Kreatif, Teknologi Inovatif, dan Literasi Berkelanjutan.</p>
<p>Dalam amanatnya, Rektor INSIMA menegaskan bahwa tema ini merupakan manifestasi langsung dari visi progresif dan humanis kampus. Mahasiswa tidak lagi diterjunkan untuk menjadi pengamat pasif.</p>
<p>Sebaliknya, mereka dituntut hadir secara profesional membawa instrumen digital, menawarkan gagasan ekonomi kreatif, serta merajut program literasi yang berdampak nyata bagi kemandirian desa.</p>
<p>Rektor juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menunjukkan karakter berakhlak mulia, adaptif, dan inovatif demi menjaga muruah almamater.</p>
<p>Menurut laporan Ketua LPPM INSIMA, Pipit Muliyah, 114 peserta KKN tersebut berasal dari enam program studi unggulan: Pendidikan Agama Islam (64 mahasiswa), Ekonomi Syariah (23 mahasiswa), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (12 mahasiswa), Manajemen Bisnis Syariah (7 mahasiswa), Hukum Keluarga Islam (4 mahasiswa), serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (4 mahasiswa).</p>
<p>Masa pengabdian reguler akan berlangsung selama 46 hari, mulai 15 Juli hingga 25 Agustus 2026, yang tersebar di sembilan desa. Wilayah jangkauan meliputi Desa Madura, Bantar, Sidasari, Kaliwungu, Cisumur, Kamulyan, dan Sarwadadi (Kabupaten Cilacap), serta Desa Salem dan Bentarsari (Kabupaten Brebes).</p>
<p>Selain itu, misi keunggulan global INSIMA juga diwujudkan melalui penerjunan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan Broga dan Pantai Dalam, Malaysia.</p>
<p>Apresiasi tinggi datang dari Pemkab Cilacap. Mewakili Bupati, Tri Komala Dewi S.STP., M.Si. dari Bapperida Bidang Riset dan Inovasi berpesan agar mahasiswa memanfaatkan ajang ini untuk berinteraksi membedah problematika warga.</p>
<p>Pemerintah mengharapkan mahasiswa mampu merumuskan rekomendasi dan solusi aplikatif, seraya memupuk jiwa sosial, kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat gotong royong.</p>
<p>Guna menjamin mutu pengabdian yang progresif, pihak pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap signifikansi program kerja mahasiswa, kedisiplinan, serta kekuatan kolaborasi yang terjalin dengan warga.</p>
<p>Di akhir masa KKN, mahasiswa ditargetkan melahirkan luaran produk inovatif dan karya revitalisasi desa yang sejalan dengan cita-cita besar INSIMA membangun masyarakat beradab dan sejahtera.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/1000798304-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KKN INSIMA Berdampak XVI: Akselerasi Transformasi Desa Mandiri Berlandaskan Visi Islam Humanis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/1000798304-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[KKN INSIMA Berdampak XVI: Akselerasi Transformasi Desa Mandiri Berlandaskan Visi Islam Humanis]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>ALSERA: Dari Sepotong Kayu Menjadi Sebuah Kenangan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-95919/alsera-dari-sepotong-kayu-menjadi-sebuah-kenangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 07:33:10 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[INSIMA Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan Tangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-95919/alsera-dari-sepotong-kayu-menjadi-sebuah-kenangan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Di balik sepotong limbah kayu yang kerap dianggap tidak lagi bernilai, tersimpan potensi besar untuk menciptakan perubahan. Bukan sekadar menjadi produk baru, limbah tersebut mampu menjelma menjadi media edukasi, sarana promosi budaya, sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Di balik sepotong limbah kayu yang kerap dianggap tidak lagi bernilai, tersimpan potensi besar untuk menciptakan perubahan. Bukan sekadar menjadi produk baru, limbah tersebut mampu menjelma menjadi media edukasi, sarana promosi budaya, sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat.</p>
<p>Gagasan inilah yang melahirkan <strong>ALSERA (Alam Sejahtera)</strong>, sebuah inovasi yang menggabungkan prinsip keberlanjutan, teknologi digital, dan pelestarian budaya lokal Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Permasalahan limbah kayu masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Cilacap. Aktivitas industri mebel, pertukangan, dan kerajinan menghasilkan sisa-sisa kayu yang sering kali hanya dibakar, dibuang, atau dimanfaatkan secara terbatas.</p>
<p>Di sisi lain, kekayaan budaya Kabupaten Cilacap belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang kini lebih akrab dengan informasi digital dibandingkan dengan media konvensional. Dua persoalan tersebut menjadi titik awal lahirnya <em>ALSERA</em>.</p>
<p>Inovasi ini hadir bukan hanya untuk mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan budaya daerah.</p>
<p><em>ALSERA</em> dikembangkan sebagai produk pengharum ruangan berbahan dasar limbah kayu yang memiliki nilai estetika tinggi. Namun, keunggulan produk ini tidak berhenti pada tampilannya.</p>
<p>Setiap produk dilengkapi dengan <em>QR Code</em> yang menghubungkan pengguna ke platform digital berisi informasi lengkap mengenai budaya Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Melalui satu kali pemindaian, masyarakat dapat mengenal berbagai kekayaan daerah, mulai dari kesenian tradisional, destinasi wisata, kuliner khas, sejarah, adat istiadat, hingga potensi lokal yang menjadi identitas Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Dengan demikian, <em>ALSERA</em> bukan hanya menghadirkan keharuman di setiap ruangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan mudah diakses kapan saja. Konsep ini menjadi bentuk adaptasi pelestarian budaya di era digital.</p>
<img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full" title="produk ALSERA" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/09/produk-ALSERA.jpg" alt="produk ALSERA" width="1200" height="728" /><p class="image-caption">produk ALSERA</p>
<p>Jika dahulu informasi budaya hanya diperoleh melalui buku atau museum, kini masyarakat dapat mempelajarinya langsung melalui produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Lebih dari sekadar produk, <em>ALSERA</em> membawa misi keberlanjutan. Penggunaan limbah kayu sebagai bahan utama merupakan langkah nyata dalam mendukung ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Melalui proses desain dan produksi yang kreatif, limbah kayu diubah menjadi produk berkualitas yang memiliki daya jual tinggi.</p>
<p>Pendekatan ini tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin lokal.</p>
<p>Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini berubah menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.</p>
<p><em>ALSERA</em> juga menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari teknologi yang rumit. Justru dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dan menggabungkannya dengan teknologi digital sederhana, sebuah produk mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam pengembangannya, <em>ALSERA</em> menerapkan pendekatan kolaboratif melalui konsep pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, dan media.</p>
<p>Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting agar <em>ALSERA</em> tidak hanya berkembang sebagai produk komersial, tetapi juga sebagai gerakan bersama dalam menjaga identitas budaya Kabupaten Cilacap.</p>
<img decoding="async" class="size-full" title="pengenalan ALSERA" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/09/pengenalan-ALSERA-scaled.jpg" alt="pengenalan ALSERA" width="1920" height="2560" /><p class="image-caption">pengenalan ALSERA</p>
<p>Dengan dukungan berbagai pihak, <em>ALSERA</em> diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana sebuah produk lokal dapat menjawab tantangan lingkungan, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus melestarikan budaya dalam satu inovasi yang berkelanjutan.</p>
<p>Pada akhirnya, karya yang direkreasikan oleh Queena Lakeisha dan Thalita Ulima Zafira  mengajarkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan melalui cara-cara konvensional. Budaya dapat dikenalkan melalui produk yang dekat dengan kehidupan masyarakat.</p>
<p>Limbah dapat menjadi karya. Teknologi dapat menjadi media pembelajaran. Dan sebuah inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, serta identitas daerah.</p>
<p><em>ALSERA</em> bukan sekadar pengharum ruangan. <em>ALSERA</em> adalah wujud nyata bahwa dari limbah lahir harapan, dari teknologi tumbuh pengetahuan, dan dari Kabupaten Cilacap tercipta inovasi yang mengharumkan budaya Indonesia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/09/pengenalan-produk-kerajinan-tangan-ALSERA-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[pengenalan produk kerajinan tangan ALSERA]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/09/pengenalan-produk-kerajinan-tangan-ALSERA-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[*Gambar inovasi produk kerajinan tangan dari limbah kayu untuk meningkatkan sektor ekonomi daerah. (Foto: Dok. Pribadi)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Peduli Anak PMI di Malaysia, Dosen dan Mahasiswa INSIMA Gelar KKN serta Pengabdian Internasional</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-95668/peduli-anak-pmi-di-malaysia-dosen-dan-mahasiswa-insima-gelar-kkn-serta-pengabdian-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 17:23:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[INSIMA Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-95668/peduli-anak-pmi-di-malaysia-dosen-dan-mahasiswa-insima-gelar-kkn-serta-pengabdian-internasional</guid>

					<description><![CDATA[KUALA LUMPUR, CILACAP.INFO – 1 Juli 2026- Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INSIMA kembali menunjukkan komitmennya di kancah global melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Malaysia pada awal Juli 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUALA LUMPUR</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> – 1 Juli 2026- Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INSIMA kembali menunjukkan komitmennya di kancah global melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Malaysia pada awal Juli 2026.</p>
<p>Program ini secara khusus menyasar anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) guna memberikan akses pendidikan dan pembinaan karakter di tengah tantangan kerentanan ekonomi.</p>
<p>Berlokasi di kawasan metropolitan Kuala Lumpur dan sekitarnya, INSIMA menerjunkan kolaborasi dosen dan mahasiswa untuk mengabdi di berbagai titik strategis pendidikan anak bangsa.</p>
<p><strong>Berangkatkan 5 Delegasi KKN ke SIKL dan Sanggar Bimbingan</strong></p>
<p>Langkah awal program ini ditandai dengan kunjungan koordinasi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN Internasional, Dr. Frendi Fernando, M.A., dan ‘Ainul Imronah, M.E ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pendidikan yang telah terjalin. Tahun ini, INSIMA secara resmi memberangkatkan 5 (lima) delegasi mahasiswa KKN Internasional, yaitu: Muhammad Aqil, Azizah Zahra Santoso, Indri Nofianti Intan Cahyani, Sadzilda Nubnaya dan Renal Adam Rizki. Mahasiswa ditugaskan untuk mengabdi di SIKL</p>
<img decoding="async" class="size-full" title="Inovasi Dosen: Dari Literasi Keuangan hingga Ekoteologi" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/insima1.jpg" alt="Inovasi Dosen: Dari Literasi Keuangan hingga Ekoteologi" width="970" height="1053" /><p class="image-caption">Inovasi Dosen: Dari Literasi Keuangan hingga Ekoteologi</p>
<p>Tidak hanya mahasiswa, para dosen INSIMA juga aktif melaksanakan program PkM inovatif yang dibagi menjadi dua fokus keilmuan yang berbeda.</p>
<p>Di Indonesian Cultural Center (ICC) Negeri Sembilan, dosen dan peneliti ekonomi syariah, &#8216;Ainul Imronah, memimpin &#8220;Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran&#8221;.</p>
<p>Menghadapi era digital yang konsumtif, &#8216;Ainul menggunakan metode gamifikasi yang menyenangkan. Anak-anak diajak bermain peran dengan simulasi belanja digital dan membuat &#8220;Celengan Impian Tiga Kotak&#8221; (Saving, Spending, Sharing). &#8216;Ainul juga menanamkan nilai Tawazun (keseimbangan) agar anak-anak terhindar dari sifat mubazir (Tabzir), serta membiasakan pencatatan arus kas lewat &#8220;Buku Jurnal Saku Pintar&#8221;.</p>
<img loading="lazy" decoding="async" class="size-full" title="Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/insima-2.jpg" alt="Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran" width="1069" height="601" /><p class="image-caption">Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran</p>
<p>Di lokasi terpisah, tepatnya di Sanggar Bimbingan Pantai Dalam, Dr. Frendi Fernando memimpin kegiatan PkM bertema &#8220;Penguatan Karakter Ekoteologi pada Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI)&#8221;.</p>
<p>Melalui pendekatan ini, ia mengintegrasikan ajaran Islam dengan pelestarian alam. Anak-anak diajarkan praktik sederhana untuk menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan sekitar.</p>
<img loading="lazy" decoding="async" class="size-full" title="Dr. Frendi Fernando memimpin kegiatan PkM" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/insima-3.jpg" alt="Dr. Frendi Fernando memimpin kegiatan PkM " width="958" height="537" /><p class="image-caption">Dr. Frendi Fernando memimpin kegiatan PkM</p>
<p>&#8220;Anak-anak Pekerja Migran Indonesia merupakan aset bangsa yang harus memperoleh pendidikan karakter yang utuh. Melalui pendekatan ekoteologi, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,&#8221; tegas Dr. Frendi.</p>
<p>Keberlanjutan sinergi antara INSIMA, KBRI Kuala Lumpur, SIKL, dan berbagai Sanggar Bimbingan ini menjadi bukti nyata bahwa institusi terus bergerak menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi global.</p>
<p>Program ini diharapkan dapat memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat internasional sekaligus memberi manfaat langsung bagi WNI di luar negeri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/insima1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Inovasi Dosen: Dari Literasi Keuangan hingga Ekoteologi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/insima1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Inovasi Dosen: Dari Literasi Keuangan hingga Ekoteologi]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
