<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos India &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/india/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Sep 2023 15:29:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos India &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Viral, Setan di India Main Gym</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-27882/viral-setan-di-india-main-gym</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 07:51:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-27882/viral-setan-di-india-main-gym</guid>

					<description><![CDATA[NEW DELHI,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211;  &#8211; Beredar Viral tayangan video berdurasi sekitar 30 menit yang menampilkan sebuah alat untuk nge-gym goyang-goyang ulah setan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NEW DELHI, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; </strong> &#8211; Beredar Viral tayangan video berdurasi sekitar 30 menit yang menampilkan sebuah alat untuk nge-gym goyang-goyang ulah setan.</p>
<p>Dilansir beberapa laman media di india yang salah satunya adalah indiatoday.in hari ini Sabtu (13/6/2020). Adapun kejadian itu berdasarkan yang dilihat dari sebuah tayangan video menunjukan waktu malam hari.</p>
<p>Tak hanya itu Bahkan hantu tersebut menggoyangkan alat olahraga gym itu di depan 3 orang yang sepertinya adalah petugas di wilayah Kashiram Park in Jhansi, Uttar Pradesh.</p>
<p>Moment ini juga dibagikan oleh mantan pemain cricket india Aakash Chopra pada akun Twitter nya.</p>
<p>Tak hanya itu, unggahan Aakash Chopra itupun mendapat banyak komentar dari para pengikutnya dan hingga video yang dibagikannya itu viral.</p>
<p>Menurut beberapa orang yang ada di dalam komentar dan juga berdasarkan info yang di dapat dari media india, bahwa di tempat gym tersebut memang kerap terjadi hal-hal yang aneh. Seperti alat alat olahraga yang digunakan oleh seseorang, namun tidak nampak sosok orang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Lebih dari 200 Kelelawar ditemukan Mati Mendadak di India</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-27427/lebih-dari-200-kelelawar-ditemukan-mati-mendadak-di-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 07:11:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dunia Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Kelelawar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-27427/lebih-dari-200-kelelawar-ditemukan-mati-mendadak-di-india</guid>

					<description><![CDATA[NEW DELHI,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Tim dokter dari departemen peternakan hewan pemerintah Bihar India pada hari Selasa mengkonfirmasi laporan kematian massal kelelawar di dekat Ara di distrik Bhojpur.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>NEW DELHI, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tim dokter dari departemen peternakan hewan pemerintah Bihar India pada hari Selasa mengkonfirmasi laporan kematian massal kelelawar di dekat Ara di distrik Bhojpur.</p>
<p>Sampel swab dari unggas yang mati dikirim ke Patna untuk pengujian dan dokter mengatakan alasan kematian mereka hanya dapat dikaitkan setelah laporan tes diperoleh.</p>
<p>Tim dokter mengunjungi Tarari, 55 km selatan dari markas distrik Bhojpur di Ara setelah mendapatkan informasi tentang kematian ratusan kelelawar di sana.</p>
<p>Sesuai dengan penduduk setempat, sejumlah besar kelelawar ditemukan mati di Tarari pada hari Senin, setelah itu departemen peternakan diberi tahu. Petugas peternakan distrik Dr Sidh Nath Rai mengatakan bahwa tim enam dokter yang mengunjungi lokasi kejadian pada hari Selasa melaporkan tentang kematian sekitar 200 kelelawar di sana.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa sampel swab kelelawar mati telah diambil dan akan dikirim ke Institut Kesehatan dan Produksi Hewan yang terletak di Patna untuk pengujian.</p>
<p>Insiden aneh telah menghasilkan rasa ingin tahu lebih karena datang di tengah wabah pandemi coronavirus yang telah dikaitkan dengan kelelawar.</p>
<p>Petugas peternakan distrik mengatakan dia hanya bisa berbicara tentang alasan kematian setelah mendapatkan laporan medis dari Patna. Namun, dia mengatakan bahwa kejadian itu sepertinya tidak berhubungan dengan flu burung. Kelelawar adalah mamalia dan flu burung tidak diketahui menyebar dalam suhu tinggi seperti saat ini.</p>
<p>Kelelawar mati telah dikubur sedalam lima sampai enam kaki di tanah setelah semua prosedur medis. Situs kejadian dan semua tempat terdekat juga dibersihkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>16 Pekerja Migran Terlindas Kereta di India</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-26809/16-pekerja-migran-terlindas-kereta-di-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2020 03:49:58 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-26809/16-pekerja-migran-terlindas-kereta-di-india</guid>

					<description><![CDATA[NEW DELHI,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; 16 (Enam belas) pekerja migran yang lelah sepulang dari pekerjaannya, kemudian tidur di rel kereta api.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>NEW DELHI, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 16 (Enam belas) pekerja migran yang lelah sepulang dari pekerjaannya, kemudian tidur di rel kereta api.</p>
<p>Tak disangka, 16 orang yang tertidur di rel kemudian terlindas kereta barang. Adapun hal itu terjadi di Maharashtra pada hari Jumat. Sedangkan 4 lainnya selamat.</p>
<p>Dilansir beberapa laman dalam kanal News English, salah satunya The Telegraph. Sebetulnya Tiga yang selamat itu telah memberikan peringatan kepada teman-temannya.</p>
<p>Namun peringatan itu tidak didengar oleh para korban, sebab mereka kemungkinan lelah sedari bekerja.</p>
<p>&#8220;Para korban adalah pekerja di pabrik baja di Jalna, sekitar 36km dari Karmad. Mereka kemudian memulai perjalanan pada pukul 19:00 pada hari Kamis.&#8221; Kata pejabat kereta api mengutip para korban selamat.</p>
<p>Ketika pagi tiba di hari Jumat, mereka kemudian berjalan pulang dan memutuskan untuk tidur karena kelelahan. Namun mereka tidur di rel.</p>
<p>Namun tiga lainnya memutuskan untuk beristirahat di sebidang tanah terdekat. &#8220;Setelah beberapa waktu, ketiganya melihat kereta barang datang dan segera membunyikan alarm tetapi tidak terdengar.&#8221; Kata Kepala Polisi Aurangabad, Mokshada Patil.</p>
<p>Sementara itu beberapa petugas mengatakan, bahwa para pekerja berniat untuk berjalan jauh ke Madhya Pradesh. Dan Seperti banyak pekerja migran lainnya yang akan pulang, bahwa kelompok itu berjalan di sepanjang rel tampaknya untuk menghindari perhatian polisi.</p>
<p>Chaitanya mengatakan para pekerja migran telah memulai perjalanan mereka tanpa memberi tahu majikan mereka atau pemerintah setempat.</p>
<p>Tetapi salah seorang yang selamat, Virender Singh, dia mengatakan bahwa mereka telah berangkat dalam perjalanan pulang setelah menunggu berminggu-minggu. &#8220;Keluarga kami di desa-desa meminta kami untuk kembali, sementara uang kami hanya sedikit&#8221; katanya.</p>
<p>Chaitanya mengatakan pemerintah Jalna mengelola sebuah kamp penampungan untuk buruh migran, tetapi para korban tinggal di tempat pabrik tempat mereka bekerja.</p>
<p>Adapun aggota kelompok yang tewas tersebut yakni berusia antara 20 dan 35. &#8220;Kereta itu membawa peti kemas kosong dan sedang dalam perjalanan ke Panewadi di Manmad tehsil. Setelah kecelakaan itu, ia dihentikan di stasiun berikutnya.&#8221; kata seorang pejabat kereta api.</p>
<p>Seorang pejabat lain mengatakan mayat-mayat itu akan dibawa ke Jabalpur, Madhya Pradesh, dengan kereta api dari Aurangabad.</p>
<p>Shailesh Pathak, komisaris utama perkeretaapian, telah menulis surat kepada ketua Dewan Kereta Api untuk meminta instruksi guna memastikan kecelakaan semacam itu tidak terulang kembali. Kereta api telah mengumumkan penyelidikan.</p>
<p>Menteri Shiv Sena, Sandipan Bhumre dan MLA Ambadas Danve bertemu dengan yang terluka di rumah sakit di sini.</p>
<p>&#8220;Pemerintah negara bagian berupaya mengirim pekerja migran ke negara mereka. Orang-orang harus bersabar,&#8221; kata Danve.</p>
<p>Pemerintah Maharashtra dan Madhya Pradesh secara terpisah mengumumkan Rs 5 lakh untuk keluarga masing-masing yang tewas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Media India Sebut Jamaah Tabligh Pakistan Penyebab Covid-19</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-24968/media-india-sebut-jamaah-tabligh-pakistan-penyebab-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 22:48:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-24968/media-india-sebut-jamaah-tabligh-pakistan-penyebab-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[NEW DELHI,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Bukan media india jika tidak menyebar isu hangat seputar negara tetangganya yakni pakistan. Setelah sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang pakistan dan termasuk tentaranya fundamentalis, kini media india menyebut jamaah tabligh penyebab covid-19.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>NEW DELHI, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bukan media india jika tidak menyebar isu hangat seputar negara tetangganya yakni pakistan. Setelah sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang pakistan dan termasuk tentaranya fundamentalis, kini media india menyebut jamaah tabligh penyebab covid-19.</p>
<p>Negara dengan jumlah ahli IT tertinggi itu tampaknya bisa membahayakan, seperti halnya dalam membuat propaganda melalui ranah media online.</p>
<p>Tak hanya itu, dengan pemberitaan tendensius semacam itu dapat merusak hubungan antara sesama negara asia selatan itu.</p>
<p>Diketahui, pakistan sebelum menjadi negara sendiri dulunya masih ikut dengan India yang kemudian menjadi negara sendiri.</p>
<p>Pakistan merupakan negara dengan jumlah penduduknya yakni mayoritas muslim, di negara tersebut ada dua aliran islam. Yakni Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah) dengan berpegang pada mazhab Imam Hanafi dan juga Aliran Syi&#8217;ah.</p>
<p>Terkait Jama&#8217;ah Tabligh penyebab Covid-19 hal itu dikatan oleh Manish Tewari seorang politikus india. Bahkan ia menyebut jika para anggota jemaah tabligh selain penyebab coronavirus juga mengatakan bahwa mereka adalah sumber kerusakan.</p>
<p>Uniknya media india mengutip politikus india tersebut dan di publish di kanal news india, Bahkan salah menyebutkan tahun.</p>
<p>Padahal media berita apalagi media yang terbilang bukan media kecil seharusnya datanya akurat. Namun malah menuliskan tahun 2004.</p>
<p>Tidak hanya itu, isu fundamentalis dan pakistan akan menyerang india juga mencuat di sebuah laman media india beberapa waktu lalu.</p>
<p>Begini Tulisan yang dikutip Dari Media India</p>
<p>Ceritanya politikus india, Tewari mentweet sebuah video dari saluran Pakistan. Dalam unggahanya itu yakni menampilkan wawancara dengan Yasmin Rashid, Badan Kesehatan di provinsi Punjab di Pakistan.</p>
<p>Rashid mengatakan bahwa kasus di provinsi pakistan adalah dari Jamaah Tabligh. Dia mengatakan bahwa dari total kasus positif COVID-19 tahun 2004, dengan 1314 kasus adalah dari kelompok tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Digigit Ular Berbisa Wanita di India Ditandu 18 Kilometer dengan Jalan Kaki</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-19238/digigit-ular-berbisa-wanita-di-india-ditandu-18-kilometer-dengan-jalan-kaki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 17:02:15 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[New Delhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-19238/digigit-ular-berbisa-wanita-di-india-ditandu-18-kilometer-dengan-jalan-kaki</guid>

					<description><![CDATA[New Delhi,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO -5 pria warga Chattisgarh membawa wanita dengan berjalan kaki sejauh 18 kilometer ke rumah sakit Basaguda. Mereka bergantian membawa wanita bernama Kavasi Lakhmi karena tergigit ular berbisa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>New Delhi, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> -5 pria warga Chattisgarh membawa wanita dengan berjalan kaki sejauh 18 kilometer ke rumah sakit Basaguda. Mereka bergantian membawa wanita bernama Kavasi Lakhmi karena tergigit ular berbisa.</p>
<p>Kejadian bermula ketika wanita tersebut pergi ke hutan dekat dengan desanya, namun seekora ular berbisa menggigitnya. Insiden itu terjadi pada hari Kamis di desa Chutkava yang terletak jauh di dalam distrik Bijapur Bastar India.</p>
<p>Penduduk desa setempat, Madvi mengatakan, usai mendengar adanya tetangganya yang tergigit ular, warga mencoba mengobatinya. &#8220;Kami telah melakukan upaya penyelamatan dengan metode tradisional, namun tidak membuahkan hasil. Sehingga, kemudian wanita itu harus ditandu ke rumah sakit sejauh 18 kilometer di Basahunda.&#8221; Kata dia.</p>
<p>Masih dari keterangannya, bahwa dalam upaya penyelamatan dengan membawa korban ke rumah sakit, ada 5 orang menandunya. &#8220;5 orang menolong dengan cara ditandu hingga 18 kilometer dengan waktu tempuh 6 jam.&#8221; Imbuhnya.</p>
<p>Sedang dari warga desa lainnya, yakni Rama Mandvi, ia mengungkapkan, perjalan tersebut dilakukan dikarenakan tidak ada kendaraan yang sampai kedesanya. Selain itu desanya tersebut berada dipedalaman dan jauh di dalam hutan.</p>
<p>&#8220;Selain medannya sulit dilalui kendaraan, maka tak ada cara lain selain membawa korban dengan cara ditandu walau harus berjalan jauh. Warga didesa kami memang demikian, apabila ada warga yang sakit maka akan dibawa sejauh 18 kilometer ke kota.&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Kepala petugas medis dan kesehatan (CMHO), Bijapur megatakan. Korban saat di bawa ke rumah sakit Basagunda sudah dengan kondisi darurat. Dimana, wanita itu terlihat begitu menggigil dengan matanya setengah tertutup dan juga nafasnya kian cepat.</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi seperti itu, korban kemudian dirujuk sedari Basagunda ke Bijapur. Beruntung korban masih bisa diselamatkan dan kini kondisinya sudah pulih.&#8221; Kata dia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
