<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Hewan &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/hewan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Jul 2026 11:37:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Hewan &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Tapir Berkeliaran di Mesuji Lampung Dirica-rica, Polisi Tangkap Pelaku</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-95373/tapir-berkeliaran-di-mesuji-lampung-dirica-rica-polisi-tangkap-pelaku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 11:37:51 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Mesuji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-95373/tapir-berkeliaran-di-mesuji-lampung-dirica-rica-polisi-tangkap-pelaku</guid>

					<description><![CDATA[LAMPUNG, CILACAP.INFO &#8211; Satwa liar Tapir (Tapirus indicus) yang merupakan hewan dilindungi di Kabupaten Mesuji malah ditangkap, disembelih lalu dirica-rica, polisi akhirnya buru tersangka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMPUNG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Satwa liar Tapir (Tapirus indicus) yang merupakan hewan dilindungi di Kabupaten Mesuji malah ditangkap, disembelih lalu dirica-rica, polisi akhirnya buru tersangka.</p>
<p>Diketahui, Tapir tersebut sebelum dieksekusi oleh para tersangka, tapir tersebut tengah berkeliaran dan memasuki pemukiman warga.</p>
<p>Akibat aksinya tersebut, empat orang pelaku kini ditangkap Jajaran Polres Mesuji Polda Lampung, sementara itu dua orang lainnya masih dalam daftar DPO.</p>
<p>Pasca penangkapan tersangka, Jajaran Polres Mesuji Polda Lampung bekerja sama dengan Balai Perlindungan dan Konservasi Alam (BPKH) Wilayah Sumatera dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, mengadakan konferensi pers.</p>
<p>Yakni mengenai keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan hewan dilindungi jenis Tapir (Tapirus indicus), yang dikenal masyarakat setempat sebagai Ternuk.</p>
<p>Acara tersebut berlangsung di Aula Sat Reskrim Polres Mesuji pada hari Jumat, 3 Juli 2026.</p>
<p>Kasus ini mencuat dan menjadi perhatian publik setelah beredarnya informasi dan rekaman tentang penangkapan serta pembunuhan satwa langka tersebut di area hutan Register 45, Simpang D, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, pada hari Kamis, 2 Juli 2026.</p>
<p>Kapolres Mesuji, AKBP Dr Muhammad Firdaus S.Ik, M.H. , melalui Waka Polres Mesuji Kompol Trisno Sigit S.H., M.H., menyatakan bahwa keberhasilan penangkapan tersangka merupakan hasil kerja cepat setelah laporan diterima dan pemantauan dilakukan di media sosial.</p>
<p>&#8220;Kami segera menindaklanjuti isu yang berkembang di masyarakat dan di media sosial terkait pembunuhan satwa yang dilindungi jenis Tapir atau Ternuk. Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mesuji langsung melakukan penyelidikan dan pelacakan lokasi, hingga berhasil mengamankan empat orang tersangka di tempat yang berbeda, serta menyita berbagai barang bukti terkait kasus ini, dari hari Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 22. 55 hingga hari Jumat, 3 Juli 2026, pukul 04. 00 WIB,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut Waka Polres menginformasikan bahwa identitas keempat tersangka yang berhasil diamankan adalah WS, KS, TS, dan MPY, sedangkan dua pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran berinisial WG dan MSR, karena saat pencarian dilakukan, keduanya sudah tidak berada di lokasi.</p>
<p>Barang bukti yang diamankan meliputi satu rekaman video, satu bilah tombak panjang sekitar 1,5 meter, satu bilah golok, sisa tulang dari hewan tapir, serta daging atau kulit tapir yang sudah diolah.</p>
<p>Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dikenakan Pasal 40 a ayat 1 huruf d UU RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang perubahan UU Nomor 5 Tahun 1990 mengenai konservasi hewan hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun penjara, jelas Kompol Sigit.</p>
<p>Dia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar jika melihat atau menemukan satwa yang dilindungi, sebaiknya diamankan dan tidak dilukai, dibunuh, atau disimpan, karena hal tersebut melanggar peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Kanit Polhut BKSDA Provinsi Lampung, M. Husen Wilayah, menegaskan bahwa Tapir termasuk hewan yang terancam punah dan dilindungi sepenuhnya oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Tapir atau Ternuk memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Tindakan perburuan, penangkapan, dan pembunuhan terhadap satwa ini adalah pelanggaran berat yang merugikan masa depan keanekaragaman hayati, baik di tingkat nasional maupun di wilayah Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang, di mana hewan Tapir meskipun jumlahnya tidak banyak,&#8221; terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/04/1000787500-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Foto Tapir berkeliaran di Mesuji Lampung (instagram)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/04/1000787500-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Foto Tapir berkeliaran di Mesuji Lampung (instagram)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Anak Angsa Teritip, Antara Hidup Mati dan Keberanian</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58119/perjuangan-anak-angsa-teritip-antara-hidup-mati-dan-keberanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 07:45:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Animals]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58119/perjuangan-anak-angsa-teritip-antara-hidup-mati-dan-keberanian</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Hewan jenis unggas yang dalam hal ini Angsa banyak jenisnya. Salah satu angsa liar yang sejak keluar dari cangkang telur (menetas) dididik untuk berani yakni Angsa Teritip.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hewan jenis unggas yang dalam hal ini Angsa banyak jenisnya. Salah satu angsa liar yang sejak keluar dari cangkang telur (menetas) dididik untuk berani yakni Angsa Teritip.</p>
<p>Angsa Tertitip memiliki bulu di bagian kepala berwarna putih, leher Hitam keabu-ababuan, bagian sayap hitam keabu-abuan dan dada Putih. Dalam bahasa inggris dikenal dengan &#8220;Barnacle goose&#8221; atau latin &#8220;Branta leucopsis&#8221;.</p>
<p>Habitat asli Angsa di alam liar ini tersebar di pulau-pulau Arktik di Samudra Atlantik, meliputi: Belanda, Inggris, Skotlandia, Estonia, Finlandia, Denmark, Swedia.</p>
<p>Fakta unik dari Angsa Teritip yakni terkenal akan keberaniannya sejak menetas untuk melompat dari tebing, pohon atau area dengan ketinggian puluhan sampai ratusan meter.</p>
<p>Diketahui, Induk angsa teritip dalam masa bertelur akan memilih tempat yang tinggi sebagai sarang, agar terhindar dari ancaman predator. Induk angsa akan mengerami telur-telurnya sampai menetas.</p>
<p>Kisaran umur 3 hari sejak menetas, anak-anak angsa teritip diberikan 2 pilihan yakni mati kelaparan lantaran induknya tidak dapat memberikan makanan seperti halnya induk burung atau melompat dari ketinggian.</p>
<p>Perjuangan Hidup dan Mati bagi anak-anak angsa teritip dimulai. Mereka akan melompat dari tebing atau jurang dengan ketinggian sekitar seratus meter lebih. Kadangkala sebelum mendarat mereka terlebih dahulu membentur bebatuan.</p>
<p>Perjuangan anak angsa teritip antara hidup dan mati masih belum usia meski telah berhasil mendarat walau terbentur bebatuan. Sebab sudah ada berbagai hewan preditor yang juga siap memangsanya seperti, rubah, macan tutul, gagak dan predator lainnya.</p>
<p>Diketahui pula, bahwasanya induk angsa teritip tidak melulu memilih tebing sebagai sarang dan tempatnya mengerami telur-telur mereka. Ada yang memilih di gedung tinggi, ada pula yang memilih bersarang di pepohonan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/02/24/img_1708760586502-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Anak dan Induk Angsa Teritip]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/02/24/img_1708760586502-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Anak dan Induk Angsa Teritip / Barnacle goose (dok. Pixabay)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Punya Kucing Ras atau Biasa, Jangan Dikurung Terus, ini alasannya?</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-58059/punya-kucing-ras-atau-biasa-jangan-dikurung-terus-ini-alasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2024 17:56:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cat Lovers]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Peliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-58059/punya-kucing-ras-atau-biasa-jangan-dikurung-terus-ini-alasannya</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Sejatinya kucing adalah hewan liar yang gemar berburu entah itu kucing ras maupun kucing biasa, sehingga bilamana dikurung terus menerus maka akan mengakibatkan dampak yang negatif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sejatinya kucing adalah hewan liar yang gemar berburu entah itu kucing ras maupun kucing biasa, sehingga bilamana dikurung terus menerus maka akan mengakibatkan dampak yang negatif.</p>
<p>Meskipun Kucing yang dipelihara diberikan makan dan minum yang cukup bahkan tidak pernah sampai kehabisan, tetap saja mengurung kucing terus menerus sangat mungkin berdampak negatif.</p>
<p>Beberapa hal yang berdampak negatif bagi kucing itu sendiri, yakni seperti: Obesitas, Kucing mudah lelah dan menjulurkan lidahnya dengan mulut menganga ketika berlari sebentar saja, dan dapat mengalami stress.</p>
<p>Diketahui Kucing adalah hewan yang aktif. Selain suka berburu, hewan satu ini juga suka bermain dan berlarian, apalagi jika masih berusia muda.</p>
<p>Oleh sebab itu penting bagi pemilik kucing untuk memperhatikan kucing kesayangannya agar tidak mengalami gejala-gejala seperti di atas.</p>
<p>Anda boleh saja mengurung kucing, namun harus rutin mengeluarkannya dari kandang dan membiarkannya berlarian di luar kandang minimal 1 jam setiap hari atau jika tidak memiliki kesibukan bisa keluarkan pagi dan sore.</p>
<p>Aktivitas ini guna membuat kucing tidak mudah stress dan tidak cepat ngos-ngosan, sekaligus melatih kucing kesayangan Anda berolahraga setiap hari.</p>
<p>Apabila Kucing berada di dalam kandang terus menerus, tentu dia akan bosan. Beda lagi jika kandang kuncing setara rumah manusia yang di dalamnya terdapat rerumputan dan wahana bermain, mungkin tidak dikeluarkan sesering mungkin tidak menjadi masalah.</p>
<p>Jika kucing bosan, maka dapat memicu stress yang kemudian dapat memicu datangnya berbagai macam penyakit. Tak hanya itu, kucing yang tadinya jika dipegang diam saja akan berubah menjadi agresif dan memberontak.</p>
<p>Sebab kemungkinannya kucing mengetahui bahwa waktunya bermain di luar kandang sangat jarang, dan lebih sering di dalam kandang, sehingga ketika dipegang dia akan mengelak karena mengetahui akan dimasukkan ke kandang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/02/17/ilustrasi-kucing-persia-by-RebaSpike-on-Pixabay-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi kucing persia by RebaSpike on Pixabay]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/02/17/ilustrasi-kucing-persia-by-RebaSpike-on-Pixabay-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi kucing persia by RebaSpike on Pixabay]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Viral! Macan Dahan dikuliti lalu di Unggah di Media Sosial</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-15400/viral-macan-dahan-dikuliti-lalu-di-unggah-di-media-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jun 2019 12:05:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-15400/viral-macan-dahan-dikuliti-lalu-di-unggah-di-media-sosial</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Dunia maya dibuat heboh dengan foto macan dahan yang dikuliti. Kejadian ini di komentari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau tengah sebagai tindakan yang tidak beretika.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dunia maya dibuat heboh dengan foto macan dahan yang dikuliti. Kejadian ini di komentari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau tengah sebagai tindakan yang tidak beretika.</p>
<p>Kepala Seksi Wilayah I BBKSDA Riau, Hansen Siregar menilai, selain tidak beretika perbuatan semacam itu tentunya tidak menyenangkan dan tidak seharusnya dipertontonkan kepada publik.</p>
<p>&#8220;Tentu saja tidak tega. Dan tindakan semacam ini bisa diikuti oleh orang lain,&#8221; Katanya.</p>
<p>Diketahui, Macan Dahan masuk kategori kucing dengan ukuran sedang dan memiliki bintik atau totol-totol. Selain itu kucing ini termasuk hewan yang populasinya sedikit dan terancam punah.</p>
<p>Faktor penyebab hewan ini terancam punah, di antaranya penebangan hutan secara ilegal dan liar serta perburuan untuk diambil kulitnya.</p>
<p>Adapun, viral pengkulitan macan dahan ini diunggah di media sosial. Tampak ada 2 orang dewasa beserta satu anak kecil menenteng hewan eksotis tersebut. Terlihat hewan itu sudah tak berkulit, diduga kulitnya akan jual.</p>
<p>Sementara, pihak BBKSDA Riau dan tim siber dari KLHK sedang menelusuri kasus tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
