<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Demak &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/demak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 May 2023 09:30:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Demak &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Manuskrip Mushaf Kuno yang ke-10 di Museum Masjid Agung Demak</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53330/manuskrip-mushaf-kuno-yang-ke-10-di-museum-masjid-agung-demak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 May 2023 09:30:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Manuskrip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53330/manuskrip-mushaf-kuno-yang-ke-10-di-museum-masjid-agung-demak</guid>

					<description><![CDATA[DEMAK,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Rabu, 10 Mei 2023, Masjid Agung Demak merupakan sebuah destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi orang-orang dari berbagai daerah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Rabu, 10 Mei 2023, Masjid Agung Demak merupakan sebuah destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi orang-orang dari berbagai daerah.</p>
<p>Masjid Agung Demak ini dibangun oleh Wali Songo dan Raden Fatah pada tahun 1466 M.</p>
<p>Selain sebagai tempat beribadah dan berziarah, Masjid Agung Demak memiliki sebuah museum yang menyimpan peninggalan para wali dan kerajaan Islam terdahulu yang bersejarah.</p>
<p>Didalamnya terdapat berbagai koleksi bersejarah terkait Masjid Agung Demak, termasuk benda-benda peninggalan Wali Songo, tertata rapi dan terawat di sana.</p>
<p>Yang paling mencolok dari peninggalan Wali Songo adalah bagian-bagian dari saka guru atau tiang utama penyangga bangunan Masjid Agung Demak yang asli.</p>
<p>Terdapat pula Mushaf kuno di Museum Masjid Agung Demak dan benda peninggalan Ki Ageng Selo yang menjadi salah satu favorit di Museum Masid Demak, yaitu pintu Bledeg, merupakan benda pusaka yang menarik.</p>
<p>Selain sama-sama terdapat di Museum Masjid Agung Demak, juga mempunyai keunikan masing-masing. Pintu bledeg buatan Ki Ageng Selo tahun 1466 M, diwujudkan dari kayu jati berukiran tumbuh-tumbuhan, suluran, jambangan, mahkota, dan kepala hewan (naga) dengan mulut membuka menampakkan gigi-giginya yang runcing.</p>
<p>Menurut tuturan, kepala naga tersebut menggambarkan petir yang kesudahan bisa ditangkap oleh Ki Ageng Selo.</p>
<p>Pintu Bledeg ini awalnya di pakai di pintu Masjid Agung Demak, namun karena sudah terlalu lama dan tua, pintu ini diamankan dan dimuseumkan di museum Masjid Agung Demak.</p>
<p>Sehingga saat ini tersimpan rapi di Museum Masjid Agung Demak, dan replikanya dibuatkan untuk tetap dipasang di masjid.</p>
<p>Selain pintu bledeg, terdapat juga beberapa benda bersejarah seperti sokoguru peninggalan para wali yang dulu menjadi tiang utama penyangga masjid.</p>
<p>Sokoguru itu ada empat, yang terdiri dari sokoguru Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel.</p>
<p>Namun, dari sekian banyaknya peninggalan benda pusaka, terdapat juga peninggalan yang penting namun sering luput dari pengawasan muslim Jawa. Peninggalan ini berupa Mushaf Al-Qur’an kuno.</p>
<p>Al-Qur’an yang terdapat di Museum Masjid Agung Demak ini berjumlah 14 buah, 11 berupa manuskrip dan 3 sisanya mushaf cetakan India.</p>
<p>Gambar di atas merupakan Mushaf kuno yang ke-10 memiliki ukuran 32 x 20cm dan berbahan kertas Eropa. Tinta yang digunakan mushaf ini terdiri dari warna hitam dan merah.</p>
<p>Seperti mushaf sebelumnya, tinta hitam digunakan pada penulisan ayat, sedangkan merah untuk untuk kepala surah, permulaan juz, tanda tajwid, catatan pias, dan lingkaran akhir ayat.</p>
<p>Iluminasi yang digunakan mushaf ini, lebih padat dari mushaf yang pertama namun, tetap memiliki frame persegi. Warna dalam iluminasi yang digunakan adalah merah, cokelat, biru, hijau, dan kuning, dengan motif kawung, srimpedan (geometris), dan sulur.</p>
<p>Sayangnya mushaf ini sudah tidak lengkap, bagian akhir mushaf telah hilang dan hanya sampai surah al-Gasyiyah. Menariknya, setiap awal surat menyertaka jumlah ayat, kalimat, huruf dan waktu turunnya yang diletakkan di baris kedua setelah kepala surah.</p>
<p>Peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an yaitu (Ali Akbar) pernah mencatat spesifikasi mushaf-mushaf yang ada di museum tersebut (Mushaf Kuno Nusantara Jawa, 2019). Ia menyebut bahwa mushaf-mushaf ini merupakan wakaf dari masyarakat.</p>
<p>Sementara dilihat dari fisiknya, mushaf-mushaf yang berbentuk manuskrip itu ternyata memiliki iluminasi yang menawan. Salah satunya adalah Al-Qur’an yang ditulis Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang akrab dipanggil Sunan Bonang dengan tangannya sendiri.</p>
<p>Tulisan Al-Qur’an tersebut di tulis pada saat terbitnya matahari (waktu duha) hari Sabtu, tanggal 20 bulan Sya’ban tahun 1000 H. Terdiri dari beberapa juz, mulai dari juz 15 hingga juz 30.</p>
<p>Kitab Suci umat Muslim itu bisa dilihat oleh pengunjung Museum Masjid Agung Demak. di Museum Masjid Agung Demak yang paling terkenal memang Al-Qur’an yang ditulis Sunan Bonang menggunakan tangan sendiri.</p>
<p><strong>Penulis:
1. Linda Duwinta Listiyani
2. Nova Ria Anggraeni
3. Vera Minchatun Nisa’</p>
<p>(Mahasiswa Kampus IAIN Kudus Prodi IQT/IH)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/10/mushaf-al-quran-ke-10-di-masjid-agung-demak.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[mushaf al quran ke 10 di masjid agung demak]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/10/mushaf-al-quran-ke-10-di-masjid-agung-demak-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mushaf al-Qur'an ke-10 di Masjid Agung Demak]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Koleksi Manuskrip Al-Qur&#8217;an Kuno di Museum Masjid Agung Demak</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53310/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 May 2023 09:37:58 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Manuskrip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53310/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak</guid>

					<description><![CDATA[DEMAK,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Selasa, 09 Mei 2023, Terletak tepat di utara Masjid Agung Demak menghadap Alun-Alun Kota Demak yang masih satu area dengan makam Raden Fattah, banyak para peziarah dari dalam maupun luar kota yang sengaja mampir untuk melihat koleksi dari Museum Masjid Agung Demak ini, ada juga yang memang sengaja berkunjung ke Museum untuk keperluan penelitian atau hanya sekedar liburan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Selasa, 09 Mei 2023, Terletak tepat di utara Masjid Agung Demak menghadap Alun-Alun Kota Demak yang masih satu area dengan makam Raden Fattah, banyak para peziarah dari dalam maupun luar kota yang sengaja mampir untuk melihat koleksi dari Museum Masjid Agung Demak ini, ada juga yang memang sengaja berkunjung ke Museum untuk keperluan penelitian atau hanya sekedar liburan.</p>
<p>Koleksi Museum Masjid Agung Demak yang terkenal di antaranya adalah Sokoguru (peninggalan para Wali yang dulu menjadi tiang utama penyangga masjid. Sokoguru itu ada empat, yang terdiri dari sokoguru Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel).</p>
<p>Namun Museum ini juga menyimpan peninggalan bersejarah penting yang tidak kalah unik dengan sokoguru yaitu Mushaf Al Qur’an Kuno.</p>
<p>Terdapat 14 buah Manuskrip Mushaf Kuno di Museum ini yang mana 11 buah berupa manuskrip yang memiliki iluminasi yang indah dan 3 lainya mushaf cetakan india.</p>
<p>Mushaf-mushaf ini berada di dalam lemari kaca dengan kondisi lemari tertutup dan terkunci yang bertujuan agar terhindar dari sentuhan para pengunjung musium yang dapat merusak kondisi mushaf tersebut yang rata-rata sudah tua dan lapuk.</p>
<p>Contoh salah satu gambar koleksi museum:</p>
<img fetchpriority="high" decoding="async" title="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 1" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak-album-1-320x180.jpg" alt="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 1" width="320" height="180" class="size-large"><p class="image-caption">koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 1</p>
<img decoding="async" title="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 2" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak-album-2-320x180.jpg" alt="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 2" width="320" height="180" class="size-large"><p class="image-caption">koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 2</p>
<img decoding="async" title="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album tiga" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak-album-tiga-320x180.jpg" alt="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album tiga" width="320" height="180" class="size-large"><p class="image-caption">koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album tiga</p>
<img loading="lazy" decoding="async" title="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 4" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak-album-4-320x180.jpg" alt="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 4" width="320" height="180" class="size-large"><p class="image-caption">koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 4</p>
<img loading="lazy" decoding="async" title="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 5" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/koleksi-manuskrip-al-quran-kuno-di-museum-masjid-agung-demak-album-5-320x180.jpg" alt="koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 5" width="320" height="180" class="size-large"><p class="image-caption">koleksi manuskrip al quran kuno di museum masjid agung demak album 5</p>
<p>Mushaf yang menawan ini berukuran 32 x 19,5 cm, menggunakan kertas Eropa dengan countermark WW&#038;H Pannekoek. Adapun tinta yang digunakan yaitu warna hitam dan merah.</p>
<p>Tinta hitam digunakan untuk menulis ayat-ayatnya, sementara tinta merah untuk kepala surah, permulaan juz, tanda tajwid, catatan pias, dan lingkaran akhir ayat.</p>
<p>Bagian awal mushaf ini telah hilang, sehingga iluminasi dapat dilihat di bagian tengah (Surat Al Kahfi) dan di akhir mushaf.</p>
<p>Motif yang digunakan berbentuk floral (tumbuh-tumbuhan) yang didominasi warna kecokelatan. Dengan frame persegi dan segitiga, mushaf ini terlihat lebih rapi.</p>
<p>Ada kolofon menarik di akhir Mushaf yang berbunyi, &#8220;Ingkang gadhah Qur’an … Wijaya ingkang ngabdi Kanjeng Pengiran&#8221;. Kolofon ini berarti (Yang memiliki Al-Qur’an … Wijaya yang mengabdi kepada Kanjeng Pengiran).</p>
<p>Sebagai tambahan di dalam setiap mushaf kuno baik yang berada di museum demak ini atau yang lainya terdapa 3 unsur penting yang selalu melekat di dalamnya, adapun unsur tersebeut meliputi :</p>
<p>1. Rasm</p>
<p>Dilihat dari aspek kaidah penulisannya, naskah-naskah Al-Qur’an terbagi menjadi dua kelompok, ada yang ditulis dengan rasm Imla’i, dan ada yang ditulis dengan rasm usmani.</p>
<p>Selain itu, ada yang ditulis dengan sistem pojok (artinya, teks ayat selalu habis pada setiap halaman) dan ada yang tidak, dengan jumlah baris yang beragam dalam setiap halaman.</p>
<p>2. Kaligrafi</p>
<p>Secara umum, kaligrafi mushaf yang ada sangat sederhana, dan penulisnya belum dapat dikategorikan sebagai penulis Arab yang baik (khattat). Namun semua naskah tulisannya cukup konsisten, dilihat dari besar tulisan, kerapatan, maupun gayanya.</p>
<p>Gaya kaligrafi yang digunakan untuk Nas Al-Qur’an adalah Naskhi, adapun kepala-kepala surah dan tulisan juz menggunakan Sulus, Naskhi, dan kaligrafi floral, suatu gaya tradisional khas yang dikembangkan secara lokal.</p>
<p>3. Iluminasi</p>
<p>Iluminasi mushaf pada umumnya terdiri atas tiga bagian:</p>
<p>(1) iluminasi pada bagian awal, tengah, dan akhir Al-Qur’an, yang biasanya disebut Ummul Qur’an, Nisful Qur’an, dan Khatmul Qur’an;
(2) iluminasi pada kepala-kepala surah; dan
(3) iluminasi pada pias (pinggir halaman) berupa iluminasi untuk tanda-tanda Juz, Nisf, Hizb, Nisfu Hizb dan lain-lain, yang terdapat di bagian kosong di sisi luar sebelah kanan dan kiri teks mushaf.</p>
<p>Iluminasi pada awal, tengah, dan akhir Al-Qur’an yang dipandang penting itu sering dalam bentuk kombinasi sepasang halaman yang membentuk sebuah komposisi tunggal dengan desain simetris. Ragam hias yang digunakan adalah floral (tumbuh-tumbuhan).</p>
<p><strong>Penulis : Khanifudin Ayatulloh, Khoirun Nur Wahiddien, Amalia Ni’matul Husna (Mahasiswa IAIN Kudus prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/Masjid-Agung-Demak.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Masjid Agung Demak]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/09/Masjid-Agung-Demak-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Masjid Agung Demak (dok. Demak Kab)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
