<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Dayeuhluhur &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/dayeuhluhur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2026 00:05:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Dayeuhluhur &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>AKP Suwito Serahkan Jabatan Kapolsek Dayeuhluhur kepada Kapolresta Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-95085/akp-suwito-serahkan-jabatan-kapolsek-dayeuhluhur-kepada-kapolresta-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 11:06:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Dayeuhluhur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-95085/akp-suwito-serahkan-jabatan-kapolsek-dayeuhluhur-kepada-kapolresta-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO – Memasuki masa purna bakti, AKP Suwito, S.H. resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kapolsek Dayeuhluhur kepada Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> – Memasuki masa purna bakti, AKP Suwito, S.H. resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kapolsek Dayeuhluhur kepada Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Polri Periode 1 Juli 2026 dan penyerahan jabatan Kapolsek Dayeuhluhur serta Wisuda Purna Bakti Tahun 2026 di Lapangan Apel Polresta Cilacap, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Penyerahan jabatan Kapolsek Dayeuhluhur dilakukan sebagai tindak lanjut atas berakhirnya masa dinas AKP Suwito yang memasuki masa pensiun.</p>
<p>Untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, jabatan Kapolsek Dayeuhluhur sementara diserahkan kepada Kapolresta Cilacap hingga ditetapkannya pejabat definitif sesuai mekanisme organisasi.</p>
<p>Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Secahyo, mengatakan penyerahan jabatan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang telah menjadi mekanisme dalam tubuh Polri agar roda organisasi tetap berjalan optimal.</p>
<p>&#8220;Penyerahan jabatan ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi sebagai bentuk kesinambungan kepemimpinan. Meskipun pejabat sebelumnya telah memasuki masa purna bakti, pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga ditetapkan pejabat Kapolsek yang definitif,&#8221; ujar Ipda Galih.</p>
<p>Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan laporan kenaikan pangkat personel Polri periode 1 Juli 2026.</p>
<p>Kenaikan pangkat menjadi bentuk penghargaan institusi kepada personel yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, disiplin, dan kinerja dalam pelaksanaan tugas.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ipda Galih menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, melainkan amanah yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Setiap kenaikan pangkat membawa konsekuensi tanggung jawab yang semakin besar. Oleh karena itu, kami berharap seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat dapat terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat melayani masyarakat sesuai nilai-nilai Polri Presisi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Wisuda Purna Bakti Tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan institusi kepada personel yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.</p>
<p>Prosesi tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi dan loyalitas anggota selama bertugas di lingkungan Polri.</p>
<p>Menurut Ipda Galih, masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan penutup perjalanan dinas yang patut dihormati karena telah diisi dengan dedikasi dan loyalitas kepada bangsa, negara, dan institusi Polri.</p>
<p>&#8220;Kami menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada seluruh personel yang memasuki masa purna bakti atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi yang telah diberikan selama bertugas. Semoga segala pengabdian yang telah ditorehkan menjadi inspirasi bagi personel lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,&#8221; tutup Ipda Galih.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/01/1000784256-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Memasuki Masa Purna Bakti, AKP Suwito Serahkan Jabatan Kapolsek Dayeuhluhur kepada Kapolresta Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/01/1000784256-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Memasuki Masa Purna Bakti, AKP Suwito Serahkan Jabatan Kapolsek Dayeuhluhur kepada Kapolresta Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ditinggal Sadap Nira, Rumah Warga Dayeuhluhur Ludes Dilalap Api</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-93684/ditinggal-sadap-nira-rumah-warga-dayeuhluhur-ludes-dilalap-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:01:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-93684/ditinggal-sadap-nira-rumah-warga-dayeuhluhur-ludes-dilalap-api</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Sungguh malang yang dialami Kusnawan (69) warga Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, ditinggal sadap nira aren, pulang-pulang rumahnya sudah ludes dilalap api.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sungguh malang yang dialami Kusnawan (69) warga Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, ditinggal sadap nira aren, pulang-pulang rumahnya sudah ludes dilalap api.</p>
<p>Adapun kejadian memilukan tersebut terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 17.00 WIB yang mana Kusnawan mendapati rumahnya sudah terbakar yang begitu besar.</p>
<p>Kendati akses rumahnya berada jauh dari pemukiman penduduk dan berada di antara perkebunan sehingga guna memadamkan api warga pun kesulitan dalam membantu memadamkan api.</p>
<p>Lantas kepala Desa setempat, Karsan segera menelpon Pos Damkar Majenang, dan mendapat laporan tersebut petugas diberangkatkan menuju lokasi.</p>
<p>Kepala Bidang Damkar Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan, jadi awalnya pemilik rumah berangkat untuk menyadap nira sekira pukil 15.00 WIB, namun pukul 17.00 WIB saat kembali dari menyadap ia mendapati rumahnya sudah terbakar.</p>
<p>&#8220;Sementara itu kami mendapat laporan dari Kepala Desa Matenggeng, Bapak Karsan guna membantu pengecekan dan mendata kebakaran di rumahnya Kusnawan,&#8221; tutur Gatot Senin, 15 Juni 2026.</p>
<p>Dalam kebakaran ini, dugaannya terjadi dari tungku kayu untuk membuat gula nira aren yang merambat ke dinding rumah.</p>
<p>&#8220;Rumah semi permanen ukuran 6&#215;8 habis terbakar semua, kerugian dalam hal ini diperkirakan senilai 80 juta rupiah,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/15/1000769161-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[sebuah rumah di Matenggeng Dayeuhluhur ludes terbakar (dok. Damkar Cilacap)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/15/1000769161-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[sebuah rumah di Matenggeng Dayeuhluhur ludes terbakar (dok. Damkar Cilacap)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Damkar Cilacap Evakuasi 2 Raja Kobra Masuk Rumah di Dayeuhluhur</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-93159/damkar-cilacap-evakuasi-2-raja-kobra-masuk-rumah-di-dayeuhluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 02:50:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Damkar Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-93159/damkar-cilacap-evakuasi-2-raja-kobra-masuk-rumah-di-dayeuhluhur</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kedatangan tamu tidak diundang namun berbisa alias kedatangan dua si raja kobra, pemilik rumah di Dayeuhluhur melapor kepada petugas Damkar Cilacap.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedatangan tamu tidak diundang namun berbisa alias kedatangan dua si raja kobra, pemilik rumah di Dayeuhluhur melapor kepada petugas Damkar Cilacap.</p>
<p>Kepala Bidang Damkar Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo menyampaikan, kejadian itu diterima pihaknya melalui petugas Damkar pada Minggu, 07 Juni 2026, pukul 22.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Menurut laporan yang kami terima, pemilik rumah Bapak Anto (60) mendapati adanya ular berbisa, dalam hal ini ular king kobra masuk rumahnya, merasa panik Ia bergegas menghubungi petugas Damkar,&#8221; tutur Gatot.</p>
<p>Pasca laporan tersebut, petugas segera menuju lokasi guna melakukan evakuasi terhadap dua ular raja kobra yang masuk rumah warga dengan mempersiapkan peralatan dan perlengkapan safety.</p>
<p>&#8220;Petugas sampai di lokasi pukul 23.00 WIB dan langsung mengevakuasi dua ular king kobra, satu berukuran ± 2,5 meter dan satu lagi berukuran 1 meter,&#8221; terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/08/1000762192-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[petugas Damkar Cilacap evakuasi dua ular King Kobra masuk rumah di Dayeuhluhur]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/08/1000762192-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[petugas Damkar Cilacap evakuasi dua ular King Kobra masuk rumah di Dayeuhluhur]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>BPBD Cilacap Melaksanakan Tindakan Darurat untuk Masalah Longsor dan Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-91884/bpbd-cilacap-melaksanakan-tindakan-darurat-untuk-masalah-longsor-dan-pergerakan-tanah-di-dayeuhluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 01:49:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BPBD Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-91884/bpbd-cilacap-melaksanakan-tindakan-darurat-untuk-masalah-longsor-dan-pergerakan-tanah-di-dayeuhluhur</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, melalui UPTD PKBD Majenang dan pihak-pihak terkait, terus melakukan penanggulangan darurat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, melalui UPTD PKBD Majenang dan pihak-pihak terkait, terus melakukan penanggulangan darurat.</p>
<p>Yakni terhadap bencana tanah longsor dan pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Dayeuhluhur, khususnya di Desa Bingkeng dan Desa Dayeuhluhur.</p>
<p>Kegiatan pemantauan dan penanganan di lapangan dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026, dari pukul 10.00 hingga 16.30 WIB, melibatkan BBWS Citanduy, Camat Dayeuhluhur, Polsek Dayeuhluhur, pemerintah desa setempat, serta masyarakat.</p>
<p>&#8220;Di Desa Bingkeng, di Dusun Cikadu, material longsoran yang sebelumnya menutupi akses jalan penghubung antar RT RW telah berhasil dibersihkan,&#8221; ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo.</p>
<p>Proses pembersihan yang berlangsung selama sekitar dua hari tersebut telah selesai pada Rabu, 20 Mei 2026.</p>
<p>&#8220;Saat ini, akses jalan sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan roda empat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, penanganan berlanjut di Desa Dayeuhluhur, Dusun Picungdatar, dengan fokus pada ruas jalan desa yang mengalami kerusakan dan amblas akibat pergerakan tanah.</p>
<p>&#8220;Alat berat yang digunakan sebelumnya di Desa Bingkeng telah dialihkan ke lokasi tersebut untuk melakukan pekerjaan darurat seperti perataan, pemadatan, dan pengurugan badan jalan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, juga dilakukan pembuatan saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan yang dikerjakan secara manual melalui kerja bakti masyarakat untuk mendukung perbaikan sementara infrastruktur yang terdampak.</p>
<p>Estimasi waktu penanganan darurat di lokasi tersebut diperkirakan berlangsung selama dua hari.</p>
<p>Camat Dayeuhluhur, Eman Suherman juga mengimbau pemerintah desa yang terdampak untuk segera menyusun proposal permohonan bantuan tambahan dana desa melalui Dispermades Kabupaten Cilacap, guna mendukung perbaikan infrastruktur pascabencana.</p>
<p>Mengingat kondisi cuaca yang masih sering hujan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya pergerakan tanah susulan.</p>
<p>BPBD Cilacap menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/16/1000735071-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[BPBD Cilacap Monitoring Longsor dan Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/16/1000735071-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[BPBD Cilacap Monitoring Longsor dan Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>BPBD Cilacap Monitoring Longsor dan Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur, Warga Harapkan Kajian PVMBG</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-91370/bpbd-cilacap-monitoring-longsor-dan-pergerakan-tanah-di-dayeuhluhur-warga-harapkan-kajian-pvmbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 11:04:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BPBD Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-91370/bpbd-cilacap-monitoring-longsor-dan-pergerakan-tanah-di-dayeuhluhur-warga-harapkan-kajian-pvmbg</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap melalui UPTD PKBD Majenang bersama sejumlah pihak terkait melakukan monitoring dan penanganan kejadian tanah longsor serta pergerakan tanah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap melalui UPTD PKBD Majenang bersama sejumlah pihak terkait melakukan monitoring dan penanganan kejadian tanah longsor serta pergerakan tanah.</p>
<p>Adapun monitoring dan penangan tersebit dilaksanakan di Desa Bingkeng dan Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (15/05/2026).</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo mengungkapkan, kegiatan monitoring dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB dengan melibatkan BBWS Citanduy, Pemerintah Desa Bingkeng, dan Pemerintah Desa Dayeuhluhur.</p>
<p>Di Desa Bingkeng, penanganan difokuskan pada pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan penghubung Dusun Pasirmanggu dengan Dusun Cikadu.</p>
<p>&#8220;Proses pembersihan menggunakan alat berat Pindad Excavator 200 dan diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari,&#8221; kata Taryo.</p>
<p>Setelah titik pertama selesai dibersihkan, penanganan akan dilanjutkan ke titik longsor kedua yang berada di jalan penghubung antar RT RW di Dusun Cikadu.</p>
<p>Petugas juga mengimbau masyarakat untuk membuat saluran drainase di atas tebing longsoran agar aliran air hujan tidak langsung menuju area rawan longsor.</p>
<p>Sementara itu, di Desa Dayeuhluhur, bencana longsor dan pergerakan tanah terjadi di empat dusun, yakni Dusun Cilulu, Ciparahu, Picungdatar, dan Sindanglangu.</p>
<p>&#8220;Pergerakan tanah di Dusun Cilulu yang terjadi pada 12 Mei 2026 diketahui merupakan kejadian ketiga kalinya dan telah berdampak pada kerusakan jalan desa serta rumah warga,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sedangkan pergerakan tanah di Dusun Picungdatar merupakan kejadian pertama kali di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Di Dusun Picungdatar RT 04 RW 10, retakan tanah sepanjang sekitar 300 meter dengan kedalaman amblas mencapai 1 meter dan lebar retakan 10 hingga 30 sentimeter menyebabkan empat rumah warga mengalami kerusakan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Salah satu rumah milik Zaenal Ahmad Arifin terpaksa dikosongkan karena kondisi bangunan mengalami retak parah dan dikhawatirkan ambruk.</p>
<p>&#8220;Selain merusak rumah warga, pergerakan tanah juga menyebabkan dinding sebuah pabrik kayu retak serta beberapa kolam ikan tertutup material longsoran,&#8221; terang Taryo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/16/1000735071-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[BPBD Cilacap Monitoring Longsor dan Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/16/1000735071-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[BPBD Cilacap Monitoring Longsor dan Pergerakan Tanah di Dayeuhluhur]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>BPBD Cilacap Bersama BBWS Citanduy Tangani Longsor Penutup Jalan Desa di Bingkeng Dayeuhluhur</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-91283/bpbd-cilacap-bersama-bbws-citanduy-tangani-longsor-penutup-jalan-desa-di-bingkeng-dayeuhluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 20:13:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BPBD Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-91283/bpbd-cilacap-bersama-bbws-citanduy-tangani-longsor-penutup-jalan-desa-di-bingkeng-dayeuhluhur</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Penanganan darurat tanah longsor yang menutup akses jalan desa di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama pihak terkait.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penanganan darurat tanah longsor yang menutup akses jalan desa di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama pihak terkait.</p>
<p>Material longsoran yang menutup total jalan desa kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Kamis (14/5/2026).</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, terdapat dua titik longsoran dengan panjang total sekitar 50 meter dan ketebalan material mencapai 1 hingga 2,5 meter.</p>
<p>&#8220;Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan desa tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki,&#8221; kata Taryo.</p>
<p>Karena volume material longsor cukup besar, Pemerintah Desa Bingkeng bersama BPBD Kabupaten Cilacap melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap mengajukan permohonan bantuan alat berat kepada BBWS Citanduy untuk mendukung penanganan darurat di lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Pada Kamis pagi, personel BBWS Citanduy melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB, alat berat tiba di lokasi dan langsung dioperasikan untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan.</p>
<p>&#8220;BPBD Kabupaten Cilacap bersama pemerintah desa dan unsur terkait terus melakukan koordinasi guna mempercepat pembukaan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,&#8221; ungkap Taryo.</p>
<p>Kondisi cuaca di wilayah sekitar juga terus dipantau guna mengantisipasi potensi longsor susulan.</p>
<p>Di titik lain, tepatnya di RT 02 RW 10 Dusun Picungdatar, jalan desa mengalami amblas sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman 1 hingga 2 meter dan retakan selebar 30 sampai 50 sentimeter. Kondisi tersebut menyebabkan jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan mengancam area permukiman warga yang berada di bawah lokasi kejadian.</p>
<p>Warga Dusun Picungdatar berharap adanya survey dan kajian dari PVMBG guna mengetahui kondisi tanah dan potensi risiko lanjutan, mengingat peristiwa pergerakan tanah tersebut baru pertama kali terjadi di wilayah mereka.</p>
<p>BPBD Kabupaten Cilacap mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta segera melaporkan apabila ditemukan retakan tanah baru maupun tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan sekitar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/13/1000732788-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Hujan Deras Sebabkan Bencana Pergerakan Tanah dan Longsor di Dayeuhluhur Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/13/1000732788-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Hujan Deras Sebabkan Bencana Pergerakan Tanah dan Longsor di Dayeuhluhur Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Sebabkan Bencana Pergerakan Tanah dan Longsor di Dayeuhluhur Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-91203/hujan-deras-sebabkan-bencana-pergerakan-tanah-dan-longsor-di-dayeuhluhur-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 16:18:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BPBD Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-91203/hujan-deras-sebabkan-bencana-pergerakan-tanah-dan-longsor-di-dayeuhluhur-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Hujan deras sebabkan terjadinya pergerakan tanah dan longsor yang melanda sejumlah dusun di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, Selasa (12/05/2026) dini hari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hujan deras sebabkan terjadinya pergerakan tanah dan longsor yang melanda sejumlah dusun di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, Selasa (12/05/2026) dini hari.</p>
<p>Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih empat jam memicu longsor, jalan amblas, serta kerusakan sejumlah rumah warga.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo menerangkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dan berdampak di empat dusun, yakni Dusun Sindanglangu, Dusun Cilulu, Dusun Ciparahu, dan Dusun Picungdatar.</p>
<p>&#8220;Selain curah hujan tinggi, kondisi tanah yang labil serta minimnya saluran drainase di area tebing turut menjadi faktor pemicu terjadinya bencana. Lokasi tersebut juga diketahui pernah mengalami pergerakan tanah pada tahun 2021,&#8221; terang Taryo Rabu, 13 Mei 2026.</p>
<p>Di Dusun Sindanglangu, tebing setinggi tujuh meter longsor dan menimpa rumah milik Wahidin. Material longsoran merusak bagian dapur hingga jebol.</p>
<p>Akibat kejadian itu, satu keluarga berjumlah empat jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.</p>
<p>Sementara di Dusun Cilulu, pergerakan tanah mengakibatkan jalan penghubung Desa Dayeuhluhur dengan Desa Bingkeng amblas dan putus di empat titik.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat akses kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Selain itu, empat rumah warga mengalami retak-retak dan amblas dengan tingkat kerusakan berbeda. Satu rumah dilaporkan mengalami rusak berat sehingga penghuninya harus mengungsi.</p>
<p>Longsor juga terjadi di Dusun Ciparahu yang mengancam ruas Jalan Kabupaten Dayeuhluhur–Tenjolaut setelah tebing penahan jalan longsor sepanjang 20 meter.</p>
<p>Sedangkan di Dusun Picungdatar, jalan desa amblas sepanjang 25 meter dan satu rumah warga mengalami kerusakan hingga penghuninya mengungsi demi keselamatan.</p>
<p>BPBD Kabupaten Cilacap bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat langsung melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi kejadian.</p>
<p>Warga juga bergotong royong melakukan pengurugan darurat pada jalan yang amblas dan memindahkan barang-barang milik korban ke tempat aman.</p>
<p>&#8220;Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, total kerusakan meliputi empat titik jalan desa dengan panjang sekitar 145 meter dan enam unit rumah warga mengalami kerusakan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Bencana juga melanda sejumlah dusun di Desa Bingkeng pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 03.30 WIB akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih empat jam.</p>
<p>&#8220;Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pasirmanggu, Dusun Cikadu, Dusun Nambo, dan Dusun Arya. Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Senin malam hingga tengah malam menyebabkan tanah labil bergerak dan memicu longsor di beberapa titik,&#8221; kata Taryo.</p>
<p>Di Dusun Pasirmanggu, longsoran tebing setinggi tujuh meter dengan panjang sekitar 50 meter menutup akses jalan desa sepanjang 50 meter. Tebalnya material longsoran mencapai satu hingga dua meter sehingga jalan tidak dapat dilalui baik kendaraan maupun pejalan kaki. Selain itu, empat rumah warga mengalami retak-retak hingga jebol pada bagian dinding dan dapur dengan kategori rusak sedang.</p>
<p>Sementara di Dusun Cikadu, longsor besar terjadi pada dua titik tebing dan menimbun area persawahan serta perkebunan warga seluas sekitar tujuh hektar. Dua rumah warga yang berada di atas tebing juga dilaporkan terancam terbawa longsor sehingga penghuni diminta meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p>Di Dusun Nambo, turap penahan tebing rumah warga longsor dan menutup jalan desa. Sedangkan di Dusun Arya, longsoran tebing menimpa rumah warga hingga merusak bagian dapur serta menutup akses jalan desa sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.</p>
<p>BPBD Kabupaten Cilacap bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga setempat langsung melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi kejadian.</p>
<p>Warga juga bergotong royong membersihkan material longsor, melakukan pengurugan darurat jalan desa, serta memindahkan barang-barang milik warga ke lokasi aman.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan terjadi pada sejumlah akses jalan desa, empat rumah warga rusak sedang, serta areal persawahan dan perkebunan seluas tujuh hektar.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini, satu kepala keluarga dilaporkan sementara mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang terancam longsor,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/13/1000732788-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Hujan Deras Sebabkan Bencana Pergerakan Tanah dan Longsor di Dayeuhluhur Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/13/1000732788-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Hujan Deras Sebabkan Bencana Pergerakan Tanah dan Longsor di Dayeuhluhur Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik yang Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 01:28:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).</p>
<p>Situs megalitik yang <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">digambarkan &#8216;Situs Sebesar Gunung&#8217; dan terbesar di Jawa Tengah</a> ini dengan keistimewaan dan keunikannya yang dimiliki, ternyata Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda.</p>
<p>Gunung Soebang (Gunung Subang) pertama kali dicatat oleh orang Belanda pada tahun 1806. Hal itu ditemukan berdasarkan buku berjudul<a href="https://books.google.co.id/books?id=A5RUAAAAcAAJ&amp;pg=PP7&amp;hl=id&amp;source=gbs_selected_pages&amp;cad=1#v=onepage&amp;q=Gunung%20Soebang%20(1856)%20%E2%86%92%20Tijdschrift%20voor%20Indische%20Taal-%2C%20Land-%20en%20Volkenkunde%20&amp;f=false" rel="nofollow"> &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;</a>.</p>
<p>Dalam buku sang penulis melaporkan bahwa puncak &#8216;Soebang Daja Louhour&#8217; terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta tonil pemujaan atau aktivitas pertapaan.</p>
<p>Penulis buku adalah G. A. de Lange dan Dr. van Limburg Brouwer, tidak secara eksplisit menyebutkan nama situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217;, walau demikan mereka menggambarkan secara umum apa yang diketahuinya berdasarkan survei waktu itu, peninjauan langsung atas potensi pegunungan di wilayah Dayaluhur-Galuh–Kuningan–Cirebon.</p>
<p>Maka jika literasi tersebut dikaji lebih dalam, menurut ahli bahasa, ada dua hal yang menjadi kunci untuk memahaminya yakni catatan yang tersurat dan pengertian yang tersirat. Dua kunci tersebut sebagai data utama dalam ilmu pembuktian sejarah.</p>
<p>Dalam manuskrip buku berjudul &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;. Sang penulis melaporkan bahwa &#8216;puncak Soebang Daja Louhour&#8217; (Gunung Subang Dayeuhluhur) terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta aktivitas pertapaan&#8217;.</p>
<p>Maka jika diserap, dipahami dan disimpulkan, berdasarkan literasi naskah kuno Eropa berbahasa belanda tersebut menyiratkan informasi bahwa <a href="https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental">situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang berada di puncak Gunung Subang Dayeuhluhur</a> terdiri dari beberapa teras bertingkat (pengertiannya yakni punden berundak), dan memiliki makam keramat (pengertiannya bumi pesarean), serta aktivitas pertapaan (mandala).</p>
<p>Dalam berbagai naskah kuno Eropa, terutama dari era penjelajahan dan kolonialisme awal, memang diakui mereka banyak melakukan eksplorasi terkait potensi kekayaan alam, kebudayaan Nusantara yang berkembang saat itu, lalu mereka merekam dalam cataan-catatan, menuliskan dalam bahasa mereka, dan bahkan mendokumentasikannya.</p>
<p>Dalam dokumentasi yang kemudian disebut manuskrip maupun buku, yang memuat data kumpulan informasi, biasanya berfokus pada pos-pos perdagangan, kerajaan-kerajaan besar, atau sumber daya alam di berbagai wilayah dan budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Adapun hasil penjelajahan apa yang mereka gali atas wilayah-wilayah di Nusantara, terantologi baik dalam bentuk kumpulan maupun laporan-laporan, yang disebut manuskrip atau buku. Maka manuskrip adalah produk budaya mereka yang hasilnya masih dapat kita pelajari saat ini, melalui arsip yang ditinggalkannya itulah kita mengetahui betapa peradaban kita di masa lalu begitu unggul dan tinggi.</p>
<p>Namun demikian walau tidak secara spesifik, dan detail, apalagi terperinci untuk menuliskan situs-situs peninggalan purbakala, secara tersirat melalui catatan-catatan mereka menginformasikan muatan potensi yang ada dalam suatu wilayah dengan gambaran umumnya saja.</p>
<p>Apalagi situs megalitik yang berada di ketinggian gunung dan pedalaman seperti &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Daja Loehoeur, sepertinya di luar konteks mereka yang lebih luas.</p>
<p>Banyak yang menganggap bahwa situs megalitik sebagai warisan budaya yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa, serta peradaban masa lalu, yang bernilai bagi kepentingan sejarah dan pendidikan, yang lebih sering didokumentasikan dan dikaji ke dalam konteks arkeologi dan sejarah lokal Indonesia, baik melalui penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog baik kedinasan maupun lembaga pendidikan, dari kajian ilmiah para akademisi seperti yang tercatat dalam berbagai jurnal dan repositori budaya nasional.</p>
<p>Namun hal terkait situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Gunung Subang wilayah Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap ini setelah berselancar ke mana-mana, redaksi <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> tidak menemukannya.</p>
<p>Walhasil redaksi mendapatkan informasi secara langsung dari masyarakat setempat, masyarakat yang disebut &#8216;Dayaluhur&#8217; yang betapa kuat dan secara ketat menjaga nilai tradisi budayanya, mereka secara turun menurun mewarisi budaya e-book.</p>
<p>E-book yang menandaskan pesan ingatan bahwa apa kata nenek moyang adalah ilmu yang bernilai bagi pendidikan dan sejarah, dan yang harus dipercayai. Mereka menjaga nilai kepercayaan itu ke dalam laku hidup mereka sehari-hari, bahwa tradisi budaya tutur dan lisan menjadi karakter khas masyarakat budaya Dayeuhluhur ini.</p>
<p>Sementara itu, Situs megalitik Gunung Padang Cianjur dilaporkan pada tahun 1914. Situs ini ditulis oleh N. J. Krom, arkeolog dari Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda), dalam laporan resminya tentang peninggalan purbakala di Jawa.</p>
<p>Dalam literatur ilmiah Eropa sebagaimana tersebut di atas, maka ada rentang waktu yang cukup jauh yakni satu abad kemudian, setelah Situs Megalitik Gunung Subang Daja Louhour (1806) atau situs Mandala Mata Bumi terlaporkan.</p>
<p>Jadi, dalam arsip kolonial, Gunung Soebang tercatat lebih lebih awal dari pada Gunung Padang (1914) sebagaimana dikemukakan oleh manuskrip berjudul &#8216;Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië&#8217;</p>
<p>Catatan redaksi kali ini berikhtiar menggali informasi dan data yang kaitannya Situs Purbakala Gunung Subang dengan Manuskrip Belanda, Meskipun detail spesifik mengenainya masih jarang dan samar ditemukan, tapi narasi utama menunjukkan bahwa keberadaan situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang sebelumnya tersembunyi atau kurang dikenal oleh publik, memungkinkan akan terbuka dengan anggapan bahwa sejarah itu berlangsung secara dinamis.</p>
<p>Maka sebelum akhirnya ditemukan dan diteliti lebih dalam dan secara formal. Penemuan ini membuka kembali diskusi tentang keberadaan situs-situs megalitik yang tersembunyi sebagai perhatian penting bagi entitas warisan budaya dan identitas peradaban bangsa, dan umat manusia yang selama ini luput dari perhatian. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik Miliki Banyak Pintu, Unik, dan Monumental</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 09:26:29 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut situs terbesar di Jawa Tengah dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">situs terbesar di Jawa Tengah</a> dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.</p>
<p>Situs prasejarah ini juga disebut monumental, pasalnya situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini memiliki banyak pintu masuk, juga adanya batu ukir, batu relief berpasangan, di sisi kanan dan sisi kiri situs.</p>
<p>&#8220;Saya lihat, dan tidak ada di wilayah lain, di Jawa Tengah, adapun di Kabupaten Karanganyar itu satu, di sekitar kawasan tersebut yang kemudian ditemukan Candi Cetho dan Candi Sukuh, itu dulunya merupakan punden berundak, sama,&#8221;</p>
<p>&#8220;Bedanya, Situs Mandala Mata Bumi ini pintu masuknya banyak, ini unik, suatu hal yang istimewa, dan menjadi keunikan utama, adanya batu berelief, dua batu, berdiri di sisi kanan dan kiri, berpasang-pasangan, ini monumental, dan saya tidak menemukan di tempat lain,&#8221; terang ahli arkeologi Kementerian Kebudayaan, Wahyu Broto Raharjo SS.M.Hum usai melakukan observasi, peninjauan lapangan sekaligus kajian ilmiah bersama tim, pada Selasa, (23/12/2025).</p>
<p>Tenaga ahli arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dengan wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut mengemukakan bahwa situs prasejarah Mandala Mata Bumi ini jelas merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilindungi undang-undang sebagai benda cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Dari segi regulasi, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengamanatkan perlindungan, pelestarian, pengembangan serta pemanfaatannya untuk melestarikan warisan budaya bangsa dalam rangka memperkuat identitas kepribadian bangsa, dan umat manusia,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, dalam Undang-undang Cagar Budaya, dengan kriteria-kriteria yang disebutkan, bahwa benda yang bernilai sejarah budaya bangsa, dan berusia minimal 50 tahun, maka situs Mandala Mata Bumi, sudah pasti, dan jelas lebih dari itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia pun menjelaskan bahwa punden berundak pada situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini sebagai warisan budaya peninggalan purbakala telah berlangsung jauh sebelum adanya agama-agama.</p>
<p>&#8220;Budaya punden berundak sudah ada di Nusantara, di Indonesia, jauh sebelum ada agama-agama,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa punden berundak adalah struktur pemujaan kuno yang dibangun oleh masyarakat tradisi megalitik, masa Neolitikum, sekitar 2500–1500 Sebelum Masehi.</p>
<p>&#8220;Tradisi itu berlangsung lalu berkembang di Indonesia jauh sebelum masuknya pengaruh agama, Hindu, Buddha, Kristen, maupun Islam yang datang belakangan ke Nusantara,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adapun fungsi utama punden berundak terkait erat dengan kepercayaan lokal, animisme dan dinamisme, yang merupakan <em>local genuine,</em> sistem kepercayaan orang asli Nusantara, bukan agama dalam pengertian sekarang.</p>
<p>&#8220;Fungsi punden berundak digunakan sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Masyarakat prasejarah percaya bahwa arwah leluhur bersemayam di tempat yang tinggi (gunung atau bukit), sehingga mereka membangun struktur bertingkat sebagai media komunikasi ritualnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika agama-agama masuk ke Nusantara, konsep bangunan berundak ini kemudian berasimilasi, untuk selanjutnya berpadu dengan unsur-unsur arsitektur keagamaan baru.</p>
<p>Dia mencontohkan, Budha-Hindu, bahkan Islam sekalipun, dengan candi-candi seperti Candi Borobudur, Prambanan, Masjid Menara Kudus, Masjid Indrapuri Aceh dan lainnya itu memiliki struktur yang menyerupai punden berundak, menunjukkan adanya kesinambungan budaya dari masa prasejarah ke masa sejarah.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, adanya punden berundak beserta stuktur kawasannya, dan unsur lainnya, kompleksitas arsitektur, dan adanya batu relief, adalah bukti fisik adanya sistem kepercayaan dan peradaban yang berkembang di masa lalu, jaman prasejarah di Gunung Subang ini, situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini ada dan berkembang, jauh sebelum &#8216;agama-agama formal&#8217; datang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, adapun terkait adanya dugaan perkampungan purba yang berkaitan dengan situs megalitik ini belum tereksplorasi secara menyeluruh,</p>
<p>&#8220;Sehingga kawasan warisan budaya purbakala ini harus dipahami sebagai satu kesatuan lanskap budaya yang kompleks dengan layar kebudayaannya yang luas, bukan hanya satu titik atau satu struktur saja,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui bahwa situs megalitik yang kaya nilai tradisi budaya dan unik, bahkan keutuhannya masih terjaga hingga kini. <a href="https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda">Situs Mandala Mata Bumi berada di puncak pegunungan Subang dengan ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut, dengan luasan sekitar 150 Ha, berada di kawasan hutan primer wilayah Desa Kuta Agung.</a></p>
<p>Selain situs tertutup oleh vegetasi hutan yang lebat, keberadaannya yang tidak biasa, hampir tidak tersentuh aktivitas manusia selama berabad-abad, demikian akses menuju lokasi pun betapa ekstrem, dan begitu sangat sulit, maka sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.</p>
<p>Pemandu lokal tidak hanya memberikan jasa layanan pendampingan atau informasi sejarah, tetapi juga konteks budaya dan adat istiadat setempat yang penting untuk dihormati saat mengunjungi situs sakral ini. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Menegangkan, Drama Adu Penalti dalam Final Sepak Bola Putri se-kecamatan Dayeuhluhur</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-79356/menegangkan-drama-adu-penalti-dalam-final-sepak-bola-putri-se-kecamatan-dayeuhluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 12:52:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-79356/menegangkan-drama-adu-penalti-dalam-final-sepak-bola-putri-se-kecamatan-dayeuhluhur</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Grand final turnamen sepak bola putri Pemuda Pemudi Sikluk (Pepsi) Cup III 2025 se-kecamatan Dayeuhluhur berlangsung meriah juga menegangkan dengan terjadinya drama adu penalti antara Wanajaya FC &#8211; Dusun Pendeuy vs Cirateun FC.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Grand final turnamen sepak bola putri Pemuda Pemudi Sikluk (Pepsi) Cup III 2025 se-kecamatan Dayeuhluhur berlangsung meriah juga menegangkan dengan terjadinya drama adu penalti antara Wanajaya FC &#8211; Dusun Pendeuy vs Cirateun FC.</p>
<p>Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Karya Bakti, Dusun Sikluk, Desa Matenggeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Minggu, 24 Agustus 2025 Sore tadi tercipta drama adu penalti usai kedua tim bermain imbang 1-1.</p>
<img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full" title="1000501965" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/08/24/1000501965.jpg" alt="Wanajaya FC dan Cirateun FC foto bersama jelang pertandingan dimulai." width="1200" height="728" /><p class="image-caption">Wanajaya FC dan Cirateun FC foto bersama jelang pertandingan dimulai.</p>
<p>Diawal babak pertama dalam turnamen sepak bola putri ini, skor masih sama-sama nihil dengan skor kacamata (0-0), meski kedua tim saling jual beli serangan.</p>
<p>Sementara itu di awal babak kedua, Cirateun FC berhasil unggul lewat pemain nomor punggung 7 bernama Resti, namun keunggulan tersebut berhasil disamakan pada 2 menit akhir jelang peluit panjang melalui gocekan cantik pemain Wanajaya FC bernama Nadia.</p>
<p>Skor imbang tersebut berlanjut dengan drama adu penalti dan tanpa adanya 2 babak tambahan, hal ini dikarenakan waktu begitu mepet dengan waktu Maghrib.</p>
<p>Pada drama adu penalti ini, Wanajaya FC berhasil melesakan 4 gol, sedangkan Cirateun FC hanya berhasil melesakkan 3 gol, sehingga Wanajaya FC keluar sebagai juara pertama dan Cirateun FC juara kedua, disusul Dayeuhluhur Angel menjadi juara ketiga.</p>
<p>Pertandingan final sepak bola putri Pepsi Cup III 2025 juga dihadiri oleh Kapolsek Dayeuhluhur, AKP Suwito, S.H, Babinsa Matenggeng dan perwakilan dari Koramil Dayeuhluhur dan Kepala Desa Matenggeng, Karsan, S.IP.</p>
<p>Kapolsek Dayeuhluhur, AKP Suwito, S.H, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada para pemain dan juga penonton yang hadir di lapangan Karya Bakti untuk menjaga sportivitas.</p>
<p>&#8220;Turnamen ini tidak hanya soal pertandingan, tapi bagaimana kita dapat mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan. Kami dari Polsek Dayeuhluhur akan terus hadir untuk memastikan pertandingan berjalan aman dan kondusif serta untuk para pemain, wasit dan penonton kami harap untuk menjaga sportivitas,&#8221; ujar Kapolsek Dayeuhluhur.</p>
<p>Kepala Desa Matenggeng Karsan, S.IP, selepas pertandingan menyampaikan ucapan terima kasih dan bersyukur bahwasanya pertandingan sepak bola putri ini berlangsung aman dan damai serta lancar.</p>
<p>&#8220;Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi mengikuti kegiatan ini, tim wasit serta kepada penonton yang telah memenuhi stadion Karya Bakti ini dengan tetap aman dan dan dami. Semoga kegiatan semacam ini kedepannya lebih baik lagi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ketua Panitia Acara, Adi Purnomo mengungkapkan rasa syukur atas tersenggalaranya acara ini hingga selesai, dia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirim undangan kepada 16 tim, namun dari ke-16 tim yang diundang itu hanya 6 tim yang dapat berpartisipasi.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kami dari Panitia turnamen sepak bola Pemuda Pemudi Sikluk (Pepsi) Cup III telah mengirimkan undangan kepada 16 tim, namun yang bisa berpartisipasi hanya 6 tim,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kendati hanya diikuti 6 tim, Adi mengatakan tetap membuat turnamen sepak bola putri ini meriah dan menarik.</p>
<p>&#8220;Karena hanya diikuti 6 tim, dan agar pertandingan semakim menarik lagi maka kami buat sistem 2-leg atau kandang tandang. Dan Alhamdulillah dari sistem pula pertandingan menjadi semakin lama meski diikuti sedikit tim dan menjadi menarik,&#8221; kata Adi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/08/24/Kepala-Desa-Matenggeng-Serahkan-Tropi-Piala-Juara-Bola-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kepala Desa Matenggeng Serahkan Tropi Piala Juara 1 Sepak Bola Putri]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/08/24/Kepala-Desa-Matenggeng-Serahkan-Tropi-Piala-Juara-Bola-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kepala Desa Matenggeng Serahkan Tropi Piala Juara 1 Sepak Bola Putri]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
