<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Budaya &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 19:57:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Budaya &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Satu Dasawarsa Tradisi Bobok Bumbung di Desa Pesanggrahan Kroya Cilacap Berlangsung Meriah</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-89774/satu-dasawarsa-tradisi-bobok-bumbung-di-desa-pesanggrahan-kroya-cilacap-berlangsung-meriah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 15:48:18 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kroya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-89774/satu-dasawarsa-tradisi-bobok-bumbung-di-desa-pesanggrahan-kroya-cilacap-berlangsung-meriah</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; edisi Selasa, 21 April 2026, Desa Pesanggrahan kembali menunjukkan kebersamaannya dalam menyelesaikan tanggung jawab Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lewat tradisi &#8220;Bobok Bumbung&#8221;.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; <strong>edisi Selasa, 21 April 2026</strong>, Desa Pesanggrahan kembali menunjukkan kebersamaannya dalam menyelesaikan tanggung jawab Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lewat tradisi &#8220;Bobok Bumbung&#8221;.</p>
<p>Menginjak tahun kesepuluh atau satu dasawarsa, semangat masyarakat masih terlihat jelas dalam acara Dasawarsa Bobok Bumbung 2026 yang diadakan pada Sabtu, 18 April 2026 siang di Desa Wisata Kampung Prapen Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Tahun ini terasa sangat spesial karena tradisi menabung untuk PBB menggunakan potongan bambu ini telah mencapai satu dekade.</p>
<p>Bobok Bumbung yang dimulai sejak 2015 adalah cara masyarakat menabung uang pajak dengan menggunakan bumbung, sebagai bentuk pelestarian cara menabung tradisional yang dikemas dalam budaya lokal.</p>
<p>Ketika perayaan berlangsung, bumbung-bumbung tersebut diarak dengan melibatkan 12 Jolen dari setiap RT.</p>
<p>Selanjutnya, bumbung yang sudah diarak menjadi simbol dalam sebuah pertunjukan sendratari berjudul “Nyi Endang Laras”, yang menggambarkan upaya masyarakat mengumpulkan uang untuk memenuhi kewajiban pajak.</p>
<p>Pada acara itu, bumbung diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Pesanggrahan, lalu diteruskan kepada Plt Bupati Cilacap untuk “dibobok” atau dibongkar sebagai tanda pelunasan pajak oleh warga.</p>
<p>Menurut Sarjo, Kepala Desa Pesanggrahan, Bobok Bumbung bukan sekadar tradisi. Di akhir masa jabatannya selama 20 tahun, ia menyaksikan tradisi ini berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan budaya yang sangat berarti.</p>
<p>“Sejujurnya, saya merasa terharu melihat antusiasme masyarakat. Tradisi ini tentu tidak akan berjalan selama 10 tahun jika hanya saya yang berkontribusi, semua ini berkat kerja sama masyarakat. Saya berharap kepada generasi selanjutnya di Pesanggrahan, siapapun yang menjabat sebagai kepala desa, harus tetap mempertahankan visi dan misi untuk menjaga tradisi ini,” ungkap Sarjo.</p>
<p>Desa Pesanggrahan memiliki luas 154 hektar yang dibagi menjadi 2 dusun, 12 RT, dan 4 RW, dengan total penduduk sebanyak 4.194 orang dari 1.380 kepala keluarga. Pada tahun 2026, Baku PBB untuk Desa Pesanggrahan mencapai Rp 255.682.863,- dengan jumlah SPPT sebanyak 2.267 lembar.</p>
<p>“Sesua dengan kesepakatan dan tradisi, pembayaran PBB dilaksanakan dengan cara menabung di dalam bambu. Kemarin baru saja dibuka, dan acara hari ini adalah simbol pelaksanaannya. Alhamdulillah, Desa Pesanggrahan sudah lunas,” kata Sarjo sambil disambut tepuk tangan warga.</p>
<p>Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, yang hadir secara langsung tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. Bagi dirinya, Pesanggrahan bukan hanya desa yang taat pajak, melainkan juga desa yang memiliki kehormatan.</p>
<p>“Desa Pesanggrahan merupakan juara kedua tercepat di Kabupaten Cilacap dalam melunasi PBB pada tahun 2026. Ini sangat luar biasa. Tugas saya sekarang adalah memastikan setiap rupiah pajak yang diterima dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk perbaikan jalan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Semakin tertib masyarakat dalam membayar pajak, berarti semakin besar tanggung jawab dan amanah kami sebagai pemerintah,” tegas Mbak Ammy.</p>
<p>Kemeriahan Dasawarsa Bobok Bumbung berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat (17/4/2026) dengan lomba mewarnai, penampilan tari, hingga Pentas Cowong di malamnya.</p>
<p>Acara puncak diadakan hari ini dengan prosesi Bobok Bumbung dan tari kolosal Jalungmas yang melibatkan 80 penari, yang akan diakhiri dengan acara Fun Run 5K dan pentas Ebeg pada hari Minggu (19/4/2026). (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/21/1000714464.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Satu Dasawarsa Tradisi Bobok Bumbung di Desa Pesanggrahan Kroya Cilacap Berlangsung Meriah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/21/1000714464-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Satu Dasawarsa Tradisi Bobok Bumbung di Desa Pesanggrahan Kroya Cilacap Berlangsung Meriah]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik yang Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 01:28:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).</p>
<p>Situs megalitik yang <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">digambarkan &#8216;Situs Sebesar Gunung&#8217; dan terbesar di Jawa Tengah</a> ini dengan keistimewaan dan keunikannya yang dimiliki, ternyata Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda.</p>
<p>Gunung Soebang (Gunung Subang) pertama kali dicatat oleh orang Belanda pada tahun 1806. Hal itu ditemukan berdasarkan buku berjudul<a href="https://books.google.co.id/books?id=A5RUAAAAcAAJ&amp;pg=PP7&amp;hl=id&amp;source=gbs_selected_pages&amp;cad=1#v=onepage&amp;q=Gunung%20Soebang%20(1856)%20%E2%86%92%20Tijdschrift%20voor%20Indische%20Taal-%2C%20Land-%20en%20Volkenkunde%20&amp;f=false"> &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;</a>.</p>
<p>Dalam buku sang penulis melaporkan bahwa puncak &#8216;Soebang Daja Louhour&#8217; terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta tonil pemujaan atau aktivitas pertapaan.</p>
<p>Penulis buku adalah G. A. de Lange dan Dr. van Limburg Brouwer, tidak secara eksplisit menyebutkan nama situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217;, walau demikan mereka menggambarkan secara umum apa yang diketahuinya berdasarkan survei waktu itu, peninjauan langsung atas potensi pegunungan di wilayah Dayaluhur-Galuh–Kuningan–Cirebon.</p>
<p>Maka jika literasi tersebut dikaji lebih dalam, menurut ahli bahasa, ada dua hal yang menjadi kunci untuk memahaminya yakni catatan yang tersurat dan pengertian yang tersirat. Dua kunci tersebut sebagai data utama dalam ilmu pembuktian sejarah.</p>
<p>Dalam manuskrip buku berjudul &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;. Sang penulis melaporkan bahwa &#8216;puncak Soebang Daja Louhour&#8217; (Gunung Subang Dayeuhluhur) terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta aktivitas pertapaan&#8217;.</p>
<p>Maka jika diserap, dipahami dan disimpulkan, berdasarkan literasi naskah kuno Eropa berbahasa belanda tersebut menyiratkan informasi bahwa <a href="https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental">situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang berada di puncak Gunung Subang Dayeuhluhur</a> terdiri dari beberapa teras bertingkat (pengertiannya yakni punden berundak), dan memiliki makam keramat (pengertiannya bumi pesarean), serta aktivitas pertapaan (mandala).</p>
<p>Dalam berbagai naskah kuno Eropa, terutama dari era penjelajahan dan kolonialisme awal, memang diakui mereka banyak melakukan eksplorasi terkait potensi kekayaan alam, kebudayaan Nusantara yang berkembang saat itu, lalu mereka merekam dalam cataan-catatan, menuliskan dalam bahasa mereka, dan bahkan mendokumentasikannya.</p>
<p>Dalam dokumentasi yang kemudian disebut manuskrip maupun buku, yang memuat data kumpulan informasi, biasanya berfokus pada pos-pos perdagangan, kerajaan-kerajaan besar, atau sumber daya alam di berbagai wilayah dan budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Adapun hasil penjelajahan apa yang mereka gali atas wilayah-wilayah di Nusantara, terantologi baik dalam bentuk kumpulan maupun laporan-laporan, yang disebut manuskrip atau buku. Maka manuskrip adalah produk budaya mereka yang hasilnya masih dapat kita pelajari saat ini, melalui arsip yang ditinggalkannya itulah kita mengetahui betapa peradaban kita di masa lalu begitu unggul dan tinggi.</p>
<p>Namun demikian walau tidak secara spesifik, dan detail, apalagi terperinci untuk menuliskan situs-situs peninggalan purbakala, secara tersirat melalui catatan-catatan mereka menginformasikan muatan potensi yang ada dalam suatu wilayah dengan gambaran umumnya saja.</p>
<p>Apalagi situs megalitik yang berada di ketinggian gunung dan pedalaman seperti &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Daja Loehoeur, sepertinya di luar konteks mereka yang lebih luas.</p>
<p>Banyak yang menganggap bahwa situs megalitik sebagai warisan budaya yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa, serta peradaban masa lalu, yang bernilai bagi kepentingan sejarah dan pendidikan, yang lebih sering didokumentasikan dan dikaji ke dalam konteks arkeologi dan sejarah lokal Indonesia, baik melalui penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog baik kedinasan maupun lembaga pendidikan, dari kajian ilmiah para akademisi seperti yang tercatat dalam berbagai jurnal dan repositori budaya nasional.</p>
<p>Namun hal terkait situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Gunung Subang wilayah Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap ini setelah berselancar ke mana-mana, redaksi <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> tidak menemukannya.</p>
<p>Walhasil redaksi mendapatkan informasi secara langsung dari masyarakat setempat, masyarakat yang disebut &#8216;Dayaluhur&#8217; yang betapa kuat dan secara ketat menjaga nilai tradisi budayanya, mereka secara turun menurun mewarisi budaya e-book.</p>
<p>E-book yang menandaskan pesan ingatan bahwa apa kata nenek moyang adalah ilmu yang bernilai bagi pendidikan dan sejarah, dan yang harus dipercayai. Mereka menjaga nilai kepercayaan itu ke dalam laku hidup mereka sehari-hari, bahwa tradisi budaya tutur dan lisan menjadi karakter khas masyarakat budaya Dayeuhluhur ini.</p>
<p>Sementara itu, Situs megalitik Gunung Padang Cianjur dilaporkan pada tahun 1914. Situs ini ditulis oleh N. J. Krom, arkeolog dari Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda), dalam laporan resminya tentang peninggalan purbakala di Jawa.</p>
<p>Dalam literatur ilmiah Eropa sebagaimana tersebut di atas, maka ada rentang waktu yang cukup jauh yakni satu abad kemudian, setelah Situs Megalitik Gunung Subang Daja Louhour (1806) atau situs Mandala Mata Bumi terlaporkan.</p>
<p>Jadi, dalam arsip kolonial, Gunung Soebang tercatat lebih lebih awal dari pada Gunung Padang (1914) sebagaimana dikemukakan oleh manuskrip berjudul &#8216;Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië&#8217;</p>
<p>Catatan redaksi kali ini berikhtiar menggali informasi dan data yang kaitannya Situs Purbakala Gunung Subang dengan Manuskrip Belanda, Meskipun detail spesifik mengenainya masih jarang dan samar ditemukan, tapi narasi utama menunjukkan bahwa keberadaan situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang sebelumnya tersembunyi atau kurang dikenal oleh publik, memungkinkan akan terbuka dengan anggapan bahwa sejarah itu berlangsung secara dinamis.</p>
<p>Maka sebelum akhirnya ditemukan dan diteliti lebih dalam dan secara formal. Penemuan ini membuka kembali diskusi tentang keberadaan situs-situs megalitik yang tersembunyi sebagai perhatian penting bagi entitas warisan budaya dan identitas peradaban bangsa, dan umat manusia yang selama ini luput dari perhatian. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="976">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Wujud Rasa Syukur, Warga Karang Delima Banyumas Gelar Acara Budaya Sedekah Bumi</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-59578/wujud-rasa-syukur-warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 15:57:17 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pekuncen]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-59578/wujud-rasa-syukur-warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; sebagai wujud wasa syukur, warga Karang Delima Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menggelar acara budaya sedekah bumi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUMAS</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; sebagai wujud wasa syukur, warga Karang Delima Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menggelar acara budaya sedekah bumi.</p>
<p>Terlihat dalam kegiatan ini sejumlah warga Dusun Karang Delima Desa Petahunan Kecamatan Pekuncen terlihat sibuk. Mereka saling bergotong royong bersama warga di dusun yang terletak di perbukitan Kabupaten Banyumas bagian barat.</p>
<p>Kegitan nguri-nguri budaya dan warisan leluhur tersebut adalah untuk melestarikan tradisi Sedekah Bumi dan acara dilaksanakan pada Senin, 27 Mei 2024 pagi.</p>
<p>Tradisi ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan warga di Bulan Apit atau Dzulqo’dah, bulan di antara dua lebaran Syawal dan Idul Adha.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi tradisi rutin warga, sebagai wujud ungkapan syukur dan terimakasih kepada bumi yang telah menjadi tempat hidup, makan minum, bertani, buang air, mandi dan lainnya.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tradisi sedekah bumi para sesepuh dan tokoh adat setempat, anggota Babinsa dan Babinkamtibmas, perwakilan perangkat desa, dan para warga setempat. Sejak pagi puluhan warga sangat antusian untuk melaksanakan arak-arakan gunungan hasil bumi.</p>
<p>Kepala RW 4, Sultonik mengatakan, tradisi ini merupakan tradisi yang digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa Syukur</p>
<p>“jadi kegiatan sedekah bumi ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya dibulan apit, dan hajatnya untuk berbakti atas rasa Syukur kepada Allah SWT.” Katanya kepada (redaksi).</p>
<p>Selain itu, dilaksanakan juga upacara pemotongan kambing sebagai sesaji.
“setelah rombongan arak-arakan gunungan sampai balai RW, dilanjut dengan kegiatan pemotongan kambing yang dipimpin oleh bapak Taris.” imbuhnya.</p>
<p>Kegiatan lainnya guna memeriahkan sedekah bumi ini diantaranya lengger, tongprek, drumband dan gendingan</p>
<p>Para warga khususnya lelaki terlihat memakai kopiah dan iket kepala. Puncak acara sedekah bumi adalah makan bersama yang diawali dengan membaca tahlil dan doa selamat untuk bumi seisinya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/27/warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="741">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[warga karang delima banyumas gelar acara budaya sedekah bumi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/05/27/warga-karang-delima-banyumas-gelar-acara-budaya-sedekah-bumi-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[warga karang delima banyumas gelar acara budaya sedekah bumi]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dukung Gelaran Gempita Kriya dan Ubud Eatery Festival, Kontribusi Bank BJB Dongkrak Budaya Nusantara</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-56726/dukung-gelaran-gempita-kriya-dan-ubud-eatery-festival-kontribusi-bank-bjb-dongkrak-budaya-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 09:42:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bank BJB]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-56726/dukung-gelaran-gempita-kriya-dan-ubud-eatery-festival-kontribusi-bank-bjb-dongkrak-budaya-nusantara</guid>

					<description><![CDATA[BALI,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Bank bjb mendukung penuh kegiatan Gempita Kriya dan Ubud Eatery Festival yang digelar Puri Ubud, Bali pada 17-19 November 2023. Kegiatan tersebut merupakan pertunjukan budaya yang memadukan fashion dan atraksi kesenian nusantara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BALI</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bank bjb mendukung penuh kegiatan Gempita Kriya dan Ubud Eatery Festival yang digelar Puri Ubud, Bali pada 17-19 November 2023. Kegiatan tersebut merupakan pertunjukan budaya yang memadukan fashion dan atraksi kesenian nusantara.</p>
<p>Pada gelaran tersebut bank bjb berkolaborasi dengan Ubud Fashion Week by Ubud &#038; Beyond dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Bali. </p>
<p>Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank bjb Widi Hartoto mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan pada masyarakat lokal dan internasional yang berkunjung ke Ubud. </p>
<p>&#8220;Melalui hasil guratan sentuhan daya seni seorang Happy Salma bersama tim nya, kegiatan ini sebagai sarana promosi untuk melestarikan kebudayaan kita. Tidak hanya untuk masyarakat tapi juga untuk wisatawan dari mancanegara yang berkunjung ke Ubud,&#8221; ujar Widi, Kamis (17/11/2023).</p>
<p>Widi menyampaikan, bersamaan dengan ajang tersebut masyarakat yang berkunjung ke Ubud dapat berbelanja berbagai kuliner khas Nusantara. Mengingat pihaknya menggandeng UMKM untuk turut memeriahkan Gempita Kriya dan Ubud Eatery Festival di Puri Ubud.</p>
<p>&#8220;Jadi sambil menikmati hiburan musik oleh seniman dan musisi Bali dalam kegiatan Ubud Eatery Festival, masyarakat juga dapat mengunjungi tenant dari teman-teman UMKM yang menjajakan kuliner Nusantara,&#8221; katanya. </p>
<p>Menurutnya, dalam kegiatan ini bank bjb dan Bank Indonesia KPw Bali memiliki semangat besar dalam meningkatkan literasi serta transaksi digital pada masyarakat dan UMKM.</p>
<p>&#8220;Sehingga di zaman digital ini dapat terbiasa untuk bertransaksi secara cashless,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/17/img_1700213861647.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Gelaran Ubud Eatery Festival dan Gempita Kriya di Bali]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/17/img_1700213861647-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Gelaran Ubud Eatery Festival dan Gempita Kriya di Bali]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pemdes Panimbang Fasilitasi Desa Tanggap Pemajuan Kebudayaan Berkesinambungan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-56708/fasilitasi-desa-tanggap-pemajuan-kebudayaan-berkesinambungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2023 15:57:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cimanggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-56708/fasilitasi-desa-tanggap-pemajuan-kebudayaan-berkesinambungan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah Desa Panimbang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap menyelenggarakan kegiatan bertajuk pembentukan Lembaga Adat yang merupakan bagian dari Fasilitasi Desa Tanggap Pemajuan Kebudayaan Berkesinambungan bertempat di balai Desa Panimbang. Jalan Raya Nasional Cimanggu pada Rabu, (15/11/2023).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah Desa Panimbang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap menyelenggarakan kegiatan bertajuk pembentukan Lembaga Adat yang merupakan bagian dari Fasilitasi Desa Tanggap Pemajuan Kebudayaan Berkesinambungan bertempat di balai Desa Panimbang. Jalan Raya Nasional Cimanggu pada Rabu, (15/11/2023).</p>
<p>Kepala Desa (Kades) Panimbang Jatmiko dalam sambutannya menyatakan pembentukan Lembaga Adat di desanya merupakan upaya Pemerintah Desa dalam rangka pemajuan kebudayaan Desa yang akan berlangsung secara berkesinambungan.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Desa (Pemdes) Panimbang merupakan salah satu dari 15 Desa yang berada di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap berupaya memajukan budaya desa dengan fasilitasi tanggap budaya melalui pembentukan lembaga adat desa ini.&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya dalam membangun desa tanpa dasar adat istiadat setempat, tanpa memberdayakan masyarakat setempat tidak akan terwujud.</p>
<p>&#8220;Jikapun terwujud itu hasilnya tidak akan baik. Oleh karenanya adanya lembaga adat desa kami sangat perlu dan butuhkan.&#8221; Akunya.</p>
<p>Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Kecamatan Cimanggu Anwar dalam sambutannya menyampaikan dukungan, apresiasi positiv pada pembentukan lembaga adat desa. Menurutnya hal itu sangat penting bagi desa sebab ketika ada masalah kemasyarakatan di lingkungan, Desa dengan kearifan lokalnya mampu mengfasilitasi, menjembatani bahkan mengatasinya dengan arif dan bijak, sebagaimana hukum adat setempat.</p>
<p>&#8220;Jadi harapan kita keberadaan Lembaga Adat Desa menjadi pengayom kehidupan bermasyarakat di lingkungan bapak-ibu.&#8221; terangnya dihadapan puluhan peserta fasilitasi tanggap budaya desa.</p>
<p>&#8220;Dengan kegiatan fasililitasi ini, bapak-ibu, tenaga budaya desa akan tumbuh pengetahuannya, kesadarannya, dan akan meningkat kreatifitasnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Fasilitasi tanggap budaya jadikan sebagai bekal ilmu tambahan, yang beri keluasan wawasan, dan menjadi harapan tenaga budaya Desa Panimbang akan lebih mampu memanfaatkan asset berupa aneka sumber daya desa dengan mengarusutamakan kebudayaan untuk membangun desa yang inklusif, berkelanjutan dan tetap berakar pada nilai adat budaya lokal Desanya.&#8221; pungkasnya</p>
<p>Sementara itu, Aktivis Penggiat Budaya Nusantara Gus IHA dalam kesempatan itu sebagai salah satu Narasumber dan fasilitator peningkatan kapasitas bagi tenaga budaya Desa Panimbang mengatakan bahwa upaya pemajuan kebudayaan di Desa selaras dengan amanat Undang – Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) dan juga diperteguhkan dengan amanat Undang &#8211; Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p>&#8220;Upaya pemajuan kebudayaan di Desa Panimbang selaras dengan amanat Undang – Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 tahun 2017, dan amanat UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa).&#8221;</p>
<p>Dikatakan Pasal (4) UU Desa menegaskan bahwa salah satu tujuan pengaturan Desa adalah melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat Desa. Untuk itu, upaya pemajuan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari peran aktif pemerintahan Desa dan masyarakat Desa&#8221;, katanya.</p>
<img fetchpriority="high" decoding="async" title="Pegiat Budaya, Imam Hamidi Antassalam di Pendopo Desa Panimbang, Cimanggu" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/15/img_1700064391486-320x180.jpg" alt="Pegiat Budaya, Imam Hamidi Antassalam di Pendopo Desa Panimbang, Cimanggu" width="320" height="180" class="size-large" /><p class="image-caption">Pegiat Budaya, Imam Hamidi Antassalam di Pendopo Desa Panimbang, Cimanggu</p>
<p>Lebih lanjut, Ia menjelaskan, keberadaan ekosistem budaya di Desa terus mendapat tantangan yang tidak mudah. Perkembangan teknologi informasi yang membawa serta nilai – nilai budaya baru terkadang tidak sepenuhnya sesuai dengan kehidupan masyarakat Desa, bahkan turut menggerus ekosistem kebudayaan di Desa.</p>
<p>&#8220;Dari sini penting untuk dipahami bersama bahwa kebudayaan Desa merupakan jantung dari kebudayaan nasional.&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, selain sejalan dengan amanat UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, UU Desa, kebijakan Desa Tanggap Budaya juga ditetapkan dalam Permendesa No 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan &#038; Pemberdayaan Masyarakat Desa yang menempatkan SDG’s Desa sebagai arah kebijakan pembangunan dan pemberdayaan Desa, khususnya SDG’s ke – 18, yaitu Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.</p>
<p>Secara khusus, lanjutnya, &#8220;Permendesa No 21 Tahun 2020 menempatkan SDG’s Desa sebagai arah kebijakan pembangunan dan pemberdayaan Desa, khususnya SDG’s ke – 18, yaitu Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. Lebih lanjut, Permendesa tersebut menegaskan penguatan budaya Desa adaptif dilakukan melalui beberapa cara antara lain adalah pengembangan modal sosial budaya desa dan perdesaan, pemajuan kebudayaan Desa, pemberdayaan masyarakat berbasis adat dan budaya, dan peningkatan peran Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa&#8221;, jelas dalam paparannya.</p>
<img decoding="async" title="Desa Panimbang dalam Catatan Sejarah Tjilatjap" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/15/IMG-20231115-WA0025-320x180.jpg" alt="Desa Panimbang dalam Catatan Sejarah Tjilatjap" width="320" height="180" class="size-large" /><p class="image-caption">Desa Panimbang dalam Catatan Sejarah Tjilatjap</p>
<p>Sebelumnya senada dengan itu, Camat Cimanggu dalam hal ini disampaikan oleh Kasatpol Pamong Praja Maryono memaparkan, arah kebijakan pemerintah dalam rangka pemajuan kebudayaan perlu dibangun dari unit pemerintahan terkecil, yaitu Desa sebagai jantung kebudayaan nasional. </p>
<p>Sebab, nilai &#8211; nilai kebudayaan yang ada di Indonesia berakar dari desa – desa dan diwariskan secara turun – temurun dari generasi pendahulu ke generasi penerus. </p>
<p>Untuk itu, lanjutnya, Desa sebagai pelaku utama pemajuan kebudayaan dapat berperan strategis dalam upaya pemajuan kebudayaan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Arah kebijakan pemajuan kebudayaan perlu dibangun dari unit pemerintahan terkecil, yaitu Desa sebagai jantung kebudayaan nasional. Sebab, nilai &#8211; nilai kebudayaan yang ada di Indonesia berakar dari desa – desa dan diwariskan secara turun – temurun dari generasi pendahulu ke generasi penerus.</p>
<p>Untuk itu, Desa sebagai pelaku utama pemajuan kebudayaan dapat berperan strategis dalam upaya pemajuan kebudayaan di Indonesia&#8221;, jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut juga hadir sebagai narasumber penguat seperri dari Aktivis Penggiat Budaya Dayeuhluhur Ceceng Rusmana alias Ki Lambang Wijaya Kusuma, Kasatkoramil Cimanggu Wahyulianto, dan tokoh-tokoh masyarakat dari Genteng Wetan, Genteng Kulon, Cikadu dan Cikondang sebagai perwakilan dari empat dusun Desa Panimbang.</p>
<p>Disimpulkan bahwa Lembaga Adat Desa memegang peranan sentral dalam pelaksanaan ritual adat. di sisi lain Lembaga Adat Desa sebagai laboratorium hidup kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan alam, lingkunan desa dan mengupayakan kedaulatan pangan.</p>
<p>Desa Panimbang dalam lintasan sejarah dan waktu telah melestarikan bahasa lokal serta tata cara dan sarana-prasarana adat. Tradisi sastra lisan pun masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.</p>
<p>Diketahui Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap ini yang pada masa lalu menjadi kawasan elite orang-orang linuwih, orang yang mampu dan bisa memberi nasehat (pertimbangan) yang baik. Hal ini dikuatkan berdasar manuskrip, naskah kuna di masa Belanda oleh karenannya disebut Panimbang.</p>
<p>Disamping itu juga masih mempertahankan kebudayaan khas masyarakat yakni memiliki dua suku dengan kultur berbeda. </p>
<p>Dan menjadikan unsur kebudayaan tersebut seperti Jawa dan Sunda sebagai ikatan yang menyatukan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/15/img_1700063755960.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[pembentukan Lembaga Adat di Desa Panimbang Cimanggu Cilacap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/11/15/img_1700063755960-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[pembentukan Lembaga Adat di Desa Panimbang Cimanggu Cilacap]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Keunikan Tradisi Syuroan di Cigintung Wanareja Cilacap</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-32084/keunikan-tradisi-syuroan-di-cigintung-wanareja-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bayu Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2020 17:20:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanareja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-32084/keunikan-tradisi-syuroan-di-cigintung-wanareja-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Ada yang unik di sebuah dusun di Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (jateng). Jum&#8217;at, 11 September 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ada yang unik di sebuah dusun di Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (jateng). Jum&#8217;at, 11 September 2020.</p>
<p>Terlihat dari kejauhan ketika kaki melintas di dusun bernama Cigintung, Desa Adimulya. Tampak banyak masyarakat sedang berkumpul.</p>
<p>Rupanya, acara tersebut adalah acara Tasyakuran dan juga peresmian jalan yang baru dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Adimulya.</p>
<p>Acara tersebut digelar sesuai protokoler, yakni dengan penyemprotan disinfektan.</p>
<p>Turut serta hadir dalam kegiatan tersebut, segenap unsur dari Pemerintah Kecamatan Wanareja, Pol PP Polsek Wanareja, Kades Adimulya.</p>
<p>Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat, Kiai Daldiri ketika dimintai keterangan, ia mengatakan bahwa acara tersebut adalah acara syukuran atas persemian jalan.</p>
<p>&#8220;Kebetulan persemian jalan ini, juga bertepatan dengan bulan syuro, sehingga acara tasyakuran ini digelar dan juga dengan pembagian berkat untuk masyarakat dengan wadah yang terbuat dari bambu.&#8221; Ucap Kiai Daldiri.</p>
<p>Ia menjelaskan, bahwa wadah terbuat dari bambu itu sebagai bentuk nguri-nguri budaya leluhur (merawat tradisi atau warisan leluhur).</p>
<p>Selain daripada itu, wadah yang terbuat dari bambu tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar bisa memanfaatkan alam, salahsatunya yakni sebagai sumber ekonomi.</p>
<p>&#8220;Masyarakat terkini, sudah banyak yang beralih dari bambu ke plastik, oleh sebab itu dengan adanya hal seperti ini, nantinya dapat membantu perekonomian para pengrajin bambu.&#8221; Jelasnya.</p>
<p>Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Adimulya, Masdin mengatakan, bahwa jalan yang telah rampung di aspal itu, yakni sepanjang 570 meter.</p>
<p>Adapun, masih kata dia, pengerjaan itu memakan waktu selama 8 hari. &#8220;Dengan telah rampungnya jalan ini, maka kami dari Pemdes Adimulya dengan menggandeng masyarakat setempat, menggelar acara syukuran.&#8221; Kata Masdin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/IMG-20200911-WA0002.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1040"
				height="480">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tradisi Bobok Bumbung di Wanareja]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/IMG-20200911-WA0002-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tradisi Bobok Bumbung di Wanareja]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Video: Tasyakuran Bumi di Karangjengkol Kesugihan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-15828/video-tasyakuran-bumi-di-karangjengkol-kesugihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2019 13:44:34 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesugihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-15828/video-tasyakuran-bumi-di-karangjengkol-kesugihan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Ribuan Warga Karangjengkol Kesugihan terlihat guyub rukun pada acara tasyakuran bumi yang diselenggarakan jum&#8217;at (12/7/2019).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ribuan Warga Karangjengkol Kesugihan terlihat guyub rukun pada acara tasyakuran bumi yang diselenggarakan jum&#8217;at (12/7/2019).</p>
<p>Acara tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah S.W.T. Dan ditunjukan oleh masyarakat atas rizqi dari hasil bumi yang diberikan oleh-Nya.</p>
<p>Acara ini adalah acara rutinan yang diadakan setiap 1 tahun sekali.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
