<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Berita Jawa Tengah &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/berita-jawa-tengah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 06:11:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Berita Jawa Tengah &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Membangun Indonesia Dari Desa, Catatan Hadenas 2026</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 23:16:33 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.<br>
Meneguhkan Kembali Undang Undang Desa<br>
Kegiatan peringatan Hadenas ini merupakan peristiwa penting yang menegaskan pengakuan serta kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.
Meneguhkan Kembali Undang Undang Desa</strong>
Kegiatan peringatan Hadenas ini merupakan peristiwa penting yang menegaskan pengakuan serta kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>Maka tanggal penetapan UU Desa yakni 15 Januari diambil sebagai Hari Desa Nasional (Hadenas), dan secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) momor 23 tahun 2014, berlaku sejak Keppres ditandatangani, pada tanggal 31 Juli 2024,</p>
<p>Oleh karenanya Hadenas adalah momen penting peringatan atas peristiwa sejarah yang menyimpan makna besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia.
Antusiasme Peserta HADENAS 2026</strong>
Kamis pagi, 15 Januari 2026, yang dalam penanggalan Jawa sebagai bulan kapitu yang biasanya hari dikerapi dengan hujan, kali ini rupanya alam semesta merestui, cuaca terlihat temaran, bersahabat seraya turut serta merestui pertemuan para pelayan desa seliruh Indonesia.</p>
<p>Dari lokasi kegiatan yang berlangsung, kami menyaksikan langsung antusiasme dari ribuan peserta yang hadir, dari beragam kalangan terpantau, dan terlihat dari pakaian yang mereka kenakan.</p>
<p>Pakaian batik menunjukkan pakaian kedinasan mereka, mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan bahkan punggawa Pemerintahan Desa mulai dari kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa.</p>
<p>Pakaian putih-putih biru yang menunjukkan seragam dari para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD). Adapun lainnya merupakan tamu undangan dengan pakaian kebesaran serta adat mereka, hingga bejibun banyak masyarakat yang hadir dengan wajah-wajah bersahaja dan penuh harap.
Desa menjadi Pusat Perhatian</strong>
Rasa haru-biru mereka terlihat seperti wajah langit saat itu, sulit disembunyikan. Oleh sebab karena selama ini desa kerap dipandang sebagai pelengkap, namun pada kesempatan ini, pada peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas), Desa menjadi pusat perhatian. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berkumpul bersama rakyat desa, merayakan Hari Desa Nasional dengan kesederhanaan namun sarat makna.</p>
<p>Hadenas merupakan ikhtiar negara untuk memaksimalkan potensi desa sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, demikian Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengemukakan, khususnya cita ke-6: membangun dari desa dan dari bawah.</p>
<p>&#8220;Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama. Kerangka ekonomi dan kebudayaan desa diarahkan menuju keadilan dan kesejahteraan yang merata di seluruh nusantara,&#8221;</p>
<p>&#8220;Di sinilah optimisme itu tumbuh-bahwa desa ke depan akan menjadi tulang punggung negara, menjadi masa depan bagi warga masyarakatnya, dan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.&#8221; Terangnya Mendes Yandri Susanto dalam pidato Hadenas 2026, Kamis (15/1).
Apresiasi dan Harapan</strong>
Beragam rangkaian acara Hadenas 2026 digelar guna memberi ruang apresiasi, dan harapan. Penghargaan Hari Desa Nasional 2026 diberikan kepada desa-desa berprestasi dari berbagai kategori. Di samping itu juga kepada program-program berbasis desa dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.</p>
<p>Demikian apresiasi sebagai nilai bahwa penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan pengakuan bahwa kerja sunyi di desa akhirnya terlihat dan dihargai. Walau hingga kini penghargaan belumlah sampai kepada pendamping desa (TPP) yang selama ini memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada desa dalam penyelenggaraan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat desa.
Deklarasi Boyolali</strong>
Peringatan Hadenas 2026 jadi momen Penandatanganan Deklarasi Boyolali sebagai simbol komitmen bersama: bahwa pembangunan desa harus terus diperkuat, dijaga keberlanjutannya, dan dikerjakan dengan hati.</p>
<p>Ada rasa bahagia yang menyelinap, namun juga terselip kesedihan. Bahagia karena desa kini mendapat tempat terhormat. Sedih karena kita tahu, pengabdian desa tidaklah mudah. Banyak kepala desa dan perangkat desa yang bekerja dalam keterbatasan, menghadapi kritik, tekanan, bahkan salah paham. Namun Hari Desa Nasional 2026 menjadi penguat batin-bahwa pengabdian ini tidak sia-sia. Bahwa ketika desa bersatu, Indonesia akan tumbuh dengan kokoh.
Kolaborasi Semua Pihak</strong>
Acara di Indrakilo Lapangan Butuh, Mojosongo, Boyolali ini menandai kick-off Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 yang diprakarsai oleh kepala desa se-Jawa Tengah, asosiasi desa se-Indonesia, OPD, Forkopimda, Ketua PKK, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Jawa Tengah, hingga jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.</p>
<p>Kolaborasi itu tentunya juga dengan berbagai pihak, termasuk jajaran pers dan media, menjadikan Hari Desa Nasional (Hadenas) bukan hanya perayaan tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan membangun Indonesia dari desa.</p>
<p>Semoga semangat Hadenas (Hari Desa Nasional) 2026 menjadi gema kebangkitan pembangunan desa ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, tentunya dengan semangat visi yang sama dibuktikan di daerah masing-masing.</p>
<p>Dari desa, kita belajar ketulusan. Dari desa, kita merawat persatuan. Dan dari desa pula, masa depan Indonesia sedang kita bangun-bersama, dengan harapan yang tak pernah padam.
Salam MERDESA. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>TACB Cilacap Menilai Gamelan Batu Salebu Warisan Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 16:06:41 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)</p>
<p>&#8220;Gamelan batu Salebu adalah satu-satunya yang ditemukan di Wilayah Cilacap. Sebagai warisan kearifan lokal budaya masyarakat Desa Salebu, maka perlunya upaya pelestarian, sekaligus perlindungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini, kedepan TACB Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beserta instansi yang terkait akan mendorong untuk ditetapkan sebagai Peringkat Kabupaten,&#8221; akunya usai melakukan identifikasi awal dan kunjungan lokasi temuan.</p>
<p>Status tersebut diperlukan untuk memastikan adanya perlindungan hukum dan upaya konservasi yang komprehensif terhadap warisan budaya masyarakat Salebu tersebut.</p>
<p>Adapun <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan">identifikasi Gamelan Batu Salebu</a> yang dilaporkan sebagai benda cagar budaya (BCB) masih merupakan dugaan.</p>
<p>&#8220;Gamelan Batu Salebu ini masih berstatus dugaan sebagai BCB karena merupakan temuan tunggal. Maka perlu kerja keras dalam rangka membuka tabir peradaban masa lalu,&#8221; ungkapnya</p>
<p>Diketahui Batu Gamelan Salebu ini ditemukan di sungai yang alirannya dari hulu gunung padang Salebu, berjenis batuan andesit yang pada umumnya masyarakat pada masa lalu memilihnya untuk digunakan membuat bangunan-bangunan megalitik, candi, piramida, begitu juga perkakas-perkakas.</p>
<p>&#8220;Jaman nenek moyang dulu, diketahui memang banyak memakai material batu berjenis andesit. Dan tidak menutup kemungkinan masyarakat masa lampau memilih batu ini untuk gamelan, sebagai sarana kesenian atau spiritual mereka,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwasannya batu andesit sebagai jenis batu pilihan untuk artefak yang terdapat pada sarkofagus (peti kubur dari batu), punden berundak, lumpang batu, meja batu, menhir, arca, dan perkakas maupun alat pertanian kuno, di jaman berburu dan meramu saat itu.</p>
<p>Kendati batu berbunyi Gamelan pertama kali ditemukan di aliran sungai, hilir dari Gunung Padang Salebu ini sebesar lumpang pipih ukuran 30&#215;27 cm, mesti dugaannya beragam tafsir, karena melintasi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, dari masa ke masa, itu sudah menyimpulkan ada perpindahan tempat oleh kondisi alam maupun manusianya.</p>
<p>&#8220;Tidak lagi insitu, jadi perlu kerja keras lagi, untuk menemukan benda pendukung lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Maka sementara ini pihaknya belum bisa memastikan Gamelan Batu Salebu sebagai BCB. Jadi menurutnya perlu dukungan semua pihak untuk identifikasi lebih lanjut terhadap perhatian atas temuan ini.</p>
<p>Upaya pelestarian tentunya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya ini bagi generasi mendatang.</p>
<p>Hingga berita ini diunggah temuan batu di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, yang dikenal sebagai Gamelan Batu Salebu, masih dalam tahap identifikasi awal oleh pihak berwenang.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Ahmad Fatoni mengaku akan melakukan kajian mendalam terhadap warisan Budaya Masyarakat Desa Salebu ini.</p>
<p>&#8220;Nanti akan kami kaji secara akademik. Termasuk bagaimana pemajuan nilai budayanya bahkan memungkinkan mereplika gamelan batu ini agar bisa digunakan untuk tujuan edukasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, dalam jangka panjang kajian gamelan batu akan membantu mengungkap potensi khazanah budaya Desa Salebu sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. Yakni dengan keberadaan kesenian khas dari gamelan batu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi mengaku optimis keberadaan gamelan batu ini bisa menjadi aset berharga bagi identitas budaya desa bahkan bangsa. Hal ini kemudian membawa multi efek bagi warga dengan berkembangnya UMKM sampai home stay.</p>
<p>&#8220;Dengan jadi ikon, orang akan tertarik untuk datang ke Salebu,&#8221; harapnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Refleksi, Ngaji Peradaban, Gelar Seni Budaya Gamelan Batu</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 18:01:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.</p>
<p>Kegiatan bertajuk &#8216;Ngaji Peradaban&#8217; ini dihadiri Kanjeng Pangeran Gusti Haryo (KPGH) Ndaru Kusumo bertempat di Balai Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Rabu, (31/12/2025) malam.</p>
<p>Gema Indonesia Raya disetai himne Pancasila mengalun, acara pun berlangsung khidmat apalagi dengan suguhan musik &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; berjudul Gending Salebu karya Romo Ndaru Kusumo, menjadikan suasana malam tahun baru 2026 makin syahdu.</p>
<p>Romo Ndaru Kusumo menyampaikan bahwa Desa Salebu memiliki sejarah peradaban yang luhur dan tinggi sehingga perlu langkah-langkah strategis dalam rangka menjaga, melindungi, melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budayanya.</p>
<p>&#8220;Desa Salebu menyimpan peradaban tinggi dan luhur, demikian dapat menjadi saksi dari batu bernada gamelan sebagai artefak yang ditinggalkannya, konon dari Gunung Purba hingga yang disebut Gunung Cendana atau Gunung Padang beserta lanskap peradabannya yang luas,&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita dapati dari batuan yang ditemukan ini unik, keunikan batu tersebut menghasilkan unsur musikal yang resonan. Demikian tersebut batu yang tertentu dan pilihan, ketika dipukul, menghasilkan nada ji, ro, lu, mo, nem. Bunyinya menimbulkan efek dan energi. Fenomena ini memberikan informasi bahwa warisan budaya ini mesti ditinggalkan oleh orang-orang pilihan dari peradaban yang luhur dan tinggi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya refleksi akhir tahun 2025 dengan Ngaji Peradaban bersama ini penting dengan memaknai terangkatnya artefak batu gamelan batu Salebu yang merupakan suatu pondasi sebuah bangunan,</p>
<p>&#8220;Hari ini hidayah yang kami terima adalah batu yang memiliki resonansi bunyian, memiliki dinamika, dan harmoni, serta menciptakan gelombang frekuensi energi bunyian yang menyelaraskan kehidupan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Semoga ini wasilah dan menjadi hidayah pencerahan terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam mewujudkan pondasi demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya,&#8221; Tutupnya.</p>
<p>Adapun terkait batuan yang disebut benda budaya atau artefak tersebut nantinya akan dilakukan kajian lebih menyeluruh dan dalam oleh ahlinya yakni Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah diagendakan Pemerintah kabupaten Cilacap.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menerima laporan adanya temuan artefak tersebut dari pemerintah Desa Salebu, kita akan tindak lanjuti, TACB sudah kita agendakan, akan ke lokasi temuan di Desa Salebu pada 6 Januari 2026 nanti&#8221;, aku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidilan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni.</p>
<p>&#8220;Kunjungan lapangan TACB nantinya untuk mengkaji objek yang diduga benda atau cagar budaya (ODCB) secara langsung. Data yang dikumpulkan nantinya meliputi letak, ukuran, bahan, sejarah, kondisi saat ini, dan nilai penting objek tersebut,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Adapun musik Gamelan Batu, baginya suatu hal yang luar biasa dan sebuah inovasi sangat unik, dia apresiasi dengan menyebut pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya kagum oleh karena suara yang dihasilkan dari musik yang dihasilkan dari batu, ini nyaris seperti gamelan. Ini pertama saya dengar dan unik. Maka kelompok gamelan batu salebu ini harus segera mendaftar legalitasnya, selain diakui keberadaan dan tidak diakuisisi oleh kelompok lain. Pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.&#8217; Ungkapnya.</p>
<p>Dia menegaskan legalitas selain guna perlindungan hukum bagi kelompok dan karya seni ini penting guna membantu mencegah klaim dari pihak lain dan memfasilitasi akses terhadap pendanaan atau undangan resmi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Cilacap, dalam hal ini bidang Kebudayaan, siap memproses pengajuan legalitasnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Anggota DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi bahkan bertekad untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari Desa Salebu dan berkomitmen akan mendorong eksistensi Gamelan Batu Salebu bahkan ke kancah internasional.</p>
<p>&#8220;Musik yang dihadirkan dari kelompok Gamelan Batu Salebu, saya nilai sebagai bentuk seni yang unik dan otentik. Sebagai kekayaan budaya nusantara. Komitmen saya akan mendorong eksistensinya hingga ke kancah internasional,&#8221; tekadnya.</p>
<p>Sementara itu tokoh masyarakat setempat, M Ibnu Subkhi menegaskan pentingnya dukungan Pemdes Salebu dalam memastikan pengetahuan warisan budaya sekaligus keterampilan berseni budaya ini ditransmisikan ke generasi berikutnya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan semacam Ngaji Peradaban sebagai bentuk pemberdayaan, pembinaan, peningkatan kapasitas bagi pelaku seni budaya desa mestinya ditingkatkan, dan kedepan di anggarkan dalam APBDesa. Jadi aktifitas anggaran di luar apebedes, masuk kategori <em>bid&#8217;ah!&#8221;</em> tegasnya</p>
<p>Menurutnya seni dan budaya adalah inti dari identitas desa. Demikian akan memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan lokal di antara warga.</p>
<p>Adapun tokoh masyatakat Majenang H. Awan Ukaya membeberkan bahwasannya negara besar dan maju karena mereka sangat menghormati budayanya sebut saja china, eropa, bahkan maaf, yahudi atau Israel betapa sangat menghormati leleuhurnya,</p>
<p>&#8220;Rata-rata negara besar menghormati budayanya, menjaga nilai budaya tradisi leluhurnya. Di situ kepercayaan diri mereka itu akan muncul. Jadi ketika orang sudah percaya diri, biasanya memancarkan aura kesuksesan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia mengaku pernah ke Gunung Padang di Cianjur bahkan Gunung Padang Salebu pada 2010 lalu, baginya &#8216;Situs segede Gunung&#8217; ini sangat luar biasa, sebuah tempat yang menyimpan energi begitu besar.</p>
<p>&#8220;Saya pengusaha, saya tidak mungkin meninggalkan budaya leluhur. Saya sering meditasi di tempat yang memang energinya besar, di situlah saya dapati titik energi spiritual, dan ketenangan,&#8221; akunya</p>
<p>Dia juga membeberkan soal frekuensi pada Gamelan yang memberikan energi dan efeknya mirip dengan obat-obatan, demikian melengkapi dunia kesehatan di luar kimia dan herbal.</p>
<p>&#8220;Manfaat utamanya, mendengar frekuensi suara musik gamelan beroperasi pada tingkat psikologis yang dapat memengaruhi jiwa kemanusiaan kita, maka banyak orang menggunakannya sebagai terapi kesehatan,&#8221; ujar H Awan Ukaya yang akrab disebut Abuya AU.</p>
<p>Konon musik gamelan juga disebut media relaksasi dengan frekuensi 432 Hz, yang sering disebut sebagai &#8220;frekuensi alam semesta&#8221;, ungkap Abuya AU pengusaha sukses bidang obat herbal &#8216;de Nature&#8217;, dia menjelaskan memasuki tahun 2026, penggunaan frekuensi ini semakin populer dalam praktik <em>sound healing</em> dan meditasi karena dianggap lebih selaras dengan getaran alami manusia dan alam.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan yang saya amati, dan rasakan, terutama melihat pelaku seni budaya jawa, karena saya suka <em>&#8216;nanggap&#8217;,</em> terlihat hidup mereka itu tenang, banyak bersyukur, saya menilainya energi dari getaran frekuensi musik gamelan. Jadi musik gamelan ini memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran kita,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terakhir dia mengapresiasi tekad yang diharapkan bersama, sebagaimana komitmen Didi Yudi Cahyadi, semoga Salebu nantinya muncul seni budaya yang menasional bahkan internasional.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu Agus Fauzi dalam sambutan tunggalnya menguraikan orientasi Ngaji Peradaban merupakan ajang menggali potensi seni budaya sebagai warisan yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Semoga usaha ini dapat meneguhkan kepercayaan diri warga Salebu akan warisan budayanya, yang bernilai tinggi dan luhur. Dan jadi inspirasi bagi generasi sekarang dan masa depan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan/2">warisan budaya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; ditemukan di Desa Salebu, Majenang, Cilacap</a> pada 20 Desember 2025, maka atas nama Pemerintah, Kades Salebu Agus Fauzi selanjutnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada; KPGH Ndaru Kusumo, R. Anas Danu Sudrajat, Indra Wahyu Nugroho, Ahmad Rizali, Rofiyatno, Deni Susilo, Gus IHA, Vivi Rizki RK dan Amin Yusnadi.</p>
<p>&#8220;Terimakasih atas sumbangsih tenaga, pikiran dan segala perhatiannya pada warisan budaya Desa Salebu. Semoga menjadi amal kebaikan abadi nan langgeng. Lelah menjadi lillah. Semoga Allah SWT memberkahi.&#8221; Pungkasnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban--1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban--100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik yang Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 01:28:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).</p>
<p>Situs megalitik yang <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">digambarkan &#8216;Situs Sebesar Gunung&#8217; dan terbesar di Jawa Tengah</a> ini dengan keistimewaan dan keunikannya yang dimiliki, ternyata Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda.</p>
<p>Gunung Soebang (Gunung Subang) pertama kali dicatat oleh orang Belanda pada tahun 1806. Hal itu ditemukan berdasarkan buku berjudul<a href="https://books.google.co.id/books?id=A5RUAAAAcAAJ&amp;pg=PP7&amp;hl=id&amp;source=gbs_selected_pages&amp;cad=1#v=onepage&amp;q=Gunung%20Soebang%20(1856)%20%E2%86%92%20Tijdschrift%20voor%20Indische%20Taal-%2C%20Land-%20en%20Volkenkunde%20&amp;f=false" rel="nofollow"> &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;</a>.</p>
<p>Dalam buku sang penulis melaporkan bahwa puncak &#8216;Soebang Daja Louhour&#8217; terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta tonil pemujaan atau aktivitas pertapaan.</p>
<p>Penulis buku adalah G. A. de Lange dan Dr. van Limburg Brouwer, tidak secara eksplisit menyebutkan nama situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217;, walau demikan mereka menggambarkan secara umum apa yang diketahuinya berdasarkan survei waktu itu, peninjauan langsung atas potensi pegunungan di wilayah Dayaluhur-Galuh–Kuningan–Cirebon.</p>
<p>Maka jika literasi tersebut dikaji lebih dalam, menurut ahli bahasa, ada dua hal yang menjadi kunci untuk memahaminya yakni catatan yang tersurat dan pengertian yang tersirat. Dua kunci tersebut sebagai data utama dalam ilmu pembuktian sejarah.</p>
<p>Dalam manuskrip buku berjudul &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;. Sang penulis melaporkan bahwa &#8216;puncak Soebang Daja Louhour&#8217; (Gunung Subang Dayeuhluhur) terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta aktivitas pertapaan&#8217;.</p>
<p>Maka jika diserap, dipahami dan disimpulkan, berdasarkan literasi naskah kuno Eropa berbahasa belanda tersebut menyiratkan informasi bahwa <a href="https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental">situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang berada di puncak Gunung Subang Dayeuhluhur</a> terdiri dari beberapa teras bertingkat (pengertiannya yakni punden berundak), dan memiliki makam keramat (pengertiannya bumi pesarean), serta aktivitas pertapaan (mandala).</p>
<p>Dalam berbagai naskah kuno Eropa, terutama dari era penjelajahan dan kolonialisme awal, memang diakui mereka banyak melakukan eksplorasi terkait potensi kekayaan alam, kebudayaan Nusantara yang berkembang saat itu, lalu mereka merekam dalam cataan-catatan, menuliskan dalam bahasa mereka, dan bahkan mendokumentasikannya.</p>
<p>Dalam dokumentasi yang kemudian disebut manuskrip maupun buku, yang memuat data kumpulan informasi, biasanya berfokus pada pos-pos perdagangan, kerajaan-kerajaan besar, atau sumber daya alam di berbagai wilayah dan budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Adapun hasil penjelajahan apa yang mereka gali atas wilayah-wilayah di Nusantara, terantologi baik dalam bentuk kumpulan maupun laporan-laporan, yang disebut manuskrip atau buku. Maka manuskrip adalah produk budaya mereka yang hasilnya masih dapat kita pelajari saat ini, melalui arsip yang ditinggalkannya itulah kita mengetahui betapa peradaban kita di masa lalu begitu unggul dan tinggi.</p>
<p>Namun demikian walau tidak secara spesifik, dan detail, apalagi terperinci untuk menuliskan situs-situs peninggalan purbakala, secara tersirat melalui catatan-catatan mereka menginformasikan muatan potensi yang ada dalam suatu wilayah dengan gambaran umumnya saja.</p>
<p>Apalagi situs megalitik yang berada di ketinggian gunung dan pedalaman seperti &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Daja Loehoeur, sepertinya di luar konteks mereka yang lebih luas.</p>
<p>Banyak yang menganggap bahwa situs megalitik sebagai warisan budaya yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa, serta peradaban masa lalu, yang bernilai bagi kepentingan sejarah dan pendidikan, yang lebih sering didokumentasikan dan dikaji ke dalam konteks arkeologi dan sejarah lokal Indonesia, baik melalui penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog baik kedinasan maupun lembaga pendidikan, dari kajian ilmiah para akademisi seperti yang tercatat dalam berbagai jurnal dan repositori budaya nasional.</p>
<p>Namun hal terkait situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Gunung Subang wilayah Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap ini setelah berselancar ke mana-mana, redaksi <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> tidak menemukannya.</p>
<p>Walhasil redaksi mendapatkan informasi secara langsung dari masyarakat setempat, masyarakat yang disebut &#8216;Dayaluhur&#8217; yang betapa kuat dan secara ketat menjaga nilai tradisi budayanya, mereka secara turun menurun mewarisi budaya e-book.</p>
<p>E-book yang menandaskan pesan ingatan bahwa apa kata nenek moyang adalah ilmu yang bernilai bagi pendidikan dan sejarah, dan yang harus dipercayai. Mereka menjaga nilai kepercayaan itu ke dalam laku hidup mereka sehari-hari, bahwa tradisi budaya tutur dan lisan menjadi karakter khas masyarakat budaya Dayeuhluhur ini.</p>
<p>Sementara itu, Situs megalitik Gunung Padang Cianjur dilaporkan pada tahun 1914. Situs ini ditulis oleh N. J. Krom, arkeolog dari Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda), dalam laporan resminya tentang peninggalan purbakala di Jawa.</p>
<p>Dalam literatur ilmiah Eropa sebagaimana tersebut di atas, maka ada rentang waktu yang cukup jauh yakni satu abad kemudian, setelah Situs Megalitik Gunung Subang Daja Louhour (1806) atau situs Mandala Mata Bumi terlaporkan.</p>
<p>Jadi, dalam arsip kolonial, Gunung Soebang tercatat lebih lebih awal dari pada Gunung Padang (1914) sebagaimana dikemukakan oleh manuskrip berjudul &#8216;Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië&#8217;</p>
<p>Catatan redaksi kali ini berikhtiar menggali informasi dan data yang kaitannya Situs Purbakala Gunung Subang dengan Manuskrip Belanda, Meskipun detail spesifik mengenainya masih jarang dan samar ditemukan, tapi narasi utama menunjukkan bahwa keberadaan situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang sebelumnya tersembunyi atau kurang dikenal oleh publik, memungkinkan akan terbuka dengan anggapan bahwa sejarah itu berlangsung secara dinamis.</p>
<p>Maka sebelum akhirnya ditemukan dan diteliti lebih dalam dan secara formal. Penemuan ini membuka kembali diskusi tentang keberadaan situs-situs megalitik yang tersembunyi sebagai perhatian penting bagi entitas warisan budaya dan identitas peradaban bangsa, dan umat manusia yang selama ini luput dari perhatian. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik Miliki Banyak Pintu, Unik, dan Monumental</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 09:26:29 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut situs terbesar di Jawa Tengah dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">situs terbesar di Jawa Tengah</a> dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.</p>
<p>Situs prasejarah ini juga disebut monumental, pasalnya situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini memiliki banyak pintu masuk, juga adanya batu ukir, batu relief berpasangan, di sisi kanan dan sisi kiri situs.</p>
<p>&#8220;Saya lihat, dan tidak ada di wilayah lain, di Jawa Tengah, adapun di Kabupaten Karanganyar itu satu, di sekitar kawasan tersebut yang kemudian ditemukan Candi Cetho dan Candi Sukuh, itu dulunya merupakan punden berundak, sama,&#8221;</p>
<p>&#8220;Bedanya, Situs Mandala Mata Bumi ini pintu masuknya banyak, ini unik, suatu hal yang istimewa, dan menjadi keunikan utama, adanya batu berelief, dua batu, berdiri di sisi kanan dan kiri, berpasang-pasangan, ini monumental, dan saya tidak menemukan di tempat lain,&#8221; terang ahli arkeologi Kementerian Kebudayaan, Wahyu Broto Raharjo SS.M.Hum usai melakukan observasi, peninjauan lapangan sekaligus kajian ilmiah bersama tim, pada Selasa, (23/12/2025).</p>
<p>Tenaga ahli arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dengan wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut mengemukakan bahwa situs prasejarah Mandala Mata Bumi ini jelas merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilindungi undang-undang sebagai benda cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Dari segi regulasi, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengamanatkan perlindungan, pelestarian, pengembangan serta pemanfaatannya untuk melestarikan warisan budaya bangsa dalam rangka memperkuat identitas kepribadian bangsa, dan umat manusia,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, dalam Undang-undang Cagar Budaya, dengan kriteria-kriteria yang disebutkan, bahwa benda yang bernilai sejarah budaya bangsa, dan berusia minimal 50 tahun, maka situs Mandala Mata Bumi, sudah pasti, dan jelas lebih dari itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia pun menjelaskan bahwa punden berundak pada situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini sebagai warisan budaya peninggalan purbakala telah berlangsung jauh sebelum adanya agama-agama.</p>
<p>&#8220;Budaya punden berundak sudah ada di Nusantara, di Indonesia, jauh sebelum ada agama-agama,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa punden berundak adalah struktur pemujaan kuno yang dibangun oleh masyarakat tradisi megalitik, masa Neolitikum, sekitar 2500–1500 Sebelum Masehi.</p>
<p>&#8220;Tradisi itu berlangsung lalu berkembang di Indonesia jauh sebelum masuknya pengaruh agama, Hindu, Buddha, Kristen, maupun Islam yang datang belakangan ke Nusantara,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adapun fungsi utama punden berundak terkait erat dengan kepercayaan lokal, animisme dan dinamisme, yang merupakan <em>local genuine,</em> sistem kepercayaan orang asli Nusantara, bukan agama dalam pengertian sekarang.</p>
<p>&#8220;Fungsi punden berundak digunakan sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Masyarakat prasejarah percaya bahwa arwah leluhur bersemayam di tempat yang tinggi (gunung atau bukit), sehingga mereka membangun struktur bertingkat sebagai media komunikasi ritualnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika agama-agama masuk ke Nusantara, konsep bangunan berundak ini kemudian berasimilasi, untuk selanjutnya berpadu dengan unsur-unsur arsitektur keagamaan baru.</p>
<p>Dia mencontohkan, Budha-Hindu, bahkan Islam sekalipun, dengan candi-candi seperti Candi Borobudur, Prambanan, Masjid Menara Kudus, Masjid Indrapuri Aceh dan lainnya itu memiliki struktur yang menyerupai punden berundak, menunjukkan adanya kesinambungan budaya dari masa prasejarah ke masa sejarah.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, adanya punden berundak beserta stuktur kawasannya, dan unsur lainnya, kompleksitas arsitektur, dan adanya batu relief, adalah bukti fisik adanya sistem kepercayaan dan peradaban yang berkembang di masa lalu, jaman prasejarah di Gunung Subang ini, situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini ada dan berkembang, jauh sebelum &#8216;agama-agama formal&#8217; datang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, adapun terkait adanya dugaan perkampungan purba yang berkaitan dengan situs megalitik ini belum tereksplorasi secara menyeluruh,</p>
<p>&#8220;Sehingga kawasan warisan budaya purbakala ini harus dipahami sebagai satu kesatuan lanskap budaya yang kompleks dengan layar kebudayaannya yang luas, bukan hanya satu titik atau satu struktur saja,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui bahwa situs megalitik yang kaya nilai tradisi budaya dan unik, bahkan keutuhannya masih terjaga hingga kini. <a href="https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda">Situs Mandala Mata Bumi berada di puncak pegunungan Subang dengan ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut, dengan luasan sekitar 150 Ha, berada di kawasan hutan primer wilayah Desa Kuta Agung.</a></p>
<p>Selain situs tertutup oleh vegetasi hutan yang lebat, keberadaannya yang tidak biasa, hampir tidak tersentuh aktivitas manusia selama berabad-abad, demikian akses menuju lokasi pun betapa ekstrem, dan begitu sangat sulit, maka sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.</p>
<p>Pemandu lokal tidak hanya memberikan jasa layanan pendampingan atau informasi sejarah, tetapi juga konteks budaya dan adat istiadat setempat yang penting untuk dihormati saat mengunjungi situs sakral ini. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Rakerwil LPP PWM Jateng Hasilkan Program Strategis Pesantren Muhammadiyah</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-54832/rakerwil-lpp-pwm-jateng-hasilkan-program-strategis-pesantren-muhammadiyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 17:39:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[LPP PWM Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-54832/rakerwil-lpp-pwm-jateng-hasilkan-program-strategis-pesantren-muhammadiyah</guid>

					<description><![CDATA[KUDUS, CILACAP.INFO &#8211; Rapat Kerja Pengurus Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah diselenggarakan 2 hari dari tanggal 19-20 Agustus 2023 di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus menghasilkan banyak program strategis guna peningkatan mutu dan kualitas pesantren Muhammadiyah. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Rapat Kerja Pengurus Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah diselenggarakan 2 hari dari tanggal 19-20 Agustus 2023 di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus menghasilkan banyak program strategis guna peningkatan mutu dan kualitas pesantren Muhammadiyah. </p>
<p>Dalam Pembukaan Rakerwil, ketua LPP PWM Jateng KH. M. Irzal Fadholi menyampaikan peran penting Lembaga ini untuk mendorong dan membantu wujudkan pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah yang mandiri, unggul dan berkemajuan.</p>
<p>&#8220;Kami sebagai lembaga yang mendapatkan amanah dari PWM Jateng untuk membantu mewujudkan pesantren Muhammadiyah yang berkemajuan, oleh karena kita akan dorong pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah menjadi pesantren yang benar-benar menjadi percontohan pesantren Nasional,&#8221; sambut sang ketua LPP PWM Jateng. </p>
<p>&#8220;Pesantren Muhammadiyah harus menjadi pusat Kaderisasi ulama&#8221;, lanjut kyai yang juga pengusaha tersebut</p>
<p>Rakerwil yang diikuti oleh seluruh pengurus LPP PWM Jateng, PWM Jateng dan Dewan Pakar LPP PPM KH. DR. Habib Chirzin dan KH. Prof. Dr. M. Jandra menghasilkan putusan rapat yang strategis yakni (1) Peningkatan mutu dan kualiatas Pesantren Muhamamdiyah, (2) Membuat pilot project Pesantren Tafaquh fii addiin (Tarbiyatul Muallimin Muhammadiyah dan Tarbiyatul Salafiyah Muhammadiyah), (3) Pesantren Sains dan Matamatika, (4) Pesantren sebagai pengembangan Lingkungan Hidup dll.</p>
<p>Dewan pakar LPP KH. Dr. Habib Chirzin mengharapkan Pesantren Jawa Tengah menjadi role model atau percontohan pesantren muhammadiyah Nasional.</p>
<p>&#8220;Saya berharap Jawa Tengah menjadi percontohan pesantren Nasional Muhammadiyah untuk mewujudkan pesantren sebagai pusat kaderisasi ulama dan sebagai tempat pengembangan masyarakat,&#8221; ungkap sang kyai yang juga tokoh perdamaian Dunia tersebut </p>
<p>&#8220;Saya dan KH. Habib sepakat bahwa Pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah harus ada minimal 40% menjadi pesantren yang konsen tafaquh fii addiin mengikuti regulasi UU Pesantren dan kebijakan pemerintah,&#8221; lanjut Prof. Dr. M. Jandra, M.Ag. yang juga Dewan Pakar LPP PPM</p>
<p>Dalam penutupan Rakerwil Wakil Ketua PWM Jateng KH. M. Abduh Hisyam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan komitmen untuk mewujudkan pesantren Muhammadiyah yang berkemajuan sehingga menghasilkan ulama berkemajuan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah Rakerwil ini menghasilkan program kerja yang baik dan sekali lagi pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah harus mewujudkan pesantren yang ber tadaquh fii addiin, dan saya tutup raker ini dengan bacaan Alhamdulillah,&#8221; sambut Kyai M. Abduh</p>
<p>Rakerwil diakhiri dengan kunjungan ke Tempat Pengilahan Sampah dan limbah BKS (Biorekator Kapal Selam) di Langse Pati.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/08/23/IMG-20230823-WA0002-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Peserta Rakerwil LPP PWM Jawa Tengah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/08/23/IMG-20230823-WA0002-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Peserta Rakerwil LPP PWM Jawa Tengah]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kakanwil Lantik dan Ambil Sumpah 28 Pejabat Administrasi &#038; 1 Pejabat Fungsional</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-41381/kakanwil-lantik-dan-ambil-sumpah-28-pejabat-administrasi-1-pejabat-fungsional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2021 12:07:12 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kumham Kanwil Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-41381/kakanwil-lantik-dan-ambil-sumpah-28-pejabat-administrasi-1-pejabat-fungsional</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG CILACAP.INFO &#8211; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A Yuspahruddin memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah 28 orang Pejabat Administrasi dan 1 orang Pejabat Fungsional, Selasa (09/11).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A Yuspahruddin memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah 28 orang Pejabat Administrasi dan 1 orang Pejabat Fungsional, Selasa (09/11).</p>
<p>Kegiatan yang digelar di aula Kantor Wilayah itu merupakan pelaksanaan dari Keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Administrasi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 20 orang merupakan Pejabat Administrasi Keimigrasian, 8 orang Pejabat Administrasi Pemasyarakatan dan 1 orang Analisis Keimigrasian Ahli Muda.</p>
<p>Ada beberapa jabatan sentral yang berganti orang pada pelantikan kali ini. Sebut saja, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, dan Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo. </p>
<p>Selain itu, dua Kepala Bidang di Divisi Keimigrasian juga berganti. Selebihnya merupakan rotasi, mutasi dan promosi untuk jabatan eselon IV dan V, baik di Kantor Wilayah maupun Unit Pelaksana Teknis. Ada yang menjabat sebagai Kepala Sub Bidang, Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi hingga Kepala Urusan.</p>
<p>Memberikan sambutan, Kakanwil mengatakan peralihan jabatan dalam bentuk rotasi, mutasi dan promosi merupakan hal yang sangat wajar dalam sebuah organisasi. </p>
<p>&#8220;Semuanya itu berjalan tentu dalam kondisi biasa-biasa saja. Karena organisasi memang seperti itu. Kita harus, tidak mungkin stuck di suatu tempat, bertahan seumur hidup di suatu tempat. Oleh karena itu, ini adalah amanah kepada kita semua,&#8221; ujarnya selepas prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah.</p>
<p>Kepada Pejabat yang baru saja dilantik, Yuspahruddin berpesan agar sumpah yang telah diucapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan yang diambil sumpah tadi terus mengingat-ingat sumpahnya untuk melaksanakan tugas,&#8221; katanya berharap.</p>
<p>&#8220;Saya berharap tentu saudara sekalian bisa melaksanakan tugas sebagaimana tadi yang telah dibacakan sumpahnya. Jangan sampai melanggar sumpah itu,&#8221; tegasnya melanjutkan.</p>
<p>Lebih lanjut, Kakanwil mengatakan, sebuah jabatan merupakan amanah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada mereka yang terpilih untuk kepentingan organisasi.</p>
<p>&#8220;Jabatan itu, amanah itu, kekuasaan itu punya Tuhan. Tuhan akan kasih kepada siapapun yang dikehendakinya, tapi Tuhan juga akan tarik dari siapapun yang dikehendakinya,&#8221; tuturnya</p>
<p>&#8220;Semua pekerjaan kita, semua jabatan kita itu adalah dalam rangka organisasi yaitu dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi. Tidak ada yang lain,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Jalannya pelantikan dan pengambilan sumpah disaksikan oleh Kepala Biro Keuangan dan Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah.</p>
<p>Selain itu, tampak juga beberapa para Pejabat Administrasi Kantor Wilayah dan UPT serta keluarga dan kerabat pejabat yang dilantik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/kakanwil-lantik-dan-ambil-sumpah-28-pejabat-administrasi-1-pejabat-fungsional-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[kakanwil lantik dan ambil sumpah 28 pejabat administrasi 1 pejabat fungsional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/kakanwil-lantik-dan-ambil-sumpah-28-pejabat-administrasi-1-pejabat-fungsional-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[kakanwil lantik dan ambil sumpah 28 pejabat administrasi 1 pejabat fungsional]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Panitia SKD CAT Kemenkumham Jateng Siap Berikan Pelayanan Terbaik</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-41150/panitia-skd-cat-kemenkumham-jateng-siap-berikan-pelayanan-terbaik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 05:55:14 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemnkumham]]></category>
		<category><![CDATA[Kumham Kanwil Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-41150/panitia-skd-cat-kemenkumham-jateng-siap-berikan-pelayanan-terbaik</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas panitia SKD CASN Kemenkumham wilayah Jawa Tengah tahun 2021 pada hari pertama kembali dilakukan. Hal tersebut untuk memastikan pelaksanaan kegiatan seleksi CASN berjalan lebih baik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas panitia SKD CASN Kemenkumham wilayah Jawa Tengah tahun 2021 pada hari pertama kembali dilakukan. Hal tersebut untuk memastikan pelaksanaan kegiatan seleksi CASN berjalan lebih baik.</p>
<p>Koordinator SKD CAT, yang juga merupakan Plt. Kepala Divisi Pemasyarakatan, Supriyanto, menyampaikan pentingnya tugas panitia yang menjadi penyambung pada kegiatan apel pagi, Rabu (20/10) di Unnes.</p>
<p>&#8220;Jadi untuk teman-teman yang bertugas sebagai penyambung untuk memperhatikan di luar jalur dan peserta yang sedang mendaftar sampai di yang terakhir, &#8221; ujarnya mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik, jangan sampai kita memberikan kesan yang kurang ramah atau humanis, saya sangat percaya bisa melaksanakan tugas demi pengabdian kita,&#8221; lanjutnya lagi.</p>
<p>Sementara, Kepala Divisi Administrasi yang juga merupakan Ketua Panitia Daerah, Jusman, mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan bagi panitia.</p>
<p>&#8220;Karena masih pandemi, saya minta ke teman-teman supaya penggunaan masker tidak lebih dari 2 jam. Jadi setelah 2 jam, segera diganti, &#8221; katanya.</p>
<p>Selebihnya, Jusman, mengharapkan panitia untuk tetap ramah melayani.</p>
<p>&#8220;Suara boleh tegas, namun tetap mengedepankan hospitalitynya, &#8221; pesannya.</p>
<p>Sebagai penutup, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin, memberikan apresiasi sekaligus evaluasi terhadap kinerja panitia.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kita sudah tepat waktu. Jam 06.00 sudah ditempat, &#8221; pujinya.</p>
<p>Disisi lain, Kakanwil juga sedikit memberikan catatan.</p>
<p>&#8220;Saya harus mengingatkan lagi untuk beberapa hal. Jangan sampai ada peserta yang lolos dengan masih mengenakan ikat pinggang. Saya harap rekan-rekan yang ada di pemeriksaan barang untuk benar-benar melihat jangan sampai ada ikat pinggang yang terbawa, &#8221; ucapnya mengingatkan.</p>
<p>Selebihnya Kakanwil memberikan apresiasi terhadap kinerja panitia yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta seleksi. Ia memberikan contoh terhadap kerja cepat panitia dalam membantu salah satu peserta yang lepas hak sepatunya sebelum memasuki ruang ujian dan pelayanan terhadap peserta disabilitas.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, kegiatan SKD CAT berlangsung dari tanggal 19 Oktober s.d 4 November 2021 di Universitas Negeri Semarang. Peserta yang akan mengikuti tahap ini sebanyak 24.709. Saat ini kegiatan seleksi telah memasuki hari kedua dengan pembagian peserta tes sebanyak 3 sesi dengan formasi penjaga tahanan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/panitia-skd-cat-kemenkumham-jateng-siap-berikan-pelayanan-terbaik-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[panitia skd cat kemenkumham jateng siap berikan pelayanan terbaik]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/panitia-skd-cat-kemenkumham-jateng-siap-berikan-pelayanan-terbaik-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[panitia skd cat kemenkumham jateng siap berikan pelayanan terbaik]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ratusan Arsip Fasilitatif Kumham Jateng Dimusnahkan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-40946/ratusan-arsip-fasilitatif-kumham-jateng-dimusnahkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 11:09:55 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham]]></category>
		<category><![CDATA[Kumham Kanwil Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-40946/ratusan-arsip-fasilitatif-kumham-jateng-dimusnahkan</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah musnahkan ratusan arsip fisik fasilitatif tahun 2012 hingga 2018, Selasa (05/10). ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah musnahkan ratusan arsip fisik fasilitatif tahun 2012 hingga 2018, Selasa (05/10). </p>
<p>Sebanyak 435 arsip yang sudah habis masa retensinya di Divisi Administrasi, dalam hal ini Sub Bagian Kepegawaian, Tata Usaha, dan Rumah Tangga pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah dimusnahkan dengan cara dibakar di lapangan kantor wilayah. </p>
<p>Pemusnahan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin, dan Arsiparis Ahli Pertama Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI Dani Satria. </p>
<p>Yuspahruddin mengatakan kegiatan pemusnahan arsip ini merupakan sebuah upaya Kantor Wilayah untuk mengatasi bertumpuknya arsip yang tidak memiliki nilai guna dan telah habis masa retensinya. </p>
<p>&#8220;Mengelola arsip adalah hal-hal yang sangat penting bukan hanya pejabat fungsional arsiparis, tetapi kita semua ini harusnya ikut serta untuk bisa mengelola arsip dengan baik. Oleh karena itu sedemikian rupa pentingnya arsip itu jangan sampai menumpuk,&#8221; ujar Kakanwil saat memberikan sambutan. </p>
<p>&#8220;Apabila semua arsip dibiarkan saja tanpa ada penataan arsip dan tidak ada masa simpannya, maka arsip akan terus menerus disimpan dan ketika kita membutuhkannya akan mengalami kesulitan dalam pencariannya,&#8221; lanjutnya. </p>
<p>Turut hadir memberikan sambutan, Arsiparis perwakilan dari Biro Umum, Dani Satria mengapresiasi digelarnya pemusnahan arsip fasilitatif yang telah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 54 Tahun 2016 tentang Jadwal Retensi Arsip di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. </p>
<p>Kegiatan pemusnahan arsip fisik fasilitatif tahun 2012 hingga 2018 ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Arsip dengan saksi antara lain Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah Febri Nurdian S., Arsiparis Ahli Pertama Inspektorat Jenderal Wahyudi, Analis Pengembangan Hukum Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama Awaluddin Kadriah, dan Arsiparis Ahli Muda Biro Umum Sekretariat Jenderal Dedi Syahputra.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ratusan-arsip-fasilitatif-kumham-jateng-dimusnahkan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ratusan arsip fasilitatif kumham jateng dimusnahkan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ratusan-arsip-fasilitatif-kumham-jateng-dimusnahkan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ratusan arsip fasilitatif kumham jateng dimusnahkan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
