<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Berita Cilacap &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/berita-cilacap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 06:11:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Berita Cilacap &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Membangun Indonesia Dari Desa, Catatan Hadenas 2026</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 23:16:33 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8212; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.</p>
<h3>Meneguhkan Kembali Undang Undang Desa</h3>
<p>Kegiatan peringatan Hadenas ini merupakan peristiwa penting yang menegaskan pengakuan serta kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>Maka tanggal penetapan UU Desa yakni 15 Januari diambil sebagai Hari Desa Nasional (Hadenas), dan secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) momor 23 tahun 2014, berlaku sejak Keppres ditandatangani, pada tanggal 31 Juli 2024,</p>
<p>Oleh karenanya Hadenas adalah momen penting peringatan atas peristiwa sejarah yang menyimpan makna besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia.</p>
<h3>Antusiasme Peserta HADENAS 2026</h3>
<p>Kamis pagi, 15 Januari 2026, yang dalam penanggalan Jawa sebagai bulan kapitu yang biasanya hari dikerapi dengan hujan, kali ini rupanya alam semesta merestui, cuaca terlihat temaran, bersahabat seraya turut serta merestui pertemuan para pelayan desa seliruh Indonesia.</p>
<p>Dari lokasi kegiatan yang berlangsung, kami menyaksikan langsung antusiasme dari ribuan peserta yang hadir, dari beragam kalangan terpantau, dan terlihat dari pakaian yang mereka kenakan.</p>
<p>Pakaian batik menunjukkan pakaian kedinasan mereka, mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan bahkan punggawa Pemerintahan Desa mulai dari kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa.</p>
<p>Pakaian putih-putih biru yang menunjukkan seragam dari para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD). Adapun lainnya merupakan tamu undangan dengan pakaian kebesaran serta adat mereka, hingga bejibun banyak masyarakat yang hadir dengan wajah-wajah bersahaja dan penuh harap.</p>
<h3>Desa menjadi Pusat Perhatian</h3>
<p>Rasa haru-biru mereka terlihat seperti wajah langit saat itu, sulit disembunyikan. Oleh sebab karena selama ini desa kerap dipandang sebagai pelengkap, namun pada kesempatan ini, pada peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas), Desa menjadi pusat perhatian. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berkumpul bersama rakyat desa, merayakan Hari Desa Nasional dengan kesederhanaan namun sarat makna.</p>
<p>Hadenas merupakan ikhtiar negara untuk memaksimalkan potensi desa sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, demikian Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengemukakan, khususnya cita ke-6: membangun dari desa dan dari bawah.</p>
<p>&#8220;Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama. Kerangka ekonomi dan kebudayaan desa diarahkan menuju keadilan dan kesejahteraan yang merata di seluruh nusantara,&#8221;</p>
<p>&#8220;Di sinilah optimisme itu tumbuh-bahwa desa ke depan akan menjadi tulang punggung negara, menjadi masa depan bagi warga masyarakatnya, dan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.&#8221; Terangnya Mendes Yandri Susanto dalam pidato Hadenas 2026, Kamis (15/1).</p>
<h3>Apresiasi dan Harapan</h3>
<p>Beragam rangkaian acara Hadenas 2026 digelar guna memberi ruang apresiasi, dan harapan. Penghargaan Hari Desa Nasional 2026 diberikan kepada desa-desa berprestasi dari berbagai kategori. Di samping itu juga kepada program-program berbasis desa dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.</p>
<p>Demikian apresiasi sebagai nilai bahwa penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan pengakuan bahwa kerja sunyi di desa akhirnya terlihat dan dihargai. Walau hingga kini penghargaan belumlah sampai kepada pendamping desa (TPP) yang selama ini memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada desa dalam penyelenggaraan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat desa.</p>
<h3>Deklarasi Boyolali</h3>
<p>Peringatan Hadenas 2026 jadi momen Penandatanganan Deklarasi Boyolali sebagai simbol komitmen bersama: bahwa pembangunan desa harus terus diperkuat, dijaga keberlanjutannya, dan dikerjakan dengan hati.</p>
<p>Ada rasa bahagia yang menyelinap, namun juga terselip kesedihan. Bahagia karena desa kini mendapat tempat terhormat. Sedih karena kita tahu, pengabdian desa tidaklah mudah. Banyak kepala desa dan perangkat desa yang bekerja dalam keterbatasan, menghadapi kritik, tekanan, bahkan salah paham. Namun Hari Desa Nasional 2026 menjadi penguat batin-bahwa pengabdian ini tidak sia-sia. Bahwa ketika desa bersatu, Indonesia akan tumbuh dengan kokoh.</p>
<h3>Kolaborasi Semua Pihak</h3>
<p>Acara di Indrakilo Lapangan Butuh, Mojosongo, Boyolali ini menandai kick-off Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 yang diprakarsai oleh kepala desa se-Jawa Tengah, asosiasi desa se-Indonesia, OPD, Forkopimda, Ketua PKK, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Jawa Tengah, hingga jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.</p>
<p>Kolaborasi itu tentunya juga dengan berbagai pihak, termasuk jajaran pers dan media, menjadikan Hari Desa Nasional (Hadenas) bukan hanya perayaan tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan membangun Indonesia dari desa.</p>
<p>Semoga semangat Hadenas (Hari Desa Nasional) 2026 menjadi gema kebangkitan pembangunan desa ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, tentunya dengan semangat visi yang sama dibuktikan di daerah masing-masing.</p>
<p>Dari desa, kita belajar ketulusan. Dari desa, kita merawat persatuan. Dan dari desa pula, masa depan Indonesia sedang kita bangun-bersama, dengan harapan yang tak pernah padam.
Salam MERDESA. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1568"
				height="1139">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hari Desa Nasional (Hadenas) 15 Januari untuk Meneguhkan Undang Undang Desa</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85343/hari-desa-nasional-hadenas-15-januari-untuk-meneguhkan-undang-undang-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 04:14:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Info Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85343/hari-desa-nasional-hadenas-15-januari-untuk-meneguhkan-undang-undang-desa</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8212; Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.</p>
<p>Mengutip unggahan akun Instagram @haridesanasional2026, pemilihan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) merujuk, berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) kendati diperingati setiap tahun, Keppres momor 23 tahun 2014 ini menegaskan bahwa Hadenas bukan merupakan hari libur nasional.</p>
<p>Momen peringatan Hadenas ini menjadi penting karena dianggap sebagai tonggak utama atas kejelasan status, dan kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<h3>Peringatan Hadenas 2025</h3>
<p>Usai Hadenas diresmikan melalui Keputusan Presiden, Peringatan Hadenas pada 15 Januari 2025, menjadi momen pertama kalinya Hari Desa Nasional ini diselenggarakan, dan dipusatkan di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Mengangkat tema &#8220;Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Swasembada Pangan&#8221;.</p>
<p>Acara berlangsung pada tanggal 14–15 Januari 2025. Mencakup berbagai rangkaian kegiatan seperti:</p>
<ol>
<li>Village Expo yakni Pameran inovasi, produk unggulan desa, dan digitalisasi desa.</li>
<li>Musyawarah Desa Nasional (Musdesnas) yang membahas penguatan fondasi pembangunan desa.</li>
<li>Pencanangan Gerakan Menanam yaitu fokus pada swasembada pangan sebagai pilar ketahanan nasional.</li>
</ol>
<h3><strong>Hadenas 2026 di Boyolali, Jateng</strong> </h3>
<p>Untuk tahun ke 2, Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) pada 2026 ini dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada 15 Januari dengan mengusung tema &#8220;Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia&#8221;.</p>
<p>Lokasi utama kegiatan berada di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, dan kawasan Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Jawa Tengah.</p>
<p>Adapun tema menyoroti peran sentral desa sebagai fondasi utama dan motor penggerak pembangunan nasional, serta kunci pemerataan pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Maka penyelenggaraan Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026 ini menjadi mementum guna penguatan pembangunan Indonesia yang dimulai dari desa dengan menonjolkan potensi wisata serta ekonomi lokal desa.</p>
<h3>Rangkaian Kegiatan Hadenas 2026</h3>
<p>Berikut jadwal rangkaian perayaan Hadenas 2026 yang berlangsung selama enam hari, yakni mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Januari 2026;</p>
<p>Kegiatan dibuka dengan Gerakan Bakti Desa yang melibatkan 261 desa se-Kabupaten Boyolali pada 10 Januari 2026.</p>
<p>Hari berikutnya, 11 Januari 2026, jalan sehat, car free day, dan donor darah sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Pada tanggal yang sama hingga 13 Januari 2026, Lomba E-Sport Nasional dan Piala Bupati yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.</p>
<p>Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah kompetisi olahraga sepak bola Liga Desa Tingkat Nasional yang berlangsung pada 11-14 Januari 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 7.800 desa yang telah melalui seleksi ketat dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.</p>
<p>Kemudian, pada 12 Januari 2026, <em>coaching clinic</em> khusus Kepala Desa dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan desa.</p>
<p>Menjelang puncak perayaan pada 14 Januari 2026, sejumlah kegiatan besar akan digelar di Kebun Raya Indrokilo. Kegiatan tersebut meliputi pameran potensi unggulan desa, pasar murah, seminar dan lokakarya desa, final Liga Desa Nasional 2026, serta malam Hadenas akan diputar layar tancap untuk hiburan masyarakat.</p>
<p>Puncak peringatan pada 15 Januari 2026 akan dimeriahkan dengan upacara seremonial Hari Desa Nasional, tepat tanggal 15 Januari 2026.</p>
<p>Acara puncak peringatan Hadenas 2026 dihadiri oleh pemerintah pusat, daerah, desa serta unsur Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).</p>
<p>Rangkaian acara dijadwalkan akan ditutup dengan tasyakuran pagelaran wayang kulit, serta kegiatan &#8216;Ngopi Bersama&#8217; antara Menteri Desa PDT Yandri Susanto dengan TPP se Jawa Tengah, bersama masyarakat dan kepala desa. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/14/TPP-Cilacap-Pendamping-Desa-Kemendes-PDT-Bersiap-Rayakan-Hadenas-2026-Ke-Boyolali.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="994">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TPP Cilacap Pendamping Desa Kemendes PDT Bersiap Rayakan Hadenas 2026 Ke Boyolali]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/14/TPP-Cilacap-Pendamping-Desa-Kemendes-PDT-Bersiap-Rayakan-Hadenas-2026-Ke-Boyolali-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TPP Cilacap Pendamping Desa Kemendes PDT Bersiap Rayakan Hadenas 2026 Ke Boyolali]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>TACB Cilacap Menilai Gamelan Batu Salebu Warisan Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 16:06:41 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8212; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)</p>
<p>&#8220;Gamelan batu Salebu adalah satu-satunya yang ditemukan di Wilayah Cilacap. Sebagai warisan kearifan lokal budaya masyarakat Desa Salebu, maka perlunya upaya pelestarian, sekaligus perlindungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini, kedepan TACB Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beserta instansi yang terkait akan mendorong untuk ditetapkan sebagai Peringkat Kabupaten,&#8221; akunya usai melakukan identifikasi awal dan kunjungan lokasi temuan.</p>
<p>Status tersebut diperlukan untuk memastikan adanya perlindungan hukum dan upaya konservasi yang komprehensif terhadap warisan budaya masyarakat Salebu tersebut.</p>
<p>Adapun <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan">identifikasi Gamelan Batu Salebu</a> yang dilaporkan sebagai benda cagar budaya (BCB) masih merupakan dugaan.</p>
<p>&#8220;Gamelan Batu Salebu ini masih berstatus dugaan sebagai BCB karena merupakan temuan tunggal. Maka perlu kerja keras dalam rangka membuka tabir peradaban masa lalu,&#8221; ungkapnya</p>
<p>Diketahui Batu Gamelan Salebu ini ditemukan di sungai yang alirannya dari hulu gunung padang Salebu, berjenis batuan andesit yang pada umumnya masyarakat pada masa lalu memilihnya untuk digunakan membuat bangunan-bangunan megalitik, candi, piramida, begitu juga perkakas-perkakas.</p>
<p>&#8220;Jaman nenek moyang dulu, diketahui memang banyak memakai material batu berjenis andesit. Dan tidak menutup kemungkinan masyarakat masa lampau memilih batu ini untuk gamelan, sebagai sarana kesenian atau spiritual mereka,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwasannya batu andesit sebagai jenis batu pilihan untuk artefak yang terdapat pada sarkofagus (peti kubur dari batu), punden berundak, lumpang batu, meja batu, menhir, arca, dan perkakas maupun alat pertanian kuno, di jaman berburu dan meramu saat itu.</p>
<p>Kendati batu berbunyi Gamelan pertama kali ditemukan di aliran sungai, hilir dari Gunung Padang Salebu ini sebesar lumpang pipih ukuran 30&#215;27 cm, mesti dugaannya beragam tafsir, karena melintasi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, dari masa ke masa, itu sudah menyimpulkan ada perpindahan tempat oleh kondisi alam maupun manusianya.</p>
<p>&#8220;Tidak lagi insitu, jadi perlu kerja keras lagi, untuk menemukan benda pendukung lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Maka sementara ini pihaknya belum bisa memastikan Gamelan Batu Salebu sebagai BCB. Jadi menurutnya perlu dukungan semua pihak untuk identifikasi lebih lanjut terhadap perhatian atas temuan ini.</p>
<p>Upaya pelestarian tentunya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya ini bagi generasi mendatang.</p>
<p>Hingga berita ini diunggah temuan batu di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, yang dikenal sebagai Gamelan Batu Salebu, masih dalam tahap identifikasi awal oleh pihak berwenang.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Ahmad Fatoni mengaku akan melakukan kajian mendalam terhadap warisan Budaya Masyarakat Desa Salebu ini.</p>
<p>&#8220;Nanti akan kami kaji secara akademik. Termasuk bagaimana pemajuan nilai budayanya bahkan memungkinkan mereplika gamelan batu ini agar bisa digunakan untuk tujuan edukasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, dalam jangka panjang kajian gamelan batu akan membantu mengungkap potensi khazanah budaya Desa Salebu sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. Yakni dengan keberadaan kesenian khas dari gamelan batu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi mengaku optimis keberadaan gamelan batu ini bisa menjadi aset berharga bagi identitas budaya desa bahkan bangsa. Hal ini kemudian membawa multi efek bagi warga dengan berkembangnya UMKM sampai home stay.</p>
<p>&#8220;Dengan jadi ikon, orang akan tertarik untuk datang ke Salebu,&#8221; harapnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="1176">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Refleksi, Ngaji Peradaban, Gelar Seni Budaya Gamelan Batu</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 18:01:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8212; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.</p>
<p>Kegiatan bertajuk &#8216;Ngaji Peradaban&#8217; ini dihadiri Kanjeng Pangeran Gusti Haryo (KPGH) Ndaru Kusumo bertempat di Balai Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Rabu, (31/12/2025) malam.</p>
<p>Gema Indonesia Raya disetai himne Pancasila mengalun, acara pun berlangsung khidmat apalagi dengan suguhan musik &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; berjudul Gending Salebu karya Romo Ndaru Kusumo, menjadikan suasana malam tahun baru 2026 makin syahdu.</p>
<p>Romo Ndaru Kusumo menyampaikan bahwa Desa Salebu memiliki sejarah peradaban yang luhur dan tinggi sehingga perlu langkah-langkah strategis dalam rangka menjaga, melindungi, melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budayanya.</p>
<p>&#8220;Desa Salebu menyimpan peradaban tinggi dan luhur, demikian dapat menjadi saksi dari batu bernada gamelan sebagai artefak yang ditinggalkannya, konon dari Gunung Purba hingga yang disebut Gunung Cendana atau Gunung Padang beserta lanskap peradabannya yang luas,&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita dapati dari batuan yang ditemukan ini unik, keunikan batu tersebut menghasilkan unsur musikal yang resonan. Demikian tersebut batu yang tertentu dan pilihan, ketika dipukul, menghasilkan nada ji, ro, lu, mo, nem. Bunyinya menimbulkan efek dan energi. Fenomena ini memberikan informasi bahwa warisan budaya ini mesti ditinggalkan oleh orang-orang pilihan dari peradaban yang luhur dan tinggi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya refleksi akhir tahun 2025 dengan Ngaji Peradaban bersama ini penting dengan memaknai terangkatnya artefak batu gamelan batu Salebu yang merupakan suatu pondasi sebuah bangunan,</p>
<p>&#8220;Hari ini hidayah yang kami terima adalah batu yang memiliki resonansi bunyian, memiliki dinamika, dan harmoni, serta menciptakan gelombang frekuensi energi bunyian yang menyelaraskan kehidupan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Semoga ini wasilah dan menjadi hidayah pencerahan terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam mewujudkan pondasi demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya,&#8221; Tutupnya.</p>
<p>Adapun terkait batuan yang disebut benda budaya atau artefak tersebut nantinya akan dilakukan kajian lebih menyeluruh dan dalam oleh ahlinya yakni Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah diagendakan Pemerintah kabupaten Cilacap.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menerima laporan adanya temuan artefak tersebut dari pemerintah Desa Salebu, kita akan tindak lanjuti, TACB sudah kita agendakan, akan ke lokasi temuan di Desa Salebu pada 6 Januari 2026 nanti&#8221;, aku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidilan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni.</p>
<p>&#8220;Kunjungan lapangan TACB nantinya untuk mengkaji objek yang diduga benda atau cagar budaya (ODCB) secara langsung. Data yang dikumpulkan nantinya meliputi letak, ukuran, bahan, sejarah, kondisi saat ini, dan nilai penting objek tersebut,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Adapun musik Gamelan Batu, baginya suatu hal yang luar biasa dan sebuah inovasi sangat unik, dia apresiasi dengan menyebut pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya kagum oleh karena suara yang dihasilkan dari musik yang dihasilkan dari batu, ini nyaris seperti gamelan. Ini pertama saya dengar dan unik. Maka kelompok gamelan batu salebu ini harus segera mendaftar legalitasnya, selain diakui keberadaan dan tidak diakuisisi oleh kelompok lain. Pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.&#8217; Ungkapnya.</p>
<p>Dia menegaskan legalitas selain guna perlindungan hukum bagi kelompok dan karya seni ini penting guna membantu mencegah klaim dari pihak lain dan memfasilitasi akses terhadap pendanaan atau undangan resmi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Cilacap, dalam hal ini bidang Kebudayaan, siap memproses pengajuan legalitasnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Anggota DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi bahkan bertekad untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari Desa Salebu dan berkomitmen akan mendorong eksistensi Gamelan Batu Salebu bahkan ke kancah internasional.</p>
<p>&#8220;Musik yang dihadirkan dari kelompok Gamelan Batu Salebu, saya nilai sebagai bentuk seni yang unik dan otentik. Sebagai kekayaan budaya nusantara. Komitmen saya akan mendorong eksistensinya hingga ke kancah internasional,&#8221; tekadnya.</p>
<p>Sementara itu tokoh masyarakat setempat, M Ibnu Subkhi menegaskan pentingnya dukungan Pemdes Salebu dalam memastikan pengetahuan warisan budaya sekaligus keterampilan berseni budaya ini ditransmisikan ke generasi berikutnya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan semacam Ngaji Peradaban sebagai bentuk pemberdayaan, pembinaan, peningkatan kapasitas bagi pelaku seni budaya desa mestinya ditingkatkan, dan kedepan di anggarkan dalam APBDesa. Jadi aktifitas anggaran di luar apebedes, masuk kategori <em>bid&#8217;ah!&#8221;</em> tegasnya</p>
<p>Menurutnya seni dan budaya adalah inti dari identitas desa. Demikian akan memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan lokal di antara warga.</p>
<p>Adapun tokoh masyatakat Majenang H. Awan Ukaya membeberkan bahwasannya negara besar dan maju karena mereka sangat menghormati budayanya sebut saja china, eropa, bahkan maaf, yahudi atau Israel betapa sangat menghormati leleuhurnya,</p>
<p>&#8220;Rata-rata negara besar menghormati budayanya, menjaga nilai budaya tradisi leluhurnya. Di situ kepercayaan diri mereka itu akan muncul. Jadi ketika orang sudah percaya diri, biasanya memancarkan aura kesuksesan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia mengaku pernah ke Gunung Padang di Cianjur bahkan Gunung Padang Salebu pada 2010 lalu, baginya &#8216;Situs segede Gunung&#8217; ini sangat luar biasa, sebuah tempat yang menyimpan energi begitu besar.</p>
<p>&#8220;Saya pengusaha, saya tidak mungkin meninggalkan budaya leluhur. Saya sering meditasi di tempat yang memang energinya besar, di situlah saya dapati titik energi spiritual, dan ketenangan,&#8221; akunya</p>
<p>Dia juga membeberkan soal frekuensi pada Gamelan yang memberikan energi dan efeknya mirip dengan obat-obatan, demikian melengkapi dunia kesehatan di luar kimia dan herbal.</p>
<p>&#8220;Manfaat utamanya, mendengar frekuensi suara musik gamelan beroperasi pada tingkat psikologis yang dapat memengaruhi jiwa kemanusiaan kita, maka banyak orang menggunakannya sebagai terapi kesehatan,&#8221; ujar H Awan Ukaya yang akrab disebut Abuya AU.</p>
<p>Konon musik gamelan juga disebut media relaksasi dengan frekuensi 432 Hz, yang sering disebut sebagai &#8220;frekuensi alam semesta&#8221;, ungkap Abuya AU pengusaha sukses bidang obat herbal &#8216;de Nature&#8217;, dia menjelaskan memasuki tahun 2026, penggunaan frekuensi ini semakin populer dalam praktik <em>sound healing</em> dan meditasi karena dianggap lebih selaras dengan getaran alami manusia dan alam.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan yang saya amati, dan rasakan, terutama melihat pelaku seni budaya jawa, karena saya suka <em>&#8216;nanggap&#8217;,</em> terlihat hidup mereka itu tenang, banyak bersyukur, saya menilainya energi dari getaran frekuensi musik gamelan. Jadi musik gamelan ini memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran kita,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terakhir dia mengapresiasi tekad yang diharapkan bersama, sebagaimana komitmen Didi Yudi Cahyadi, semoga Salebu nantinya muncul seni budaya yang menasional bahkan internasional.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu Agus Fauzi dalam sambutan tunggalnya menguraikan orientasi Ngaji Peradaban merupakan ajang menggali potensi seni budaya sebagai warisan yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Semoga usaha ini dapat meneguhkan kepercayaan diri warga Salebu akan warisan budayanya, yang bernilai tinggi dan luhur. Dan jadi inspirasi bagi generasi sekarang dan masa depan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan/2">warisan budaya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; ditemukan di Desa Salebu, Majenang, Cilacap</a> pada 20 Desember 2025, maka atas nama Pemerintah, Kades Salebu Agus Fauzi selanjutnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada; KPGH Ndaru Kusumo, R. Anas Danu Sudrajat, Indra Wahyu Nugroho, Ahmad Rizali, Rofiyatno, Deni Susilo, Gus IHA, Vivi Rizki RK dan Amin Yusnadi.</p>
<p>&#8220;Terimakasih atas sumbangsih tenaga, pikiran dan segala perhatiannya pada warisan budaya Desa Salebu. Semoga menjadi amal kebaikan abadi nan langgeng. Lelah menjadi lillah. Semoga Allah SWT memberkahi.&#8221; Pungkasnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban-.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1489"
				height="898">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban--100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik yang Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 01:28:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8212; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).</p>
<p>Situs megalitik yang <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">digambarkan &#8216;Situs Sebesar Gunung&#8217; dan terbesar di Jawa Tengah</a> ini dengan keistimewaan dan keunikannya yang dimiliki, ternyata Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda.</p>
<p>Gunung Soebang (Gunung Subang) pertama kali dicatat oleh orang Belanda pada tahun 1806. Hal itu ditemukan berdasarkan buku berjudul<a href="https://books.google.co.id/books?id=A5RUAAAAcAAJ&amp;pg=PP7&amp;hl=id&amp;source=gbs_selected_pages&amp;cad=1#v=onepage&amp;q=Gunung%20Soebang%20(1856)%20%E2%86%92%20Tijdschrift%20voor%20Indische%20Taal-%2C%20Land-%20en%20Volkenkunde%20&amp;f=false" rel="nofollow"> &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;</a>.</p>
<p>Dalam buku sang penulis melaporkan bahwa puncak &#8216;Soebang Daja Louhour&#8217; terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta tonil pemujaan atau aktivitas pertapaan.</p>
<p>Penulis buku adalah G. A. de Lange dan Dr. van Limburg Brouwer, tidak secara eksplisit menyebutkan nama situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217;, walau demikan mereka menggambarkan secara umum apa yang diketahuinya berdasarkan survei waktu itu, peninjauan langsung atas potensi pegunungan di wilayah Dayaluhur-Galuh–Kuningan–Cirebon.</p>
<p>Maka jika literasi tersebut dikaji lebih dalam, menurut ahli bahasa, ada dua hal yang menjadi kunci untuk memahaminya yakni catatan yang tersurat dan pengertian yang tersirat. Dua kunci tersebut sebagai data utama dalam ilmu pembuktian sejarah.</p>
<p>Dalam manuskrip buku berjudul &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;. Sang penulis melaporkan bahwa &#8216;puncak Soebang Daja Louhour&#8217; (Gunung Subang Dayeuhluhur) terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta aktivitas pertapaan&#8217;.</p>
<p>Maka jika diserap, dipahami dan disimpulkan, berdasarkan literasi naskah kuno Eropa berbahasa belanda tersebut menyiratkan informasi bahwa <a href="https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental">situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang berada di puncak Gunung Subang Dayeuhluhur</a> terdiri dari beberapa teras bertingkat (pengertiannya yakni punden berundak), dan memiliki makam keramat (pengertiannya bumi pesarean), serta aktivitas pertapaan (mandala).</p>
<p>Dalam berbagai naskah kuno Eropa, terutama dari era penjelajahan dan kolonialisme awal, memang diakui mereka banyak melakukan eksplorasi terkait potensi kekayaan alam, kebudayaan Nusantara yang berkembang saat itu, lalu mereka merekam dalam cataan-catatan, menuliskan dalam bahasa mereka, dan bahkan mendokumentasikannya.</p>
<p>Dalam dokumentasi yang kemudian disebut manuskrip maupun buku, yang memuat data kumpulan informasi, biasanya berfokus pada pos-pos perdagangan, kerajaan-kerajaan besar, atau sumber daya alam di berbagai wilayah dan budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Adapun hasil penjelajahan apa yang mereka gali atas wilayah-wilayah di Nusantara, terantologi baik dalam bentuk kumpulan maupun laporan-laporan, yang disebut manuskrip atau buku. Maka manuskrip adalah produk budaya mereka yang hasilnya masih dapat kita pelajari saat ini, melalui arsip yang ditinggalkannya itulah kita mengetahui betapa peradaban kita di masa lalu begitu unggul dan tinggi.</p>
<p>Namun demikian walau tidak secara spesifik, dan detail, apalagi terperinci untuk menuliskan situs-situs peninggalan purbakala, secara tersirat melalui catatan-catatan mereka menginformasikan muatan potensi yang ada dalam suatu wilayah dengan gambaran umumnya saja.</p>
<p>Apalagi situs megalitik yang berada di ketinggian gunung dan pedalaman seperti &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Daja Loehoeur, sepertinya di luar konteks mereka yang lebih luas.</p>
<p>Banyak yang menganggap bahwa situs megalitik sebagai warisan budaya yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa, serta peradaban masa lalu, yang bernilai bagi kepentingan sejarah dan pendidikan, yang lebih sering didokumentasikan dan dikaji ke dalam konteks arkeologi dan sejarah lokal Indonesia, baik melalui penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog baik kedinasan maupun lembaga pendidikan, dari kajian ilmiah para akademisi seperti yang tercatat dalam berbagai jurnal dan repositori budaya nasional.</p>
<p>Namun hal terkait situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Gunung Subang wilayah Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap ini setelah berselancar ke mana-mana, redaksi <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> tidak menemukannya.</p>
<p>Walhasil redaksi mendapatkan informasi secara langsung dari masyarakat setempat, masyarakat yang disebut &#8216;Dayaluhur&#8217; yang betapa kuat dan secara ketat menjaga nilai tradisi budayanya, mereka secara turun menurun mewarisi budaya e-book.</p>
<p>E-book yang menandaskan pesan ingatan bahwa apa kata nenek moyang adalah ilmu yang bernilai bagi pendidikan dan sejarah, dan yang harus dipercayai. Mereka menjaga nilai kepercayaan itu ke dalam laku hidup mereka sehari-hari, bahwa tradisi budaya tutur dan lisan menjadi karakter khas masyarakat budaya Dayeuhluhur ini.</p>
<p>Sementara itu, Situs megalitik Gunung Padang Cianjur dilaporkan pada tahun 1914. Situs ini ditulis oleh N. J. Krom, arkeolog dari Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda), dalam laporan resminya tentang peninggalan purbakala di Jawa.</p>
<p>Dalam literatur ilmiah Eropa sebagaimana tersebut di atas, maka ada rentang waktu yang cukup jauh yakni satu abad kemudian, setelah Situs Megalitik Gunung Subang Daja Louhour (1806) atau situs Mandala Mata Bumi terlaporkan.</p>
<p>Jadi, dalam arsip kolonial, Gunung Soebang tercatat lebih lebih awal dari pada Gunung Padang (1914) sebagaimana dikemukakan oleh manuskrip berjudul &#8216;Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië&#8217;</p>
<p>Catatan redaksi kali ini berikhtiar menggali informasi dan data yang kaitannya Situs Purbakala Gunung Subang dengan Manuskrip Belanda, Meskipun detail spesifik mengenainya masih jarang dan samar ditemukan, tapi narasi utama menunjukkan bahwa keberadaan situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang sebelumnya tersembunyi atau kurang dikenal oleh publik, memungkinkan akan terbuka dengan anggapan bahwa sejarah itu berlangsung secara dinamis.</p>
<p>Maka sebelum akhirnya ditemukan dan diteliti lebih dalam dan secara formal. Penemuan ini membuka kembali diskusi tentang keberadaan situs-situs megalitik yang tersembunyi sebagai perhatian penting bagi entitas warisan budaya dan identitas peradaban bangsa, dan umat manusia yang selama ini luput dari perhatian. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="976">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pasar Kroya Cilacap Terbakar</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-42564/pasar-kroya-cilacap-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 12:48:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap Bercahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kroya]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-42564/pasar-kroya-cilacap-terbakar</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Beredar beberapa tayangan video di Media Sosial bahwa Pasar Kroya Cilacap Jawa Tengah terbakar.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Beredar beberapa tayangan video di Media Sosial bahwa Pasar Kroya Cilacap Jawa Tengah terbakar.</p>
<p>Namun hingga berita ini dimuat, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak terkait penyebab kebakaran tersebut dan kerugian yang dialami.</p>
<p>Adapun video Kebakaran Pasar Kroya ini diketahui di akun Fanpage Cilacap Bercahaya salah satu Partner media sosial cilacap.info.</p>
<p><figure><figure class="op-interactive"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2FCilacapBercahaya.ID%2Fposts%2F3264941750431288&#038;show_text=true&#038;width=500" width="500" height="664" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" frameborder="0" allowfullscreen="true" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share"></iframe></figure></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-video-pasar-kroya-cilacap-terbakar.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[tangkapan layar video pasar kroya cilacap terbakar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-video-pasar-kroya-cilacap-terbakar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[tangkapan layar video pasar kroya cilacap terbakar]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Video Detik-detik Pria asal Cilacap gagal Bunuh Diri Karena Sungainya Dangkal</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-42552/video-detik-detik-pria-asal-cilacap-gagal-bunuh-diri-karena-sungainya-dangkal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 11:06:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[News Flash]]></category>
		<category><![CDATA[Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-42552/video-detik-detik-pria-asal-cilacap-gagal-bunuh-diri-karena-sungainya-dangkal</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Seorang pria asal Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah viral di media sosial karena ingin mengakhiri hidup dengan Bunuh Diri melompat dari atas jembatan ke Sungai Kemiri, Tegal.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Seorang pria asal Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah viral di media sosial karena ingin mengakhiri hidup dengan Bunuh Diri melompat dari atas jembatan ke Sungai Kemiri, Tegal.</p>
<p>Namun pada saat itu Sungai Kemiri dalam kondisi airnya dangkal, sehingga percobaan bunuh diri yang dilakukan pria tersebut gagal.</p>
<p>Pria tersebut masih selamat dan kemudian Warga dan petugas kemudian mengevakuasi korban dari sungai Kemiri.</p>
<p><strong>Simak Video nya</strong> :</p>
<p><figure><figure class="op-interactive"><iframe loading="lazy" src="https://www.facebook.com/plugins/video.php?height=314&#038;href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fcilacapdotinfo%2Fvideos%2F1373717079724998%2F&#038;show_text=false&#038;width=560&#038;t=0" width="560" height="314" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" frameborder="0" allowfullscreen="true" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share" allowFullScreen="true"></iframe></figure></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Pria-asal-Cilacap-yang-gagal-bunuh-diri-di-Tegal-karena-sungainya-dangkal.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pria asal Cilacap yang gagal bunuh diri di Tegal karena sungainya dangkal]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Pria-asal-Cilacap-yang-gagal-bunuh-diri-di-Tegal-karena-sungainya-dangkal-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pria asal Cilacap yang gagal bunuh diri di Tegal karena sungainya dangkal]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Diduga Kapal Pengayoman IV Kemenkumham yang Terbalik di Nusakambangan Cilacap Karena Angin Kencang</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-40635/diduga-kapal-pengayoman-iv-kemenkumham-yang-terbalik-di-nusakambangan-cilacap-karena-angin-kencang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 22:40:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-40635/diduga-kapal-pengayoman-iv-kemenkumham-yang-terbalik-di-nusakambangan-cilacap-karena-angin-kencang</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kapal Pengayoman IV Rute Dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong di kabarkan terbalik di Perairan Nusakambangan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap Pada Jumat (17/9/2021) Sekitar Pukul 09.00 WIB. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kapal Pengayoman IV Rute Dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong di kabarkan terbalik di Perairan Nusakambangan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap Pada Jumat (17/9/2021) Sekitar Pukul 09.00 WIB. </p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya Cilacap terima informasi Pada Jumat (17/9) Pukul 09.15 Wib bahwa telah terjadi KM. Pengayoman IV Rute Dermaga Wijayapura ke Sodong Terbalik di Perairan Nusakambangan Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Kejadian bermula Pada Jumat (17/9) Pukul 08.50 WIB Kapal Pengayoman IV berangkat dari dermaga wijayapura cilacap menuju ke dermaga sodong nusakambangan dengan mengangkut pasir split, dua unit truk dan satu sepeda motor dalam perjalanan, kapal terbalik di mungkinkan karena embusan angin kencang dan arus kuat mengakibatkan kapal hilang kendali di titik koordinat 07°44&#8217;25.5&#8243; S 108°59&#8217;29&#8221; E. </p>
<p>Di ketahui informasi awal sampai dengan sekarang untuk jumlah Abk Kapal 7 orang dan 5 orang berhasil selamat kemudian 2 orang di kabarkan meninggalkan dunia di Rsud Cilacap.</p>
<p>Korban selamat bernama Subagyo Antoro Desa Kuripan RT 02 RW 09 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap (Kapten Kapal), Melda Subondo alamat kelurahan Mersi RT 04 RW 04 Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas (anggota CPNS Lapas Batu), Diki desa Tumiyang RT 01 RW 03 kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, Suheris (sopir truk) alamat jalan damar RT 06 RW 09 Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap, Yulianto (Teknisi Proyek).</p>
<p>Korban meninggal dunia bernama Wahyu Hidayat alamat Desa Karangreja RT 01 RW 03 kecamatan Maos Kabupaten Cilacap (anggota Lapas Batu Nusakambangan), Kardim alamat jalan sengon no. 36 RT 02 RW 4 kelurahan Tritih Kulon kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Upaya yang di lakukan sampai dengan sore ini kita masih melakukan upaya penyelaman dan penyisiran di permukaan air di lokasi kapal terbalik untuk memastikan bahwa sudah tidak ada tanda-tanda korban yang masih di dalam kapal tersebut.</p>
<p>Di ketahui Jenis Kapal Pengayoman IV tahun pembuatan 2012 Merk Cummins 6 GTA 8.3&#8243; berukuran 25.35 meter.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Foto-Basarnas-Cilacap-di-Perairan-Nusakambangan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Foto Basarnas Cilacap di Perairan Nusakambangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Foto-Basarnas-Cilacap-di-Perairan-Nusakambangan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Foto Basarnas Cilacap di Perairan Nusakambangan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KA Kemenag Cilacap Kunjungan ke Gereja Paroki Majenang</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-38108/ka-kemenag-cilacap-kunjungan-ke-gereja-paroki-majenang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 18:03:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Majenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-38108/ka-kemenag-cilacap-kunjungan-ke-gereja-paroki-majenang</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Senin, 12 April 2021 Ka Kankemenag Kabupaten Cilacap, Imam Thobroni kembali bergiat melaksanakan kunjungan kerjanya blusukan ke berbagai kecamatan-kecamatan, setelah dipandang agak mereda kasus pandemi di Kabupaten Cilacap.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Senin, 12 April 2021 Ka Kankemenag Kabupaten Cilacap, Imam Thobroni kembali bergiat melaksanakan kunjungan kerjanya blusukan ke berbagai kecamatan-kecamatan, setelah dipandang agak mereda kasus pandemi di Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap pagi tadi didampingi staf dan Kepala Kantor Urusan Agama Majenang, Syarif Hidayatulloh, melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Santa Theresia Paroki Majenang yang sedang merampungkan renovasi gedung Aula menjadi bagian penting yang patut disyukuri setelah mendapat penghargaan sebagai Satuan Kerja Inovasi Pelayanan Publik Terbaik dalam satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama tersebut.</p>
<p>Kunjungan Ka Kankemenag Cilacap ini disambut langsung oleh Pastor Kepala Paroki, Romo Bonifasius Abbas, Pendeta GKI Majenang&#8230;., beserta pengurus jemaat gereja Mas Nico dkk. dan juga dikawal personel Banser serta dedengkot Komunitas Gus Durian Majenang, H. Mohammad Murtado biasa disapa Haji Tado.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kang Itob, panggilan akrab Imam Thobroni ini berulangali menekankan pentingnya mengawal Gus Mentri Agama yang sedang sangat giat mensosialisaikan dan merealisasikan program kerja kementerian agama menjadi Kementerian SEMUA Agama agar agama benar-benar menempati ruhnya sebagai spirit dan inspirasi dalam realitas kehidupan keberagamaan yang majemuk dalam bingkai pergaulan kesatuan kebangsaan republik Indonesia.</p>
<p>Kang Itob juga siap membina Forum Generasi Muda Lintas Iman lintas Bangsa yang bari-baru ini digulirkan oleh Gus Mentri belum lama ini. Penting diteladani bahwa kunjunganngannya kali ini sebagai wujud penghormatan kepada masyarakat Majenang dan sekitarnya yang teah menjadi miniatur Indonesia yang mengedepankan harmoni dan keselarasan hidup guyub rukun dan dinamis dalam menacri solusi solusi problem kemasyarakat dan kehidupan bermaysrakat pada umumnya.</p>
<p>Baik Kang Itob maupun Romo Bony berkali-kali menyebut kehadiran Komunitas Gus Durian menjadi embrio pergaulan yang cair dalam menyikapi berbagai perbedaan tentu saja karena nila-nilai kemanusian yang menjadi spiritnya adalah warisan yang sudah diletakkan oleh Guru Bangsa yakni, KH. Abdurrahman Wahid, Gus Dur yang telah menjadi perekat persaudaraan sesama manusia sesama bangsa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/KA-Kemenag-Cilacap-Kunjungi-Gereja-Paroki-Majenang.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KA Kemenag Cilacap Kunjungi Gereja Paroki Majenang]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/KA-Kemenag-Cilacap-Kunjungi-Gereja-Paroki-Majenang-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[KA Kemenag Cilacap Kunjungi Gereja Paroki Majenang]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Remaja Putri Asal Cilacap Viral Lantaran Lakukan Bullying atau Perundungan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-34707/remaja-putri-asal-cilacap-viral-lantaran-lakukan-bullying-atau-prundungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2020 01:45:24 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Perundungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-34707/remaja-putri-asal-cilacap-viral-lantaran-lakukan-bullying-atau-prundungan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Tidak habis pikir, gegara ditegur oleh temannya, remaja putri yang diketahui asal Cilacap ini tersulut emosinya, bahkan tak segan membalas teguran itu dengan kekerasan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tidak habis pikir, gegara ditegur oleh temannya, remaja putri yang diketahui asal Cilacap ini tersulut emosinya, bahkan tak segan membalas teguran itu dengan kekerasan.</p>
<p>Ternyata bukan hanya pria yang bisa ribut hingga melakukan pemukulan manakala merasa emosi, wanita juga bisa demikian.</p>
<p>Akan tetapi hal itu teramat langka, pasalnya yang kerap dijumpai, baik di dalam sebuah berita, bahwa wanita yang ribut itu emak-emak gegara masalah dengan tetangga.</p>
<p>Namun hal ini lain, dimana remaja putri yang melakukannya lantaran begitu emosi dan kemudian melakukan perundungan.</p>
<p>Hal itu bisa dilihat di sebuah video yang berdurasi kurang dari 30 detik yang tengah viral saat ini di linimasa media sosial.</p>
<p>Terdengar dengan jelas seorang remaja diperlakukan cukup kasar dan di bully dengan logat ngapak khas banyumasan.</p>
<p>Bahkan yang menjadi korbannya mengatakan &#8220;pusing&#8221;, pasalnya tampak dalam tayangan video kalau korban di bully hingga di jambak rambutnya.</p>
<p>Remaja putri itupun menangis, akan tetapi beberapa remaja putri lainnya seperti tidak peduli.</p>
<p>Video tersebut tentu saja membuat gempar warga masyarakat, terutama warga dari Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>Kepala Satreskrim Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Rifeld Constantien Baba dilansir Antaranews mengatakan. Bahwa pihaknya tengah menyelidiki remaja putri seperti yang terdapat dalam video yang diduga berasal dari Cilacap itu.</p>
<p>&#8220;Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan, dan berdasarkan laporan yang didapat, bahwa kejadiannya yakni di daerah Pemintalan, Cilacap Selatan.&#8221; Kata Rifeld, Selasa, 30 Desember 2020 kemarin.</p>
<p>Rifeld menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata yang ada dalam video dan melakukan Bullying masih di bawah umur.</p>
<p>&#8220;Saat ini kami masih memeriksanya, oleh sebab itu para pelaku perundungan, berapa jumlahnya masih dalam proses pemeriksaan. Sedangkan yang menjadi korban yakni satu remaja putri.&#8221; Katanya.</p>
<p>Ia pun menerangkan bahwa kejadian tersebut bermula dari adanya teguran. &#8220;Jadi, tindakan itu ditengarai lantaran emosi karena mendapatkan teguran.&#8221; Terangnya.</p>
<p>Masih jelas Rifeld, dikaranekan mereka masih di bawah umur, sehingga dalam penyelidikan ini juga melibatkan Orang Tua, Pihak Sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Tangkapan-Layar-Remaja-Putri-asal-Cilacap-Lakukan-Bullying.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="775"
				height="428">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tangkapan Layar Remaja Putri asal Cilacap Lakukan Bullying]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Tangkapan-Layar-Remaja-Putri-asal-Cilacap-Lakukan-Bullying-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tangkapan Layar Remaja Putri asal Cilacap Lakukan Bullying]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
