<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Anti Hoax &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/anti-hoax/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Jun 2024 13:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Anti Hoax &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Perangi Hoax, IMO-Indonesia Dukung Dewan Pers Sukseskan Pilkada Serentak 2024</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-60468/perangi-hoax-imo-indonesia-dukung-dewan-pers-sukseskan-pilkada-serentak-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jun 2024 13:52:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Anti Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[IMO Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-60468/perangi-hoax-imo-indonesia-dukung-dewan-pers-sukseskan-pilkada-serentak-2024</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia terus mendukung Dewan Pers (DP) dalam memerangi pemberitaan palsu (hoax) yang tesebar di berbagai platform baik media sosial maupun media massa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia terus mendukung Dewan Pers (DP) dalam memerangi pemberitaan palsu (hoax) yang tesebar di berbagai platform baik media sosial maupun media massa.</p>
<p>Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F. Ismail menuturkan bahwa organisasinya selama ini selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak DP dalam membangun iklim pemberitaan tanah air yang kredibel dan terpercaya.</p>
<p>&#8220;Salah satunya dengan cara memerangi hoaks yang terlanjur merajalela. Utamanya di platform media digital,&#8221; kata Yakub di Jakarta, Jumat (21/6).</p>
<p>Menurutnya, upaya membangun pers yang bersih, bertanggung jawab dan terpercaya adalah hal yang sangat krusial saat ini, terlebih menyambut pesta demokrasi yang akan dihelat beberapa bulan ke depan.</p>
<p>Ia mengatakan, peran IMO Indonesia sejauh ini dalam melawan berita bohong telah dilakukan secara konsisten baik di level pusat maupun daerah.</p>
<p>&#8220;Kami punya komitmen tinggi dalam mendorong iklim pemberitaan yang menjunjung etika jurnalistik dan visi DP dalam membangun dunia pers yang informatif dan berintegritas. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi dengan DP terus diperkuat dari dulu hingga sekarang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, ia menegaskan bahwa IMO Indonesia akan senantiasa berpedoman pada UU Pers dan kode etik jurnalistik.</p>
<p>&#8220;Termasuk kami juga selalu mematuhi segala larangan, imbauan ataupun peraturan yang dibuat DP dalam mendorong peningkatan kualitas pers di Indonesia,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/06/21/IMO-Indonesia-dan-Dewan-Pers.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IMO Indonesia dan Dewan Pers]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/06/21/IMO-Indonesia-dan-Dewan-Pers-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[IMO Indonesia dan Dewan Pers]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Waduh, Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang Meneliti Bentuk Kaki Wanita, Hoax atau Fakta?</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-29844/waduh-mahasiswi-universitas-brawijaya-malang-meneliti-bentuk-kaki-wanita-hoax-atau-fakta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 18:48:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Anti Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-29844/waduh-mahasiswi-universitas-brawijaya-malang-meneliti-bentuk-kaki-wanita-hoax-atau-fakta</guid>

					<description><![CDATA[MALANG,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Sebuah informasi tentang seorang mahasiswi yang mengaku dari Universitas Brawijaya tengah melakukan penelitian soal bentuk kaki wanita beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp dan media sosial Twitter.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sebuah informasi tentang seorang mahasiswi yang mengaku dari Universitas Brawijaya tengah melakukan penelitian soal bentuk kaki wanita beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp dan media sosial Twitter.</p>
<p>Pembuat pesan mengklaim sebagai mahasiswi semester akhir Jurusan Ilmu Psikologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.</p>
<p>Klaim sebagai mahasiswi disertai surat yang tampak resmi dari Universitas Brawijaya karena dilengkapi kop dan tanda tangan wakil dekan bidang akademik.</p>
<p>Berikut pesan yang beredar terkait penelitian bentuk kaki wanita terhadap karakter dan kesehatan itu:</p>
<blockquote><p>&#8220;Assalamu&#8217;allaikum&#8230;
Selamat sore malam adek syifa. Sehubungan dengan adanya PSBB karena Covid 19. Ijinkan Saya Ayu Sofia Anggraeni.., mahasiswa akhir imu Psikologi Univ. Brawijaya. Saya sedang melakukan penelitian online tentang &#8220;analisa pengaruh bentuk kaki terhadap karakter dan kesehatan wanita&#8221;. Saya hanya butuh foto kakinya adek.
Mohon bantuan dan responnya ya, bantuan adek sangat berarti bagi saya..
Terima kasih.&#8221;</p></blockquote>
<p>Selain itu, pembuat dan penyebar pesan juga mengirimkan foto-foto kaki sebagai contoh foto yang diharapkan bisa diperoleh dari para penerima pesan.</p>
<p>Apakah benar ada mahasiswi Universitas Brawijaya dengan nama dan jurusan sebagaimana terdapat dalam pesan berantai itu?</p>
<p>Penjelasan:
Penelusuran ANTARA di situs resmi Universitas Brawijaya, termasuk situs fakultas kedokteran, tidak terdapat program studi atau jurusan ilmu psikologi kesehatan.</p>
<p>Dalam surat yang disertakan penyebar pesan, pihak yang bertanda tangan adalah Wisnu Barlianto sebagai wakil dekan bidang akademik.</p>
<p>Sementara jika merujuk pada situs resmi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Wisnu Barlianto adalah dekan di fakultas itu.</p>
<p>Kop surat yang beredar masih menyebutkan kampus yang berada di kota Malang, Jawa Timur, itu masih berkedudukan di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.</p>
<p>Padahal, pendidikan tinggi sebagai naungan dari berbagai kampus negeri di Indonesia telah pindah dari Kemristek ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Oktober 2019.</p>
<p>Kepala Bagian Humas Universitas Brawijaya Kotok Guritno, dalam pesan singkat yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, mengatakan tidak terdapat nama mahasiswa pada fakultas kedokteran sebagaimana dalam pesan yang beredar di WhatsApp ataupun Twitter itu.</p>
<p>&#8220;Surat yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya itu palsu. Nama dan jurusan tersebut tidak ada, setelah kami konfirmasi ke fakultas terkait,&#8221; kata Kotok.</p>
<p>Universitas Brawijaya, lanjut Kotok, juga berharap masyarakat dapat mengonfirmasi pesan-pesan mencurigakan yang mengatasnamakan kampus di Malang, Jawa Timur itu, melalui saluran resmi.</p>
<p>Klaim: Mahasiswi Universitas Brawijaya lakukan penelitian bentuk kaki wanita
Rating: Salah/Hoaks.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Benarkah Karena Tolak TKA China, Kantor Polisi di Kendari Dibakar, CEK FAKTA</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-29841/benarkah-karena-tolak-tka-china-kantor-polisi-di-kendari-dibakar-cek-fakta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 18:23:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Anti Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-29841/benarkah-karena-tolak-tka-china-kantor-polisi-di-kendari-dibakar-cek-fakta</guid>

					<description><![CDATA[SULTENG,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Sebuah video berjudul &#8220;KENDARI MEMANAS 2 AGUSTUS TENTANG TKA CHINA YANG MASUK INDONESIA KANTOR &#038; KENDARAAN POLISI DIBKAR MASSA&#8221; beredar di media sosial Facebook, pada Selasa (4/8). ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SULTENG, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sebuah video berjudul &#8220;KENDARI MEMANAS 2 AGUSTUS TENTANG TKA CHINA YANG MASUK INDONESIA KANTOR &#038; KENDARAAN POLISI DIBKAR MASSA&#8221; beredar di media sosial Facebook, pada Selasa (4/8). </p>
<p>Akun Berita Global, yang mengunggah video itu, mengklaim rekaman tersebut berisi gambar situasi yang memanas di Kendari, Sulawesi Tenggara. Situasi tidak kondusif itu dikabarkan berlangsung saat massa melakukan aksi penolakan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Kendari, pada 2 Agustus 2020.</p>
<p>Video berdurasi sekitar empat menit itu menampilkan cuplikan gambar bentrokan antara massa dengan anggota kepolisian. Adapula seorang pria berbaju hitam yang terlihat melepaskan tembakan pada menit pertama.</p>
<p>Ditampilkan pula pada menit ke-3, gambar api &#8220;melahap&#8221; kendaraan yang tengah terparkir di depan sebuah bangunan. Menjelang menit ke-4, sebuah bangunan menyerupai kantor juga tampak terbakar si jago merah.</p>
<p>Hingga Selasa malam, video itu telah ditonton sebanyak 478 kali, dan direspon 32 pengguna lain Facebook.</p>
<p>Namun, benarkah bentrokan di video itu terjadi di Kendari sebagai aksi penolakan kedatangan TKA China?</p>
<p>Penjelasan:
Hasil penelusuran ANTARA menunjukkan video itu pertama kali diunggah oleh Philip Jacobson di Youtube pada 5 Agustus 2012.</p>
<p>Dari keterangan Philip, kejadian dalam video itu diketahui tidak berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, melainkan di Lambu, Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>
<p>Pembakaran kantor serta kendaraan dalam video itu juga bukan berlangsung dalam aksi protes kedatangan TKA China, sebagaimana dinarasikan pengunggah video di Facebook.</p>
<p>Dalam deskripsinya tentang video itu di Youtube, Philip menerangkan ribuan warga Bima, NTB, marah atas izin eksplorasi emas yang diberikan bupati daerah itu kepada perusahaan Australia.</p>
<p>Dengan demikian diketahui bahwa video di Facebook tersebut berisi narasi tentang penolakan TKA China di Kendari itu palsu atau hoaks.</p>
<p>Klaim: Video pembakaran kantor polisi karena massa tolak TKA China di Kendari 
Rating: Salah/Disinformasi</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
