oleh

Saat JavaScript Perintah Menautkan Link Copy Paste

Cilacap.infoBudaya copy paste artikel kerap dijumpai, dampak copy jika judul sama bisa menyebabkan hilangnya artikel orang lain di mesin telusur.

Selain itu dampak dari Copy Paste membuat laman sulit untuk bersaing, maka dilakukanlah teknik parafrase.

Parafrase yakni teknik menyontek artikel laman orang lain tanpa terindikasi plagiat. Namun artikel parafrase yang benar tetap menyantumkan sumber parafrase.

Membuat artikel parafrase bukanlah mudah, si pembuat butuh mencari referensi dengan membacanya terlebih dahulu di banyak laman.

Lalu mereka menuliskannya kembali dengan ringkas atau dengan gaya bahasa si penulis. Namun tidak melenceng dari isi yang telah diparafrase. Parafrase adalah teknik ampuh agar lolos dari plagiarisme konten.

Namun lain halnya dengan teknik copy paste menyeluruh, baik di media sosial dan lainnya. Jelas akan berdampak pada plagiat yang bisa dilihat melalui tool.

Pemilik laman untuk mengatasi hal ini biasanya membubuhkan JavaScript Permalink Pos. Suatu perintah jika artikel di Copy Paste maka diperintah untuk mencantumkan sumber URL yang mengarah ke pos yang di copas.

Baca Juga :   Apa itu Iklan MGID dan Bagaimana Cara Memasangnya di Website

Namun etika tersebut sekarang sudah tidak diindahkan, baik itu artikel dari konten aggregation atau syndicate otomatis maupun manual.

Dalam ilmu keislaman misalnya, seorang penulis dalam hal ini memiliki ilmu dan kapasitas yang memadai dalam membuat artikel.

Namun tatkala artikel di copas tanpa menyantumkan link hidup, maka jelas laman tersebut tak mempunyai kelakar baik. Biasanya karena tak ingin kalah dan ingin merajai search engine, sehingga copas.

Ujung-ujungnya jika laman tersebut mendapatkan pembaca, kemudian datanglah para pengiklan.

Artikel Copy Paste secara menyeluruh memang etikanya harus merujuk ke sumbernya, link langsung jika di copas dari media online.

Namun hal ini kerap tidak diindahkan, bahkan jawab mereka santai bahwa copy paste itu mudah bahkan seolah tak bersalah.

Baca Juga :   Media Online Adalah Konsumsi Masyakarat

Perintah JavaScript sumber link hidup dalam laman itu memerintahkan para pengcopas untuk membubuhkan artikel, itu adalah isyarat suatu laman.

Baik itu artikel di copas kembali di laman atau media sosial maka etika baiknya membubuhkan link langsung yang merujuk ke artikel.

Meski dinyatakan plagiat oleh tool, dengan seperti itu maka akan sama-sama menguntungkan, search engine juga menganggapnya baik.

Artikel copas dari laman di media sosial tanpa sumbernya juga berdampak artikel tersebut di copas kembali oleh media online.

Tak hanya sekedar copas di media online, bahkan bisa di copas dan ada di koran.

Kelakar cari rating dan keuntungan komersial harus juga mengedepankan etika dan timbal balik. Mereka tidak akan meminta uang namun meminta untuk mengarahkan artikel dari link langsung agar sama-sama menguntungkan.

Baca Juga :   Dampak Buruk Copy Paste Artikel dari Website Orang Lain

Kata siapa adsense atau ad break, audience network facebook, youtube, creator video facebook tidak membaned iklan monetize dari plagiat.

Mereka bakal menghapus iklan pada artikel atau video jika kedapatan konten mereka plagiat. Imbasnya maka akan merugi, penghasilan dari monetize pun hilang.

Budayakan menghargai karya orang lain bukan untuk tujuan diri sendiri dengan harapan iklan yang datang atau besar.

Manfaatkan waktu sebentar guna merefreshingkan fikiran, sebab penulis atau menulis semua orang bisa menulisnya, namun mereka butuh ide.

Lain halanya dengan artikel kiriman, misal dari bukalapak dan tokopedia maupun e-commerce lainya.

Mereka mengirim ke media-media guna mempublikasikan event yang mereka telah lakukan.

Justru laman-laman berkualitas lah yang mendapatkan kiriman dari laman e-commerce, Startup meskipun tidak ada bayarannya, sebab bukan bayaran yang kita lihat melainkan manfaatnya kepada masyarakat.