Bejad, Ayah Kandung di Purbalingga Setubuhi Anak Kandung Tak Kenal Waktu

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Ayah Bejad Hamili Anak Kandungnya
Polres Purbalingga Ungkap Kasus Ayah Bejad Hamili Anak Kandungnya

Purbalingga, Cilacap.info – Istrinya bekerja di Jakarta, anak kandungnya sendiri malah jadi sasaran pelampiasan hasrat seksualnya. Bahkan hal itu telah dilakukan selama Satu tahun lebih, hal ini akhirnya diungkap oleh Kepolisian Resor Purbalingga.

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman menjelaskan. Sebut saja Mawar (17) pergi ke Puskesmas Bobotsari untuk melahirkan bayi yang di kandungnya. Namun pihak Puskesmas ini merasa curiga dengan wanita yang masih dibawah umur tersebut, pasalnya masih muda dan tidak diketahui ayah dari anak yang dikandungnya itu.

“Atas kecurigan tersebut, pihak puskesmas kemudian melaporkan ke polres Purbalingga dan kemudian petugas melakukan penyelidikan.” Kata Kapolres Purbalingga saat konferensi saat pers, Jumat (29/11/2019).

Masih dari keterangannya, bahwasanya setelah diselidiki, barulah terungkap siapa bapak dari anak yang dilahirkan wanita tersebut.

“Usai dilakukan penyelidikan, ternyata yang menghamili wanita ini adalah ayah kandung sendiri. Petugas telah berhasil menangkap pelaku dirumahnya Kamis (14/11).” Jelas kapolres menbahkan.

Kapolres Purbalingga mengatakan, aksi tersangka ini sudah dilakukan satu tahun lebih, tepatnya dimulai dari bulan Agustus 2018 lalu.

Masih terang Kapolres, Tersangka ini melakukan aksi bejadnya dengan mengancam korban jika tidak menurutinya tidak akan dibiayai sekolah.

“Tersangka, masuk kekamar tidur anak wanitanya dengan tiduran dikasur berbaring bersebelahan. Tersangka kemudian membujuk rayu korban dengan mengancam tidak dibiayai sekolah jika tidak menurutinya. Korban yang sempat menolak ini akhirnya menuruti nafsu bejad ayah kandungnya sendiri.” Terang Kapolres.

Mirisinya aksi bejadnya itu dilakukan tak mengenal waktu dan telah dilakukan berkali-kali meskipun anaknya telah mengandung janin hasil perbuatan pelaku.

Pelaku juga melakukan aksinya dengan cara mengawasi kedua anaknya yang lain, sedang istrinya bekerja di Jakarta.

Ketika suasana sudah aman, baru pelaku melakukan aksinya entah siang ataupun malam pada mawar (17).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tersangka dikenakan pasal 81 Ayat (1), (2) dan (3) UU Nomor 17 Tahun 2016. Yakni tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman kurangan paling lama 15 tahun dan atau tambahan sepertiga (20 tahun) dan denda Rp5 miliar.” pungkas kapolres. (Huda)

Penulis : Redaksi Cilacap.info
Editor : bayu
Jumlah Artikel 405 Pos
Loading...