oleh

PT SBI Jalin Kerjasama dengan Pemkab Cilacap Dalam Pengelolaan Sampah

CILACAP.INFO – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat menjalin kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Kerjasama yang dilakukan, yakni dalam hal peningkatan kualitas pengelolaan sampah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dengan Refuse Derived Fuel (TPST RDF).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama. Yaitu tentang Peningkatan Pengelolaan Sampah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Cilacap.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala DLH Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri dan Direktur Manufaktur PT SBI Tbk Lilik Unggul Raharjo di Cilacap, Jumat.

Pendatangan perjanjian kerja sama tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf.

Dalam keterangan persnya, Direktur Manufaktur PT SBI Tbk Lilik Unggul Raharjo mengatakan. Bahwa pengelolaan sampah di TPST RDF di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi akan menjadi solusi. Juga sekaligus menjawab tantangan atas permasalahan sampah kota yang dihadapi selama ini.

Sebagai mitra Pemkab Cilacap dalam mengatasi persoalan sampah, kata dia. PT SBI Tbk memiliki pengalaman dan keahlian mengelola sampah dengan cara yang aman dan ramah lingkungan.

Baca Juga :   30 Anak Penyu atau Tukik Dilepaskan ke Pantai Sodong Adipala Cilacap

Menurut dia, sampah-sampah domestik tersebut akan diolah dengan metode fisika biologis. Hal itu untuk dijadikan RDF (bahan bakar alternatif, red.) di pabrik SBI yang berlokasi di Cilacap.

“Metode pemanfaatan ini merupakan pengembangan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu kami juga ingin memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah domestik. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.” Katanya.

Ia mengatakan SBI terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan tidak hanya terbatas di Kabupaten Cilacap.

Menurut dia, optimalisasi TPST Bantargebang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan metode “landfill mining” juga menjadi langkah perusahaan. Yakni dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik.

“Ke depannya, pembelajaran dari berbagai pengembangan inovasi pengelolaan sampah ini dapat memberikan nilai tambah bagi perbaikan lingkungan di Indonesia.” Katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala DLH Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri mengaku bersyukur. Karena penandatangan perjanjian kerja sama tersebut telah dilaksanakan setelah menunggu cukup lama sehingga tinggal pelaksanaannya.

Baca Juga :   Profil Biodata Ulin Nuha Aksi Indosiar

“1 Juli Insya Allah (TPST RDF) operasional secara resmi, walaupun selama ini kami sudah ‘commisioning’ (uji coba).” Katanya.

Menurut dia, penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut menindaklanjuti kesepakatan. Yakni antara Pemkab Cilacap dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selaku induk perusahaan dari PT SBI Tbk di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan dengan (perjanjian kerja sama) ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan kita, bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Cilacap.” Katanya.

Ia mengakui jika hingga saat ini, produk RDF yang dihasilkan belum bisa maksimal. Hal itu karena masih dalam tahap uji coba dan terkendala dengan adanya pandemi COVID-19.

Awaluddin mengharapkan setelah beroperasi secara resmi, produk yang dihasilkan TPST RDF bisa maksimal. Selain itu juga akan dievaluasi setiap bulannya.

Seperti diwartakan ANTARA, TPST RDF merupakan tempat pengolahan sampah ramah lingkungan yang ditujukan untuk mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, dan menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Dalam hal ini, bahan bakar alternatif tersebut dihasilkan setelah melalui proses pencacahan sampah dan pengeringan.

Baca Juga :   Lanal Cilacap dapat Kejutan dari Polisi Resor

Ada dua kementerian yang berperan dalam pembangunan TPST RDF di Cilacap, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkaitan dengan penyediaan mesin pengolahan sampah serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berkaitan dengan penyediaan bangunan utama.

Selain itu, Pemprov Jateng berperan dalam penyediaan sarana pendukung TPST RDF, sedangkan Pemkab Cilacap menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan TPST RDF beserta jalan akses.

Sementara PT SBI Tbk selain terlibat dalam pelaksanaannya juga berminat terhadap bahan bakar alternatif yang dihasilkan TPST RDF tersebut guna mengurangi penggunaan batu bara.

Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, TPST RDF yang menempati lahan seluas 3 hektare di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, memiliki kapasitas mengolah sampah sebesar 120 ton per hari.

Setelah melewati masa uji coba, TPST tersebut menunjukkan hasil sesuai dengan direncanakan atau standar, yakni produk berupa RDF sebanyak 30-40 ton per hari dan kadar air turun dari 57,60 persen menjadi 22,75 persen dalam waktu 20 hari dengan nilai kalori sebesar 687 kilokalori per kilogram (Kkal/kg). (Antara)