oleh

Poktan Cilacap Meraih 2 Gelar Juara Buah Unggulan se Jateng

SEMARANG, Cilacap.info – Bertempat di alun-alun Bung Karno Ungaran, Semarang Jawa Tengah (jateng) pada event festival buah tahunan, buah cilacap berhasil meraih juara buah unggulan.

Adapun yang menjadi juara pertama lomba yakni buah alpukat, sedangkan Pisang Cilacap menempati urutan kedua.

Event tersebut diikuti oleh 35 kabupaten se jawa tengah dengan jumlah 187 peserta kelompok tani (poktan).

Dalam event tahunan yang dimulai pada 7 maret 2020 di Ungaran, adapun ada lima kategori yang dilombakan. Dari kelima buah yang dilombakan yaitu Alpukat, Pisang, Duku, Manggis dan Duku.

Dalam hal ini poktan Cilacap yang berhasil menjadi juara berhak membawa pulang trophy juara, sertifikat dan juga uang pembinaan.

Karsono pengusul lomba warga Dr. Rajiman RT 04 RW 05 Kebonmanis, Cilacap Utara, keluar sebagai juara pertama dari buah alpukat milik orang tuanya (Kutno).

Menurut penuturannya, buah alpukat tersebut pohonnya telah berusia 25 – 30 tahun. Adapun keunggulan alpukat yang berusia 25 – 30 memiliki keunggulan. Yakni antaranya buahnya pulen serta buahnya lebih berisi atau berbobot.

Baca Juga :   Gelombang Tinggi Seret 2 ABG asal Cilacap Utara

“Dari satu Pohon Alpukat ini, bisa menghasilkan 1 sampai 2 kwintal dengan bobot rata-rata setengah sampai 1 kilogram perbuahnya.” Katanya.

Adapun sebagai juara dua yakni Poktan dari Kecamatan Kampung Laut dengan buah unggulannya Pisang jenis Raja.

Buah raja yang berasal dari kampung laut cilacap ini adalah milik keluarga yatno yang diusulkan dalam lomba buah unggulan oleh PPL kampung Laut, Muhsin.

Menurut Penyuluh Lapangan (PPL) Kampung Laut, Muhsin, bahwasanya buah pisang tersebut pohonnya telah berusia 10 bulan.

Keunggulannya dijelaskan Muhsin, buah pisang usia sedemikian itu terasa manis serta tundunannya panjang.

“1 pohon pisang bisa memproduksi buah pisang mencapai 30 kilogram (per tundun) dan dengan harga jual 150 sampai 250 ribu rupiah.” Katanya.

Atas perolehan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto sangat senang dan mengapresiasiasinya.

Baca Juga :   Dari Lapas Nusakambangan Cilacap Habib Bahar Berikan Pesan Kepada Keluarganya

Hal itu dia ucapkan saat melakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba pada Senin (9/3/2020).

“Saya berharap buah yang menjadi pemenang lomba buah unggulan ini bisa dikembangkan keberadaan dan populasi tanamannya. Serta bisa menjadi keunggulan dan nilai lebih tersendiri di pasaran. Lapak Petani bisa menjadi sarana pemasarannya.” Kata Supriyanto dilansir dari laman humas.cilacapkab.go.id.

Supriyanto juga menambahkan bahwa potensi kecamatan Kampung Laut sebagai penghasil buah cukup besar dan saat ini selain pisang juga sedang dikembangkan oleh masyarakat setempat tanaman jeruk yang luasannya mencapai 60 ha.

“Kesuburan lahan di Kampung Laut sangat mendukung karena berupa tanah sedimen yang potensial untuk pengembangan budidaya pertanian.” Tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa label alpukat dataran rendah serta Kabupaten Cilacap sebagai produsen pisang adalah icon yang bisa dipakai sebagai modal pengembangan komoditas alpukat dan pisang.

Baca Juga :   Peresmian Saung Tani, Babinsa, PPL dan Gapoktan Do'a Bersama Sambut Musim Panen

“Selama ini alpukat dikenal banyak tumbuh dan berkembang di daerah dengan elevasi menengah-tinggi, misalnya di Bandungan Kabupaten Semarang, maka dengan munculnya alpukat Kabupaten Cilacap sebagai Juara I dapat dijadikan label alpukat dataran rendah.

Terlebih lagi kemenangan buah alpukat Kabupaten Cilacap ini merupakan kemenangan untuk yang kedua kalinya, setelah pertengahan tahun 2017 lalu alpukat Cilacap juga pernah menjadi juara I pada lomba yang sama, jelas Supriyanto.

Seperti diketahui bahwa Kabupaten Cilacap sebagai produsen buah pisang serta olahan pisang (sale pisang) sudah diakui oleh banyak pihak. Dengan menjadi Juara I lomba pisang, Kabupaten Cilacap tentunya semakin diperhitungkan pula sebagai Kabupaten Pisang.

Proses untuk mengarah ke tujuan ini masih memerlukan beberapa tahapan. Pengajuan uji varitas serta penamaan ke BPSB dan juga pengajuan sertifikasi merupakan beberapa tahapan yang masih harus dilalui untuk bisa diakui sebagai varian buah unggul secara resmi. (*)