Rasisme Website Radikal Dalam Memandang Toleransi

stop extrimis dan radikalisme
stop extrimis dan radikalisme

Cilacap.info – Rasisme website islam radikal dalam memandang toleransi seperti halnya anak kecil yang belum dewasa.

Hal itu kami lihat setelah kami dari Cilacap.info mempublish berita Gusdurian Majenang membawa 9 tumpeng masuk gereja.

Lantas berita tersebut mendapat nyinyiran dari kelompok islam garis keras bahkan diketagorikan dalam posnya Aliran Sesat.

Entah apa yang ada dalam otak dan pikiran mereka yang begitu bencinya melihat kerukunan umat beragama. Parahnya lagi ditambah-tambahkan Akidah dan Ibadah, apa hubungannya.

Bagi kami, jika tidak suka cukup diam saja tidak usah beropini dan komentar macam-macam itu tanda orang cerdas dan pintar.

Orang cerdas dan pintar akan menjauhi debat kusir, tidak mudah menyentil golongan lain.

Setan sangat suka perpecahan dan jika melihat orang yang membawa perdamaian setan akan marah dan tidak suka.

Malu jika punya website berlabel islam namun hanya bisa koar-koar, jangan-jangan tujuannya mencari adsense.

Al kisah, banser, gusdurian, lesbumi masuk gereja dibilang Sesat. Namun Atheis masuk musala atau masjid di takbirin dan dibilang ustaz. Miris dan lebih prihatin. Itulah fakta sebenarnya.

Semua Jadi benar apabila golongannya yang melakukan dan salah apabila golongan lain yang melakukan.

Diketahui bahwa indonesia berlandaskan ideologi pancasila dan bersemboyan Bhineka Tunggal Ika.

Namun oleh islam radikal dibilang toghut, tapi nikahnya di KUA dan memiliki buku nikah yang dimana ada lambang tersebut. Apakah tidak haram nikah mereka itu.

Salamatul Insaan fii Hifdzil Lisan (akan selamat manusia jika ia bisa menahan lisannya). Hati-hati lah dalam berucap. Jangan sampai amal dan ibadahmu sia-sia hanya karena suka mencaci maki.

Jangan suka mengatakan sesat jika yang kamu katakan itu kamu telan sendiri, bak kamu meludahi dirimu sendiri.


Penulis : Redaksi Cilacap.info
Editor : bayu
Jumlah Artikel 90 Pos