Project Langit Biru Cilacap Raih Penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama 2019

Pertamina raih penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama 2019
Pertamina raih penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama 2019

JAKARTA, Cilacap.info -Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina berhasil meraih penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama 2019 dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori tanpa kehilangan jam kerja sebagai akibat kecelakaan kerja bidang kegiatan pengolahan untuk skala perusahaan besar. Penghargaan diterima langsung oleh Coordinator Project PLBC, Budi Anggoro bertempat di Grand Ballroom JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Penghargaan tersebut diberikan terkait dengan kesuksesan pelaksanaan Project Langit Biru Cilacap (PLBC) yang berada dibawah naungan Direktorat MP2 dalam menerapkan aspek HSSE zero fatality. PLBC mencatat perolehan Jam Kerja Aman sebesar 17.523.609 untuk periode 26 November 2015 hingga 30 April 2019.

Tanda penghargaan tersebut diberikan berdasarkan surat keputusan Menteri ESDM Republik Indonesia nomor 174 K/10/MEM/2019 tentang Pemberian Tanda Penghargaan Keselamatan Kerja Minyak dan Gas Bumi Untuk Kategori Tanpa Kehilangan Jam Kerja Sebagai Akibat Kecelakaan dan Kategori Pembinaan Keselamatan Kerja Minyak dan Gas Bumi.

Senior Vice President (SVP) Project Execution Pertamina Amir H. Siagian menjelaskan keberhasilan penerapan zero fatality untuk proyek PLBC tak lepas dari kerja keras seluruh pihak maupun tim yang terlibat didalamnya. Atas prestasi yang diraih tersebut, PLBC akan dijadikan role model bagi proyek-proyek yang selanjutnya dikerjakan oleh Direktorat MP2.

“Bisa kita bayangkan bagaimana kita menghandle 3.500 pekerja per hari dari 11 subkontraktor. Ini adalah challenge bagaimana kita mengelola safety sehingga semua pihak menaatinya. Success story ini adalah salah satu yang kita ingin tularkan ke proyek-proyek lain. Insya Allah, akan bermanfaat bagi kita semua di Pertamina,”bebernya kepada Energia.

Amir menambahkan, keberhasilan proyek PLBC juga akan dijadikan contoh bagi Direktorat MP2 lainnya. Salah satunya proyek yang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. “Sebagian teman-tema ex proyek PLBC kami jadikan sebagai key person di proyek Balikpapan. Insya Allah, Pertamina semakin jaya dan selalu aman baik di proyek maupun di operasi-operasi rutin lainnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Coordinator PLBC Budi Anggoro menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat hingga akhirnya PLBC berhasil meraih penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama 2019. “Ini akan memberikan spirit terhadap project-project lain untuk dapat mencapai yang lebih baik lagi dalam pengelolaan aspek safety-nya,” tutur Budi.

Sebagai informasi, PLBC memiliki tingkat risiko tinggi saat konstruksi berlangsung. Di antaranya, bekerja di ketinggian serta penggunaan peralatan berat yang mendominasi kegiatan konstruksi, serta lokasi konstruksi bersebelahan dengan kilang RU IV Cilacap yang sedang beroperasi. Hal tersebut menjadi tantangan bagi seluruh tim yang terlibat pada pembangunan PLBC. Seluruh tim secara aktif melibatkan diri dalam upaya-upaya mencapai keselamatan kerja, menyusun program-program keselamatan kerja yang wajib didukung oleh setiap individu yang terlibat.

Dalam pengelolaan keselamatan kerja, PLBC memiliki dua strategi jitu dalam mencapai jam kerja aman hingga akhir proyek, yaitu pendekatan teknikal (Visible Approach) dan pendekatan non teknikal (Invisible Approach).

Pendekatan teknikal (Visible Approach) artinya mengelola keselamatan kerja dengan cara yang umum dilakukan (safe work praktis) dimanapun kita bekerja. Misalnya, mematuhi aturan kebijakan, prosedur keselamatan kerja, training/pelatihan, tanda/rambu keselamatan, rapat keselamatan kerja, patroli, management walkthrough, inspeksi keselamatan, dan lain sebagainya.

Sedangkan pendekatan non teknikal (Invisible Approach) adalah program yang membuat seorang pekerja mengerti betul tentang pentingnya keselamatan kerja. Pendekatan ini menyentuh sisi yang tidak terlihat dalam diri seseorang, yaitu bagaimana seseorang berniat, berjanji, berkomitmen, menilai dsb. Pendekatan yang kedua ini menjadi program unggulan dalam mencapai jam kerja aman, suasana pekerja menjadi gembira.(*)

Penulis : Redaksi Cilacap.info
Editor : bayu
Jumlah Artikel 405 Pos
Loading...