Meski Dibenci, Penggunaan Next Page di Website Mempengaruhi Performa

oleh

CILACAP.INFO – Penggunaan next page di single content atau single post kerap digunakan oleh media online nasional, seperti detik, tribunnews, kompas dan lainnya.

Namun penggunaan next page kerap dibenci oleh para pembaca ketika mengunjungi link ketika membacanya. Sebab laman harus terbagi menjadi beberapa laman.

Selain itu penggunaan iklan adsense otomatis, dalam hal ini iklan vinyet, ketika membuka laman berikutnya dapat muncul dan menganggu pembaca.

Meski demikian dari sisi teknis website, penggunaan next page merupakan langkah yang dapat meningkatkan performa website.

Pasalnya laman yang menggunakan penempatan adsense otomatis dapat membuat performa website menjadi lambat, karena iklan akan bermunculan ditengah artikel.

Namun jika menggunakan Next Page, website akan lebih cepat ketika dibuka, hal ini karena iklan adsense yang muncul sedikit.

Misalnya dalam satu konten ada 500 kata, ditengah artikel bisa terdapat 5 iklan, belum iklan konten sesuai dan iklan dibagian widget atas dan bawah di luar konten artikel. Tentunya akan membuat loading website lambat.

Sedangkan jika dibagi menjadi 2 laman, yakni 250 kata – 250 kata, iklan yang muncul lebih sedikit di dalam artikel dibanding tanpa next page.

Memang Adsense milik google memiliki pengaturan iklan otomatis, seperti pemuatan iklan untuk mengontrol jumlah iklan yang akan ditampilkan di halaman. Penayang atau publisher juga bisa mengaturnya, baik standar atau normal, maksimal atau minimal.

ilustrasi pemuatan dan kontrol iklan adsense
ilustrasi pemuatan dan kontrol iklan adsense

Penggunaan next page juga memiliki banyak manfaat, yakni selain meningkatkan kecepatan website juga akan menurunkan Bounce Rate.

ilustrasi bounce rate di hypestat
ilustrasi bounce rate di hypestat

Di Atas adalah tangkapan layar yang di ambil di laman Hypestat, bisa dilihat Bounce rate nya rendah, padahal sebelum menggunakan next page bounce ratenya tinggi.