Menyebut Orang Lain Dajjal dalam Pandangan Islam

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Fenomena ucapan yang kurang berkenan ketika menyebut atau menjuluki orang lain dengan semauanya, dapat menjadi kebiasaan.

Bermula dari hanya spontan dan kebiasaan dalam menjuluki orang, julukan tersebut bisa sampai tua.

Hal ini bisa dijumpai di sekitar masyarakat, misalnya nama aslinya rizki tapi orang memanggilnya dengan nama-nama yang tidak terkait dengan aslinya.

Yang demikian ini juga dapat berlanjut ke generasi berikutnya, sehingga kawula mudanya juga ikut memanggil dengan sebutan itu, meski ada tambahan WA atau lik.

Jika yang demikian saja rasanya tidak ngeh, apalagi jika ada orang yang menjuluki orang lain dengan sebutan Dajjal, tentu saja sangat-sangat buruk bahkan ucapan seperti ini bisa diikuti oleh orang lain apabila jika yang mengatakan merupakan entertain.

Tak hanya itu, jika dia seorang muslim dia tentu tahu kisah dajjal yang mana terdapat tanda kafir di dahinya.

Oleh sebab itu, bilamana ada orang mengatakan orang lain dengan kata atau sebutan dajjal, otomatis orang yang dikitai juga mutlak kafir sebab dajjal memiliki tanda demikian.

Rasullullah SAW sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim “Barang siapa memanggil dengan sebutan kafir atau musuh Allah padahal yang bersangkutan tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh.” (HR Bukhari-Muslim).

Jika melihat hadits di atas tentu saja sebaiknya kita harus berhati-hati
dengan ucapan, sebab ucapan seperti di atas dapat berbalik kepada diri sendiri.

Dan menjaga lisan ini juga dapat menyelamatkan manusia sebagaimana hadits riwayat Bukhari

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

“Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (H.R. Al-Bukhari).

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 11, Allah SWT Berfirman:

Komentar