Komunitas Perempuan Cilacap Gelar Meeting Bahas Sunda-Jawa

oleh

CILACAP.INFO – Budaya merupakan salah satu topik yang menarik untuk diperbincangkan. Pemaknaan terhadap miskonsepsi jawa dan sunda menjadi perdebatan sepanjang jaman.

Dengan itu pada Hari Kamis, 19 November 2020 pukul 19.30 WIB Komunitas Perempuan Cilacap dengan akun IG @puancilacap.id berinisiatif mengadakan diskusi daring di Google Meet bersama budayawan. Satu pemantik Kang Wawan fokus berbicara suku sunda. Sedangkan Mas Anas fokus di kajian suku jawa. 

Kang Wawan merupakan penggiat Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) khususnya di Jawa Barat yang juga aktif di berbagai organisasi yaitu di Pusat Pengembangan Perdamaian dan NU Jabar.

Mas Anas merupakan salah satu tokoh budayawan di Cilacap. Beliau juga aktif di organisasi SMK Karya Tunas Nusantara, Teater Didik, Pemuda Loka Jaya, Lesbumi, dan juga Sekolah Seni Majenang.

Puan Thinking Episode 1 mengangkat tema “Menyibak Miskonsepsi Relasi Jawa & Sunda”. Dengan 25 peserta yang ikut dalam diskusi daring tersebut.

Dalam diskusi tadi juga di simpulkan bahwa Jawa dan Sunda merupakan dua budaya yang terdapat di daratan yang sama, yaitu Pulau Jawa. 

Meskipun berada pada pulau yang sama, suku Jawa dan Sunda memiliki budaya, mitos, atau peraturan yang berbeda. Di antara mitos yang berkembang di tengah masyarakat Sunda salah satunya adalah bahwa laki-laki Sunda tidak boleh menikah dengan perempuan Jawa.

Ada juga mitos yang mengatakan bahwa perempuan Sunda adalah perempuan yang materialistis sehingga lebih baik dihindari oleh para laki-laki Jaw ajika memilih pasangan.

Mitos-mitos tersebut tentu saja ada penyebabnya, salah satunya adalah dari perspektif sejarah. Pelarangan pernikahan antara suku Sunda denngan Suku Jawa berasal dari Perang Bubat pada zaman Majapahit. Di mana pada saat itu Hayam Wuruk sebagai penguasa Majapahit ingin memperistri seorang Putri dari Kerajaan Sunda bernama Dyah Pitaloka. Tetapi sebelum ada pernikahan muncul kesalahpahaman yang kemudian mengahsilkan perselisihan hingga meletusnya Perang Bubat.