oleh

Kolak Sekancil Kampung Laut Cilacap Wisata Mangrove Terlengkap di Indonesia

CILACAP.INFOPertamina Refinery Unit IV Cilacap terus konsisten menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah konservasi Laguna Segara Anakan. Yaitu di Dusun Lempong Pucung, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Bentuk dari pelestarian itu adalah dengan menanam lebih dari 1,2 juta pohon mangrove dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Alhasil, Segara Anakan, kini menjelma menjadi kawasan wisata mangrove terlengkap di Indonesia dengan 46 jenis mangrove tersertifikasi. Serta lebih dari 50 jenis mangrove telah teridentifikasi dengan aneka ragam flora dan fauna lainnya yang terdapat di kawasan ini.

Unit Manager Comm, Rel dan CSR RU IV Cilacap, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan. Sejak tahun 2016 Pertamina bersama Kelompok Krida Wana Lestari mulai mengembangkan Arboretum Mangrove Kolak Sekancil (Konservasi Laguna Segara Anakan Cilacap). Hal ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah Segara Anakan.

Baca Juga :   Wisata Sasak Cirahong di Kabupaten Ciamis

“Pelestarian ekosistem mangrove Kolak Sekancil dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Sehingga keberadaan hutan mangrove ini tidak hanya untuk menjaga lingkungan tetapi juga memberikan pemberdayaan secara ekonomi kepada masyarakat.” ujar Laode dilansir dari laman resmi Pertamina.

Kolak Sekancil Kampung Laut terdapat 64 Burung, 8 Mamalia dan 3 Jenis Reptil

Selain dapat menjumpai beranekaragam jenis mangrove di kawasan wisata mangrove Kolak Sekancil, Laode juga mengatakan bahwa. Kawasan ini memiliki 64 jenis burung, 8 jenis mamalia dan 3 jenis reptil. Dimana terdapat juga 2 spesies flora dan 12 fauna dengan status konservasi tinggi.

“Beranekaragamnya jenis flora dan fauna di Arboretum mangrove Kolak Sekancil juga sering dimanfaatkan menjadi tempat penelitian dan pendidikan bagi generasi muda. Yaitu terutama para pelajar, untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kelestarian lingkungan.” imbuh Laode.

Baca Juga :   Wisata Bukit Panorama Ketapang Indah Dayeuhluhur Cilacap

Secara konsisten pun Pertamina bersama masyarakat terus mengembangkan pembibitan berbagai jenis mangrove langka. Sehingga diharapkan akan lebih banyak jenis mangrove yang berhasil diselamatkan. Saat ini sudah mulai dilakukan pembibitan 4 jenis mangrove langka serta sudah ada 8 jenis mangrove tersertifikasi.

“Dengan hadirnya kawasan edu-wisata mangrove ini, kawasan ini mampu menyerap CO2 (karbon dioksida) sebesar 41.371.680 pon/tahun dan memproduksi O2 sebesar 224.096.600 pon/tahun. Bahkan limbah buah mangrove sekitar 95 ton per tahun dimanfaatkan para perajin batik di wilayah ini untuk pewarna alami. Jadi selain melestarikan alam, sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” terang Laode.

Baca Juga :   Gusdurian Cilacap Bagikan Sembako untuk Para Santri

Dampak kemandirian ekonomi sangat terasa dengan hadirnya edu-wisata mangrove ini. Hal itu memberikan pendapatan kelompok pengelola yang kurang lebih 25% pendapatan rata rata anggota sudah diatas UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten).

Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan kelompok meningkat dari Rp 114 juta pada tahun 2017 menjadi Rp 163 juta (2018). Selanjutnya Rp 183 juta (2019) dengan rata rata omzet lebih dari 20 juta per bulan.

“Dengan mandiri secara ekonomi yang sekarang mampu membuat lapangan pekerjaan untuk 43 orang. Diharapkan edu-wisata mangrove ini ke depannya terus berkembang dan menjadi icon wisata Kabaputen Cilacap. Hal itu juga akan dihadiri banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.” pungkas Laode.