KA Kemenag Cilacap Kunjungan ke Gereja Paroki Majenang

by

CILACAP.INFO – Senin, 12 April 2021 Ka Kankemenag Kabupaten Cilacap, Imam Thobroni kembali bergiat melaksanakan kunjungan kerjanya blusukan ke berbagai kecamatan-kecamatan, setelah dipandang agak mereda kasus pandemi di kabupaten Cilacap.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap pagi tadi didampingi staf dan Kepala Kantor Urusan Agama Majenang, Syarif Hidayatulloh, melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Santa Theresia Paroki Majenang yang sedang merampungkan renovasi gedung Aula menjadi bagian penting yang patut disyukuri setelah mendapat penghargaan sebagai Satuan Kerja Inovasi Pelayanan Publik Terbaik dalam satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama tersebut.

Kunjungan Ka Kankemenag Cilacap ini disambut langsung oleh Pastor Kepala Paroki, Romo Bonifasius Abbas, Pendeta GKI Majenang…., beserta pengurus jemaat gereja Mas Nico dkk. dan juga dikawal personel Banser serta dedengkot Komunitas Gus Durian Majenang, H. Mohammad Murtado biasa disapa Haji Tado.

Dalam sambutannya, Kang Itob, panggilan akrab Imam Thobroni ini berulangali menekankan pentingnya mengawal Gus Mentri Agama yang sedang sangat giat mensosialisaikan dan merealisasikan program kerja kementerian agama menjadi Kementerian SEMUA Agama agar agama benar-benar menempati ruhnya sebagai spirit dan inspirasi dalam realitas kehidupan keberagamaan yang majemuk dalam bingkai pergaulan kesatuan kebangsaan republik Indonesia.

Kang Itob juga siap membina Forum Generasi Muda Lintas Iman lintas Bangsa yang bari-baru ini digulirkan oleh Gus Mentri belum lama ini. Penting diteladani bahwa kunjunganngannya kali ini sebagai wujud penghormatan kepada masyarakat Majenang dan sekitarnya yang teah menjadi miniatur Indonesia yang mengedepankan harmoni dan keselarasan hidup guyub rukun dan dinamis dalam menacri solusi solusi problem kemasyarakat dan kehidupan bermaysrakat pada umumnya.

Baik Kang Itob maupun Romo Bony berkali-kali menyebut kehadiran Komunitas Gus Durian menjadi embrio pergaulan yang cair dalam menyikapi berbagai perbedaan tentu saja karena nila-nilai kemanusian yang menjadi spiritnya adalah warisan yang sudah diletakkan oleh Guru Bangsa yakni, KH. Abdurrahman Wahid, Gus Dur yang telah menjadi perekat persaudaraan sesama manusia sesama bangsa.