Facebook Monetize Lebih Sensitif Dari Google

ilustrasi google adsense vs facebook monetize
ilustrasi google adsense vs facebook monetize

Cilacap.info – Facebook monetize adalah penghasil uang seperti halnya Google yang memiliki Adsense. Jika Google punya Youtube untuk menghasilkan uang atau website yang terintegrasi dengan Adsense. Maka Facebook punya Monetize baik melalui Video atau Instant Articles Facebook.

Namun Facebook ini ternyata sangat sensitif dibanding Google dalam hal konten, melanggar atau tidak melanggar bisa dianggap konten yang positif justru dianggap melanggar.

Padahal jika diamati dari segi penghasilan, google adsense dan monetize facebook malah lebih bagus google adsense.

Jika kamu punya website yang diaprove AMP nya facebook, dalam hal ini Instant Articles FB. Tentu saja jika kamu buka website melalui Facebook Aplikasi akan diarahkan ke AMP Facebook bukan ke website kamu.

Sehingga adsense kamu penghasilannya sangat kecil karena tidak dijumpai google adsense melainkan AMP Facebook dan Iklan Partner Facebook.

Menurut Cilacap.info seberapapun artikelmu atau videomu trending dan jangkauannya luar biasa penghasilanmu ngga seberapa dibanding google adsense.

Itulah kekurangan facebook monetize menurut kami. Namun bagaimanapun facebook ini salah satu media sosial yang ramai dan memiliki alexa rank urutan ke 5 dunia.

Jadi, artikel kamu jika dibagikan di facebook meski tanpa di monetize tanpa Instant Articles FB merupakan sumber trafik ke website kamu yang berimbas ke google adsense kamu.

Tapi facebook ini sekali lagi sangat sensitif, bisa-bisa jika artikel kamu trending terus-terusan maka jangkauan tiba-tiba di turunkan ke yang tidak masuk akal.

Apa artinya ada tombol follower, jika yang mengikuti yang harusnya melihat ada publish baru di Fanpage malah ngga ada sama sekali.

Selain itu facebook ini memang agak aneh. Sering artikel dari website ini selalu di kopi di fanpage lain. Tapi justru fanpage yang asli dan terintegrasi dengan website, jangkauannya diturunkan. Namun yang kopi malah naik bahkan artikelnya trending tanpa mencantumkan sedikitpun nama website atau lini artikel.

Padahal tim di fanpage kami selalu respon dan membalas komentar pengikut kala itu. Tapi entah bagaimana justru artikel diturunkan, malah ada pemberitahuan tingkatkan interaksi.

Konyol memang facebook ini, begitupun kala di monetize, jangkauan sedang bagus dan artikelnya bagus-bagus justru di nonaktifkan karena menurut mereka melanggar.

Padahal posting artikel perhari hanya berapa dan tidak sampai puluhan artikel dibandingkan website-website arus utama.

Website Mereka malah dalam ranah click bait dan membuat judul berita lebih luar biasa sehingga memancing orang untuk mengklik tautan dan mengunjungi situs.

Mungkin kebijakan facebook ini perlu didalami, atau mungkin juga ada yang iri dan tidak suka sehingga melaporkan hal itu di facebook.

Dunia maya ini tidak pandang kawan dan lawan, namun hanya pandang orang yang didukung dan uang. Jadi jika di A membuat opini ngawur tanpa data yang akurat, dan teman yang lain dalam ranah politik pun sealiran namun menentang opini ngawur.

Siap-siap netizen +62 yang berlebihan akan melaporkan hal itu di facebook meski argumenmu kuat dengan data dan hasil tabayun (klarisifikasi) dari orang yang dicemarkan mereka.

Apalagi website yang menyediakan kolom writter, writter atau para penulis ini akan dibayar per sekian view dari opini-opini yang mereka bangun.

Jadi, Opini ngawur tanpa data dan hanya cari uang dari view jangan begitu dipercaya kecuali diselidiki dulu kebenarannya meski itu satu pendukung.

O’iya Facebook ini juga menerima laporan dari banyak penggunannya, jadi semakin banyak laoporan yang diterima bisa saja akunmu, fanpage mu berdampak seperti di Banned atau malah sukur yang dinonaktifkan hanya partner monetize meski kamu selalu memuat hal yang positif.

Penulis : Redaksi Cilacap.info
Editor : bayu
Jumlah Artikel 520 Pos