oleh

Dorongan Kemanusiaan, Menuntun Dandim 0736 Batang Menolong Suwarno

BATANG, CILACAP.INFO – Hati siapa tidak iba melihat seorang manusia yang berasal dari keluarga tak punya lantas mencuri janur kemudian dihakimi massa.

Tak hanya ditangkap warga tapi juga diabadikan dan diunggah ke linimasa media sosial tapi juga dengan foto saat Bapak Suwarno tertangkap mencuri Janur.

Dia diketahui tak memiliki pekerjaan karena telah di PHK, karena tak punya apa-apa kemudian istrinya menyuruh bapak Suwarno (53) untuk mencuri daun kelapa (Janur).

Setelah dipersekusi massa kemudian ia dibawa oleh polisi polsek bandar. Lantas hal itu didengar oleh Dandim dan kemudian dengan perangkat desa dimana Suwarno tinggal untuk mediasi dan dandim mengajukan agar kasus tersebut dilakukan dengan cara damai.

Dan ajuan dandim batang akhirnya membuahkan hasil, Bapak Suwarno kemudian bebas setelah sempat di sel.

Menurut Komandan Kodim 0736 Batang, Letkol Kav Henry Rj Napitupulu, aksinya tersebut terbesit dalam sanubarinya karena iba dan juga dorongan kemanusiaan.

Baca Juga :   Mahasiswi China Asal Cilacap, Negatif Coronavirus

Ia memaparkan, bahwasanya mencuri meski bentuknya berupa apapun tetap saja melanggar hukum. Namun masih lanjut Dandim asal Medan yang bertugas di Batang itu, namun ketika ditanya alasannya karena untuk kepentingan bertahan hidup. “Maka secara kemanusiaan hal ini, sungguh menyentuh hati kita semua.” Ucap Henry.

Dandim mengatakan, bahwa Suwarno memiliki Tanggungjawab selaku kepala keluarga. Yakni terhadap nasib anak dan istrinya. Jadi, hal inilah yang membuatmya tidak bisa berpikir secara rasional. Pada akhirnya dia mencuri janur untuk menghidupi keluarganya yang nyaris kelaparan.

“Kita juga tidak bisa menyalahkan kepada massa yang menghakiminya karena tertangkap mencuri. Tapi seyogyanyalah, kita semua berpikir jernih untuk mengetahui dampak dan alasannya itu.” Kata Henry penuh getir.

Baca Juga :   Kisah Syaikh Subakir dan Sabdo Palon

Dari peristiwa itu, sembari menunggu maghrib, Henry bersama anggota Kodim dan tokoh masyarakat mendatangi keluarga Suwarno sembari memberikan bantuan.

“Sempat jadi bulan-bulanan massa karena mencuri janur, akhirnya permasalahan dapat dilerai setelah semua pihak menyadari bahwa ditengah situasi ramadan dan pandemi Covid yang serba sulit maka diadakan musyawarah untuk mufakat.” jelas pria asal Medan ini.

Setelah mendengar ceritanya yang memilukan, akhirnya semua pihak sepakat mencari solusi demi kebaikan bersama.

“Kita tidak dapat membayangkan, hanya karena janur bisa membuat semuanya emosi dan kalap, beruntung semua pihak sadari itu dan akhirnya bapak Suwarno pun dapat keluar dari sel Polsek,” kata Henry.

“Sore tadi, menjelang buka puasa, kita semua datang melihat kondisi keluarga, sekaligus ingin membantu meringankan bebannya, dengan memberikan sedikit bantuan sembako dan menawarkan pekerjaan, agar bapak Suwarno dapat memberikan nafkah bagi keluarganya,” tambahnya.

Baca Juga :   31 Anak Ular Kobra Diamankan dari dalam Masjid di Sukoharjo

Suwarno sendiri tidak menduga dengan kedatangan rombongan Dandim Batang, sehingga ketika menerima bantuan sembako dan penawaran pekerjaan, dirinya tidak mampu menahan air mata haru yang menetes.

Karen memiliki kemampuan bengkel dan bangunan, Henry menawarkan Suwarno sebagai kerja honor di Kodim untuk memperbaiki kendaraan dinas dan memelihara bangunan.

‘Terima kasih Bapak Kodim, telah membantu dan peduli kepada saya dan keluarga,” ratap warga Desa Ringin Gintung Rt 10/03 Wonokerto itu.

Sementara itu, Sartumi (43), Istri Suwarno menyatakan menyesal telah menyuruh suaminya mencuri dan ketika suaminya ditangkap, sempat berniat bunuh diri.

“Saya menyesal dan minta maaf pak,” ujarnya sembari menangis dan memeluk anaknya yang masih berusia 1 tahun. (* / Dispenad)