KPID Jateng Gelar Wawancara Stratifikasi Lembaga Penyiaran di RRI Purwokerto

Lembaga penyiaran ikuti tahap wawancara stratifikasi (Foto Asep)
Lembaga penyiaran ikuti tahap wawancara stratifikasi (Foto Asep)

Banyumas, CILACAP. INFO – Sejumlah lembaga penyiaran radio dan televisi di wilayah eks-Karesidenan Banyumas mengikuti tahap wawancara dalam program stratifikasi lembaga penyiaran yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah Kamis, 03/09/2026 bertempat di Kantor Radio Republik Indonesia Kota Purwokerto.

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan setelah dilakukan tahap verifikasi langsung di lapangan. Pentingnya tahap wawancara untuk memastikan bahwa penilaian lembaga penyiaran berjalan objektif dan sesuai kenyataan di lapangan.

Kegiatan diawali dengan do’a, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars KPID, dan Mars RRI. Sebelum dilangsungkan tahap wawancara, dilakukan penandatanganan kontrak pemberitaan KPID Provinsi Jawa Tengah dengan RRI Purwokerto.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPID Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahiddin, SS, MM, CH, CHA beserta jajaran komisioner lainnya dan Kepala Dinkominfo Kabupaten Purbalingga R. Budi Setiawan, S. E., M. Si.

Slamet Fauzan, Kepala LPP RRI Purwokerto menyambut baik kegiatan KPID ditengah disrupsi media yang luar biasa pertumbuhan digital yang tidak terbendung. Akan menjadi satu kekuatan untuk bersama-sama kolaborasi agar penyiaran terus maju.

“Ayo kita bersama saling memperkuat, insyaalloh radio masih menjadi sesuatu yang bisa dianggap pelengkap hidup, ayo kita kolaborasi bersama yang sudah hadir disini insyaalloh nanti kedepan kita punya kekuatan yang dahsyat, radio adalah menjadi pilar ke empat di negara ini masih mempunyai kekuatan,” kata Fauzan.

Muhammad Aulia Assyahiddin, Ketua KPID Jawa Tengah mengungkapkan kekuatan radio adalah pada fantasi pendengar. Ia menceritakan dahulu ada drama seri sandiwara radio, pendengar akan berfantasi dan berimajinasi membayangkan karakter dalam sandiwara radio tersebut.

“Kalau kita mau kembali berjaya, kekuatan imajinasi itu harus kita kumpulkan, masa depan radio apakah masih ? masih sangat luar biasa sejauh masa depan imajinasi,” ungkap Aulia.

Aulia mengajak kepada insan penyiaran televisi dan radio untuk bersama bahu membahu membangun kekuatan bahwa berpuluh tahun ke depan radio masih dibutuhkan. (Asep)

IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version