Pesan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bumiayu, Drs. H. Sukmono. Ia menegaskan bahwa para lulusan akan menjadi bagian dari mata rantai perjuangan Muhammadiyah di masa depan.
“Jadilah kader umat, bangsa, dan Persyarikatan yang mampu membawa manfaat luas bagi masyarakat. Teruslah belajar, mengabdi, dan menjaga semangat dakwah berkemajuan Muhammadiyah di manapun kalian berada,” pesannya.
Pada Haflah Takhoruj Angkatan III tersebut, pihak pesantren juga mengumumkan sejumlah santri berprestasi. Predikat santri teladan diraih Ranee Fauziyah Yasmin asal Bantul DIY dengan hafalan 30 juz dan prestasi lomba tingkat nasional. Santri berprestasi putra diraih Muhammad Rais Isham asal Bintan, Kepulauan Riau, dengan hafalan 10 juz.
Sementara santri berprestasi putri diraih Aldhitadina Aulia Rahayu asal Kuningan Jawa Barat dengan hafalan 19 juz 1 lembar. Selain itu, Gita Neysa Athifah dan Nayla Najwa Aulia asal Tegal juga berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Acara turut dihadiri sejumlah pendiri dan tokoh Muhammadiyah, di antaranya H. Abdul Karim Naqib, H. Sutarmo, S.Ag., M.Pd., dan Tarqum Aziz, S.H.I., M.Pd, Kyai Sutriyono, S.Ag yang pernah menjadi Mudir kedua MBS Bumiayu, dan Ustadz M.Faqih Maftuh, S.Ag selaku Ketua Badan Pembina Pesantren (BPP).
Pengamanan kegiatan juga dibantu personel KOKAM Surya Panatayudha Cabang Bumiayu sebagai bentuk pengabdian dan solidaritas gerakan Muhammadiyah.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Mudir MBS Bumiayu, Zaky Hadis, dilanjutkan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kaderisasi.
Melalui Haflah Takhoruj ini, Muhammadiyah Boarding School Bumiayu kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi bagi umat serta Persyarikatan Muhammadiyah (Tarqum Aziz-JurnalisMu).
Tampilkan Semua
