Banyumas, CILACAP.INFO – Sejumlah pedagang Pasar Wage Purwokerto yang direlokasi mengeluhkan kehilangan pembeli langganannya.
Hal tersebut berdampak pada pendapatan dagang mereka. Banyak diantara mereka yang sebelumnya berjualan di Jalan Wihara, di lorong pasar, dan di area parkir merasakan dampaknya.
Relokasi pedagang yang berada di lokasi tersebut bertujuan untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli.
Selain itu agar lokasi sebelumnya tersebut steril dari pedagang sehingga tidak mengganggu peruntukannya.
Pantauan cilacap.info di lapangan, Jumat, 10/04/2026 Jalan Wihara, area parkir, dan lorong tengah Pasar Wage tidak terlihat adanya pedagang yang berjualan.
Beberapa anggota Satpol PP Banyumas, Dishub Banyumas, dan petugas pasar terlihat berkeliling dengan membawa megaphone menghimbau kepada para pedagang untuk tidak berjualan di area yang dilarang.
Motor tampak rapi berjejer di area parkir. Terlihat juga banner berukuran besar bertuliskan larangan untuk tidak berjualan di lorong pasar.
Salah seorang pedagang sayur dan palawija yang tak mau disebutkan namanya, mengeluhkan kondisi dagangannya saat ini.
“Ana sing tuku siji loro teyeng de etung mas, agi kon sengsara disit, kiye kon pada mlebu kabeh, genah lagi angel pisan dodolane mas, lagi nggo bocah sekolah, diurak-urak kon pada mlebu”, keluhnya dengan dialek ngapaknya.
(Ada yang beli satu dua (orang) bisa dihitung mas, lagi disuruh sengsara dulu, ini disuruh masuk (gedung pasar) semua, memang lagi susah banget jualannya, sedang untuk anak sekolah, diusir-usir suruh masuk).
Seorang pedagang ketupat, Sri mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Banyumas dalam merelokasi pedagang namun disisi lain ia pasrah dengan kondisi saat ini.
“Setuju si mas kalau untuk tempat, biasa dulu di pinggir toko, pasrah dulu sekarang lah semoga si bisa tambah laris disini”, katanya.
Langkah Pemkab Banyumas dinilai tepat dalam merelokasi para pedagang secara humanis dan persuasif yang dahulu berjualan di luar area Pasar Wage.
Namun perlu dilakukan upaya lain seperti contohnya mengadakan event di area pasar untuk “melangitkan” Pasar Wage sebagai pusat perekonomian masyarakat. (Asep)
