“Alhamdulillah masyarakat sekitar sini tuh paham. Paham bahwa macan tutul itu adalah satwa dilindungi. Ini kondisi yang sangat bijak, saya kira masyarakat cukup sadar,” kata Vitriana.
Hingga saat ini, BBKSDA masih menyelidiki penyebab pasti macan tutul tersebut turun gunung ke permukiman warga. Macan dengan nama latin Panthera pardus melas itu akan segera dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut.
“Kita akan ada kajian khusus ya untuk habitat yang memungkinkan untuk pelepasliaran kembali. Itu pun akan dilihat juga kondisi macan tutulnya. Namun untuk saat ini kita akan tangani untuk dibawa ke Cikembulan,” pungkasnya.

