Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ibu hamil, tetapi juga pada remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu.
Melansir https://pusatibi.or.id/, Anemia, khususnya anemia defisiensi zat besi, dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia, Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PUSATIBI) memegang peran yang sangat strategis karena berada di garis terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Bidan bukan hanya sebagai tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan, tetapi juga pendamping, edukator, dan pelindung kesehatan perempuan sejak usia remaja hingga masa kehamilan dan nifas. Melalui peran inilah bidan berkontribusi besar dalam melindungi ibu dan remaja dari ancaman anemia.
Anemia dan Dampaknya bagi Ibu serta Remaja
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal. Pada ibu hamil, anemia dapat menyebabkan kelelahan berlebih, pusing, sesak napas, hingga meningkatkan risiko perdarahan saat persalinan. Selain itu, anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta gangguan tumbuh kembang bayi.
Sementara itu, anemia pada remaja putri sering kali terjadi akibat kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, ditambah kehilangan darah saat menstruasi dan pola makan yang kurang seimbang. Jika tidak ditangani, anemia pada remaja dapat berlanjut hingga usia dewasa dan kehamilan, sehingga membentuk siklus masalah gizi yang berulang.
Peran Bidan sebagai Edukator Kesehatan
Melansir pusatibi.or.id, Salah satu peran utama bidan dalam melindungi ibu dan remaja dari anemia adalah sebagai edukator kesehatan. Bidan secara aktif memberikan penyuluhan tentang:
● Pentingnya gizi seimbang, khususnya asupan zat besi, asam folat, dan protein.
● Pola makan sehat bagi remaja putri dan ibu hamil.
● Cara mengonsumsi tablet tambah darah yang benar agar penyerapannya optimal.
● Dampak anemia jika tidak dicegah sejak dini.
Edukasi ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti kelas ibu hamil, penyuluhan di sekolah, posyandu remaja, serta kegiatan kesehatan masyarakat lainnya. Dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, bidan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan anemia.
Peran Bidan dalam Skrining dan Deteksi Dini
Selain edukasi, bidan juga berperan penting dalam skrining dan deteksi dini anemia. Pada ibu hamil, bidan melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar hemoglobin, kondisi fisik ibu, serta tanda-tanda risiko lainnya.
Deteksi dini ini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sebelum anemia berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Pada remaja, bidan turut berperan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama di lingkungan sekolah atau kegiatan remaja.
Dengan skrining yang tepat, remaja yang berisiko anemia dapat segera mendapatkan edukasi dan intervensi yang dibutuhkan.
Pendampingan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah
Program pemberian tablet tambah darah merupakan salah satu upaya utama dalam pencegahan anemia. Namun, tantangan terbesar sering kali bukan pada ketersediaan tablet, melainkan pada kepatuhan dalam mengonsumsinya. Banyak ibu hamil dan remaja yang enggan mengonsumsi karena efek samping seperti mual atau karena kurangnya pemahaman akan manfaatnya.
Peran bidan sebagai pendamping inilah yang memastikan tablet tambah darah dikonsumsi secara teratur dan benar. Bidan memberikan penjelasan tentang waktu konsumsi yang tepat, cara mengurangi efek samping, serta manfaat jangka panjang bagi kesehatan ibu dan calon bayi.
Peran Bidan dalam Kolaborasi dan Gerakan Nasional
Upaya pencegahan anemia tidak dapat dilakukan secara sendiri. Oleh karena itu, Pusat Ikatan Bidan Indonesia juga berperan aktif dalam kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan lain, sekolah, keluarga, hingga organisasi profesi. Melalui koordinasi yang baik, program pencegahan anemia dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Penutup
Anemia bukanlah masalah kesehatan yang bisa diabaikan, karena dampaknya sangat luas bagi ibu, remaja, dan generasi yang akan datang. Dalam upaya pencegahan dan perlindungan dari anemia, Pusat Ikatan Bidan Indonesia memegang peran yang sangat vital sebagai edukator, pelaksana skrining, pendamping, serta penggerak kesehatan masyarakat.
Melalui dukungan kebijakan, organisasi profesi, dan kolaborasi lintas sektor, bidan terus berkontribusi dalam menciptakan perempuan Indonesia yang sehat, kuat, dan siap melahirkan generasi berkualitas. Dengan peran aktif bidan, perlindungan ibu dan remaja dari anemia bukan hanya harapan, tetapi menjadi langkah nyata menuju masa depan bangsa yang lebih sehat.


