TACB Cilacap Menilai Gamelan Batu Salebu Warisan Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan

TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu
TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu

CILACAP.INFO — Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)

“Gamelan batu Salebu adalah satu-satunya yang ditemukan di Wilayah Cilacap. Sebagai warisan kearifan lokal budaya masyarakat Desa Salebu, maka perlunya upaya pelestarian, sekaligus perlindungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini, kedepan TACB Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beserta instansi yang terkait akan mendorong untuk ditetapkan sebagai Peringkat Kabupaten,” akunya usai melakukan identifikasi awal dan kunjungan lokasi temuan.

Status tersebut diperlukan untuk memastikan adanya perlindungan hukum dan upaya konservasi yang komprehensif terhadap warisan budaya masyarakat Salebu tersebut.

Adapun identifikasi Gamelan Batu Salebu yang dilaporkan sebagai benda cagar budaya (BCB) masih merupakan dugaan.

“Gamelan Batu Salebu ini masih berstatus dugaan sebagai BCB karena merupakan temuan tunggal. Maka perlu kerja keras dalam rangka membuka tabir peradaban masa lalu,” ungkapnya

Diketahui Batu Gamelan Salebu ini ditemukan di sungai yang alirannya dari hulu gunung padang Salebu, berjenis batuan andesit yang pada umumnya masyarakat pada masa lalu memilihnya untuk digunakan membuat bangunan-bangunan megalitik, candi, piramida, begitu juga perkakas-perkakas.

“Jaman nenek moyang dulu, diketahui memang banyak memakai material batu berjenis andesit. Dan tidak menutup kemungkinan masyarakat masa lampau memilih batu ini untuk gamelan, sebagai sarana kesenian atau spiritual mereka,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwasannya batu andesit sebagai jenis batu pilihan untuk artefak yang terdapat pada sarkofagus (peti kubur dari batu), punden berundak, lumpang batu, meja batu, menhir, arca, dan perkakas maupun alat pertanian kuno, di jaman berburu dan meramu saat itu.

Kendati batu berbunyi Gamelan pertama kali ditemukan di aliran sungai, hilir dari Gunung Padang Salebu ini sebesar lumpang pipih ukuran 30×27 cm, mesti dugaannya beragam tafsir, karena melintasi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, dari masa ke masa, itu sudah menyimpulkan ada perpindahan tempat oleh kondisi alam maupun manusianya.

“Tidak lagi insitu, jadi perlu kerja keras lagi, untuk menemukan benda pendukung lainnya,” tegasnya.

Maka sementara ini pihaknya belum bisa memastikan Gamelan Batu Salebu sebagai BCB. Jadi menurutnya perlu dukungan semua pihak untuk identifikasi lebih lanjut terhadap perhatian atas temuan ini.

Upaya pelestarian tentunya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya ini bagi generasi mendatang.

Hingga berita ini diunggah temuan batu di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, yang dikenal sebagai Gamelan Batu Salebu, masih dalam tahap identifikasi awal oleh pihak berwenang.

Kepala Bidang Kebudayaan Ahmad Fatoni mengaku akan melakukan kajian mendalam terhadap warisan Budaya Masyarakat Desa Salebu ini.

“Nanti akan kami kaji secara akademik. Termasuk bagaimana pemajuan nilai budayanya bahkan memungkinkan mereplika gamelan batu ini agar bisa digunakan untuk tujuan edukasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam jangka panjang kajian gamelan batu akan membantu mengungkap potensi khazanah budaya Desa Salebu sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. Yakni dengan keberadaan kesenian khas dari gamelan batu.

Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi mengaku optimis keberadaan gamelan batu ini bisa menjadi aset berharga bagi identitas budaya desa bahkan bangsa. Hal ini kemudian membawa multi efek bagi warga dengan berkembangnya UMKM sampai home stay.

“Dengan jadi ikon, orang akan tertarik untuk datang ke Salebu,” harapnya. (IHA)

Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait