Keterbatasan Sumber Daya dan Infrastruktur
Keterbatasan anggaran dan minimnya alat pengolah limbah farmasi menjadi hambatan utama. Untuk mengatasinya, PAFI membangun kemitraan dengan PT Bio Farma dalam program CSR penyediaan incinerator mini dan pelatihan teknis.
Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat
PAFI menggunakan pendekatan budaya dengan melibatkan tokoh adat Dayak dalam kampanye kesehatan. Misalnya, di Desa Banturung, dukun (balian) dilibatkan dalam sosialisasi imunisasi menggunakan cerita rakyat.
Koordinasi Lintas Sektor
PAFI Palangkaraya menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, LSM, dan swasta.
Pengukuran Dampak dan Evaluasi Keberlanjutan Program
PAFI menggunakan metode Sustainability Scorecard yang memantau indikator seperti volume limbah terkelola, persentase apotek ramah lingkungan, dan jumlah partisipan edukasi. Evaluasi triwulanan dilakukan dengan melibatkan akademisi untuk rekomendasi perbaikan.
PAFI Kota Palangka Raya telah membuktikan diri sebagai pionir dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam layanan kefarmasian. Melalui inisiatif seperti pengelolaan limbah obat dan edukasi berbasis budaya, mereka berkontribusi signifikan pada ketahanan sistem kesehatan. Dengan potensi sumber daya alam dan kolaborasi multisektor, Palangka Raya dapat menjadi model kota berkelanjutan di Kalimantan. PAFI diharapkan terus memperkuat perannya sebagai katalisator perubahan melalui inovasi dan advokasi kebijakan.
Sejarah PAFI
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) adalah sebuah organisasi profesi yang berdiri pada tanggal 13 Februari 1946 di Yogyakarta. PAFI berfungsi sebagai wadah bagi tenaga ahli farmasi, termasuk Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Ahli farmasi Indonesia memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan sehari-hari, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan nasional. PAFI terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam sektor farmasi, serta berupaya menghadapi tantangan masa depan dengan inovasi dan pengabdian.
Tujuan utama PAFI adalah untuk meningkatkan pelayanan farmasi di Indonesia melalui pengembangan profesionalisme anggota serta penyebaran informasi terkait praktik dan kebijakan farmasi. Selain itu, PAFI juga memiliki tujuan untuk memperjuangkan kepentingan apoteker dalam peningkatan akses masyarakat pada obat yang aman, efektif, dan berkualitas. Dengan tujuan tersebut, PAFI berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan IPTEK dalam bidang farmasi.
Tampilkan Semua
