Sering Masuk Angin? Bisa Jadi Itu Bukan Masuk Angin, Tapi Tanda Penyakit Serius!

ilustrasi kefarmasian by pixabay
ilustrasi kefarmasian by pixabay

Bayangin kalau kamu ternyata terinfeksi virus dengue atau influenza, tapi tetap cuek dan hanya minum jamu atau kerokan. Bukannya sembuh, kamu justru bisa tumbang di tengah jalan.
3. Sakit Kepala dan Pusing? Bisa Jadi Hipotensi atau Anemia
Gejala masuk angin sering juga dihubungkan dengan kepala pusing dan tubuh lemas. Tapi gejala itu juga khas pada penderita anemia atau tekanan darah rendah (hipotensi). Dalam kasus ini, perawatan yang diperlukan bukan kerokan atau minyak angin, tapi pemeriksaan darah dan penanganan medis sesuai kondisi.

Misalnya, kalau ternyata kamu kekurangan zat besi, maka kamu perlu suplemen dan asupan gizi, bukan cuma tidur pakai jaket tebal.
4. Dada Terasa Sesak? Hati-Hati, Itu Bisa Tanda Serangan Jantung
Ini yang paling serius dan paling sering disalahpahami. Banyak kasus serangan jantung di Indonesia yang diawali dengan keluhan “masuk angin” di bagian dada. Rasa sesak, nyeri dada, keringat dingin, hingga rasa cemas bisa muncul beberapa jam sebelum serangan.

Sayangnya, karena gejalanya dikira masuk angin biasa, penanganannya jadi terlambat. Akibatnya, risiko kematian meningkat drastis. Jadi kalau kamu atau orang di sekitarmu mengeluhkan “masuk angin” tapi disertai nyeri dada atau sesak napas, sebaiknya segera dibawa ke IGD. Jangan tunggu diurut atau kerokan.
5. Kedinginan dan Tubuh Menggigil? Bisa Jadi Tanda Infeksi Parah
Kadang tubuh menggigil dan merasa kedinginan dianggap hal biasa. Tapi kalau kamu mengalami demam tinggi disertai menggigil hebat, itu bisa jadi tanda infeksi sistemik, seperti sepsis atau infeksi saluran kemih yang menyebar ke aliran darah.

Kondisi ini bisa berbahaya dan harus segera ditangani di rumah sakit. Jangan sampai karena kamu mikir “ah, masuk angin doang,” kamu telat mendapatkan pertolongan.
Kenapa Perlu Edukasi Tentang Istilah “Masuk Angin”?
Budaya memang gak bisa dipisahkan dari kebiasaan masyarakat, tapi ketika budaya bertabrakan dengan sains, kamu harus mulai memilih mana yang logis dan aman. Apalagi sebagai mahasiswa farmasi atau tenaga kesehatan, kamu punya peran penting buat edukasi masyarakat soal ini.

Kamu bisa mulai dari keluarga sendiri—tanyakan lebih dalam saat ada yang mengeluh masuk angin. Ajak mereka ke fasilitas kesehatan, dan bantu mereka pahami pentingnya diagnosa yang akurat. Karena bisa jadi, “masuk angin” yang kamu anggap sepele selama ini adalah sinyal tubuh yang sedang minta tolong.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait