Investor lokal dapat memilih struktur yang lebih sederhana, namun investor asing harus mengikuti model PT PMA untuk kepatuhan hukum.
2. Pendaftaran Melalui Sistem Online Single Submission (OSS).
Indonesia’s Sistem AS menyederhanakan proses persetujuan investasi. Platform online terpusat ini memungkinkan bisnis menangani persyaratan perizinan dan peraturan di satu tempat.
Langkah-langkah Mendaftar:
Buat Akun: Daftar di portal OSS menggunakan alamat email dan detail perusahaan yang valid.
Mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha): NIB berfungsi sebagai tanda pengenal utama perusahaan Anda dan diperlukan untuk sebagian besar izin.
Kirimkan Dokumen yang Diperlukan:
Nilai investasi (minimal USD 1 juta untuk investor asing).
Rencana bisnis dengan proyeksi keuangan terperinci.
Anggaran Dasar.
Biaya Bayar: Beberapa izin memerlukan biaya pemrosesan nominal yang dibayarkan melalui platform.
3. Memahami Daftar Investasi Positif dan Negatif Indonesia
Itu Daftar Positif Investasi mengatur sektor-sektor yang terbuka bagi investor asing dan domestik. Menggantikan Daftar Negatif Investasi sebelumnya, hal ini mendorong partisipasi asing di sektor-sektor prioritas sambil mempertahankan pembatasan di industri-industri sensitif.
Kategori yang Perlu Diperhatikan:
Sektor Terbuka: Industri terbuka penuh bagi investor asing, seperti manufaktur dan teknologi.
Sektor yang Dibatasi: Bidang yang memerlukan kemitraan dengan entitas lokal atau kepemilikan asing terbatas.
Sektor Terlarang: Area yang terlarang bagi investasi asing, seperti perjudian dan aktivitas ekstraksi sumber daya alam tertentu.
Kiat:
Tinjaulah dengan cermat Daftar Positif terbaru untuk menghindari kesalahan langkah yang merugikan.
Berkonsultasilah dengan para ahli setempat untuk mendapatkan kejelasan mengenai peraturan khusus sektoral.
4. Keamanan Lokasi dan Izin Operasional
Investor harus memastikan lokasi usahanya sesuai dengan zonasi dan peraturan daerah. Langkah ini sering kali melibatkan:
Memperoleh izin lokasi.
Mendapatkan izin mendirikan bangunan untuk proyek konstruksi baru.
Memenuhi persyaratan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk industri yang mempengaruhi sumber daya alam.
Keterlibatan dini dengan pihak berwenang setempat dapat mempercepat proses ini.
5. Memenuhi Persyaratan Permodalan
Untuk perusahaan milik asing, Indonesia mengamanatkan nilai investasi minimum sebesar USD 1 juta, dengan setidaknya USD 250,000 dialokasikan sebagai modal disetor. Aturan ini memastikan hanya investor serius yang memasuki pasar.
Tantangan Umum:
Kesalahpahaman tentang aturan alokasi modal.
Keterlambatan transfer dana karena protokol perbankan internasional.
Larutan:
Bekerja sama dengan bank lokal yang memahami transaksi investasi asing untuk menyederhanakan transfer dana.
6. Pelaporan Berkala ke BKPM
Setelah beroperasi, bisnis harus menyerahkan laporan aktivitas investasi rutin (LKPM) ke BKPM. Laporan-laporan ini merinci kemajuan dalam penerapan rencana bisnis, realisasi modal, dan kepatuhan terhadap komitmen lainnya.
Frekuensi:
Laporan Triwulanan: Untuk bisnis dalam tahap realisasi.

