Komitmen PLN Wujudkan Listrik Berkeadilan. Tahun 2023 Berhasil Terangi 76.900 Desa di Seluruh NKRI

Komitmen PLN Wujudkan Listrik Berkeadilan
Komitmen PLN Wujudkan Listrik Berkeadilan

“Dengan transformasi digital nantinya akan meyakinkan dan lebih signifikan. Hal ini adalah bagaimana sila kelima Pancasila benar-benar kita wujudkan dalam bentuk nyata, yaitu terang seantero negeri,” ujar Darmawan Prasojo yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama PLN (2019-2021).

Darmawan mengaku, program Lisdes sejalan dengan program kerja nasional guna mencapai Rasio Elektrifikasi 100%. Pada Desember 2023 Rasio Elektrifikasi nasional telah mencapai 99,79%.

“Dalam menunaikan mandat ini betapa dan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Berbagai rintangan kami rasakan dan lalui. Mulai dari mengatasi resiko jarak tempuh, cuaca, topografi yang ekstrem. Semua tantanganSemng hadir itu tak membuat PLN gentar dalam memberikan akses listrik kepada seluruh masyarakat,” Aku Dirut PLN Darmawan Prasojo, Seorang Pria kelahiran Magelang, pada 19 Oktober 1970.

PLN bersama pemerintah guna meningkatkan rasio elektrifikasi dan memeratakan akses listrik kepada masyarakat dilakukan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

BPBL diperuntukkan bagi rumah tangga tidak mampu. Yang meliputi pemasangan instalasi tenaga listrik, biaya sertifikasi laik operasi (SLO), biaya penyambungan baru dan pengisian token listrik perdana.

Berdasarkan data Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengungkapkan ada sekitar 185.662 rumah tangga di Indonesia yang belum teraliri listrik. Sementara sampai saat ini sejumlah 140 desa belum berlistrik.

Desa-desa tersebut berada di Indonesia timur. Ada 12 desa di Papua Barat Daya, 9 di Papua, 56 desa di Papua Pegunungan, 47 di Papua Tengah, dan 16 sisanya di Papua Selatan.

Maka pada 2023, PLN upaya PLN untuk merealisasikan program tersebut kepada 131.600 rumah tangga atau melebihi target 125 ribu rumah tangga.

Penerima BPBL merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berdasar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial yang berdomisili pada daerah 3T, dan/atau validasi kepala desa/lurah atau pejabat yang setingkat.

Kehadiran listrik melalui berbagai program ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat di Desa Atamali di Kabupaten Jayapura, Papua.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Atamali Edwin Tokoro menyatakan, bahwa selama ini warga masyarakat desa mengandalkan genset dan aki untuk penerangan, sehingga hadirnya listrik 24 jam dari PLN sangat dibutuhkan.

“Terima kasih kami pada PLN yang telah melistriki kampung kami. Kami sangat bahagia dan senang sudah ada listrik 24 jam non stop. Maka kami siap jaga dan siaga merawat dengan baik,” kata Edwin.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait