Mengenal Resistensi Obat Tuberkulosis

penanganan dan pencegahan tuberkulosis
penanganan dan pencegahan tuberkulosis (sumber: Instagram/TB Indonesia)

Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) adalah kondisi dimana bakteri sudah kebal terhadap obat lini 1 (periode pengobatan 6 bulan), sehingga pasien harus mendapatkan kombinasi obat lini 2 dengan periode waktu pengobatan yang lebih lama (9-12 bulan).

Berdasarkan Global TB Report 2020, diperkirakan terdapat 24.000 kasus TB-RO di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah ini, berdasarkan data rutin program Nasional Penanggulangan TB, pada tahun 2019 baru ditemukan 11.463 kasus TB-RO, atau terdapat perbedaan 52,5% dari perkiraan kasus yang ada.

Dari 11.463 kasus tersebut, hanya 5.531 atau 48,3% pasien yang sudah memulai pengobatan, dengan angka keberhasilan pengobatan berkisar di antara 49-51% dan angka putus pengobatan 24% sampai dengan 26% per tahun. Angka putus pengobatan ini terbilang tinggi, mengingat hasil cakupan keberhasilan yang dicapai masih jauh dari target keberhasilan pengobatan global yaitu sebesar 86%.

Tingginya angka putus pengobatan menjadi salah satu indikator rendahnya kepatuhan pasien untuk menyelesaikan pengobatan. Ketua Yayasan Pejuang Tangguh (PETA) menyatakan bahwa kesadaran diri pasien akan kesehatannya sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi TB-RO untuk menjaga atau mencegah penularan lebih lanjut kepada orang-orang yang disekitar.

Selain itu, efek samping dari obat yang timbul sangat beragam sehingga perlunya peran keluarga sebagai orang terdekat pasien untuk selalu mendukung dan menemani proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh sepenuhnya.

Dukungan keluarga dalam mendampingi pasien terapi TB-RO dimulai dari ikut dalam proses konsultasi rutin dan sosialisasi. Selain itu, keluarga serta organisasi atau LSM juga ikut mengawasi kepatuhan pasien dalam pengobatannya Sehingga, sangat penting untuk menjalin kerja sama lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan serta organisasi terkait dalam menjalankan program-program guna mendukung pasien TB-RO.

Referensi

1. Kementerian Kesehatan RI. (2012). Petunjuk Teknis Tata Laksana Klinis Ko-Infeksi TB-HIV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

2. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat 2020. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

3. World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. Geneva: World Health Organization; 2022. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.

4. Mengenal TBC resisten obat dan kendala penanganan [diakses pada 17 Oktober 2023 pukul 14.03]

5. Instagram: @tbc.indonesia [diakses pada 17 Oktober 2023 pukul 15.08]

Oleh: Alifia Hanika Geren, Ratih Dwi Puspitasari (Universitas Indonesia) .

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait