Pelatihan Kerajinan Makrame di Cipari Menggaungkan Semangat Ekonomi Rumah Tangga

Pelatihan Kerajinan Makrame di Desa Cipari
Pelatihan Kerajinan Makrame di Desa Cipari

CILACAP.INFO – Selasa 5 Desember bertempat di pendopo Balai Desa Cipari, sebanyak 45 peserta mengikuti pelatihan kerajinan makrame yang diinisiasi oleh ibu Titi Tahdinani Kaur Desa Cipari Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap.

Sebagai kerajinan yang tergolong baru seni kerajinan makrame mampu mendatangkan rasa penasaran para peserta sehingga mereka berantusias untuk datang pada acara. Peserta didominasi oleh ibu-ibu muda usia produktif berusia 30 sampai 50 tahun.

Di Indonesia seni makrame belum begitu familiar. Sebenernya makrame sudah sudah ada sejak dahulu dan berkembang diberbagai negara hingga sekarang.
 
Dilansir dari buku Eksplorasi Simpul pada Tali Katun Untuk Pelengkap Busana (2007) karya A. Devita, sejarah makrame dipercaya muncul sekitar abad ke-13 oleh para penenun Arab.

Kerajinan makrame adalah kerajinan yang dibuat dengan cara merangkai atau menyimpul benda-benda berupa tali. Makrame dibuat sebagai hiasan atau sebagai benda pakai lainnya yang proses pembuatannya memerhatikan unsur estetika.

Seni makrame dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, mulai dari yang sederhana seperti gelang, gantungan kunci, gantungan tanaman, cermin, hingga karya yang rumit seperti pada hiasan interior dan busana, taplak meja, tas, dan sebagainya.

Acara pelatihan menghadirkan dua narasumber yakni Ibu Siti Khotimah selaku pemilik atau owner Mahren Craft Cilacap serta ibu Leni Trisia yang merupakan pemilik Lentry’s Craft Bandung. Meski acara dibuat ditingkat Desa acara ini tergolong cukup prepare dan terkonsep dengan baik.

Seluruh peserta diberikan paper bag atau tas kertas yang berisi bahan makrame gantungan kunci. Sesuai rencana acara pelatihan tersebut mempraktekan pembuatan gantungan kunci, cermin, strap tas, tas makrame kanvas serta hiasan dinding.

Ibu Siti Khotimah menyampaikan jika peserta mau menekuni bidang makrame ini sebetulnya lumayan menghasilkan cuan atau uang. Dengan modal hanya benang yang harganya sangat tersangka kita bisa menghasilkan beragam kerajinan.

Seni makrame yang bisa diterapkan atau dikombinasikan dengan berbagai benda membuat makrame lebih berpotensi diterima oleh banyak kalangan masyarakat. Ibu Leni Trisia misalnya beliau menceritakan pengalamannya terjun ke dunia makrame dapat mendatangkan untung hingga tiga juta rupiah dalam sehari ketika berjualan di lapangan Brigif Bandung setiap weekend.

Lambat laun kesenian makrame jika terus mendapatkan respon permintaan yang banyak dari masyarakat tentu saja akan menggaungkan sektor ekonomi rumah tangga. Bahwa ibu rumah tangga tidak lagi hanya menjadi subjek pasif ekonomi rumah tangga melainkan sebagai roda penggerak utama ekonomi rumah tangga.

Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait