Gusdurian Cilacap Gelar Aksi Sosial

Aksi Sosial Gudurian Cilacap
Aksi Sosial Gudurian Cilacap

Kata dia, lokasi dan jumlah pengungsi yang tak pasti itu memicu masalah berikutnya, yakni makanan untuk pengungsi.

Pada hari pertama dan kedua, banyak posko pengungsian yang tak tersentuh bantuan pemerintah, meski sudah melaporkan melalui RT atau pemerintah desa.

Kewalahan Hadapi Bencana Akbar

“Sebaiknya ada koordinasi yang baik mulai dari BPBD, Dinsos, pemerintah desa, kecamatan. Kesannya evakuasi berjalan sendiri-sendiri. Bahkan ada juga kelompok rentan, seperti bayi yang ikut mengungsi. Seharusnya terpisah,” ucapnya.

Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah perbaikan manajemen risiko bencana yang baik. Pasalnya, banjir dan longsor sudah menjadi langganan di Cilacap dan titik paling berisikonya sudah terdeteksi.

Meski begitu, patut diapresiasi BPBD dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan banjir di Cilacap. Mereka telah mati-matian menangani bencana yang terjadi luar biasa. Tak dipungkiri, dengan keterbatasan personel dan peralatan, penanganan bencana menjadi pekerjaan berat.

“Mari kita bersama-sama melakukan perbaikan manajamen risiko bencana. Agar kita lebih siap,” ucapnya

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengakui pemerintah sempat kewalahan saat melakukan tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang terjadi di puluhan desa ini.

“Bencana secara bersamaan. Istilahnya ‘dibregna’ berbarengan. Bayangkan, yang banjir 14 kecamatan,” kata Komara.

Dia mencontohkan, dalam evakuasi warga terdampak banjir, BPBD harus mengerahkan perahu ke lebih dari 10 kecamatan. Sementara, perahu yang siaga di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT), tiga buah ditambah dengan perahu dari BPBD Cilacap.

Organisasi Masyarakat Mendirikan Posko Aksi Kemanusiaan Bencana Banjir Majenang

2 Korban Jiwa dan Kerugian Miliaran
NU dan organisasi di bawahnya mendirikan posko kemanusiaan untuk penanganan bencana alam banjir dan longsor di Cilacap.

Meski sudah ada pengerahan perahu-perahu bantuan dari berbagai instansi dan organisasi kemanusiaan, jumlah perahu untuk evakuasi itu masih kurang. Sebab, lokasi banjir sangat luas, mulai dari Cilacap timur hingga barat, yang berjarak kisaran 90 kilometer.

“Timur baru saja selesai. Barat banjir, bersamaan. di Majenang juga ada lagi banjir, yang juga harus dievakuasi,” dia mengungkapkan.

Komara juga mengakui, BPBD juga sempat kesulitan menyediakan makanan untuk para pengungsi pada hari pertama dan kedua bencana. Pasalnya, BPBD masih harus mendata jumlah pengungsi dan lokasi pengungsian yang terus bertambah seturut meningkatnya tinggi genangan.

“Alhamdulillah kalau sekarang sudah tercover. Kami bekerja sama dengan Bagana, MDMC, serta organisasi dan komunitas lain untuk mendirikan dapur umum. Sekarang beres,” ujarnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait