Untuk menuju komplek makam wisata ziarah ulama Persia ini,dapat ditempuh baik dengan kendaran pribadi maupun angkutan umum. Kawasan wisata ziarah spiritual ini berdekatan dengan wisata ziarah Syekh Jambu Karang, yang berada di Desa Penusupan kec Karangmoncol dan wisata pendidikan Monumen Jenderal Soedirman yang berada di desa Bantarbarang, kec Rembang Kab Purbalingga.
Agar sampai di kompleks makam, jalur yang paling mudah ditempuh oleh peziarah adalah dari arah terminal Bobotsari menuju ke arah timur kec Rembang Purbalingga. Dari Bobotsari ke Desa Sumampir, peziarah akan diajak melintasi jalan tembus yang berliku sepanjang 20 kilometer. Sampai pertigaan Sumampir atau kompleks Pasar Sumampir, belok kiri ke arah utara sekitar 5 kilometer menuju grubul Karangnangka.
Kendaraan anda harus fit betul, jalan menanjak dan menurun curam beraspal namun masih berkabut oleh embun pegunungan yang meyegarkan tubuh. Areal Parkir paling mudah di sekitar masjid Baiturrahman, Karangnangka. Peziarah kemudian berjalan kaki menyusuri bukit areal pekuburan sepanjang satu kilometer yang sudah dikrosok.
Awalnya kompleks makam ini merupakan tanah pekuburan biasa, setelah pemilik tanah merelakan untuk dijadikan areal ziarah, mulailah di bangun tempat yang representatif untuk berziarah.
Jalan menuju kompleks makam sudah berbatu dan tidak licin pada waktu musim hujan, Bahkan jalan berundak menuju kompleks makam sudah dicor beton sehingga memudahkan peziarah untuk mencapai kompleks makam.
Panorama yang indah di berlahan utara bukit, menambah refreshing bagi peziarah sembari menikmati suasana alam dan udara yang mampu menyegarkan tubuh. Lelah tiada terasa sampai di kompleks makam.
Sambil berziarah, pengunjung diajak menapak tilasi dakwah dari Syech Sayid Ahmad Al Mansyur sejaman Syech Abdul Qadir Jaelani, dimana Syekh Mansyur adalah murid Syech Abdul Qadir Jaelani, jauh sebelum masa dakwah Walisongo. Syekh Mansyur diperkirakan masuk ke Tanah Jawa dari Persia, menuju Gujarat dan sempat singgah melalui Bandar Malaka (Aceh).
Sampai di Tanah Jawa, Syekh Mansyur berdakwah kemudian menemukan tempat yang strategis dan berdakwah dengan masyarakat setempat.(***) Aji
Tampilkan Semua
