oleh

Cerita Warga Ciamis Tangkap Macan Tutul

CIAMIS, CILACAP.INFO – Kemunculan macan tutul di pemukiman warga di kaki gunung sawal kecamatan Lumbung membuat resah warga masyarakat sekitar. Sehingga warga menangkapnya dengan perangkap pada Kamis (25/6) kemarin.

Kucing besar bernama latin Panthera Pardus itu sengaja di tangkap dengan menggunakan jebakan lantaran kerap memangsa hewan ternak. Lama jadi incaran, akhirnya penghuni gunung sawal itu berhasil terperangkap pada Kamis Pagi.

Melansir laman Antaranews.com, mengetahui seekor macan tutul tertangkap warga, kemudian petugas konservasi menuju lokasi guna memeriksa hewan tersebut.

Baca Juga :   Di Arab Namanya Jamal, di Solo Bayi Unta diberi nama Dovir Olan

Ilham Purwa salah satu kader konservasi mengatakan, bahwa pihaknya memeriksa kesehatan hewan tersebut, kemudian mengamankannya agar masyarakat tenang. Sedang hewan tersebut diamankan agar selamat.

“Kami masih menyelidiki terkait macan tutul masuk pemukiman dan mencari tahu penyebab konflik sosial dengan warga.” Katanya.

Dihimpun dari laman Kompas.com, bahwa warga menceritakan terkait macan tutul tersebut. Berdasarkan penuturan warga bahwa kucing besar itu tidak hanya memangsa ternak, tapi juga memangsa anjing penjaga ternak. Adapun anjing-anjing penjaga itu dimaksudkan untuk menghalau babi hutan, namun anjing penjaga ternak tersebut selalu hilang.

Baca Juga :   Jadikan CTKI Ilegal untuk Diberangkatkan ke Timur Tengah Suami Istri di Cianjur Dibui

Sekitar 8 Anjing penjaga ternak telah hilang yang diduga dimangsa oleh macan tutul yang kini telah tertangkap. Adapun penangkapan itu berjarak sekira 100 meter dari pemukiman warga dan atau 50 meter dari saung (gubuk).

Adapun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) III Ciamis berniat melepasliarkan kucing besar tersebut jika memang kondisinya sehat. Namun setalah diperiksa, ternyata hewan tersebut dalam kondisi stress dan lemas, Melansir Detik.com.

Baca Juga :   Wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis dan Makam Keramat

Namun terkait pelepasliaran tersebut, sejumlah warga menolaknya lantaran takut kembali memangsa hewan ternak dan terjadi konflik dengan manusia.

Dijelaskan pihak BKSDA, bahwa macan yang tertangkap itu pernah tertangkap pada tahun 2018 yang lalu, yang mana hewan tersebut dijuluki ABAH.

Pada saat tertangkap dan dilepasliarkan tahun 2018 lalu, memang hewan tersebut dilepasliarkan di gunung syawal yang merupakan habibat aslinya.